
Permaisuri Shiena yang tidak sadarkan diri karena diberi obat oleh seorang pelayan ternyata tiba-tiba sadar. Permaisuri Shiena yang tau jika dirinya tidak berada di Istana berusaha untuk memberontak dan melarikan diri.
Namun, kekuatan Permaisuri Shiena tidak lah cukup untuk melawan dua orang yang menculiknya sehingga Permaisuri shiena yang dipukul bagian pundaknya menjadi pingsan kembali. Kedua orang itu pun bergegas pergi menjauh dari Istana agar tidak bisa dilacak oleh Kaisar Franz dan Kesatrianya.
Permaisuri Shiena akhirnya dibawa melewati sebuah desa terpencil yang terbelakang dan pergi menuju ke sebuah hutan yang sangat lebat sehingga akan sulit bagi orang yang tidak mengenal hutan itu dapat kembali hidup-hidup karena mereka akan tersesat.
Setelah beberapa jam berlalu, sampailah Permaisuri Shiena di sebuah rumah yang berada di tengah hutan. Rumah itu tidaklah besar seperti Istana tapi cukup luas dan nyaman untuk ditinggali oleh seorang Bangsawan.
Permaisuri Shiena yang masih tidak sadarkan diri pun dibawa ke sebuah kamar yang cukup luas dan dibaring di sebuah ranjang yang empuk. Permaisuri Shiena diperlakukan layaknya seorang boneka yang akan hancur jika tidak berhati-hati.
Ketika matahari telah tenggelam, Permaisuri Shiena yang telah pingsan akhirnya terbangun dan memegang kepalanya dengan satu tangan dan merasakan sakit yang cukup hebat.
Permaisuri Shiena pun memejamkan matanya selama beberapa menit untuk menjernihkan fikirannya dan akhirnya Permaisuri Shiena sadar jika dirinya telah diculik dan telah berada di tempat Penculiknya.
Permaisuri Shiena pun melihat ke sekeliling dan mencari tau dimana dirinya berada dan tidak disangka Permaisuri Shien melihat sesosok Pria yang sangat dikenalnya. Permaisuri Shiena pun membaca fikirannya dan menyadari bahwa orang itu lah yang menjadi dalang penculikannya.
"Apa yang anda lakukan Yang Mulia? Kenapa kau melakukan ini padaku?" tanya Permaisuri Shiena.
"Melakukan apa?" tanya Raja Philiph pura-pura tidak mengerti.
"Kembalikan aku ke Istana!" ucap Permaisusi Shiena.
"Mengembalikanmu? Jangan bermimpi! Kau akan ikut aku ke Kerajaan Shafir dan menjadi salah satu wanitaku." ucap Raja Philiph sambil tertawa lantang.
Permaisuri Shiena yang kesal pun mengeluarkan Sihir Api milikny dan berniat untuk membakar Raja Philiph hingga menjadi debu tapi disangka Kekauatan Permaisuri Shiena tidak kelur seolah ada yang menghalangi Kekuatan Sihir miliknya.
Permaisuri Shiena yang kebingungan apa yang terjadi pun akhirnya mendapatkan jawabannya dari Raja Philiph.
"Kau tidak akan bisa menggunakan Sihir disini karena rumah ini telah dilindungi oleh Pagar Sihir." ucap Raja Philiph.
"Kau!" teriak Permaisuri Shiena.
"Aku tau kau adalah Gadis Suci yang memiliki Kekuatan Sihir yang besar karenanya aku harus melakukan ini jika tidak aku akan dalam bahaya." ucap Raja Philiph.
Permaisuri Shiena yang sangat marah karena perbuatan Raja Philiph yang sangat tidak gentle pun melempar barang-barang yang ada di sekitarnya ke arah Raja Philiph.
Raja Philiph tidak marah justru tertawa senang karena sekarang telah berhasil membawa Permaisuri Shiena pergi dari Istana Kekaisaran.
Permaisuri Shiena yang mencoba masuk ke dalam Cincin Ruangnya pun tidak bisa bahkan memanggil Kesatria Bayangan pun juga tidak bisa. Permaisuri Shirna yang juga mencoba menggunakan Liontin yang diberikan oleh Duke Carrole tetap tidak bisa mengeluarkannya dari dalam rumah itu.
Permaisuri Shiena pun terpaksa harus bertahan di rumah itu dengan kewaspadaan tinggi hingga Kaisar Franz berhasil menemukannya dan membawanya kembali ke Istana Kekaisaran.
Ketika malam menjelang, Permaisuri Shiena yang belum makan apapun pun diberikan makanan enak oleh Raja Philiph melalui pelayan yang dibawanya tapi Permaisuri Shiena bertahan untuk tidak menyentuh makanan itu hingga keesokan paginya.
Permaisuri Shiena yang tidak ingin makan karena takut Raja Philiph meracuninya lagi pun memilih untuk tetap tidak makan meski di ancam. Raja Philiph yang tidak ingin melihat Permaisuri Shiena semakin jatuh sakit jika tidak makan pun memerintahkan pelayan untuk mencicipi makanan itu agar Permaisuri Shiena percaya.
Setelah pelayan itu makan, Permaisuri Shiena yang memang sedang sangat lapar pun memakan makanannya dengan lahap setelah Raja Philiph dan pelayannya keluar dari kamar Permaisuri Shiena.
'Franz, cepatlah datang!' fikir Permaisuri Shiena.
Hari pun berlalu dengan cepat, Permaisuri Shiena yang telah 3 hari diculik pun mulai terbiasa tapi tetap merasa waspada dan tidak tidur dengan nyenyak karena takut jika Raja Philiph akan tiba-tiba membawanya pergi secara tiba-tiba lagi.
Raja Philiph telah mengetahui jika Permaisuri Shiena berhasil menggunakan Sihirnya maka semua rencananya akan hancur dan bisa jadi nyawanya akan melayang pada saat itu juga.
Oleh karena itu, Raja Philiph membutuhkan cara untuk membawa Permaisuri Shiena ikut dengannya ke Kerajaan Shafir tapi tidak membiarkannya bisa menggunakan sihir dan hal itu sangat sulit dilakukan karenanya Raja Philiph memerlukan kereta kuda yang bisa dipakai untuk menetralkan semua sihir.
Kereta kuda itu juga harus cepat agar tidak bisa dikejar oleh siapapun nantinya. Raja Philiph juga membutuhkan kereta kuda yang bisa menyamarkan identitasnya sehingg bisa pergi dari Kekaisaran Pearl dengan aman.
Raja Philiph sadar jika dirinya bertarung di Kekaisaran Pearl tanpa pasukan maka kemungkinannya untuk menang sangat lah tipis tapi jika Raja Philiph melakukan perang menggunakan Kesatria penuhnya maka dirinya pasti biaa menang dengan segala cara meskipun harus memberikan racun untuk musuh.
Sementara itu, Istana Kekaisaran yang telah mengetahui bahwa Permaisuri Shiena disembunyikan di dalam hutan pun bergerak dan fokus dalam pencarian di dalam hutan.
Kaisar Franz yang memiliki Kesatria Elit yang memiliki kemampuan Sihir Gelap pun menyebarkan Kesatria itu untuk menyelinap ke beberapa Hutan yang belum dijelajahi dan sampai pagi harinya Kaisar Franz mendapatkan informasi bahwa di sebuah Hutan ada sebuh rumah yang ditempati oleh Kesatria dengan lambang Kerajaan Shafir.
Kaisar Franz pun segera berdiri dan bergerak membawa Pasukan Kesatria Elit bersamanya untuk menyelinap ke Hutan menggunakan Sihir Gelap agar bisa segera sampai.
Kaisar Franz tidak mengajak Jenderal Istana dan Kesatria Istana karena mereka tidak memiliki kemampuan yang cukup untuk mengimbanginya sehingga akan menjadi beban jika dipaksa untuk dibawa hingga akhirnya Kaisar Franz memberikan tugas keamanan pada Tuan Eit tapi setelah mengetahui Tuan Eit telah menjadi sombong pun akhirnya berfikir ulang.
Kaisar Franz akhirnya memilih untuk menyerahkan keamanan Istana pada Jenderal Istana. Jenderal Istana pun bergerak cepat menerima tugas itu dan merasa sangat terhormat.
Kaisar Franz yang telah merasa semua telah selesai diurus pun dengan cepat menghilang bersamaan dengan puluhan Kesatria Elit di sampingnya. Berjam-jam di perjalanan.akhirny Kaisar Franz dan Kesatria Elit sampai di Hutan yang dimaksud.
Raja Philiph pun masuk dengan cara mengendap-endap dan berharap tidak ketahuan dan berhasil membawa Permaisuri Shiena pergi tanpa memancing keributan hingg bisa membawa Permaisuri Shien pergi dengan aman.
Namun, hal itu tidak akan terjadi karena Raja Philiph yang telah memasang alat sihir pemantauan pun mendeteksi adanya seseorang yang sedang menyelinap masuk ke dalam Hutan.
Raja Philiph yang curiga dengan identitas orang yang masuk ke dalam Hutan pun memerintahkan salah satu Kesatrianya untuk mencari tau dan dalam waktu setengah jam Kesatria itu datang mengetahui bahwa Kaisar Franz telah datang ke Hutan bersama Kesatrianya.
#**Bersambung#
Jangan Lupa Like, Komen dan Vote ya..
🥰😊😍😘
Terima kasih**