
Duke Simons yang mengerti isi dari Surat Perjanjian itu tak memiliki pertanyaan lagi karena menurutnya semua sudah sesuai dengan kesepakatan meskipun ada beberapa bagian yang tak dimengertinya tapi itu tidak menjadi masalah asalkan bisa mendapatkan Takhta Kekaisaran itu adalah hal yang setimpal. Lalu, Duke Simons pun menandatangani Surat Perjanjian Kerjasama Sihir itu tanpa rasa ragu.
Setelah selesai, Penasehat Kerajaan segera mengambil Surat Perjanjian Kerjasama itu kemudian menyimpannya di tempat tersembunyi. Lalu, Raja Michael memanggil Jenderal Tertingginya ke Ruang Kerjanya.
Tak lama kemudian, Jenderal Tertinggi bernama Jenderal Lee telah datang. Raja Michael pun menanyakan tentang persiapan Kesatria yang akan dikirim ke Kekaisaran Pearl.
"Bagaimana persiapannya? Apakah semua telah berjalan sesuai rencana?" tanya Raja Michael.
"Sudah Yang Mulia. 10.000 Kesatria telah disiapkan dan sedang berdiri di lapangan menunggu perintah dari Yang Mulia." ucap Jenderal Lee.
"Baiklah. Kami akan pergi kesana sekarang." ucap Raja Michael.
"...." Jenderal diam.
"Ayo Duke Simons, Lady Anastasya." ucap Raja Michael.
"Baik, Yang Mulia." ucap Duke Simons dan Lady Anastasya bersamaan.
Duke Simons dan Anastasya pun mengikuti Raja Michael yang berjalan di depan mereka. Beberapa menit kemudian mereka pun sampai di sebuah lapangan yang sangat luas dan telah berbaris banyak sekali Kesatria dengan pakaian yang lengkap dan persenjataan yang lengkap di tangan mereka.
Duke Simons yang melihatnya menjadi sangat senang dan berfikir semua rencananya kali ini pasti akan berhasil dan tak akan ada seorang pun yang bisa membuat rencana itu gagal.
Anastasya yang juga melihat banyak sekali Prajurit yang berdiri Lapangan menjadi sangat terkejut karena tak menyangka Raja Michael benar-benar akan menyiapkan Kesatria sebanyak itu untuk membantu Duke Simons.
'Jika seperti ini, Val pasti akan benar-benar bisa menduduki Kekaisaran Pearl.' ucap Anastasya di dalam hati.
"Jika kita menyelundupkan 10.000 pasukan ke Kekaisaran Pearl sepertinya itu adalah hal yang tidak mungkin." ucap Raja Michael.
"Paman benar. Aku juga berfikiran yang sama. Bagaimana jika saat aku kembali besok Paman memberikan 1000 Kesaria untuk ikut bersamaku. Kesatria itu bisa menyamar sebagai Pekerja kasar yang akan dikirim ke Ibukota " ucap Duke Simons.
"Lalu, bagaimana dengan sisanya?" tanya Raja Michael.
"Sisanya bisa Paman berikan di hari kita akan melaksanakan kudeta." ucap Duke Simons.
"Baiklah. Aku setuju." ucap Raja Michael.
Kemudian Raja Michael segera memberikan perintah kepada Jenderal Lee untuk menyiapkan 1000 Kesatria agar dapat ikut bersama Duke Simons menyamar sebagai pekerja. Setelah urusannya selesai, Duke Simons kembali ke kamarnya untuk kembali ke Kekaisaran Pearl sendiri. Sementara Anastasya pura-pura sedih karena berpisah dari Duke Simons padahal kenyataannya sangat lah bahagia.
Beberapa jam berlalu, Duke Simons telah siap untuk kembali dan 1000 Kesatria telah siap mengikuti dibelakangnya. Duke Simons yang merasa tak ingin meninggalkan Anastasya terpaksa harus meninggalkan Anastasya. Duke Simons meminta Raja Michael menjaga Anastasya dan Raja Michael pun menyanggupinya.
Setelah kepergian Duke Simons, air mata yang ditunjukkan Anastasya telah menghilang dan berganti dengan senyum ceria. Anastasya langsung merubah sikapnya menjadi lebih berani terhadap Raja Michael karena berfikir Duke Simons telah pergi tapi Raja Michael yang tak ingin berlama-lama bersama Anastasya membuat alasan jika ada urusan Kerajaan yang harus diselesaikan dan sebagai gantinya Raja Michael meminta Kepala Dayang untuk menemani Anastasya berkeliling di sekitar Istana.
Raja Michael yang berhasil kabur dari Anastasya merasa sangat senang tapi bingung cara menghindari Anastasya untuk beberapa hari kedepan sampai Hari Kedewasaan Kaisar Franz sesuai kesepakatan.
Anastasya yang sudah berencana ingin menggoda Raja Michael jika bertemu bahkan sampai keesokan harinya Anastasya tetap tak bisa bertemu. Anastasya sangat kesal dan marah karena usahanya yang telah memakai gaun yang sexy dan menggoda tapi tak bisa ditunjukkannya pada Raja Michael. Hingga akhirnya Anastasya memilih untuk pergi menemui Raja Michael secara langsung di Ruang Kerjanya.
Ketika berada di dekat Ruang Kerja Raja Michael, Anastasya yang ingin masuk terhalang dengan dua orang Kesatria yang berjaga di depan pintu. Anastasya pun memikirkan cara untuk mengusir Kesatria tersebut agar bisa pergi. Akhirnya Anastasya memanggil kedua Kesatria itu dan memberikan mereka 10 keping koin emas untuk agar dirinya bisa masuk tapi ditolak mentah-mentah oleh Kesatria. Anastasya yang tak terima diperlakukan seperti itu pun marah-marah dan membuat keributan hingga akhirnya Raja Michael yang sedang mengerjakan pekerjaannya terpaksa keluar melihat.
Raja Michael yang keluar sangat terkejut karena melihat Anastasya yang sedang marah-marah berada di depan Ruang kerjanya. Anastasya yang melihat Raja Michael segera mengganti ekspresi wajahnya dan memeluk Raja Michael. Anastasya langsung berakting sebagai seorang korban dan menuduh kedua kesatria yang telah membuat keributan. Anastasya meminta kepada Raja Michael untuk menghukum kedua Kesatria itu tapi Raja Michael yang tau jika Anastasya lah yang telah membuat keributan mencari cara untuk menyelematkan bawahannya.
Raja Michael pun memerintahkan kedua Kesatria itu untuk meminta maaf dan membawa Anastasya masuk ke dalam Ruang Kerjanya. Anastasya yang senang bisa mendapatkan waktu berduaan dengan Raja Michael segera merubah ekspresinya menjadi senang. Raja Michael yang khawatir jika dirinya hanya berdua saja dengan Anastasya memanggil pelayan untuk membawa cemilan serta teh.
"Apa ada yang ingin Lady tanyakan sampai datang kemari?" tanya Raja Michael lembut.
"Saya hanya merasa sangat bosan dan tak tau harus melakukan apa disini Yang Mulia. Saya juga tak mengenal siapapun disini. Apa Yang Mulia bisa menemani saya?" tanya Anastasya sambil merapatkan tempat duduknya ke Raja Michael.
Raja Michael yang khawatir akan tergoda pun bangun dari tempat duduknya di sofa dan berpindah duduk ke meja kerjanya. Raja Michael yang tak ingin melayani Anastasya pun menolak untuk menemaninya pergi hingga Raja Michael memerintahkan Kepala Dayang yang menemani Anastasya berbelanja di beberapa butik terkenal di Kerajaan Zambrud. Raja Michael beralasan memiliki pekerjaan yang harus diselesaikan sehingga tak memiliki waktu untuk Anastasya. Anastasya yang senang akan berbelanja tak mempermasalahkan jika Raja Michael tak bisa menemaninya.
Setelah kepergian Anastasya, Raja Michael pergi ke Ruang Rahasia dan menghubungi Kaisara Franz dan memberi tau bahwa Duke Simons telah kembali ke Kekaisaran. Kaisar Franz yang mendengarnya tidak kaget karena sudah bisa memperediksi hal itu akan terjadi.
Sementara Shiena yang mendapatkan berita dari Raja Michael sebagai Gadis Suci bergegas mengirimkan surat kepada Tuan Valkrim secara pribadi tentang rencana untuk menjebak Duke Simons. Tak hanya itu, Shiena juga mengundang Tuan Valkrim, Tuan Grogolia dan Baron Fromboo untuk datang ke sebuah Restoran untuk bertemu dengan dirinya dan Duke Carrole untuk membicarakan masalah Duke Simons dan pengikutnya. Shiena tak ingin Duke Simons masih bisa meloloskan diri karena masih memiliki kekayaan untuk menyewa Pengacara untuk melepaskan dirinya dari tuduhan.
Setelah mendapatkan persetujuan dan telah mengetahui waktu dan tempatnya, Shiena datang menemui Duke Carrole membicarakan hal ini. Duke Carrole yang sedang senggang menerima kedatangan Shiena dengan senang hati. Duke Carrole yang mendengar penjelasan dan rencana Shiena segera setuju karena bagaimanapun Duke Carrole telah sangat membenci Duke Simons yang telah berani mengganggu putri dan istrinya.
#Bersambung#
Jangan Lupa Like, Komen dan Vote nya ya..
🥰😍😘😚 Terima Kasih