
"Aku akan menanamkan modal yang besar pada Bisnis Surat Kabar yang telah bangkrut itu." ucap Shiena.
"Be-benarkah itu Lady?" tanya Count Strolana tidak percaya.
Shiena kemudian membuka cadar putih yang selalu terpasang diwajahnya untuk meyakinkan semua orang. Semua orang terkejut termasuk Lady Francise yang tak menyangka jika di saat dirinya dan keluarganya mengalami kesulitan akan ada seorang Lady yang mau menolongnya sementara yang lain malah mengabaikan dan menghina.
"La-lady Shiena Ve Carrole!" teriak Lady Francise.
"...." Shiena tersenyum.
"Ja-jadi anda adalah Gadis Suci?" tanya Tuan Muda Fraddemir tak percaya.
"Benar Tuan Muda Fraddemir tapi saya harap semuanya merahasiakannya. Saya tak mau banyak orang yang tau tentang hal ini." ucap Shiena.
"Baiklah Nona. Kami berjanji akan merahasiakan semuanya." ucap Count Strolana.
Shiena kemudian menjelaskan rencananya yang ingin mengambil alih Bisnis Keluarga Strolanaย dengan cara mendapatkan persenan saham terbesar dari Bisnis Surat Kabar itu. Shiena juga mengatakan bahwa dirinya hanya akan berada di balik layar dan Shiena ingin Keluarga Strolana tetap mengurus bisnis ini karena memang Keluarga Strolana sangat mengenal dan paham tentang cara kerja bisnis ini. Shiena hanya ingin laporan keuntungan setiap minggunya serta Hak Penuh untuk membuat berita apapun dan kapan yang diinginkan.
Count Strolana yang telah sangat berpengalaman dalam bisnis tak memiliki hal lain yang lebih menguntungkan daripada ini karena dengan begini maka reputasi milik Keluarganya akan kembali pulih dan tak hanya itu semua orang yang sudah menganggap rendah dirinya dan keluarganya akan diam dan bisa saja menjadi seorang penjilat.
"Saya setuju dan menerima tawarannya Lady." ucap Count Strolana.
Shiena kemudian terdiam sebentar membaca fikiran Count Strolana yang tak terlalu buruk tapi licik yang membuat Shiena waspada. Shiena tak ingin memberika celah kepada siapapun untuk menghianatinya.
"Bagus! Pilihan yang bijak. Jika begitu maka semuanya datanglah ke Kediaman Carrole besok siang. Kita bisa makan siang bersama dan melanjutkan perbincangan kita tentang kerjasama bisnis kita dan tentang semua pertanyaan yang mengganjal. Saya adalah seorang Lady yang bahkan belum menikah sementara hari sudah sore. Saya tidak bisa pulang malam jadi saya harus kembali sekarang." ucap Shiena menjelaskan.
"Baiklah. Mari saya antar Lady!" ucap Tuan Muda Fraddemir.
"Terima kasih Tuan." ucap Shiena sopan.
Shiena kemudian menutup kembali cadarnya dan berjalan dengan anggun dengan tuntunan dari Tuana Muda Fraddemir. Shiena tau niat Tuan Muda Fraddemir yang mencoba mendekatinya dan mengambil hatinya tapi Shiena tak ingin memikirkannya dan hanya bersikap dingin. Shiena tak ingin dimanfaatkan justru dirinyalah yang seharusnya memanfaatkan orang demi kepentingannya. Shiena sekarang mencoba menjadi orang yang egois demi dirinya dan keluarganya agar tak merasa disakiti.
Shiena pun kembali ke Kediaman Carrole. Setelah sampai Shiena segera menemui Duke Carrole di Ruang Kerjanya. Shiena menjelaskan apa yang telah dilakukannya. Shiena juga meminta bantuan kepada Duke Carrole untuk mengurusi Keluarga Count Strolana yang pastinya akan bermanfaat bagi mereka dimasa depan. Duke Simons pun mengangguk dan setuju.
Keesokan harinya, Duchess Carrole yang tau akan ada tamu yang datang untuk makan siang bersama telah sejak pagi hari menyiapkan semuanya. Duchess Carrole tak ingin ada satu masalah pun yang terjadi sehingga menyiapkannya dengan sangat detail.
"Terima kasih, Tuan Count dan Nyonya Countess telah bersedia datang ke Kediaman saya." ucap Shiena sopan.
"Terima kasih juga untuk Lady Francise dan Tuan Muda Fraddemir yang telah mau datang." sambung Shiena.
"Lady terlalu sopan justru kami yang merasa tersanjung karena telah diundang kemari." ucap Count Strolana.
Duke Carrole yang diam saja akhirnya angkat bicara dan mengajak semuanya pergi ke Ruang Makan untuk makan siang bersama. Semua pelayan bergerak dengan cepat dan efisien, mereka mengeluarkan berbagai jenis makanan mulai dari makanan pembuka, inti hingga penutup yang terdiri dari makanan yang berkualitas tinggi dan mahal tentunya sangat lah lezat.
Setelah selesai makan siang, Duchess Carrole mengajak Countess Strolana dan Lady Francise pergi ke Taman Kaca Pribadi milik Duchess Carrole. Pelayan pribadi Duchess Carrole dengan cepat menyediakan teh dan juga cemilan manis.
Sementara Duke Carrole dan Shiena pergi ke Ruang Kerja Duke Carrole bersama Count Strolana dan Tuan Muda Fraddemir. Shiena datang membawa beberapa lembar kertas Kerjasama dan juga Surat Perjanjian Sihir. Penandatanganan Surat Perjanjian Sihir tentang Kerjasama Bisnis dan Sumpah Sihir sebagai orang yang setia dibawah Wilayah Kekuasaan Keluarga Carrole pun telah berjalan dengan sangat lancar dan cepat karena memang inti dari pembicaraan hari ini telah dibicarakan sebelumnya.
Setelah selesai dengan semua urusan, Keluarga Strolana kembali ke Rumah mereka kembali dan keesokan harinya. Shiena dengan cepat membagun kembali Bisnis Surat Kbar tersebut. Tempat yang semula telah hancur karena adanya orang yang marah karena gosip tentang Surat Kabar Keluarga Strolana sekarang sedang dibangun kembali dengan ukuran yang lebih besar. Utang-utang yang dibuat-buat oleh Duke Simons telah dibayar lunas oleh Shiena dan juga aset-aset milik Keluarga Count Strolana telah ditebus kembali. Sekarang semua telah berjalan dengan sebagaimana mestinya.
Namun, berita-berita yang dimiliki oleh Surat Kabar milik Keluarga Strolana tidak dipercaya lagi oleh Publik dan justru untuk mendapatkan kepercayaan itu lagi adalah hal yang sulit. Shiena tak bisa menunjukkan dirinya kepada Publik bahwa Surat Kabar milik Keluarga Strolana telah menjadi bagian dari Bisnisnya karena jika sampai diketahui oleh Duke Simons maka Duke Simons bisa saja curiga hingga satu-satunya cara adalah dengan memberikan berita eksklusif yang tak bisa dimiliki Surat Kabar lain yang akan meningkatkan minat pembaca.
Shiena pun terpikirkan memberikan berita kepada Surat Kabar miliknya tentang rencana kedatangan Kaisar Franz ke Kediaman Keluarga Carrole dan disini Surat Kabar tersebut harus membuat berita yang dapat menarik rasa penasaran pembaca tapi juga tidak boleh sampai Pihak Kekaisaran memberikan Surat Larangan terbit dan juga Kaisar tak boleh tau jika Surat Kabar itu telah menjadi milik Keluarga Carrole.
Sementara itu, Duke Simons yang sedang sibuk dengan urusannya dengan rencana Kudeta tak memiliki waktu untuk memperhatikan sekitar karena beberapa pengikutnya mulai mengeluh karena Kesatria dari Kerajaan Zambrud sungguh tak bisa diajak bekerjasama. Mereka memiliki banyak sekali permintaan dan bahkan porsi makan mereka sangat lah banyak melebihi Porsi makan dari Kesatria milik Keluarga mereka.
Duke Simons yang telah menginvestasikan sebagian besar uangnya kepada Toko Pelelangan tak bisa memberikan bantuan kepada Pengikutnya. Duke Simons hanya bisa memberikan iming-iming atau janji manis bahwa semua uang yang telah dikeluarkan akan dikembalikan bahkan bisa berkali-kali lipat jika rencana besar mereka berhasil dan rencana itu tak lama lagi akan terlaksana karena akan dilaksanakan tepat satu hari setelah Perayaan Hari Kedewasaan Kaisar Franz.
ใ
ใ
Bersambung
Jangan Lupa Like, Komen dan Vote nya ya..
๐ฅฐ๐๐๐ Terima Kasih