The Empress Of Mind Reader

The Empress Of Mind Reader
BAB 107. Tempat Kembali


Keesokan paginya, Shiena yang tak memiliki rencana apapun mencoba berlatih kembali di dalam cincin ruangnya tapi sebelum itu Shiena minta di siapkan makanan yang sangat banyak untk bisa disimpan di dalam cincin ruangnya. Shiena berencana akan berlatih selama dua hari di dalam cincin ruang yang artinya hanya berlatih selama dua jam.


Shiena memerintahkan Marry dan semua pelayannya keluar dari kamar dan jangan mengganggunya. Shiena juga bilang bahwa dia ingin berlatih mengumpulkan energi sihir untuk memulihkan tenaganya selama dia sakit kemarin. Shiena berkata bahwa dia akan berlatih selama dua jam dan setelah dua jam, Shiena akan keluar dengan sendirinya dari kamar dan semua pelayan pun mengerti dan tak mengganggu Shiena.


Shiena berlatih menyempurnakan Sihir Magmanya dan mempelajari beberapa tekhnik sihir magma dari buku yang ada di dalam perpustakaan. Setelah dua hari berlatih keras tanpa henti dan mengorbankan beberapa jam waktu tidurnya, Shiena berhasil menguasai tekhnik sihir magma dan berhasil menguasai sihir magma sepenuhnya.


Namun di sisi lain, Tuan Muda Roan yang telah memutuskan untuk bertemu Shiena sebelum berlatih di dalam Goa Tersembunyi pun pergi ke Kediaman Duke Carrole. Kedatangan Tuan Muda Roan sangat di sambut hangat oleh Duchess Carrole yang menginginkan Shiena akhirnya bisa bersama Tuan Muda Roan.


Marry yang tau bahwa Tuan Muda Roan ingin menemui nonanya pun menyampaikan berita bahwa saat ini nonanya sedang berlatih mengumpulkan energi sihir setelah kehilangan semuanya pasca sakit kemarin dan Shiena akan keluar dari kamarnya setelah dua jam dan saat ini telah satu jam berlalu yang artinya satu jam lagi latihan Shiena akan selesai.


Tuan Muda Roan menunggu kedatangan Shiena di taman belakang tempat Shiena dan Tuan Muda Roan berlatih terakhir.


"Ternyata tempat ini telah di perbaiki oleh Duke. Syukurlah, artinya Shiena dapat berlatih kembali." ucap Tuan Muda Roan.


Shiena yang telah selesai berlatih, membersihkan dirinya terlebih dahulu dan mengganti pakaiannya dengan yang pertama kali dia pakai. Ketika Shiena membuka pintu dan ingin keluar dari kamar, Marry datang dan berkata bahwa Tuan Muda Roan ada di Kediaman Duke dan sedang menunggu kedatangan Shiena.


Shiena pun bergegas menuju tempat yang dikatakan Marry dan menemukan keberadaan Tuan Muda Roan. Sheina melihat Tuan Muda Roan sedang terbaring di rumput di dekat danau sambil memikirkan sesuatu.


Shiena mencoba membaca fikiran Tuan Muda Roan, Shiena mengetahui bahwa Tuan Muda Roan sedang berkhayal tentang keberhasilannya dalam Ujian Menara Sihir dan keberhasilannya menjadi tetua termuda. Setelah itu, Tuan Muda Roan mengambil alih gelar bangsawan keluarga dan menjadi Marquess Laurence selanjutnya. Lalu, Tuan Muda Roan datang menemui Shiena dan mengatakan perasaannya dan meminta Shiena menjadi kekasihnya.


Shiena pun terkejut setelah mengetahui isi fikiran Tuan Muda Roan.


'Apa maksud semua ini? Apa kakak memiliki perasaan padaku? Tapi sejak kapan? dan Bagaimana itu bisa terjadi.' fikir Shiena.


Shiena yang masih bingung bagaimana cara bersikap di depan Tuan Muda Roan pun dikejutkan oleh Marry yang datang tanpa suara.


"Kenapa nona hanya berdiri disini?" tanya Marry.


"Ah, tidak apa." ucap Shiena.


Tuan Muda Roan yang menyadari kedatangan Shiena pun langsung bangun dan berjalan menuju Shiena.


"Kakak!" ucap Shiena sambil tersenyum.


"Shiena, apa latihan mu telah selesai?" tanya Tuan Muda Roan.


"Ah, iya kak. Apa kakak kemari ingin melatihku lagi?" tanya Shiena.


Shiena dan Tuan Muda Roan berjalan bersama menuju kursi di pinggir danau dan duduk bersama.


"Kakak inginnya begitu tapi tak bisa. Bagaimana perkembangan latihanmu?" tanya Tuan Muda Roan.


"Masih sama seperti kemarin kak. Aku sedang berlatih menggabungkan sihir tapi masih belum berhasil. Lalu kenapa kakak tidak bisa melatihku?" tanya Shiena.


"Kakak akan pergi latihan tertutup untuk Ujian Menara Sihir. Kakak kemari juga ingin berpamitan. Kakak mungkin juga tak bisa melatihmu selama bebweapa minggu ini dan kau harus latihan sendiri tapi kau tak boleh malas ya." ucap Tuan Muda Roan.


"Hmmm, tentu." jawab Shiena.


Shiena dan Tuan Muda Roan berbincang cukup lama dan akhirnya Tuan Muda Roan memutuskan untuk segera pergi. Shiena ingin mengantar ke depan gerbang Mansion tapi Tuan Muda Roan berkata bahwa dia akan berteleportasi dan langaung pergi.


Shiena yang hanya sendiri mulai memikirkan semua yang telah terjadi beberapa minggu terakhir.


'Hubunganku dengan Putra Mahkota telah berakhir dam Anastasya pun telah kembali dan bertemu Putra Mahkota. Aku yakin saat ini mereka pasti telah menjalin hubungan. Meskipun aku dan Putra Mahkota tak memiliki hubungan apapun, aku tak bisa mempercayai Putra Mahkota dan Anastasya yang pasti tak akan melepaskanku begitu saja.' fikir Shiena.


Shiena yang selalu berfikir bahwa Putra Mahkota pasti akan selalu mengganggunya meski pertunangan kami telah dibatalkan karena Shiena merasa Putra Mahkota memiliki harga diri yang tinggi sehingga Putra Mahkota pasti tak terima jika diperlakukan seperti ini.


'Di kehidupan ini, waktu telah banyak berubah karena dibatalkannya pertunanganku dengan Putra Mahkota, kedekatanku dengan Alphons dan Kak Roan, Meninggalnya Kak Alex dan tetap hidupnya kak Roan. Serta pertemuanku dengan Anastasya lebih cepat daripada sebelumnya.' fikir Shiena.


Shiena ingat akan Perburuan Naimar akan yang akan berlangsung sepuluh hari lagi memutuskan akan datang waspada ekstra dan menggunakan kekuatan membaca fikirannya pada semua orang yang artinya Shiena harus memiliki banyak energi dan harus berlatih keras untuk meningkatkan kekuatan sihirnya karena Shiena tak begitu yakin bahwa yang terjadi di kehidupan nanti akan sama seperti kehidupan sebelumnya.


Shiena pun kembali ke kamarnya dan meminta Marry menyiapkan air untuknya mandi dan menyiapkan makan malam untuknya. Shiena berencana ingin pergi menemui Tuan Duke karena ada yang ingin ditanyakan dan pergi ke ruang kerjanya.


Tok.. Tok.. Tok..


(Suara ketukan pintu)


"Siapa itu?" tanya Duke Carrole dari dalam Ruang Kerja.


"Ini aku ayah, Shiena." jawab Shiena.


"Masuklah putriku." jawab Duke Carrole.


Lalu, Shiena masuk ke dalam ruang kerja Duke Carrole dan mendapati bahwa di dalam sana terdapat Duchess Carrole juga.


"Ah, Ibu!" ucap Shiena.


"Putriku, bagaimana kabarmu? Ayahmu bilang bahwa kau telah memulai latihan di cincin ruangmu?" tanya Duchess Carrole.


"Aku baik-baik saja bu. Ya bu, aku telah mulai latihan semenjak dua hari yang lalu." balas Shiena.


"Bagaimana nak apa kau telah menguasai sihir penggabunganmu?" tanya Duke Carrole.


"Iya ayah. Aku telah menguasai Sihir Magma yang merupakan gabungan antara Sihir Api dan Sihir Tanah." ucap Shiena.


"Baguslah. Sekarang kau akan melatih Sihir Gabungan apa?" tanya Duke Carrole.


"Aku tak tau ayah. Aku masih bingung." ucap Shiena.


"Bagaimana dengam sihir utamamu sayang. Apa kau telah menguasai semuanya? Api, Air, Angin, Tanah, cahata dan Gelap." ucap Duchess Carrole.


"Aku sudah menguasai semuanya tapi aku merasa tak terlalu menguasai sihir air dan gelap mungkin karena aku jarang menggunakannya karena ingin menutupi banyaknya elemen sihir yang aku punya bu." jawab Shiena.


"Kalau begitu, saran ibu hentikan dulu latihan Sihir Penggabunganmu dan mulailah latihan Sihir Air dan Sihir Gelapmu. Ibu ingin kau memiliki fondasi sihir yang kuat terlebih dahulu sebelum belajar tahap sihir sebelumnya." ucap Duchess Carrole.


"Baiklah ibu." ucap Shiena.


"Setelah kau selesai berlatih dan menguasai semunya, datanglah pada ibu. Ibu akan menurunkan tekhnik sihir turun temurun Kerajaan Emerald. Meskipun dirimu tak berada di Kerajaan Emerald tapi di dalam dirimu tetaplah mengalir darah Kerajaan Enerald dan jika sesuatu terjadi, satu-satunya tempat melarikan diri yaitu Kerajaan Emerald dan kau pasti akan mendapatkan perlindungan mutlak disana." ucap Duchess Carrole.


"Ya bu. Aku mengerti." ucap Shiena.


Shiena yang sadar akan inti dari perkataan Duchess Carrole bahwa saat ini keluarga mereka sedang di incar oleh Kaisar karena telah lancang meminta pembatalakan pertunangan dan telah membujuk kerajaan tetangga untuk melakukan pergerakan perang terlebih dahulu.


#Bersambung#


Jangan Lupa Tekan Like, Komen, Vote dan Favorite nya ya.. 😁


Terima kasih.. 🥰😍❤😘