
Pertandingan Ujian Menara Sihir Ronde pertama di mulai, Carl yang mendapatkan nomor lima maju di putaran pertama. Dalam pertandingan pertama hanya menghabiskan waktu sepuluh menit sampai akhirnya dua orang terakhir berhasil didapatkan dan Carl menjadi salah satunya.
Carl yang merasa sangat senang pun lompat dari arena pertandingan menuju kursi peserta dan menyombongkan keberhasilannya.
"Bagaimana penampilanku tadi? aku berhasil lolos kan?" ucap Carl sombong.
"Kau hanya beruntung." ucap Catherine mengejek.
"Hei, apa kau tidak bisa memujiku sekali saja?" tanya Carl kesal.
"Tidak!" jawab Catherine dengan menjularkan lidah.
Tuan Muda Roan yang kesal karena perdebatan yang tidak penting antar dua sahabatnya itu meminta kedua sahabatnya untuk diam. Sementara, James hanya diam melihat dan geleng-geleng kepala saja.
Lalu pertandingan pun dilanjutkan pada pertandingan kedua dan ketiga yang juga hanya menghabiskan waktu sepuluh menit untuk mendapatkan dua orang peserta yang berhasil lolos ke ronde berikutnya.
Tibalah waktunya pertandingan Tuan Muda Roan yaitu pertandingan keempat. Tuan Muda Roan menjadi sangat bersemangat setelah gilirannya untuk bertanding dimulai. Namun, setelah pembawa acara mengatakan bahwa pertandingan dimulai, semua peserta bertarung satu sama lain tapi tak ada satu pung berani menyerang Tuan Muda Roan. Tuan Muda Roan pun menjadi sangat bingung karena Tuan Muda Roan sudah sangat menantikan hal ini untuk menunjukkan kemampuannya di hadapan Shiena dan ingin membuat Nyonya Maria menjadi bangga.
'Hah, kenapa jdi begini? Kenapa tak ada yang melawanku?' fikir Tuan Muda Roan.
Tuan Muda Roan yang merasa kesal pun akhirnya hanya duduk menunggu sampai pertandingan selesai sambil duduk dipojok arena. Sementara peserta yang lain merasa tak ada gunanya melawan Tuan Muda Roan karena hanya akan menghabiskan waktundan tenaga karena hasilnya sudah dapat dipastikan yaitu kemenangan di tangan Tuan Muda Roan yang level kekuatannya di atas peserta yang lain.
Tuan Muda Roan yang merasa kesal karena di abaikan hanya bisa diam dan tak lama kemudian pertandingan keempat pun berakhir dengan Tuan Muda Roan menjadi salah satu yang lolos tanpa menggunakan kekuatan apapun.
Shiena yang mengetahui apa yang sebenarnya terjadi di dalam arena pertandingan hanya bisa tertawa dalam hati dan geleng-geleng kepala tanda tak habis fikir dengan fikiran serempak peserta yang lain. Sementara itu, Nyonya Maria merasa sangat bingung dengan apa yang terjadi selama pertandingan sehingga menanyakan kejadian itu kepada Shiena.
"Shiena, apa yang sebenarnya terjadi pada Roan dan peserta yang lain? Tak ada seorang pun yang melawan Roan dan peserta-peserta yang lain seolah mengabaikan keberadaan Roan?" tanya Nyonya Maria bingung.
"Bibi jangan khawatir, itu semua terjadi karena peserta yang lain menganggap Kak Roan sangat kuat sehingga membiarkan saja Kak Roan menang dan jika mereka berusaha untuk mengalahkan Kak Roan, mereka tetap tak akan bisa menang meski semuanya bersatu." terang Shiena sambil tersenyum.
"Benarkah itu? Bibi senang sekali mendengarnya Shiena. Bibi tidak menyangka ternyata Roan sangatlah kuat. Selama ini Roan berlatih dengan keras seorang diri tanpa ada yang membantunya, bibi bahkan tak pernah memberi bantuan apapun tapi Roan dapat berkembang menjadi seorang pria yang sangat hebat dan kuat. Bagaimana menurutmu Shiena?" tanya Nyonya Maria.
"Bibi benar. Kak Roan sangat kuat. Aku bahkan tak menyangka jika Kak Roan akan menjadi sekuat ini." ucap Shiena.
"Bibi sangat bangga padamu Roan. Bibi yakin jika terus seperti ini Roan pasti akan menang dan menjadi juaranya." ucap Nyonya Maria sambil tersenyum penuh makna.
"Semoga bi. Shiena juga berharap yang sama." ucap Shiena sambil tersenyum.
'Aku tak menyangka ternyata Kak Roan telah naik satu tingkat level sihir hanya dalam satu minggu. Latihan keras apa saja yang telah Kakak lakukan untuk menjadi seperti sekarang? Semoga Kakak menang, Shiena yakin bibi pasti akan sangat senang nantinya.' ucap Shiena dalam hati sambil tersenyum.
Setelah pertandingan keempat selesai maka pertandingan kelima pun dimulai. Di pertandingan kelima ini, Catherine akan maju dalam pertandingan karena mendapatkan nomor undian ke lima puluh dua.
Catherine adalah gadis yang cantik memiliki tubuh yang putih, tinggi dan seksi. Catherine juga menguasai Sihir Air. Catherine menyukai James sehingga ingin selalu menjadi kuat agar bisa selalu bersama James dan tidak menjadi bebannya.
Setelah pembawa acara mengatakan bahwa pertandingan kelima pada ronde pertama dimulai, Catherine langsung menyerang semua lawannya dan tak butuh waktu lama, pemenang dari pertandingan kelima telah keluar dan Catherine menjadi salah seorang yang berhasil lolos dengan usahanya.
"Lihat aku, aku berhasil menumbangkan hampir setengah dari peserta. Tentu saja karena aku ini lebih hebat dari orang yang hanya bisa makan saja." sindir Catherine
"Coba kau lihat di tanganmu. Jika itu bukan makanan lalu apa? Apa kau tidak melihat ke sekitar? Taka ada yang makan dan hanya kau sendiri yang makan gendut!" ucap Catherine menghina.
"Berisik!" ucap James.
"...." Carl dan Catherine terdiam.
Lalu, pertandingan keenam dan ketujuh pun dimulai seperti biasa dan hanya menghabiskan waktu lima belas menit setiap pertandingannya untuk mendapatkan dua orang yang berhasil lolos ke ronde selanjutnya.
Lalu pertandingan pun di lanjutkan ke pertandingan ke delapan. Setelah pembawa acara mengatakan pertandingan dimulai, seorang pria yang menggunakan tudung kepala berwarna hitam langsung menggunakan Tekhnik Penggabungannya. Pria bertudung itu menggunkan Sihir Petir yang sangat kuat dan menyambar semua peserta tanpa membuat mereka dapat menggunakan sihir terlebih dulu. Akhirnya pertandingan itu berakhir dengan pria bertudung hitam sebagai pemenangnya. Namun, di detik-detik terakhir ada satu orang peserta yang berhasil menggerakkan tanggannya sehingga terlihat seperti bangun.
"Cih!" ucap Pria bertudung menghina.
Pembawa Acara yang mengetahui hal itu langsung mengumumkan bahwa pria itu juga berhasil lolos dan langsung memanggil seseorang yang memiliki Sihir Cahaya untuk menyembuhkan luka pria itu. Ternyata pria yang lolos itu adalah Oraxy, dia memiliki Sihir Tanah sehingga dapat cukup kuat berlindung dari petir.
Pria bertudung yang telah dinyatakan lolos itu turun dari arena pertandingan dan berjalan santai menuju kursi peserta serta diketahui bahwa pria bertudung itu adalah salah satu murid terkuat dari salah seorang Tetua Menara Sihir yang bernama Wax. Wax berhasil memenangkan pertandingan dan menghancurkan setengah arena pertandingan dan menyebabkan pertandingan di tunda selama satu jam untuk perbaikan arena.
"Wah, hebat banget tu orang! Aku tak menyangka ternyata dia juga memiliki Sihir Penggabungan. Apa aku bisa menang ya?" ucap Carl putus asa.
"Kalau kau sih aku yakin pasti kalah tapi jika itu Roan dan James aku yakin mereka pasti akan menang." ucap Catherine meledek.
"Kau ini! Dasar wanita bermulut pedas! Aku doakan semoga tak ada seorang pria pun yang mau padamu!" ucap Carl kesal.
"Apa kau bilang tadi? Kau minta aku pukul ya?" ucap Catherine kesal.
Catherine yang marah karena di doakan hal yang buruk memukul-mukul tubuh Carl hingga Carl berlari meminta perlindungan James dan Roan. Roan yang merasa gelisah karena mendapati bahwa akan mendapatkan satu musuh lain yang kuat meminta Catherine menghentikan tindakannya. Catherine yang kesal tak mau berhenti sehingga James yang juga telah gerah menonjok tengah kepala Carl hingga terduduk.
"Apa kau sudah puas Cath?" tanya James.
"Tentu saja." ucap Catherine manja.
Carl yang kesal dipukul oleh James pun protes tapi mendapatkan plototan dari James menjadi takut dan diam. Roan yang melihat hal itu hanya geleng-geleng kepala.
#Bersambung#
**Main tebak-tebakan yok Readers..
Kira-kira nanti pertandingannya jadi seperti apa ya? 😁😍
Yang tau jawabannya komen di bawah ya.. 👇😍
Jangan Lupa Tekan Like, Komen, Vote dan Favorite nya ya.. 😁
Terima kasih.. 🥰😍❤😘**