The Empress Of Mind Reader

The Empress Of Mind Reader
BAB 164. Pembunuhan Kaisar II


Setelah selesai menemui Kaisar, Duke Carrole pergi dari ruangan itu namun tiba-tiba banyak sekali Kesatria yang datang menghadang. Kesatria itu meminta Duke Carrole berhenti dan ikut dengan mereka untuk interogasi.


Duke Carrole yang tak tau apapun tentu saja langsung menolak tapi Kepala Kesatria Penjaga langsung menangkap Duke Carrole dan menyeretnya dengan paksa dan membawanya ke ruang bawah tanah Istana untuk di interogasi.


Duke Carrole yang sangat kaget dan bingung sampai tak tau harus bereaksi seperti apa hanya bisa terduduk di kursi yang telah disediakan dengan tali sihir yang mengikat Duke Carrole agar tidak bisa melarikan diri.


Tiba-tiba pintu ruangan terbuka dan datanglah seorang Kepala Penyelidik Kekaisaran. Kepala Penyelidik itu datang dan masuk dengan raut wajah seolah merasa jijik dengan keberadaan Duke Carrole disana.


Kepala Penyelidik menanyakan banyak sekali pertanyaan yang hanya di jawab dengan kata-kata bingung dan terkejut dan akhirnya Kepala Penyelidik menjelaskan tentang yang telah terjadi sebenarnya.


Kepala penyelidik menjelaskan bahwa setelah kepergian Duke Carrole dari ruangan Kaisar. Kaisar ditemukan dalam keadaan membiru seolah terkena racun oleh Putra Mahkota yang sengaja mengunjungi Kaisar. Putra Mahkota langsung berteriak memanggil penjaga dan memerintahkan penjaga untuk memanggil dokter Istana.


Duke Carrole yang mendengar Kaisar telah diracuni menjadi sangat kaget karena setelah Duke Carrole keluar Kaisar masih dalam keadaan sehat dan tak kekurangan apapun.


Namun setelah Duke Carrole bahwa Putra Mahkota lah yang menemukan Kaisar teracuni menjadi tidak heran atau terkejut bahkan Duke Carrole sudah menduga bahwa ini semua adalah permainan kotor untuk Putra Mahkota menjebak Duke Carrole untuk menutupi kenyataan bahwa Putra Mahkota sendiri yang telah melakukan kejahatan itu.


Duke carrole sangat yakin jika Putra Mahkota yang sengaja melakukan semua ini karena Shiena yang merupakan tunangannya sendiri pun bisa dibuatnya jatuh sakit sebanyak dua kali.


Duke Carrole juga sangat yakin jika Putra Mahkota langsung memerintahkan kesatria untuk segera menangkapnya dan tidak membiarkannya kembali ke Kediamannya terlebih dahulu.


Dokter yang telah mendiagnosa Kaisar menyatakan bahwa Kaisar telah diracuni dan akan sangat sulit menyembuhkannya dan bahkan persentase kesembuhannya sangat tipis yaitu hanya 10%.


Putra Mahkota yang mendengar hal itu berpura-pura bersedih padahal kenyataannya Putra Mahkota sangat senang karena hanya tinggal menunggu waktu Kaisar akan meninggal dengan sendirinya.


Putra Mahkota yang telah menangkap Duke Carrole memerintahkan Kepala Penyelidik Kekaisaran melakukan hal apapun termasuk penyiksaan agar Duke Carrole bersedia mengaku bahwa dirinya yang telah meracuni Kaisar.


Putra Mahkota juga tak lupa mengerahkan setengah pasukan Kekaisaran menuju Kediaman Duke Carrole dan melakukan tugasnya untuk menangkap Duchess Carrole serta semua orang yang ada di Kediaman itu kedalam penjara dan memaksa mereka mengaku meski harus menggunakan kekerasan.


Sementara itu, Shiena yang melihat ayahnya di tangkap oleh Kesatria menjadi geram karena merasa telat bertindak. Shiena pun bergegas kembali ke Kediamannya dan menyelamatkan Duchess Carrole dari penangkapan tapi ketika sampai Shiena sangat terkejut bahwa Duchess Carrole telah diseret paksa untuk dibawa ke penjara begitu pula dengan pelayan yang lain dan menyisakan Shiena sendiri.


Shiena meronta-ronta, berteriak dan menangis meminta agar Duchess Carrole tidak dibawa namun semua sia-sia. Semua orang dibawa oleh Kesatria dan Kesatria Kepala memberikan sebuah surat dari Putra Mahkota. Shiena langsung menerimanya dan membuka surat itu dan ternyata isinya adalah meminta Shiena memasuki Istana sebagai Calon Ratunya jika ingin Duke Carrole, Duchess Carrole dan semua bawahannya selamat.


Putra Mahkota juga mengatakan bahwa semua harta, koin emas dan aset milik Keluarga Duke Carrole telah di ambil oleh Kekaisaran yang menyisakan Shiena sebagai Putri yang miskin.


Shiena yanh telah membaca surat itu menjadi marah dan kesal pada dirinya sendiri karena tetap tidak bisa menghentikan semua yang pernah terjadi di masa lalunya.


Shiena yang telah bertekad akan melindungi Keluarga dan orang-orangnya harus menelan pil pahit karena semua usahanya selama ini gagal. Shiena tetap tak bisa mengubah waktu.


Shiena yang marah hanya bisa menangis dengan keras dihadapan Kesatria Kepala dan melempar surat yang diberikan Putra Mahkota lalu membakarnya dengan Sihir Api miliknya.


Kesatria Kepala sangat mengerti perasaan Shiena yang saat ini pasti sangat kacau karena kehilangan keluarga dan semua orang yang ada didekatnya sehingga Kesatria Kepala hanya diam dan mengamati lalu setelah beberapa menit Shiena yang telah tenang. Kesatria Kepala meminta izin kepada Shiena untuk kembali ke Istana.


Marry tidak datang sendiri, dirinya datang kembali ke Kediaman Duke Carrole bersana Ana pelayan yang memberikan kabar bahwa Marry dilarang kembali sebelum besok pagi dan Baron Fromboo.


Shiena yang telah tenang mengangkat kepalanya dan melihat tiga orang yang ada di depannya dengan ekspresi wajah dan isi fikiran yang bingung dan juga takut serta khawatir padanya.


Shiena yakin jika Marry dan Baron Fromboo tidak akan meninggalkannya meski Shiena mengusirnya beberapa kalipun tapi berbeda dengan Ana yang merupakan pelayan rumah biasa.


"Siapa namamu?" tanya Shiena.


" Nama saya Ana, Nona." jawab Ana.


"Baiklah Ana. Saya akan langsung bicara keintinya. Aku tidak akan memaksamu untuk tetap disisiku dan keluargaku. Kau boleh pergi dan mencari pekerjaan lain dan aku akan tetap membayarmu sebagaimana semestinya." ucap Shiena langsung ke intinya.


"Saya akan tetap disini, Nona. Saya akan setia pada Nona dan Keluarga ini. Saya adalah yatim piatu dan saya tidak punya apapun dan siapapun. Saya hanya punya Nona sekarang. Jadi izinkan saya bersama anda, Nona." ucap Ana bertekad.


Shiena yang mendengarkan jawaban Ana sambil membaca fikirannya pun tersenyum karena semua yang dikatakan Ana adalah kejujuran dan apa yang dikatakan dan difikirkan itu sama. Shiena pun mengangguk dan membawa Ana ikut pergi bersamanya.


Shiena, Baron Fromboo, Marry dan Ana kembali ke rumah Baron Fromboo. Baron Fromboo yang tinggal sendiri mulai bingung karena baru pertama kali menerima tamu apalagi orang itu adalah Nonanya sendiri meskipun umurnya lebih tua.


Shiena yang mengerti isi fikiran Baron Fromboo tidak berniat tinggal di rumah itu dan memerintahkan Baron Fromboo segera menyewakan rumah atau langsung membeli sebuah rumah di sekitar rumah miliknya. Baron Fromboo merasa lega dan bergegas melaksanakan tugas yang diberikan Shiena.


Shiena juga langsung memerintahkan Marry untuk pergi ke Pengacara terhebat yang pernah membantu menyelesaikan masalah Baron Fromboo dulu dan Shiena berkata bahwa jika Pengacara tersebut berhasil membebaskan keluarga dan orang-orangnya secepatnya maka Pengacara itu akan mendapatkan imbalan seratus koin emas.


Shiena juga memberikan sekantong koin emas kepada Marry dari saku gaunnya untuk diberikan kepada Pengacara. Shiena memberi tau Marry bahwa koin emas itu sebagai tanda jadi untuk awal pekerjaannya dan jika berhasil maka Pengacara akan medapatkan sisanya dan jika berhasil mengeluarkan semua orang lebih cepat maka Pengacara itu akan mendapatkan koin emas yang lebih banyak lagi.


Marry pun mengiyakan dan langsung bergegas pergi membawa sekantong koin emas dan meninggalkan Shiena dan Ana. Shiena tau Ana sangat bingung dan Shiena telah berencana akan menjelaskan semuanya karena Shiena sudah tau bahwa Ana adalah orang yang setia.


Ana sangat terjekut melihat Shiena yang masih memiliki banyak koin emas padahal seluruh harta milik Keluarga Duke Carrole telah di ambil oleh Kekaisaran. Amy berfikir bahwa mereka akan tinggal di tempat yang sempit atau menumpang di Keluarga Bangsawan lain di tempat yang lebih sederhana.


Ana tak menyangka meskipun Shiena terlihat sedang terpuruk tapi kenyataannya adalah sebaliknya. Shiena masih baik-baik saja dan bahkan masih menikmati hidup enak dan mewahnya.


Shiena bahkan masih memberika Ana uang yang cukuo banyak untuk membeli makanan untuk di makan di malam hari.


#Bersambung#


Jangan Lupa Tekan Like, Komen, Vote dan Favorite nya ya.. 😁


Baca Juga Novel Terbaru Author "Terpaksa Menikah Karena Wasiat" Terima Kasih 🥰😍❤😘