The Empress Of Mind Reader

The Empress Of Mind Reader
BAB 181. Bisnis Batu Berharga


Keesokan harinya, Shiena yang merasa bosan pun memutuskan untuk keluar. Shiena pun memerintahkan Ana untuk menyiakan kereta kuda dan Marry untuk membantu Shiena bersiap-siap.


Tak butuh waktu lama, Shiena yang telah siap pun menaiki kereta kuda pergi menuju Toko Kue Larissa untuk menikmati dessert dan kue manisnya. Shiena juga memesan dua ruangan, satu ruangan privasi untuknya dan satu lagi ruangan bersama pelayannya Marry dan Ana.


Shiena memerintahkan Marry dan Ana memesan dessert dan kue yang mereka inginkan terlebih dulu karena Shiena ingin membahas bisnis dengan Tuan Valkrim, Tuan Grogolia, dan Baron Fromboo.


Tuan Valkrim, Tuan Grogolia dan Baron Fromboo yang telah berada di ruang pribadi utu duluan tetap menunggu Shiena sambil fokus dengan laporan mereka masing-masing.


Marry yang ingin bertemu dan berbicara dengan Baron Fromboo menahan dirinya karena saat ini Marry mengerti bahwa Baron Fromboo sedang sibuk dengan pekerjaan dan bisnis barunya.


Sementara Ana yang melihat sikap Marry dari tadi menjadi iri dan ingin diperlakukan Shiena seperti Marry tapi Ana menyadari bahwa dirinya tidak selama Marry melayani Shiena sehingga dirinya belum mendapatkan kepercayaan Shiena sepenuhnya meskipun Ana ingin sekali seperti Marry yang sebentar lagi dapat mengubah nasib dan statusnya menjadi Baroness Fromboo setelah menikah dengan Baron Fromboo.


Shiena yang membaca isi fikiran Ana mengerti apa yang diinginkannya tapi Shiena tidak ingin terburu-buru membantu orang lain karena takut dikecewakan.


Shiena pun memutuskan meninggal Marry dan Ana yang kemudian pergi menuju Ruang Pribadi. Tuan Valkrim, Tuan Grogolia dan Baron Fromboo yang melihat Shiena memberikan hormat yang sopan.


Shiena yang melihatnya pun tersenyum dan mempersilahkan Tuan Valkrim, Tuan Grogolia dan Baron Fromboo untuk duduk kembali.


"Apakah perkembangan bisnis kita berjalan lancar Tuan Grogolia?" tanya Shiena.


"Ya, Nona. Goa yang Nona katakan kemarin ternyata memiliki banyak sekali batu-batu berharga seperti Batu Safir, Batu Zambrud, Emas dan juga Berlian." ucap Tuan Grogolia.


"Bagus. Lalu bagaimana dengan produksinya?" tanya Shiena.


"Untuk pemproduksian tidak bisa dilakukan secara menyeluruh, Nona karena keterbatasan alatnya." ucap Tuan Grogolia.


"Tidak masalah. Aku ingin sekarang hanya menambang emas tapi tambang lah sedikit berlian. Lalu untuk batu yang lain jangan terlalu sering di tambang." ucap Shiena.


"Kenapa Nona?" tanya Tuan Grogolia bingung.


"Aku punya rencana untuk itu." ucap Shiena.


Shiena memikirkan tentang bisnis batu berharga itu satu per satu agar hargannya di pasaran semakin tinggi jika semakin langka.


"Tuan Baron, bagaimana dengan rencana toko perhiasan kita?" tanya Shiena.


"Saat ini kita telah memiliki tokonya dan sedang di renovasi, Nona." ucap Baron Fromboo.


"Bagus. Apa kau sudah menemukan penempa perhiasan terbaiknya?" tanya Shiena.


"Sudah, Nona. Meskipun dia adalah rakyat biasa dan miskin tapi saya bisa menjamin bahwa bakatnya dan menempa dan mendesain perhiasan tak diragukan lagi." ucap Baron Fromboo.


"Baiklah, aku ingin melihat hasil desain perhiasan dan contohnya nanti." ucap Shiena.


"Baiklah, Nona. Saya akan segera mengirimkannya pada anda." ucap Shiena.


"Aku akan menantikannya. Aku ingin lihat minimal lima desain dan hasilnya." ucap Shiena.


"Baik, Nona."ucap Baron Fromboo.


Shiena berencana akan mengambil untuk dirinya dua perhiasan terbaik lalu memberikan satu untuk Duchess Carrole, dan sisanya untuk Marry dan Ana.


Lalu Shiena meminta Tuan Grogolia untuk menemukan Baru Safir dan Batu Zambrud yang belum terpotong beserta batu-batu yang lain dan mengirimnya ke Toko Pelelangan.


Shiena berencana akan membuat Pelelangan Batu Berharga dari Tambang berlian. Sistemnya akan sama seperti pertaruhan, setiap orang bebas memilih dan membayar batu yang diinginkan dengan harga yang sama untuk setiap batu.


Jika si pembeli tidak menemukan Batu Sfir ataupun Batu Zambrud yang berharga dari setiap batu yang dibelinya maka itu bukan menjadi tanggung jawab Toko Pelelangan tapi jika ai pembeli menemukannya maka batu itu akan sepenuhnya menjadi milik si pembeli.


Namun, untuk melihat apakah setiap pembeli berhasil atau tidak akan ada penawaran 70:30 untuk Batu itu dimana jika si pembeli ingin tau kebenarannya maka akan dikenakan biaya 30% untuk si pemotong dan 70% untuk pemilik.


Tuan Valkrim yang menemukan keuntungan besar dari rencana Shiena pun menyetujuinya tanpa syarat dan akan segera menyebarkan iklan yang besar tentang Lelang Batu Berharga itu.


"Maafkan saya, Tuan Baron tapi kau tau jika Marry adalah anakku yang berharga. Aku hanya ingij tau keseriusanmu." ucap Shiena.


"Tidak tidak tidak, Nona. Nona tidak perlu meminta maaf. Sejujurnya saya telah memiliki rencana untuk mengajukan pertunangan kepadanya dan berencana menikah di musim semi berikutnya tapi saya bingung cara mengatakannya." ucap Baron Fromboo.


"Bukankah Tuan Baron sudah pernah menikah? Kenapa masih bingung?" tanya shiena bingung.


"Sebenarnya pernikahan saya dan mantan istri saya karena pernikahan politik sehingga tidak pernah ada acara lamaran atau apapun itu." ucap Baron Fromboo malu.


"Baiklah aku mengerti." ucap Shiena.


Shiena yang mengerti bahwa Baron Fromboo telah sangat serius dengan Marry menjadi sangat senang bukan karena ucapan dan janji manisnya tapi karena setiap yang diucapkan dan difikirkan itu sama yang menunjukkan kejujuran dalam dirinya.


Shiena dan Baron Fromboo pun keluar menuju ruang lain yang telah Shiena pesan. Baron Fromboo yang melihat Marry menjadi tersenyum dan begitu pula dengan Marry. Shiena yang mengerti keinginan pasangan itu pun mengizinkan Marry untuk pergi bersama Baron Fromboo dan meninggalkan Shiena dan Ana.


Ana yang melihat tak bisa menghilangkan rasa irinya yang ternyata di sadari Shiena.


"Apa kau iri dengan Marry?" tanya Shiena langsung.


"Ma-maafkan saya, Nona." ucap Ana sedih.


"Aku mengerti. Jangan merasa aku memperlakukan kalian berbeda hanya saja Marry telah lama bersamaku." ucap Shiena.


"Ti-tidak, Nona. Saya tidak berfikir seperti itu." ucap Ana kelabakan.


'Aku tau makanya aku akan memberimu kesempatan.' ucap Shiena dalam hati.


"Bagaimana menurutmu dengan Tuan Grogolia?" ucap Shiena tersenyum.


"Tuan Grogolia adalah orang yang baik lagi pula Nona mengenalnya jadi saya yakin Tuan Grogolia pasti orang yang baik." ucap Ana malu.


"Bagaimana menurutmu dengan gosip yang beredar itu?" tanya Shiena.


"Aku yakin itu hanya fitnah, Nona. Saya yakin ada orang yang tidak senang makanya menyebar gosip itu." ucap Ana percaya diri.


"Apa kau menyukai Tuan Grogolia?" tanya Shiena.


"Sa-saya..." ucap Ana terbata-bata.


"Jika kau menyukainya maka aku akan membantumu. Meskipun dia bukan seorang Bangsawan dan kau mungkin tak akan mendapatkan Gelar apapun seperti Marry tapi aku pastikan kau tak akan kekurangan apapun di masa depan." ucap Shiena.


"Saya mau, Nona. Saya mau."ucap Ana buru-buru.


'Aku tau kau pasti akan setuju. Baiklah aku akan membantumu tapi jika kau menghianatiku maka kau akan ku buat menderita.' fikir Shiena.


"Baiklah, aku lupa mengambil laporan dari Tuan Grogolia. Bisa kau ambilkan untukku?" tanya Shiena.


"Ya, Nona." ucap Ana.


Ana pun langsung pergi menemui Tuan Grogolia. Sementara Shiena duduk bersantai sambil menikmati dessert dan kue kesukaannya.


Namun, kebahagiaan Shiena terganggu karena kedatangan seseorang yang sangat tidak diharapkan.


#Bersambung#


Jangan Lupa Tekan Like, Komen, Vote dan Favorite nya ya.. 😁


Baca Juga Novel Terbaru Author "Terpaksa Menikah Karena Wasiat" Terima Kasih 🥰😍❤😘