The Empress Of Mind Reader

The Empress Of Mind Reader
BAB 22. Menggoda Putra Mahkota


Setelah selesai bersiap-siap. Shiena pun keluar dari kamar dan menemui Putra Mahkota untuk makan cemilan bersama.


Saat keluar dari kamar ternyata Putra Mahkota sudah siap terlebih dahulu.


'Wah, ternyata Putra Mahkota sudah selesai bersiap-siap. Apa dia menungguku terlalu lama?" tanya Shiena dalam hati.


Shiena pun berjalan menghampiri Putra Mahkota yang sedang duduk membaca sebuah laporan.


"Apa yang Ian telah lama menungguku?" tanya Shiena sambil mengambil tempat di sebelahnya.


"Agh, tidak terlalu lama." ucap Ian.


"Laporan apa itu Ian?" tanya Shiena.


"Ini, laporan hasil penanaman pohon dan penyulingan air kotor menjadi air bersih?" jawab Ian


"Benarkah? Lalu bagaimana hasilnya?" tanya Shiena penasaran.


"Semua berjalan lancar dan tidak ada masalah yang berarti." ucap Ian sambil menutup laporan.


"Syukurlah kalau begitu." kata Shiena


"Terima kasih untuk semuanya." kata Ian


"Ah, tidak usah di bahasa lagi soal itu ian. Aku lapar. Katamu kita akan makan cemilan." kataku menagih janji.


"Baiklah. Ayo kita pergi." kata ian sambil mengulurkan tangan.


"....." Shiena diam sambil mengambil uluran tangannya.


Selama perjalan aku bertanya tentang arah tujuan karna Putra Mahkota tidak mengatakan apapun.


"Ah, Ian mau kemana kita sebenarnya?" tanya Shiena.


"Kita akan ke Restoran Chenly, aku telah memesan tempat khusus disana. Disana kita tidak hanya makan tapi juga bisa melihat perayaan pertunjukan Festival disana tanpa harus turun kejalanan." ucap Ian bangga.


'Hmmm, jadi dia sudah menyiapkan semuanya ya. Baiklah sepertinya aku harus memberikannya pujian menggoda.' kata Shiena.


"Waw, anda sudah mempersiapkan semuanya seorang diri. Terima kasih ian." kata Shiena sambil tersenyum cantik.


Tak lama kemudian kereta kami telah sampai di tempat yang di tuju.


"Ayo kita turun. Kita sudah sampai." ucap Ian dengan mengulurkan tangan membantu Shiena keluar dari kereta kuda.


"Terima kasih" kata Shiena sambil menyambut uluran tangan itu.


Ketika mereka tiba dan mulai memasuki restoran ada pelayan yang datang dan menyambut mereka


"Perkenalkan namaku Yinyin. Ada yang bisa saya bantu Tuan?" kata pelayan itu.


"Aku sudah memesan tempat." ucap ian singkat.


"Ah, baiklah. Mari ikut saya." ucap pelayan itu.


Mereka pun berjalan di belakang Pelayan Restoran itu yang sambil menunjukkan jalan.


"Ini dia tempatnya, Tuan. Apakah hidangannya ingin dihidangkan sekarang?" tanya Ian sopan.


"Ya." jawab Ian singkat.


Setelah pelayan itu pergi, Putra Mahkota membuka suara untuk memulai pembicaraan.


"Bagaimana? Apa kau suka dengan pemandangannya?" tanya Ian.


"Ya, Pemandangannya sangat cocok untuk melihat iringan Festival." jawab Shiena.


Tak lama kemudian beberapa cemilan enak datang dan ada berbagai macam jenis kue terhidang di atas meja.


"Silahkan menikmati hidanganya, Tuan Nona." kata pelayan itu sopan.


"Terima Kasih." ucap Shiena dengan senyum.


Shiena mencoba mencicipi kue yang telah di sajikan dan Shiena terkejut rasanya.


"Wah, kue ini sangat enak. Manisnya itu tidak membuat mual rasanya aku bisa menghabiskan semua kue ini tapi nanti berat badanku bertambah." ucap Shiena


"Apakah seenak itu?" tanya Ian.


"Hmm, enak sekali. Mau coba? Ayo buka mulutmu ian?" ucap Shiena sambil menyodorkan sepotong kue.


"Enak!" ucap Ian.


"Benarkan?" kata Shiena sambil tersenyum cantik


Blush, wajah Putra Mahkota menjadi merah seperti udang rebus..


*Sialan! Ada apa dengan jantungku? Kenapa detaknya tidak beraturan? Lalu kenapa wajahku juga jadi panas?* fikir Putra Mahkota.


'Hahaha Sepertinya Putra Mahkota sudah terpesona padaku. Aku harus membuatnya semakin menyukaiku.' ucap Shiena dalam hati.


"Ian, kenapa dengan wajahmu? Apa kau sakit?" kata Shiena polos sambil mencoba memeriksa dahi Putra Mahkota.


Deg.. Degg.. Deg


(Suara detak jantung Putra Mahkota)


*Hey, jantung. Kau harus bekerja sama. Aku benar-benar tidak bisa menjaga sikap kerenku jika dia tetap seperti ini apa lagi jika dia bertingkah lebih lama lagi* fikir Putra Mahkota.


'Hmmm, ternyata Putra Mahkota sedang mencoba terlihat keren. Baiklah, kita lihat sampai mana kau bisa bertahan Yang Mulia!' ucap Shiena dalam hati.


"Aku baik-baik saja. Jadi makanlah saja dan jangan hiraukan aku!" ucap ian.


"Bagaimana mungkin aku seperti itu ian. Ian adalah tunanganku. Jika ian sakit maka aku akan merawatnya. Apa aku harus bertindak sebagai perawat cantik supaya ian cepat sembuh?" tanya Shiena dengan sikap dan senyum yang menggoda.


Ketika Shiena sedang asyik menggoda dan mempermainkan Putra Mahkota tiba-tiba ada seseorang yang mengganggu kesenangannya itu.


'Apakah penyamaranku benar-benar gagal sampai dia bisa tau dengan mudah identitasku?' ucap Shiena dalam hati.


#Bersambung#


Jangan Lupa Tekan Like, Komen, Vote dan Favorite.


Terima Kasih.


❤🥰😘