
Permaisuri Shiena kemudian meyambut tangan Kaisar Franz yang membawanya masuk ke dalam kamar sehingga membuat telapak kaki Permaisuri Shiena yang masih basah menyentuh kelopak-kelopak bungan mawar merah yang berserakan di lantai kamar.
Kaisar Franz pun menghentikan waktu sejenak lalu menutup balkon kamar dan tirainya serta mengunci kamar itu agar tidak ada seorang pun yang bisa masuk untuk mengganggunya malam ini. Kaisar Franz juga mematikan lampu kamar itu dan membiarkan lilin dan cahaya bulan yang tembus ke dalam kamar sebagai penerangan.
Kaisar Franz kemudian mengembalikan waktu seperti semula dan menyentuh tangan Permaisuri Shiena lalu mengajaknya pergi ke tengah kamar. Kaisar Franz lalu memutarkan lagu yang sangat romantis dan cocok untuk berdansa lalu menundukkan tubuhnya sambil meminta Permaisuri Shiena menjadi pasangan dansanya.
Pakaian keduanya yang masih basah karena berendam di kolam suci membuat tubuh mereka menjadi dingin. Namun setelah Permaisuri Shiena menerima uluran dansa Kaisar Franz, Kaisar Franz langsung menarik Permaisuri Shiena ke dalam pelukannya hingga membuat pori-pori kulit mereka bersentuhan. Sensasi hangat pun mengalir ke seluruh tubuh keduanya.
Kaisar Franz yang merubah posisi dansanya menjadi pelukan hangat yang intens membuat tubuh Kaisar Franz dan Permaisuri Shiena bergetar hebat seolah menginginkan hal lebih dari sekedar pelukan hingga akhirnya Permaisuri Shiena pun terjatuh di atas ranjang.
Kaisar Franz pun langsung memeluk dan mencium Permaisuri Shiena dengan lembut dan lama kelamaan menjadi semakin dalam dan intens. Kaisar Franz dan Permaisuri Shiena pun larut hingga keduanya telah menanggalkan pakaian mereka masing-masing.
Kaisar Franz dan Permaisuri Shiena pun menghabiskan malam itu bersama dengan sebuah harapan akan ada nyawa yang hidup mewarnai hari-hari mereka di masa depan.
Keesokan paginya, Permaisuri Shiena yang terbangun merasakan sakit pinggang yang tak tertahankan hingga membuatnya tidak bisa bangun dari ranjang. Kaisar Franz yang melihat Permaisuri Shiena kesakitan pun merasa bersalah.
'Sepertinya semalam aku terlalu berlebihan hingga membuat Shiena menjadi kesakitan begini.' ucap Kaisar Franz dalam hati.
Permaisuri Shiena yang membaca fikiran Kaisar Franz tidak membalas dan hanya diam karena Permaisuri Shiena juga sadar kalau semalam mereka benar-benar larut dalam suasana yang begitu romantis yang pada akhirnya membuat dirinya tidak bisa bergerak.
Permaisuri Shiena pun terpaksa harus berbaring di ranjang dengan batu es dingin di pinggangnya sementara Kaisar Franz hanya duduk di sampingnya tanpa bergerak sedikit pun.
Waktu pun berjalan dengan sangat cepat, matahari pun perlahan tenggelam. Permaisuri Shiena yang baru bangun dari tidurnya tidak menyangka jika dirinya telah tidur sangat lama dan mengabaikan Kaisar Franz dan rencana bulan madu mereka.
Tanpa Permaisuri Shiena sadari, Kaisar Franz tidak ada di dalam kamar itu dan tiba-tiba pintu kamar oun terbuka. Kaisar Franz datang bersama hidangan lezat.
'Apakah itu steak? Siapa yang memasaknya?' fikir Permaisuri Shiena.
"Kau pasti sangat lapar. Aku telah memasakkanmu daging yang dibakar. Aku harap kau menyukainya." ucap Kaisar Franz penuh harap.
'Jadi dia benar-benar memasak untukku. Sepertinya di dunia ini steak masih disebut daging bakar. Baiklah, bagaimanapun rasanya aku harus mengatakannya enak, aku tidak mau membuatnya kecewa setelah semua usahanya untuk menyenangkanku.' ucap Permaisuri Shiena.
Kaisar Franz pun meletakkan makanan yang disebutnya daging bakar di atas meja lalu membantu Permaisuri Shiena bangun dari ranjang dan berjalan menuju kursi.
"Apa kau sudah merasa baikan sekarang?" tanya Kaisar Franz khawatir.
"Iya. Aku sudah lebih baik sekarang. Terima kasih Franz." ucap Permaisuri Shiena sambil tersenyum.
"Maafkan aku. Itu semua salahku. Aku telah lepas kendali. Aku janji aku tidak akan seperti itu lagi." janji Kaisar Franz.
"Kenapa begitu? Padahal aku sangat menikmatinya." ucap Permaisuri Shiena malu-malu.
Kaisar Franz yang mendengar perkataan Permaisuri Shiena menjadi tersenyum karena Kaisar Franz berfikir jika nantinya dirinya harus bisa mengontrol hawa nafsunya agar tidak menyakiti wanita yang dicintainya meskipun sulit tapi setelah mendengar perkataan Permaisuri Shiena baru saja membuat Kaisar Franz menjadi semakin bersemangat.
"Tapi malam ini aku ingin beristirahat. Oke." ucap Permaisuri Shiena tiba-tiba.
Kaisar Franz yang mendengarnya menjadi kecewa sementara Permaisuri Shiena tertawa dan tersenyum melihat wajah Kaisar Franz yang seolah seperti anak anjing yang mencoba meminta sesuatu kepada tuannya.
Permaisuri Shiena kemudian langsung mencoba mencicipi masakan yang dibuat oleh Kaisar Franz. Setelah steak itu masuk ke dalam mulut, Permaisuri Shiena tidak menyangka jika Kaisar Franz adalah koki yang hebat dan itu terbukti dengan steak yang dibuat sangatlah lembut dan setiap gigitannya memberikan rasa yang sangat enak.
Tanpa disadarinya steak yang telah tersaji untuknya telah habis dan berpindah posisi ke dalam perut Permaisuri Shiena. Kaisar Franz yang melihat ekspresi dan bersihnya piring makanan itu menjadi sangat puas dan senang.
"Makanan ini sangat enak. Aku sangat menyukainya. Aku tidak menyangka ternyata suamiku ini memiliki bakat menjadi seorang koki yang sangat hebat." puji Permaisuri Shiena.
Setelah menghabiskan makanannya, Permaisuri Shiena pun pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Kaisar Franz yang berencana ikut bersama Permaisuri Shiena segera mendapatkan penolakan.
"Aku ingin mandi sendiri Franz." ucap Permaisuri Shiena menghalangi.
"Aku juga ingin ikut mandi bersama." rengekan Kaisar Franz.
"Tidak! Jika kau ikut bersamaku maka aku khawatir akan terjadi hal lain yang tidak diinginkan." ucap Permaisuri Shiena.
"Tidak diinginkan? Benarkah? Apa kau benar-benar tidak menginginkannya?" goda Kaisar Franz.
"Franz!" ucap Permaisuri Shiena kesal.
'Dasar cabul!' fikir Permaisuri Shiena.
Permaisuri Shiena pun membalikkan tubuhnya lalu berjalan cepat menuju kamar mandi dan meninggalkan Kaisar Franz dengan senyum jahilnya.
Setelah satu jam berlalu, akhirnya permaisuri Shiena telah selesai membersihkan diri dan mengganti pakaiannya sendiri tanpa bantuan Marry dan Ana disampingnya.
"Ternyata mengganti pakaian sendiri itu merepotkan juga. Kenapa di kehidupanku sebelumnya aku terbiasa melakukan semuanya sendiri sementara sekarang aku merasa kerepotan hanya memakai pekaianku sendiri?" gumam Permaisuri Shiena bingung.
Kemudian Permaisuri Sheina pergi mencari Kaisar Franz yang ternyata berada di salah satu Taman yang ada di Istana itu. Kaisar Franz yang melihat Permaisuri Shiena pun segera menghampirinya.
Kaisar Franz pun mengajak Permaisuri Shiena pergi ke suatu tempat yang indah yang hanya ada di dekat Istana. Kaisar Franz mengajak Permaisuri Shiena pergi ke hamparan rumput hijau yang sangat luas dengan ujungnya terlihat sebuah gunung yang sangat besar di sisi lainnya.
Kaisar Franz menunjukkan indahnya matahari yang terbenam di balik hamparan rumput hijau itu. Warna kuning keemasan membuat rumput hijau itu menjadi bersinar dengan sangat indah di tambah angin sepoi-sepoi yang menyejukkan hati dan fikiran.
"Tempat ini sangat indah dan sangat cocok untuk beristirahat. Aku ingin sekali jika tua nanti dapat tinggal disini hingga akhir hayatku." ucap Permaisuri Shiena.
"Keinginanmu adalah kewajiban bagiku. Maka di masa depan. Apapun yang terjadi aku akan selalu ikut bersamamu meskipun harus mangkat dari posisi seorang Kaisar lebih awal. Aku rela asalkan disana ada dirimu." ucap Kaisar Franz tulus.
Permaisuri Shiena yang mendengarnya menyadari itu adalah ungkapan yang sangat tulus dan jujur hingga membuat Permaisuri Shiena tersenyum bahagia dan menyandarkan kepalanya di bahu Kaisar Franz.
Warna langit pun berubah menjadi hitam tapi tetap menunjukkan keindahannya, bintang-bintang dilangit bertaburan sangat banyak dengan bulan sabit yang menjadi pusatnya. Permaisuri Shiena yang berada di tengah hamparan rumput hijau yang luas merasa sangat senang karena dapat melihat dua buah keindahan dalam satu waktu.
#**Bersambung#
Jangan Lupa Like, Komen dan Vote ya..
🥰😊😍😘
Terima kasih**