
Tuan MudaRoan yang mendapatkan waktu bersantai selama satu jam memilih untuk menemui Nyonya Maria dan Shiena tapi ketika Tuan Muda Roan akan pergi malah dicegat oleh Carl. Carl yang tau bahwa Tuan Muda Roan ingin bertemu seorang gadis cantik di kursi penonton pun mencoba membujuk Tuan Muda Roan untuk ikut.
"Hei, mau kemana kau? bukankah pertandingan belum selesai?" tanya Carl menyelidik.
"Aku ada urusan. Aku pergi dulu." ucap Tuan Muda Roan.
"Urusan apa? Aku jadi ingin tau. Kau pasti ingin bertemu dengan seorang gadis kan? Hei, kenalkan pada kami." ucap Carl menggoda.
"Apa yang kau bicarakan ini?" sangkal Tuan Muda Roan.
"Sudahlah jangan menyangkalnya, sebelum ke tempat peserta aku melihat mu datang bersama wanita cantik tadi." ucap Carl.
"Itu adalah bibiku." ucap Tuan Muda Roan.
"Jangan berbohong. Kau itu tidak pandai dalam berbohong. Tidak mungkin ada seorang bibi yang masih muda dan cantik seperti itu." sindir Carl.
"Hey, benarkah itu? Siapa gadis itu Roan? Apa kau tidak mau mengenalkannya pada sahabatmu ini?" ucap Catherine.
"Kalian ini sedang bicara apa?" tanya Tuan Muda Roan menghindar.
"Sudah lah Carl jangan menghindar. Kami tau kau sedang berbohong. Benarkan Cath?" tanya Carl.
"Benar sekali. James juga pasti ingin melihat siapa gadis itu kan?" tanya Catherine.
"Tentu." ucap James datar.
"Hei, bahkan James pun ikut-ikutan. Hah, baiklah. Ayo ikut aku ke kursi penonton." ucap Tuan Muda Roan menyerah.
Carl dan Catherine yang merasa sangat senang menjadi semakin bersemangat mengikuti dari belakang sementara James hanya bersikap datar dan tanpa ekspresi.
Nyonya Maria dan Shiena tidak memiliki rencana untuk keluar dan berjalan-jalan dari tempat pertandingan karena mereka merasa ini bukanlah tempat untuk melakukan itu sehingga memutuskan untuk tetap duduk di tempat sampai pertandingan dimulai.
Tiba-tiba Tuan Muda Roan datang bersama teman-temannya dan berkenalan dengan Shiena dan Nyonya Maria. Catherine yang memiliki kepribadian yang supel membuatnya mudah untuk dekat dengan orang lain dan begitu juga dengan Carl yang memiliki tingkah kocak sangat mudah mendapatkan teman dan berbanding terbalik dengan James yang susah tersenyum, orang yang melihatnya akan memilih menjauh tapi tidak untuk Shiena.
'Semua teman Kak Roan adalah orang yang baik. Carl adalah orang yang lucu, Catherine sangat mudah bergaul dan akrab dengan orang, sedangkan James adalah orang yang sangat sulit ditebak tapi aku bisa membaca fikiran orang lain. Aku tau bahwa James adalah orang yang baik, dia hanya tak bisa mengekspresikan dirinya seperti yang lain.' ucap Shiena dalam hati.
Mereka pun berbincang bersama di kursi penonton dan setelah pembawa acara mengatakan bahwa pertandingan akan segera dilanjutkan lima menit lagi. Semuanya berpamitan kembali ke ruang peserta dan minta didoakan agar bisa menang dan maju bersama di babak semi final.
Tak lama setelah Tuan Muda Roan beserta temannya sampai di kursi peserta, pertandingan kesembilan pun dimulai dan ini adalah pertandingan James melawan musuhnya.
"James, semoga berhasil ya." ucap Catherine malu-malu.
"Ya." ucap James datar.
"Tidak!" ucap James memgabaikan.
Carl yang diabaikan pun menjadi marah dan ingin memaki-maki James tapi dihentikan oleh Tuan Muda Roan karena waktu untuk pertandingan kesembilan akan segera dimulai, sementara Catherine merasa kesal karena Carl selalu mengganggu James mengguyur Carl dengan air menggunakan Sihir Air.
"Hei, Catherine! Apa yang kau lakukan? Apa kau ingin mengajakku bertengkah hah?" tanya Carl.
"Kau pantas mendapatkannya. Mulutmu itu, tidak pernah bisa diam dan selalu saja mengomentari orang!" sindir Catherine.
"Kau ini!" ucap Carl marah.
Tuan Muda Roan yang sudah tak tahan dengan tingkah laku Catherine dan Carl yang selalu bertengkar jika bersama seperti kucing dan anjing yang tak akan pernah bisa berdamai sebentar saja mengeluarkan energi sihirnya yang kuat untuk di arahkan ke Catherine dan Carl agar mereka diam dan ternyata hal itu berhasil. Catherine dan Carl pun terdiam dan langsung duduk di kursinya masing-masing tanpa berbicara sepatah kata pun.
Di pertandingan ke sembilan, James merasakan hal yang sama seperti Tuan Muda Roan, semua peserta lebih memilih untuk tidak menyerang James karena tau level kekuatan James jauh di atas mereka. James yang tau apa yang di rencanaka peserta lain tidak menyukainya karena James merasa dirinya tidak pantas untuk dilawan sehingga James menyerang semua peserta dengan Tekhnik Penggabungan Sihir Es dan membekukan seluruh peserta dan hanya menyisakan satu peserta yang memiliki Sihir Api. Hanya dalam waktu dua menit pemenang dari pertandingan kesembilan telah ditemukan.
Berakhirnya pertandingan ke sembilan pun langsung di lanjutkan dengan pertandingan ke sepuluh. Di pertandingan ini semua peserta terakhir yang telah menunggu-nunggu gilirannya pun naik ke arena pertandingan dengan bersemangat.
Pertandingan ke sepuluh berlangsung cukup lama sejak dinyatakan mulai oleh pembawa acara. Banyak peserta yang berjuang mati-matian dan mengeluarkan kemampuan mereka agar bisa lolos di babak selanjutnya.
Setelah menghabiskan waktu selama setengah jam, akhir dari pertandingan ke sepuluh pun telah berhasil didapatkan. Pembawa Acara pun menyatakan bahwa pertandingan ronde pertama pun selesai setelah berhasil mendapatkan dua puluh orang terbaik dari seratus orang yang mendaftar. Pembawa Acara pun memanggil semua peserta yang lolos ke atas arena untuk ditunjukkan ke depan publik dan Ujian Menara Sihir Ronde kedua di tunda selama satu jam.
Semua peserta yang lolos pergi ke suatu ruangan khusus yang telah disedian oleh penanggung jawab. Disana peserta akan beristirahat dan menyiapkan dirinya untuk pertandingan ronde selanjutnya.
Shiena dan Nyonya Maria yang baru pertama kali menyaksikan Pertandingan Sihir menjadi sangat antusias sehingga melupakan perut mereka yang berbunyi ketika pertandingan berlangsung dan setelah pembawa acara mengatakan pertandingan ronde pertama selesai dan akan dilanjutkan nanti, Shiena dan Nyonya Maria berniat untuk keluar mencari udara segar dan juga makanan.
Shiena dan Nyonya Maria ingin sekali mengajak Tuan Muda Roan dan temannya pergi bersama dan makan bersama sambil menunggu waktu pertandingan ronde kedua dimulai namun hal itu tak bisa terjadi karena Tuan Muda Roan dan temannya ada di ruangan khusus.
Akhirnya Shiena dan Nyonya pergi berdua saja. Mereka berkeliling di sekitar gedung pertandingan. Tak sulit bagi mereka untuk menemukan tempat orang menjual makanan karena di sekitar gedung banyak sekali orang-orang yang berjualan makan. Jalanan tempat menjual makanan sangat lah ramai, banyak sekali peserta yang gagal lolos yang pergi kesana untuk makan dan menghilangkan kesedihan mereka meskin di dalam gedung pertandinga telah disediakan tempat menjual makanan.
'Wah, ini sangat ramai. Aku tak menyangka Acara Ujian Menara sihir akan membawa banyak sekali pengunjung. Dikehidupanku dulu, aku tak pernah dapat kesempatan untuk melihat Ujian ini tapi dikehidupan ini. Aku bisa merasakannya. Aku senang sekali.' ucap Shiena dalam hati.
Shiena dan Nyonya memutuskan untuk duduk makan di suatu tenda yang cukup ramai namun karena kecerdikan Shiena akhirnya bisa mendapatkan tempat duduk lalu mereka memesan makanan dan minunan masing-masing.
Setelah menghabiskan semua makanan, Shiena dan Nyonya Maria bergegas kembali ke dalam gedung pertandingan dengan membawa beberapa makanan dan minuman sebagai cemilan saat menonton pertandingan ronde kedua.
'Akan jadi lebih baik jika ada popcorn tapi sayang disini bukan zaman modern penelitian dan eksperimen tentang makanan berkembang dengan pesat. Aku sudah cukup senang ada humburger disini meskipun isi ny jauh berbeda yang pernah aku makan dulu.' fikir Shiena sambil menghela nafas kecewa.
#Bersambung#
Jangan Lupa Tekan Like, Komen, Vote dan Favorite nya ya.. 😁
Terima kasih.. 🥰😍❤😘