
Keesokan paginya, Shiena yang telah selesai sarapan pun sedang bersantai di Taman dengan cemilan dan minuman hangatnya. Shiena sadar bahwa dirinya saat ini telah menjadi pusat perhatian semua orang karena gelar dan hadiah yang diberikan oleh Kaisar. Shiena juga sadar bahwa pada saat pemberian gelar, banyak Bangsawan kelas atas mencoba mengambil hatinya dengan berbagai macam keuntungan pribadi.
Shiena juga tau tentang kecurigaan Tetua Menara Sihir yang berfikir mungkin saja dirinya adalah Gadis Penyelamat itu. Shiena juga sadar akan tatapan beberapa Bangsawan yang Wilayahnya mendapatkan tanggungjawab lebih dari kebijakan baru yang dibuat Kaisar berkat idenya.
Shiena hanya berharap semua hal baik yang terjadi sampai saat ini akan berakhir baik nantinya bukan manis diawal dan pahit di akhir.
Shiena ingat bahwa hari ini adalah Acara Perburuan Naimar. Pada hari ini, Shiena ingat bahwa dirinya akan bertemu Anastasya pertama kali di Kehidupan lalu tapi sekarang sepertinya itu akan menjadi pertemuan kedua.
'Apakah Putra Mahkota akan datang?' fikir Shiena.
Shiena yang tak yakin bahwa Putra Mahkota tidak akan datang mengingat telah banyak perubahan yang terjadi yang memungkinkan terjadinya perubahan di masa depan.
"Nona, sudah waktunya anda untuk bersiap-siap." ucap Marry.
"Baiklah." jawab Shiena.
Shiena berdandan sempurna agar tidak kalah dari Anastasya. Shiena memakai gaun cantik berwarna merah muda dengan campuran warna perak serta paduan mutiara di sekitar gaun itu. Shiena mengenakan sepatu berhak yang tidak terlalu tinggi berwarna merah muda dengan mutiara yang menjuntai dan mengikat indah di kaki Shiena. Shiena menggerai sedikit rambutnya dan membuat kepangan kecil yang diberi jepitan bunga dan mutiara memberikan kesan cantik, elegan dan berkelas.
Shiena menaiki kereta kuda untuk pergi ke Acara Perburuan Naimar. Shiena pergi bersama Marry pelayannya serta Zee.
Setelah beberapa menit berlalu, Shiena pun sampai di Acara Perburuan Naimar. Shiena turun dari kereta kudanya dan berjalan anggun dengan didampingi Marry dan Zee dibelakangnya. Banyak Nona Muda dan Tuan Muda yang memperhatikan Shiena. Shiena membaca fikiran mereka semua dan menyadari bahwa semuanya mencoba mengambil perhatian Shiena. Ketika sedang berjalan-jalan dan mencari tempat duduk, Shiena disapa oleh beberapa nona-nona bangsawan yang ternyata sangat mengagumi Shiena karena prestasinya. Shiena dan nona bangsawan itu pun duduk bersama di satu meja sambil mengobrol bersama.
Di tempat lain, Kediaman Duke Roxable telah sangat sibuk sejak dini hari menyiapkan segala hal untuk datang ke acara Perburuan Naimar. Putri Roxable yang sangat bersemangat. Putri Roxable melakukan persiapan yang sangat banyak karena telah tau bahwa Putra Mahkota akan menghadiri Acara Perburuan Naimar. Putri Roxable berencana merebut Putra Mahkota dari Anastasya bagaimanapun caranya dan jika tidak berhasil Putri Roxable akan melakukan apapun untuk membuat Anastasya berpisah dengan Putra Mahkota.
Amy dan pelayan Anastasya yang lain pun tak kalah sibuknya. Mereka mempersiapkan segala hal, mereka yang sadar bahwa Nona mereka adalah kekasih Putra Mahkota dan jika terus berlanjut mungkin akan menjadi Ratu bahkan mungkin Permaisuri. Semua pelayan pun bekerja keras dengan tujuannya masing-masing.
Anastasya berdandan dengan sangat cantik dan memakai pakaian yang diberikan oleh Putra Mahkota. Anastasya yang merasa gaya berpakaian yang diberikan Putra Mahkota tidak cocok dengan seleranya mengubah sedikit gaun itu.
Anastasya mengubah desain gaun bagian atas sedikit rendah agar bisa menonjolkan bagian atas dari dirinya. Anastasya yang sedang bersiap-siap mendengar ketukan dari balik pintu kamarnya.
"Coba kamu lihat siapa itu Amy!" perintah Anastasya.
"Baik, nona." jawab Amy.
Amy pun pergi ke pintu dan melihat ternyata itu adalah seorang pelayan yang mengatakan bahwa diluar ada kereta kuda yang dikirimkan oleh Putra Mahkota untuk mengantar kepergian Anastasya.
Amy pun meminta pelayan itu, menyampaikan kepada kusir agar menunggu karena Anastasya sedang bersiap-siap. Amy pun kembali dan menyampaikan kabar itu kepada Anastasya.
"Nona." ucap Amy.
"Ya. Siapa itu?" tanya Anastasya datar.
"Yang datang adalah seorang pelayan biasa yang menyampaikan kabar bahwa diluar ada kereta kuda yang dikirimkan oleh Putra Mahkota untuk menjemput Nona ke Acara Perburuan Naimar telah datang." ucap Amy menjelaskan.
"Suruh mereka menunggu." jawab Anastasya.
"Baik, nona." jawab Amy.
Putri Roxable yang sedang bersiap-siap dikamarnya mendapatkan kabar dari pelayan pribadinya bahwa diluar ada kereta kuda yang dikirimkan Putra Mahkota untuk menjemput Anastasya.
Putri Roxable yang sedang berdandan langsung marah dan membantik vas bunga yang ada di dekatnya. Sang pelayan pribadi yang melihat itu mencoba menenangkan Putri Roxable.
"Tenanglah nona. Anda tidak boleh seperti ini nona." ucap Pelayan Pribadi.
"Bagaimana aku bisa tenang? Apa kau buta? Apa kau tidak bisa melihat bahwa ada kereta kuda dari Putra Mahkota yang datang menjemput wanita itu?" tanya Putri Roxable dengan marah dan geram.
Putri Roxable yang mendengar penjelasan dari Pelayan Pribadinya mulai memikirkan ulang tingkah lakunya barusan. Akhirnya Putri Roxable sadar dan menahan emosinya, lalu memerintahkan pelayan yang lain membersihkan vas bunga yang telah hancur dan menggantinya dengan yang baru. Putri Roxable juga memerintahkan Pelayan Pribadinya mendadaninya lebih cantik lagi agar Putra Mahkota bisa terpikat padanya dan melupakan Anastasya.
Anastasya yang telah selesai bersiap-siap berjalan santai keluar kamarnya lalu menyapa Tuan Count Roxable dan Nyonya Countess Roxable sebelum berangkat. Setelah satu jam perjalanan akhirnya Anastasya sampai Acara Perburuan Naimar.
"Amy, apakah Putra Mahkota telah tiba?" tanya Anastasya
"Sepertinya belum nona. Sepertinya Yang Mulia Putra Mahkota akan datanh bersama Yang Mulia Kaisar. Akan lebih baik jika nona keluar terlebih dahulu dan menyapa beberapa nona-nona bangsawan lain untuk memperkokoh posisi nona dimasa depan." saran Amy.
"Kau benar. Baiklah. Ayo kita keluar." ucap Anastasya.
Anastasya sedikit kecewa karena Anastasya fikir bahwa kedatangannya akan disambut oleh Putra Mahkota tapi ternyata Putra Mahkota bahkan belum datang.
Anastasya pun turun dari kereta kuda lalu berjalan anggun menuju Acara Perburuan Naimar. Semua orang yang ada di Acara Perburuan Naimar tak hentinya melihat Anastasya terutama para Tuan Muda Bangsawan. Mereka tertarik dengan gundukan besar bagian atas milik Anastasya sementara para Nona Bangsawan hanya tersenyum menyindir.
Tak terkecuali Nona Bangsawan yang saat ini sedang duduk dan mengobrol bersama Shiena. Mereka semua membicarakan gaya berbusana Anastasya dan tak jarang mereka bertanya berasal dari keluarga apa Anastasya.
Shiena yang telah mengetahui semuanya hanya tersenyum canggung. Shiena tau bahwa dirinya harus bisa menguasai dirinya agar terlihat biasa saja tapi hal itu ternyata sulit. Shiena merasa sangat sulit menutupi perasaan marah dan dendamnya.
"Nona Shiena, ada apa?Apa kau mengenalnya?" tanya Nona Ambar.
"Ah, tidak. Aku hanya merasa pernah melihatnya." ucap Shiena spontan.
"Ya benar. Aku juga merasa pernah melihatnya tapi dimana. Aku lupa." jawab Nona Salsa.
"Apa kau lupa. Itu kan sih Nona Bangsawan yang datang dari desa yang pernah diusir oleh penjaga taman kota." ucap Nona Elsha mengejek.
"Hmmm, aku ingat sekarang. Pantas saja pakaiannya seperti itu tidak beretika dan sangat tidak mencerminkan putri bangsawan." jawab Nona salsa menghina.
"Hentikan. Kita tidak boleh seperti itu." jawab Shiena pura-pura baik.
"Aduh, Nona Shiena memang beda ya. Tidak hanya cantik dan sangat pintar tapi juga baik hati. Kalau aku sih tidak akan bisa seperti itu." ucap Nona Abigail.
'Aku harus bersikap baik di depan semua orang. Aku tidak boleh menunjukkan sikap permusuhanku pada Anastasya secara terang-terangan.' ucap Shiena dalam hati.
Setelah mengatakan itu, tatapan mata Shiena dan Anastasya bertemu. Anastasya yang merasa sangat hebat karena telah menjadi kekasih Putra Mahkota menganggap semua Nona Bangsawan yang hadir di Acara Perburuan Naimar tidak sebanding dengannya sehingga Anastasya membuang wajahnya dan berjalan anggun mencari tempat duduk. Shiena yang melihat itu hanya tersenyum sinis.
'Akhirnya kau melihatku Anastasya. Kali ini kau akan mendapatkan balasan semua kejahatanmu. Mata dibalas mata, tangan dibalas tangan, dan nyawa dibalas nyawa!' ucap Shiena dalam hati.
#Bersambung#
**Main tebak-tebakan yok.. ππ₯°π
Kira-kira apa yang akan terjadi selanjutnya ya.. ππ
Ayo ditebak, yang tau jawabannya komen dibawah ya readers.. ππππ
β Noteβ
Maafkan Author yang terpaksa harus melanggar janji karena kesehatan yang menurun lagi tapi Author akan tetap Update minimal 1x sehari.. Mohon dimaklumi.. πππ
Jangan Lupa Tekan Like, Komen, Vote dan Favorite nya ya.. π
Terima kasih.. π₯°πβ€π**