The Empress Of Mind Reader

The Empress Of Mind Reader
BAB 303. Sidang Boufanski I


"Yang Mulia, anda terlihat sangat cantik sekali hari ini." ucap Nyonya Bangsawan.


"Apakah aku tidak cantik di hari-hari biasa?" tanya Permaisuri Shiena sambil meminum tehnya.


"Tentu saja tidak. Yang Mulia selalu cantik tapi hari ini Yang Mulia benar-benar terlihat cantik." ucap Nyonya Bangsawan.


"Begitukah?" tanya Permaisuri Shiena dengan ekspresi datar.


"Tentu saja Yang Mulia." jawab Nyonya Bangsawan tersenyum bahagia.


Permaisuri Shiena yang tidak berminat meladeni perkataan Nyonya Bangsawan itu pun tidak mengatakan apapun lagi hingga suasana menjadi sangat canggung.


Duchess Watson yang sedang hamil besar pun ternyata ikut datang ke Acara Minum Teh itu. Duchess Watson yang sudah mengenal sifat Permaisuri Shiena yang tidak menyukai orang yang menjilat padanya mencoba mencairkan suasana. Duchess Watson mengalihkan perbincangan mengenai Restoran yang menjual dessert paling enak di Kekaisaran. Semua orang yang mengerti maksud Duchess Watson mulai membahas masalah itu.


Nyonya Bangsawan yang berasal dari keluarga Count Scarlette yang tidak suka diabaikan memulai keributan dengan cara menyinggung Permaisuri Shiena yang belum hamil juga padahal telah menikah cukup lama dengan Kaisar Franz. Permaisuri Shiena yang tidak suka direndahkan oleh siapapun buka suara.


"Aku penasaran sudah berapa bulan Nyonya Duchess Watson mengandung?" tanya Nyonya Bangsawan.


"Sudah sekitar lima bulan, Nyonya." jawab Duchess Watson hati-hati.


"Wah benarkah? Jika begitu sebentar lagi Nyonya akan segera melahirkan padahal Nyonya baru menikah tapi Dewa sudah mempercayakan Nyonya untuk segera mendapatkan keturunan." ucap Nyonya Bangsawan.


"Terima kasih Nyonya." ucap Duchess Watson.


"Semoga bayi itu dapat lahir dengan selamat dan menjadi Pria yang hebat dan tangguh seperti Tuan Duke ya Nyonya." ucap Nyonya Bangsawan.


"Benar sekali. Semoga Bayinya dapat lahir dengan selamat. Aku baru ingat, apa kalian mendengar tentang Keluarga Boufanski yang saat ini sedang di penjara di Penjara Kekaisaran?" tanya Permaisuri Shiena.


"Ah, saya dengar itu Yang Mulia. Saya juga dengar bahwa sidangnya akan dilaksanakan besok pagi." ucap Nona Bangsawan.


"Tentu saja. Saya membaca beritanya Yang Mulia bahwa Keluarga Boufanski telah melakukan Perbudakan dan Penggelapan Pajak Kekaisaran sehingga harus segera dihukum dengan berat." ucap Duchess Watson.


"Tentu saja tapi tidak hanya itu. Keluarga Boufanski telah mengirimkan mata-mata ke Istana dan dengan berani menyebarkan berita buruk tentang Yang Mulia Kaisar yang tidak bisa memiliki anak. Bukankah tindakan itu juga harus mendapatkan hukuman yang sangat berat seperti Hukuman Penggal untuk seluruh anggota keluarganya? Bukankah begitu Nyonya?" sindir Permaisuri Shiena.


Nyonya Bangsawan itu yang awalnya sedang meminum tehnya tiba-tiba menjadi takut hingga menumpahkan seluruh teh panas itu ke gaunnya hingga membuatnya menjerit kepanasan. Nyonya Bangawan itu pun meminta izin untuk segera kembali ke Kediamannya dikarenakan tidak membawa gaun pengganti.


"Arrgghh!" teriak Nyonya Bangsawan.


"Anda harus hati-hati Nyonya." ucap Permaisuri Shiena.


"Nyonya apa anda baik-baik saja." tanya Nona Bangsawan.


"Ya-ya saya baik saja Nona." balas Nyonya Bangsawan.


"Apa Nyonya membawa gaun pengganti?" tanya Duchess Watson.


"Ah, saya tidak membawanya, Nyonya." jawab Nyonya Bangsawan.


"Kalau begitu, Marry, Ana!" panggil Permaisuri Shiena.


"Antar, Nyonya ini ke ruang ganti Istana untuk mengganti Gaunnya." perintah Pe.rmaisuri Shiena.


"Baik Yang Mulia." jawab Marry dan Ana sopan.


"Ti-tidak Yang Mulia. Sa-saya kembali saja. Saya juga merasa sedikit pusing." ucap Nyonya Bangsawan.


"Oh, begitukah? Baiklah. Marry antar Nyonya ini kembali ke kereta kudanya." perintah Permaisuri Shiena.


Nyonya Bangsawan itu pun segera beranjak dari tempat duduknya dan tapi tiba-tiba Permaisuri Shiena memanggil Tuan Eit yang merupakan Ajudan Kaisar Franz yang ternyata telah bersembunyi sedari awal dan memberikan perintah yang membuat semua orang yang mendengarnya merinding ketakutan.


"Hmmm, aku melupakan sesuatu. Tuan Eit keluarkan perintah Kekaisaran bahwa seluruh Keluarga Count Scarlette dilarang memasuki Istana selama lima tahun dan jika melanggar maka seluruh anggota Keluarganya akan dihukum sebagai Penghianat Kekaisaran!" perintah Permaisuri Shiena.


"Baik Yang Mulia." ucap Tuan Eit.


Nyonya Bangsawan itu pun menjerit dan memohon ampun lalu mencoba untuk bersujud di kaki Permaisuri Shiena tapi Tuan Eit dengan cepat mengerahkan Kesatria Istana untuk menangkap Nyonya Bangsawan itu dan membawanya keluar dari Istana.


Permaisuri Shiena yang sudah tidak memiliki mood yang bagus membuabarkan Pesta Minum Teh itu lalu pergi begitu saja dari Taman itu bersama Marry dan Ana. Semua Nyonya dan Nona Bangsawan yang ada di Taman itu dengan cepat bergerak dan kembali ke Kereta kudanya masing-masing.


Berita tentang Keluarga Count Scarlette yang mendapatkan hukuman dari Permaisuri Shiena menyebar dengan cepat. Berita-berita itu semuanya menyalahkan Keluarga Scarlette karena telah menyinggung dan membuat Permaisuri Shiena marah. Sementara itu, Nyonya dan Nona Bangsawan yang hadir di acara itu tidak mengatakan apapun karena takut akan membahayakan seluruh anggota Keluarga mereka.


Kepala Keluarga Count Scarlette sangat marah setelah membaca Titah Hukuman yang dikirimkan oleh Tuan Eit. Count Scarlette pun menyiksa istrinya dengan sangat kejam dan bahkan tak ada satu pun dari putra dan putrinya menolong. Nyonya Bangsawan itu pun diceraikan lalu dibuang ke jalanan hingga menjadi seorang pengemis.


Sementara itu, Kaisar Franz yang telah mengetahui apa yang terjadi memutuskan untuk membiarkan Permaisui Shiena menyelesaikan masalah itu dengan caranya. Kaisar Franz kemudian memanggil Tuan Eit untuk mengatur ulang jadwalnya agar dirinya dan Permaisuri dapat berbulan madu sehingga dapat fokus untuk segera mendapatkan seorang bayi laki-laku.


Tuan Eit yang tau maksud Kaisar Franz pun menyetujuinya dan melakukan semuanya sesuai perintah Kaisar Franz. Tuan Eit yang juga diperintahkan untuk menyelidiki masalah Keluarga Boufanski segera melapor bahwa semua bukti telah diserahkan kepada Hakim untuk memutuskan hukuman.


Keesokan paginya, Sidang Perkara yang dilakukan oleh seluruh Anggota Keluarga Boufanski pun dilaksanakan. Marquess Boufanski, Marchioness Boufanski dan Lady Zoufay yang telah dikurung di dalam Penjara Kekaisaran selama beberapa hari tanpa melihat cahaya matahari akhirnya dapat melihat cahaya.


Marchioness Boufanski yang berada di dalam kereta tahanan yang sama dengan Lady Zoufay tidak menghiraukan putrinya itu. Marchioness Boufanski masih tidak bisa terima perbuatan Lady Zoufay padanya. Lady Zoufay yang tau jika telah melakukan kesalahan pun selalu meminta maaf tapi selalu diabaikan.


Ketika sampai di Ruang Sidang, Ketiganya dibawa duduk didepan Hakim sementara Kaisar Franz dan Permaisuri Shiena duduk di Singgahsana mereka. Marquess Boufanski yang tidak ingin dihukum terus mengucapkan permohonan ampun dan begitu pula dengan Marchioness Boufanski dan Lady Zoufay.


Hakim yang merasa terganggu dengan suara ribut itu pun meminta ketiganya untuk diam. Hakim kemudian memulai membacakan dakwaan dan memberikan bukti-bukti kejahatan Keluarga Boufanski. Marquess Boufanksi yang berharap masih memiliki kesempatan untuk membela diri atau menyelamatkan nyawanya nyatanya tidak bisa berkutik lagi karena semua bukti yang dikeluarkan hakim sangatlah kuat.


Tanpa mengulur waktu Hakim pun segera menetapkan hukuman Pancung untuk seluruh Keluarga Boufanski. Tak hanya itu status Bangsawannya juga dicabut serta seluruh harta miliknya diambil dan diserahkan ke Kekaisaran.


"Dengan ini Hukuman akan dilaksanakan tiga hari lagi. Sidang selesai!" ucap Hakim.


Marchioness Boufanski yang tidak bisa menahan sedihnya hanya bisa menangis histeris di tempat duduknya sementara Marquess Boufanski jatuh dari tempat duduknya hingga berlutut. Tatapannya mengarah ke depan dengan tatapan kosong lalu ikut menagisi nasibnya dan tak henti-hentinya meminta ampun kepada Kaisar Franz dan Permaisuri Shiena.


#Bersambung#


Jangan Lupa Like, Komen dan Vote ya..


🥰😊😍😘


Terima kasih