
Anastasya yang melihat kekuatan dan kehebatan yang dimiliki oleh Marquess Laurence memiliki niat terselubung untuk mendapatkan hati Marquess Laurence juga. Anastasya tak ingin melepaskan sesuatu yang hebat dan berharga untuk orang lain apalagi orang itu adalah saingan cinta dan posisinya, Shiena Ve Carrole.
"Pria yang hebat dan kuat. Aku suka itu." ucap Anastasya.
"Nona, apa anda bermaksud mendekati Tuan Marquess?" tanya Amy.
"Tentu saja. Aku tidak bisa mengabaikan sesuatu yang bagus bukan? Apalagi untuk dimiliki oleh musuhku." ucap Anastasya sambil melihat ke arah Shiena.
"Anda benar sekali Nona." ucap Amy.
"Ayo kita pergi. Kita harus mempersiapkan sesuatu." ucap Anastasya.
Anastasya pun pergi dari kursi penonton menuju keluar stadion. Anastasya bertemu dengan seorang Kesatria berlambang Keluarga Duke Simons. Kesatria tersebut meminta Anastasya memgikutinya karena Duke Simons ingin bertemu. Tak ada alasan bagi Anastasya untuk menolak sehingg Anastasya dan Amy pun pergi mengikuti Kesatria itu.
Anastasya dibawa ke sebuah ruangan tertutup dan ternyata di dalam ruangan itu telah terdapat Duke Simons yang sedang duduk bersantai menghadap jendela. Terdapat banyak sekali cemilan manis yang menggugah selera.
Anastasya yang di antar masuk pun berjalan mendekati Duke Simons sementara Amy dan Sang Kesatria menunggu di luar ruangan.
Duke Simons yang melihat kedatangan Anastasya langsung berdiri dan menyambutnya lalu mengambil pergelangan tangan Anastasya dan mencium punggung tangannya dan memandunya duduk di kursi yang telah disediakannya.
"Makanlah. Aku sengaja menyiapkan ini untukmu." ucap Duke Simons sopan.
"Terima kasih. Sepertinya kue -kue ini sangat manis dan lezat." ucap Anastasya senyum.
"Tentu saja. Kue ini sengaja aku pesan dari Toko Kue terenak di Kekaisaran ini." ucap Duke Simons bangga.
Anastasya pun mencoba mencicipi satu sendok kue strawberry yang diambil dengan sangat anggun. Ketika kue itu masuk ke mulutnya, Anastasya tak berhenti mengunyahnya karena semua perkataan Duke Simons adalah benar adanya. Kue itu adalah kue terenak yang selama ini dimakan olehnya.
Duke Simons yang melihat ekpresi senang dari wajah Anastasya menjadi puas. Duke Simons pun mengajak Anastasya untuk pergi dengannya hari ini tapi Anastasya yang berencana menggoda Marquess Laurence pun menolak permintaan Duke Simons dengan alasan lelah.
Duke Simons pun mengerti dan mengatakan hal itu tak masalah tapi Anastasya buru-buru mengatakan bahwa dirinta ingin mengatakan sesuatu tapi tak bisa di tempat itu hingga Duke Simons memutuskan akan berkunjung malam nanti ke Vila. Anastasya pun setuju dan tersenyum lembut.
Anastasya tak menghabiskan semua kue itu karena terburu-buru khawatir Marquess Laurence akan segera pergi dan kembali ke Kediamannya. Duke Simons yang menyayangkan jika kue enak yang telah dipersiapkan tidak habis dimakan pun meminta pelayan untuk membungku kue itu.
Anastasya yang mendengar perintah Duke Simons kepada pelayannya menjadi sangat senang. Amy pun menerima kue itu dan berpamitan. Duke Simons pun diam-diam memerintahkan kesatrianya untuk membututi Anastasya.
Anastasya pun pergi bersama Amy menuju ruang perawatan karena Anastasya yakin Marquess Simons pasti akan kesana mengingat informasi yang didapatnya bahwa Marquess Laurence memiliki sahabat yang sedang terluka selesai pertandingan.
Sementara itu, Marquess Laurence yang telah berhasil memenangkan pertandingan berjalan menuju tempat bibinya berada dan mengatakan bahwa dirinya tak bisa ikut pulang bersama. Nyonya Maria yang mengerti akan apa yang ingin Marquess Laurence lakukan langsung saja memberi izin.
Marquess Laurence pun pergi menuju Ruang perawatan untuk melihat kondisi James, Carl dan Catherine. Untungnya mereka bertiga ditempatkan oleh penjaga berada dalam satu ruangan yang sama sehingga memudahkan Marquess Laurence jika ingin menjenguk.
Ketika Marquess Laurence membuka pintu dan masuk langsung di sambut teriakan bahagia dari Carl.
"Wah, ini dia pemenang kita!" ucap Carl bertepuk sebelah tangan.
"Tentu saja dia menang. Dia memang hebat. Benarkan James?" tanya Catherine.
"Tentu." ucap James dengan senyum.
Marquess Laurence yang mendapatkan pujian dari sahabat-sahabatnya menjadi malu. Tak lama kemudian terdengar bunyi ketokan pintu. Catherine langsung mempersilahkan dan tak tersangka yang datang adalah Shiena.
Shiena datang setelah meminta izin kepada Duke carrole dan Duchess Carrole. Duchess Carrole sangat senang melihat kedekatan antara Shiena dan Marquess Laurence sehingga Duchess Carrole langaung memberi izin.
"Apakah aku mengganggu acara reuni kalian?" tanya Shiena.
"Tidak tidak tidak. Tentu saja tidak. Kami senang melihatmu Lady Shiena." ucap Carl.
"Jangan menggodanya. Apa kau ingin dipanggang oleh Roan?" tanya Catherine.
"Wah, jangan dong." ucap Carl yang disambut tawa oleh semuanya.
"Aku jadi ingin tau bagaimana kabar sih Wax petir itu setelah dipanggang oleh Roan?" tanya Catherine.
"Tentu saja. Aku senang kau yang menang Roan dan kau berhasil membalaskan dendam kami." ucap Catherine.
"Tentu. Memang sudah sepantasnya dia mendapatkan hal itu." ucap Marquess Laurence.
Marquess Laurence yang peka dengan alasan kedatangan Shiena pun meminta izin sahabat-sahabatnya untuk keluar dan berbicara dengan Shiena. Marquess Laurence dan Shiena pun keluar.
Marquess Laurence pun mengajak Shiena keluar dan duduk di sebuah taman dekat ruang perawatan itu.
"Terima kasih." ucap Marquess Laurence.
"Terima kasih? Untuk apa kak?" tanya Shiena bingung.
"Terima kasih untuk semuanya. Terima kasih karena telah percaya akan kemenanganku. Terima kasih untuk dukungannya dan Terima kasih karena berkat bungkusan yang diberikan aku bisa menang. Terima kasih." ucap Marquess Laurence penuh suka cita.
"Aku tak melakukan apapun kak. Itu semua berkat usaha dan semangat kakak yang yang tidak pernah mau menyerah." ucap Shiena.
"Bagiku semua itu berkatmu." ucap Marquess Laurence.
"Terserah kakak saja. Aku senang sekali. Kak Roan bisa menang dan tak terluka sedikit pun karena Kakak sudah aku anggap sebagai Kakak kandungku sendiri." ucap Shiena.
"Kakak!" ucap Marquess Laurence lirih.
'Jadi aku hanya di anggap sebagai kakak dan tak lebih.' fikir Marquess Laurence dengan wajah sedih.
'Maafkan aku kak. Aku tak bisa membongimu dan juga diriku. Aku juga tak ingin memberikan harapan palsu padamu. Aku hanya menganggapmu sebagai kakak dan tak lebih dari itu.' ucap Shiena dalam hati.
"Kenapa kak? Apa kakak sakit?" tanya Shiena pura-pura tidak tau.
"Ah, sepertinya kakak merasa lelah. Kakak perlu istirahat." ucap Marquess Laurence.
"Baiklah kalau begitu aku akan pergi duluan kak. Kakak istirahatlah yang banyak." ucap Shiena.
Tiba-tiba Anastasya datang dan mencari Marquess Laurence dan ternyata tak menemukannya di ruangan sahabatnya sehingga memutuskan untuk kembali lagi nanti.
Ketika melewati taman, Amy melihat Marquess Laurence sedang duduk bersama Shiena. Amy pun langsung memberi tau Anastasya. Anastasy yang melihat pun menjadi kesal dan ingin menghampiri mereka tapi tak jadi dilakukannya. Anastasya pun memutuskan untuk kembali ke Vila.
Namun, saat Shiena melihat kebelangan, Shiena melihat gadis yang mirip dengan Anastasya dan ternyata itu benar Anastasya. Shiena mencoba membaca fikirannya ternyata tak bisa karena jarak Anastasya terlalu jauh.
'Kenapa dia kemari?' tanya Shiena dalam hati.
Shiena dan Marquess Laurence pun kembali ke kereta kuda milik Keluarga Duke Carrole dan berlalu begitu saja.
Sementara itu, Amy yang bingung kenapa Nonanya tiba-tiba tidak jadi menemui Marquess Laurence mencoba bertanya.
"Nona, bukankah anda berniat ingin bertemu dengan Tuan Marquess? Kenapa tidak jadi?" tanya Amy.
"Apa kau tidak lihat tadi? Tuan Marquess sedang bersama Lady Shiena. Aku tak ingin dia tau bahwa aku juga sedang mencoba mendekati Tuan Marquess Laurence. Aku takut dia akan menghasut Marquess Laurence untuk menjauhiku." ucap Anastasya.
"Ah, ternyata begitu." ucap Amy mengerti.
"Lagipula, tak akan ada pria manapun yang akan bisa menolak kecantikanku apalagi menolak tubuhku yang sexy ini." ucap Anastasya percaya diri.
#Bersambung#
Hai readers..
Author mau minta maaf karena besok tidak bisa update karena besok Author harus mengikuti tes kesehatan. Semoga hasilnya bagus dan untuk semua Readers Stay Healthy.. 😘😍😇
Jangan Lupa Tekan Like, Komen, Vote dan Favorite nya ya.. 😁
Terima kasih.. 🥰😍❤😘