
Keesokan paginya, Putra Mahkota pun terbangun. Dia memandang wajah Shiena yang tertidur di dalam pelukannya yang di sinari oleh cahaya pagi yang terlewat dari tirai jedela.
'Cantik' gumam Putra Mahkota.
Shiena pun berbalik ke sisi Putra Mahkota dan mencari sela kehangatan dan membenamkan kepalanya di dalam pelukan Putra Mahkota.
*Aku ingin merasakan hal ini setiap pagi. Aku ingin melihatmu setiap pagi di dalam pelukanku dan rasanya menyenangkan dan menenangkan.* fikir Putra Mahkota
Akhirnya Shiena pun terbangun karna terkejut dia mendorong Putra Mahkota dan berteriak.
Aaaarrrrrgggghhhhhhhh (Teriak Shiena)
Seketika itu juga, Marry dan pengawal yang berjaga langsung berlari masuk ke dalam kamar dan justru mereka melihat hal yang tidak seharusnya mereka lihat.
Mereka Semua yang melihat terkejut dan langsung menyadarkan diri.
"Ma-maafkan kami Yang Mulia, Nona Shiena." ucap mereka bersamaan.
Setelah permintaan maaf tu akhirnya Marry dan Pengawal yang berjaga langsung pergi meninggalkan kamar itu dan menyisakan Putra Mahkota dan Shiena yang sedang terduduk di ranjang.
"A-apa yang kau lakukan disini I-ian?" tanya Shiena gagap.
"Tentu saja aku tidur." ucap Ian santai.
"Apa? Ma-maksudku kenapa kau tidur disini. Ini kamarku dan bukan kamarmu." ucap Shiena dengan perasaan terkejut.
"Apa kau lupa dengan yang terjadi semalam?" tanya Ian.
"Semalam? Terjadi? Apa yang terjadi?" tanya Shiena bingung.
Putra Mahkota yang sedikit kesal karna Shiena tidak ingat apapun langsung mendekatkan wajahnya.
'Te-terlalu dekat' gumam Shiena.
*Apa aku harus jujur atau berbohong ya?* fikir Putra Mahkota.
'Apa? Disaat sepeti ini dia masih berfikir untuk berbohong, apa dia kira keadaan seperti ini nantinya tidak membuat orang berfikir yang tidak-tidak.' ucap Shiena dalam hati.
"Apa kau benar lupa? Kau itu terbangun dengan histeris, wajahmu pucat dan tubuhmu bergetar hebat." ucap Ian menjelaskan.
"Apa aku seperti itu semalam?" tanya Shiena meyakinkan.
"Tentu saja, karna itu aku memelukmu untuk menenagkanmu tapi setelah tenang kau malah tidak mau melepaskan pelukanmu." ucap putra mahkota bohong.
*Sebenarnya aku yang tidak mau melepaskan pelukanku, tapi sudah lah dia tidak akan tau juga apa yang ada di fikiranku.* fikir Putra Mahkota.
Seketika itu juga Shiena langsung mengerutkan dahi dan menaikkan alisnya.
"Hmmm, terserah kau saja mau percaya atau tidak. Lalu, apa yang kau mimpikan kenapa kau jadi seperti itu?" tanya Ian.
Shiena yang terkejut dengan pertanyaan itu langsung bingung dan tidak tau harus menjawab apa karna dia tidak mungkin mengatakan yang sujujurnya karna dia sendiri tidak tau apa maksud mimpinya itu.
"Itu tidak ada." ucap Shiena mengelak.
"Haih, tidak usah berbohong dan cepat katakan apa yang membuatmu bermimpi sampai seperti. Jika kau tidak mau menceritakannya maka aku akan tetap tinggal di kamar ini malam ini." ucap Ian kesal.
"A-apa? Kau tidak boleh seperti itu? Kita tidak punya hubungan yang terlalu dekat meskipun kita bertunangan, itu pun belum secara resmi dan bisa di batalkan kapan saja." ucapku tak mau kalah.
"Sudah berapa kali ku bilang. Pertunangan ini tidak akan pernah dibatalkan dan kau akan tetap menjadi tunanganku dan akan menjadi istriku nantinya!" ucap Putra Mahkota meninggikan suara.
'Apa-apaan pria ini, dia ingin aku menjadi miliknya sementara dia belum melihat permaisurinya di kehidupan sebelumnya, aku tidak bisa percaya dengan semua ini' ucap Shiena dalam hati.
"Humft" ucap Shiena kesal dengan menggembungkan kedua pipi.
"Cepat katakan apa yang kau mimpikan." ucap Ian tak sabaran.
"Hah, aku bermimpi kau mencintai wanita lain dan kau membuangku karna kau ingin bersama wanita itu selamanya sehingga kau membunuhku, keluargaku dan semua orangku." jawab Shiena kesal dengan mata tajam.
"Apaa!" ucap Ian terkejut.
"Sekarang kau puas? Jadi silahkan pergi dari kamar ini!' ucap Shiena kesal dan mencoba berdiri.
Ketika Shiena mencoba berdiri dan beranjak pergi, Putra Mahkota memegang tangan Shiena dan menariknya dalam pelukannya.
"Aku tak akan melakukan itu. Aku berjanji padamu." ucap Ian tulus.
"Hentikan bualanmu Yang Mulia." ucap Shiena melepaskan pelukan.
Ketika pelukan terlepas, Shiena pun berdiri dan berjalan membelakangi Putra Mahkota lalu tiba-tiba berbalik.
"Aku tidak membutuhkan janjimu tapi aku menginginkan bukti. Kau adalah Putra Mahkota dan Calon Kaisar di masa depan. Kau tidak akan pernah hanya memiliki seorang istri. Kau pasti akan memiliki seorang Ratu dan beberapa Selir dan saat itu tiba pasti perasaanmu akan berubah!" ucap Shiena tegas.
Putra Mahkota yang terkejut dengan ucapan Shiena hanya bisa diam dan tak tau harus menjawab atau melakukan apapun.
#Bersambung#
Jangan Lupa Tekan Like, Komen, Vote, dan Favorite
Terima Kasih
❤🥰😘