
Duke Carrole yang sedang memikirkan cara agar Shiena segera sadar menemukan titik buntu karna berdasarkan dokter kekaisaran katakan Shiena harus segera sadar dalam waktu tiga hari jika tidak dia akan dalam keadaan seperti itu selamanya.
Ketika Duke Carrole sedang pusing tiba-tiba Duchess Carrole datang.
"Suamiku, apa kau sudah menemukan cara agar putri kita bisa sadar kembali?" ucap Duchess Carrole.
"Aku sudah memikirkannya sayang tapi aku tak menemukan cara apapun. Dokter terbaik di kekaisaran ini tidak ada yang bisa menyembuhkan putri kita. Kita juga tidak bisa menyebarkan berita tentang putri kita karna akan menyebabkan rusaknya reputasi putri kita di masa depan." ucap Duke Carrole.
"Suamiku, sebenarnya aku memiliki satu cara tapi aku khawatir kau tidak akan mengizinknnya." ucap Duchess sedih dan bingung.
"Katakanlah. Apa yang kau fikirkan sayang?" tanya Duke Carrole.
"Aku ingin pergi ke Kerajaan Emerald dan meminta bantuan ayah untuk menyelematkan putri kita. Ayah memiliki sihir cahaya yang sangat kuat. Aku juga bisa meminta bantuan ayah untuk mendukung kita agar pertunangan Shiena dan Putra Mahkota dibatalkan." ucap Duchess Carrole.
"Jika seperti itu, Shiena msih memiliki kesempatan sadar tapi apa ayahmu akan setuju membantu?" tanya Duke Carrole.
"Aku yakin, ayah pasti akan setuju untuk membantu karna ini demi cucunya sendiri." ucap Duchess.
Duke Carrole memikirkan semuanya dan semua yang dikatakan oleh istrinya, Duchess Carrole adalah kebenaran dan kesempatan terakhir tapi ada satu masalah.
"Meskipun aku mengizinkanmu pergi sayang tapi waktunya tidaklah cukup karna untuk ke Kerajaan Emerald membutuhkan waktu dua hari dua malam dan jika kau langsung kembali paling tidak kau membutuhkan waktu lim hari istriku." ucap Duke Carrole sedih.
"Kita bisa menggunakan sihir teleportasi. Bukankah kit puny kesatria yang bisa melakukan itu." ucap Duchess Carrole bersemangat.
"Kau benar tapi itu tidak cukup. Sihir teleportasi memerlukan energi yang besar dan jika kesatria itu harus menggunakan sihirnya untuk pergi dari istana kekaisaran lalu ke kediaman kita, hal itu tidak terlalu sulit tapi akan berdeda jika harus ke Kerajaan Emerald." ucap Duke Carrole menjelaskan.
"Lalu, Apa yang harus kita lakukan?" tanya Duchess Cerrole.
"Kita harus meminta bantuan Menara Sihir tapi kita tak mengenal siapapun di Menara Sihir." ucap Duke Carrole.
"Roan!" teriak Duchess Carrole.
Duke Carrole yang mendengar nama Roan yang di panggil oleh istrinya jadi mengingatkannya tentang Tuan Muda Roan dari Keluarga Laurence yang pernah dia bantu atas permintaan putrinya Shiena.
"Suamiku, kita bisa meminta tolong pada Roan. Aku yakin dia pasti akan menolong kita." ucap Duchess teburu-buru.
"Apa kau yakin dia bisa menolong kita?" tanya Duke Carrole ragu.
"Tentu saja. Dia adalah salah satu murid berbakat di Menara Sihir dan pastinya dia mengenal orang yang dapat membantu kita. Aku melihat sepertinya Roan memiliki perasaan pada putri kita. Jika kita bilang ini semua untuk kesembuhan Shiena, dia pasti akan segera membantu." ucap Duchess Carrole.
"Terima Kasih suamiku." ucap Duchess Carrole.
Duchess pun kembali ke kamarnya dan segera meminta dayang pribadinya untuk mengambil batu sihir yang biasa dia gunakan untuk berkomunikasi dengan Nyonya Maria.
Duchess Carrole dan Nyonya Maria adalah sahabat yang sangat dekat bahkan telah seperti saudara, mereka memiliki sebuat batu sihir yang dapat mereka gunakan untuk memberi kabar atau meminta tolong satu sama lain.
"Nyonya, Ini adalah batu sihir yang anda minta." ucap dayang sambil menyerahkan Batu sihir dengan hormat.
"Terima kasih. Kalian pergilah." ucap Duchess Carrole sambil memberi perintah.
Setelah mendapatkan Batu Sihir yang di butuhkan. Duchess Carrole pun menggunakannya untuk menghubungi Nyonya Maria.
Dreett... Dreeett... Dreeettttt
(getar batu sihir)
"Vio, inikah kau?" tanya Nyonya Maria.
"Iya ini aku Mari. Aku butuh bantuanmu." ucap Duchess Carrole tanpa basa basi.
"Katakan saja Vio. Apa yang bisa aku bantu? Aku janji akan membantumu semampuku. Terima kasih untuk bantuanmu keluarga bisa selamat jika tidak mungkin saat ini.." ucap Nyonya Maria sulit melanjutkan kata-katanya.
"Jangan kau fikirkan hal itu. Kita adalah sahabat bahkan seperti saudara. Kita harus saling menolong dan menjaga." ucap Duchess Carrole.
"Kau benar. Sekarang katakanlah, apa yang bisa aku bantu?" tanya Nyonya Maria.
"Aku ingin meminta tolong pada keponakanmu. Agar dia bisa memperkenalkanku pada orang yang hebat di Menara Sihir agar bisa membantuku teleportasi kembali ke Kerajaan Emerald." ucap Duchess Carrole.
"Itu hal yang mudah. Aku yakin Roan pasti akan membantu tapi kenapa kau kembali ke Kerajaan Emerald? Apa ada hal buruk yang terjadi?" tanya Nyonya Maria Khawatir.
Duchess Carrole yang mendengar ke khawatiran sahabatnya pun tersenyum dan bersyukur karna dia telah memiliki seorang sahabat yang sangat peduli padanya.
#Bersambung#
Jangan Lupa Tekan Like, Komen, Vote dan Favorite nya ya.. 😁
Terima kasih.. 🥰😍❤😘