The Empress Of Mind Reader

The Empress Of Mind Reader
BAB 59. Persiapan Putra Mahkota


Di malam hari di dalam Istana Kekaisaran tempat Putra Mahkota tinggal datang seorang Kepala Pelayan Istana menyerahkan sebuah surat.


Tokkkk... Tookkkk... Tokkkk


(Ketukan Pintu)


"Masuk" ucap Putra Mahkota.


"Hamba menghadap, Yang Mulia Putra Mahkota Kekaisaran Pearl sang Mutiara Rembulan kekaisaran Pearl." ucap Kepala Pelayan kekaisaran.


"Katakan ada apa?" ucap Putra Mahkota.


"Hamba ingin menyampaikan surat dari Kediaman Duke Carrole." ucap Kepala Pelayan Kekaisaran.


Putra Mahkota yang mendengar bahwa ada surat balasan dari Kediaman Duke Carrole langsung mengambil dan membacanya.


Putra Mahkota meminta Kepala Pelayan Kekaisaran pergi dan meninggalkannya tapi Putra Mahkota tetap mengizinkan Robert menemaninya.


Putra Mahkota pun merasa sangat senang dan ingin segera ke Kediaman Duke Carrole setelah membaca surat itu.


Namum Putra Mahkota yang takut tidak diterima oleh Duke dan Duchess Carrole karna kesalahannya terdahulu akhirnya bertanya kepada Robert.


"Robert." ucap Putra Mahkota.


"Hamba siap menerima perinta Yang Mulia." ucap Robert.


"Aku sedang tidak memerintahkanmu melakukan sesuatu. Aku ingin bertanya padamu." ucap Putra Mahkota.


"Silahkan tanya apapun Yang Mulia. Hamba akan berusaha menjawabnya." ucap Robert serius.


"Apa kau ingat kejadian penculikan Shiena?" tanya Putra Mahkota.


"Ya Yang Mulia." jawab Robert.


"Aku ingin melihat keadaan Shiena tapi aku takut Duke dan Duchess akan marah dan mengusirku." ucao Putra Mahkota sedih.


"Untuk apa anda bersedih Yang Mulia? Bukankah anda adalah Putra Mahkota Kekaisaran Pearl, Duke dan Duchess Carrole tidak bisa menolak kedatangan anda Yang Mulia karna jika mereka melakukan itu sama saja dengan melawan Keluarga Kerajaan dan itu bisa dihukum sama seperti pemberontak." ucap Robert.


Putra Mahkota yang tau akan hal itu hanya bisa menghela nafas karna jika dia melakukan hal itu maka akan memperburuk citranya di hadapan Duke dan Duchess dan Putra Mahkota tidak akan mendapatkan restu apalagi mendapatkan Shiena.


Putra Mahkota sangat tau bahwa Shiena adalah tipe anak yang berbakti jadi jika ada orang yang menyakiti orangtuanya atau orangnya maka dia pasti akan sangat membecinya.


Putra Mahkota tidak bisa menerima tatapan kebencian Shiena setiap saat karna itu rasanya seperti teriris pisau tapi tidak berdarah dan rasanya perih.


Semenjak kejadian penculikan itu, Putra Mahkota telah menyadari perasaannya sendiri bahwa dia telah jatuh hati pada Shiena.


Perasaan senang dan bahagia ketika melihat Shiena tersenyum, perasaan sedih dan rindu saat Shiena jauh, perasaan khawatir dan takut saat Shiena dalam bahaya dan perasaan rela melakukan apapun untuk Shiena hanya untuk bisa dekat dengannya.


"Aku tidak bisa melakukan itu." ucap Putra Mahkota sedih.


"Hamba mendengar bahwa saat ini sedang ada acara pemberian hadiah untuk pemenang di acara Festival Bunga. Pemenangnya adalah Keluarga Duke Carrole." ucap Robert.


"Benarkah?" tanya Putra Mahkota senang.


"Tentu Yang Mulia. Menurut perkiraanku, Tuan Duke dan Duchess akan ada di Kekaisaran sampai dua hari kedepan. Jadi jika Yang Mulia ingin menemui Nona Shiena maka besok adalah waktu yang tepat." ucap Robert.


"Bagus, aku setuju akan hal itu." ucap putra Mahkota semangat.


Putra Mahkota yang awalnya bingung bagaimana caranya bisa menemui Shiena akhirnya bahagia kembali karna bisa melihat Shiena lagi.


*Shiena tunggu aku. Aku merindukanmu.* fikir Putra Mahkota.


Keesokan harinya, Putra Mahkota pun bersiap pergi menuju Kediaman Duke Carrole. Pengawal Pribadinya, Tuan Robert selalu ada di sampingnya.


Putra Mahkota pun memerintahkan Robert untuk memanggil Kepala Pelayan Kekaisaran.


"Panggilkan aku Kepala Pelayan Kekaisaran." ucap Putra Mahkota.


"Baik, Yang Mulia." ucap Robert.


Robert pun pergi mencari Kepala Pelayan Kekaisaran berdasarkan perinta Putra Mahkota.


Tak lama kemudian, Robert pun datang bersama Kepala Pelayan Kekaisaran dan langsung menghadap Putra Mahkota.


"Hamba menghadap, Yang Mulia Putra Mahkota Kekaisaran Pearl sang Mutiara Rembulan kekaisaran Pearl." ucap Robert dan Kepala Pelayan Kekaisaran bersamaan.


"Aku ingin bertanya padamu. Apakah hadiah untuk Shiena sudah di persiapkan?" tanya Putra Mahkota.


"Sudah Yang Mulia. Ini hadiahnya Yang Mulia." ucap Kepala Pelayan Kekaisaran.


Putra Mahkota pun menerima kotak hadiah itu dan mencoba membukanya. Putra Mahkota pun tersenyum puas.


Putra Mahkota memberikan sebuah gelang dengan mutiara di sekelilingnya. Gelang itu memiliki fungsi sihir yang mana siapapun yang disentuh oleh orang yang menggunakan gelang akan tau apa yang dirasaka orang itu dari perubahan warna pada mutiara gelang.


Setelah melihat hadiahnya, Putra Mahkota pun menyimpannya dan pergi ke Kediaman Duke Carrole menggunakan kereta kuda.


#Bersambung#


Jangan Lupa Tekan Like, Komen, Vote dan Favorite nya ya.. 😁


Terima kasih.. 🥰😍❤😘