The Empress Of Mind Reader

The Empress Of Mind Reader
BAB 178. Jebakan III


Shiena yang memiliki Cincin Ruang pun masuk kedalam Cincin Ruang melihat semua yang terjadi dari layar udara yang transparan dengan dunia nyata. Shiena masuk ke dalam Cincin Ruang untuk merekam semua yang terjadi dengan alat rekam sihir yang telah disiapkan. Alat rekam sihir itu nantinya akan di perlihatkan kepada seluruh rakyat dan Bangsawan bahkan kepada seluruh orang yang hadir di Acara Penobatan Kaisar Baru.


Sementara Penasehat Kekaisaran kembali ke lorong rahasia bersama Kesatria Elit keluar dari istana dan pulang ke Kediamannya menunggu kabar dari Putra Mahkota Franz.


Putra Mahkota Franz menggunakan kembali penutup wajahnya dan bersikap seolah dirinya adalah Tuan X dan kemudian bersembunyi lalu Tuan X akan menampakkan dirinya setelah Duke Carrole keluar dari kamar Kaisar dan memulai rencana sesuai keinginan Putra Mahkota Brian.


Duke Carrole yang merasa semua telah bersembunyi dan Kaisar telah terbaring di ranjangnya lagi. Duke Carrole pun keluar dari kamar Kaisar dengan santai menuju kereta kudanya. Duke Carrole berjalan melawati ruang-ruang dan lorong-lorong istana seolah mengulur waktu sampai Kesatria Kekaisaran menemukannya. Meskipun begitu Duke Carrole dalam hatinya sangat gelisah memikirkan semua orang yang terkena imbas dari pilihannya.


Duke Carrole menyadari banyak hal karena pilihannya untuk membantu Kaisar dan Putra Mahkota Franz dan bersedia berkorban akan membuat Duchess Carrole, Shiena, pelayan serta kersatrianya menderita.


Sebenarnya Duke Carrole tak ingin melakukan hal ini tapi karena tak memiliki pilihan lain karena jika menolak akan mendapatkan hukuman sebagai penghianat tapi jika menerima akan membuat semua orang menderita.


Setelah kepergian Duke Carrole, Tuan X memberikan racun yang telah diganti itu kepada Kaisar dan Tuan X meminumkan racun itu kepada Kaisar. Setelah selesai dengan tugasnya, Tuan X pergi menemui Putra Mahkota Brian dan mengkonfirmasi bahwa semua sudah berjalan sesuai rencana dan berpura-pura menagih janji Putra Mahkota Brian.


"Semuanya telah selesai, Yang Mulia." ucap Tuan X.


"Bagus, sekarang waktunya aku menemui Kaisar dan melihatnya sekarat." ucap Putra Mahkota Brian.


"Terserah tapi aku harap kau tidak melupakan semua yang telah kau janjikan." ucap Tuan X.


"Tentu saja. Jangan khawatir, aku akan menepati janjiku segera setelah aku diangkat menjadi Kaisar yang baru." ucap Putra Mahkota Brian.


"Baiklah." ucap Tuan X.


Tuan X pun pergi meninggalkan Putra Mahkota Brian. Putra Mahkota Brian yang percaya pun berjalan masuk ke dalam kamar Kaisar. Putra Mahkota Nrian yang melihat Kaisar terbaring di ranjang seperti orang kesakitan berjalan dengan angkuhnya.


"Dasar Tua Bangka! Kau fikir bisa menyingkirkanku, tidak akan semudah itu. Sebelum kau menyingkirkanku dirimu duluan yang akan aku singkirkan duluan." ucap Putra Mahkota Brian.


"Da-dasar anak tidak tau malu! Kau bahkan berani melakukan ini kepada ayah kandungmu sendiri." ucap Kaisar yang menahan sakit.


"Jangan pernah menyalahkan orang lain untuk kesalahanmu sendiri. Aku ini Putramu tapi kau tak pernah menganggapku sebagai Putramu." ucap Putra Mahkota Brian.


"A-apa yang kau bicarakan?" tanya Kaisar.


"Jangan kau fikir aku tidak tau. Kau ingin menyingkirkanku sebagai pewaris Takhtamu dan memberikannya pada sepupuku!" ucap Putra Mahkota Brian.


Setelah mendengar perkataan Putra Mahkota Brian, Kaisar pun jatuh pingsan lalu kemudian Putra Mahkota Brian memulai aktingnya. Putra Mahkota Brian pun berteriak histeris memanggil penjaga yang berada di luar kamar Kaisar.


Putra Mahkota Brian berteriak kepada pelayan untuk memanggil dokter dan segera memerintahkan Kepala Kesatria Kekaisaran menangkap Duke Carrole.


Tak butuh waktu lama, Dokter Kekaisaran datang dan memeriksa Kaisar. Dokter pun mendiagnosa bahwa Kaisar telah diracuni. Putra Mahkota Brian yang mendengar itu berpura-pura sedih dan memerintahkan Kepala Kesatria Kekaisaran menangkap Duchess Carrole dan semua orang yang ada di Kediaman Carrole karena telah meracuni Kiasar.


Lalu ketika Putra Mahkota Brian keluar dari kamar Kaisar Shiena bergegas keluar dari Cincin Ruang dan pergi keluar kamar Kaisar menggunakan Sihir Gelap untuk segera menemukan Duke Carrole.


Namun, Putra Mahkota Franz yang telah menunggu Shiena keluar dari Cincin Ruangnya mencegat Shiena dengan menggenggam tangan Shiena. Shiena yang melihatnya menjadi marah dan melepaskan genggaman tangan Putra Mahkota Franz dengan kasar.


"Apa yang anda lakukan, Yang Mulia?" tanya Shiena dingin.


"Aku ingin bicara padamu." ucap Putra Mahkota Franz.


"Ini bukanlah waktu yang tepat, Yang Mulia." ucap Shiena sinis.


"Maafkan aku tapi kau tak boleh pergi Shiena. Ini demi kebaikan semuanya." ucap Putra Mahkota Franz.


"Hah, kebaikan semuanya atau hanya demi kebaikanmu!" ucap Shiena sambil mendenguskan nafas lalu melepaskan tangganya secara paksa.


Shiena pun meninggalkan Putra Mahkota Franz dan langsung pergi menemui Duke Carrole dan berharap semua belum terlambat. Namun, saat Shiena yang baru sampai di tempat Duke Carrole menjadi sangat sedih karena Duke Carrole ternyata telah tertangkap duluan oleh Kesatria Kekaisaran.


Putra Mahkota Franz yang melihat ekpsresi sedih Shiena menjadi tidak tega dan mencoba mendekatinya lalu menghiburnya tapi Shiena tak menghiraukannya dan langsung pergi begitu saja.


Putra Mahkota Franz yang tau bahwa Shiena pasti sangat marah dengan keputusan Kaisar yang ingin mengorbankan Duke Carrole dan orang-orangnya untuk menangkap penjahat tak bisa melakukan apapun karena menurutnya juga itu adalah cara satu-satunya untuk mengakhiri semua perbuatan Putra Mahkota Brian.


Putra Mahkota Franz yang telah menempatkan Shiena di dalam hatinya berjanji pada dirinya sendiri bahwa ini adalah keputusan pertama dan terakhir yang akan dipilihnya meskipun terbaik tapi harus menyakiti perasaan orang yang disayang.


Putra Mahkota Franz pun kembali ke Hutan Kesepian dan menyamar menjadi Tuan X untuk mendapatkan informasi mengenai gerak-gerik Putra Mahkota Brian agar semua rencana yang telah disusun berjalan dengan lancar dan tanpa hambatan.


Shiena yang telah sendiri karena keluarga dan pengikutnya telah ditahan dipenjara merubah fikirannya tentang Keluarga Kekaisaran. Bagi Shiena tak hanya Putra Mahkota Brian tapi seluruh anggota Keluarga Kekaisaran sama saja. Mereka bersedia melakukan apapun bahkan mengorbankan rakyat demi kepentingan pribadi.


Beberapa hari berlalu, pada malam sebelum Acara Penobatan Kaisar baru. Penasehat Kekaisaran diperintahkan Putra Mahkota Franz untuk membujuk Putra Mahkota Brian mengikuti rencana mereka dan ternyat semuanya berhasil dan berjalan sesuai rencana.


Keesokan paginya, sebelum Acara Penobatan Kaisar baru, Kaisar lama telah sadar dan sehat kembali. Penasehat Kekaisaran dan Putra Mahkota Franz menyiapkan semua kebutuhan Kaisar dan menyembunyikan Kaisar bersama Kesatria Elit.


Ketika penampilan semua Kejahatan Putra Mahkota Brian, Kaisar datang bersama Kesatria Elit, Putra Mahkota Franz dan Penasehat Kekaisaran menuju tempat Putra Mahkota Brian berada.


#Bersambung#


Jangan Lupa Tekan Like, Komen, Vote dan Favorite nya ya.. 😁


Baca Juga Novel Terbaru Author "Terpaksa Menikah Karena Wasiat" Terima Kasih 🥰😍❤😘