
Setelah pulang dari Pemakaman Kaisar, Duke Carrole dan Duchess Carrole yang telah berencana akan pergi bersama dalam perjalanan bisnisnya meminta Pelayan Rumah Tangga untuk menyiapkan semua keperluannya.
Duke Carrole yang sedang memulai bisnis baru harus datang ke sebuah tambang berlian yang telah dibelinya. Duke Carrole akan melakukan penambangan di tambang baru itu dan menjualnya pada Shiena yang memiliki Bisnis Perhiasan.
Duke Carrole yang hampir tertipu satu kali tak ingin mengalami hal sama dan juga Duke Carrole yang merasa akan mewariskan usahanya nanti kepada Shiena merasa tak masalah jika harus melakukan transaksi bisnis dengan putri sendiri meskipun tak banyak orang yang tau kenyataannya.
Duke Carrole dan Duchess Carrole berencana akan pergi keesokan paginya agar dapat segera pulang dan berkumpul lagi dengan Shiena.
Duke Carrole dan Duchess Carrole sebenarnya tak ingin meninggalkan Shiena tapi karena pekerjaan yang membuat mereka terpaksa melakukannya. Duke Carrole juga telah menyiapkan banyak barang sihir yang dapat Shiena gunakan untuk berkomunikasi dan melindungi dirinya.
Sementara, Shiena yang baru pulang ketika sore hari setelah pergi bersama Marquess Laurence segera kembali ke kamarnya untuk beristirahat.
'Hah, capek sekali! Aku ingin sekali bertemu Putra Mahkota Franz dan menghiburnya tapi sepertinya Putra Mahkota membutuhkan waktu sendiri sama sepertiku.' ucap Shiena dalam hati.
Ketika Shiena sedang berbaring di ranjangnya, Marry dan Ana datang membawakan air cuci muka dan segelas teh hangat untuk membantu Shiena merilekskan dirinya dan membantu membersihkan tubuhnya.
"Nona, kami datang membawakan air cuci muka dan segelas teh hangat." ucap Marry.
"Ah, terima kasih Marry, Ana." ucap shiena bangun.
Marry pun membantu Shiena mengganti pakaian dan membantu membersihkan wajahnya sementara Ana menuangkan teh memijat pundak Shiena yang terasa sangat kaku.
"Maafkan kelancangan saya, Nona. Apa boleh saya bertanya?" tanya Ana.
"Katakanlah." ucap Shiena sambil meminta Ana menghentikan pijatannya.
"Sebenarnya, Nona itu maunya dengan siapa?" tanya Ana bingung.
"Maksudnya?" tanya Shiena lebih bingung lagi.
'Aduh gimana ya? Aku bingung mengatakannya.' ucap Ana dalam hati.
"Katakan saja apa yang ingin kau katakan. Jangan takut." tanya Shiena sambil menyeruput tehnya.
"Nona dekat dengan Tuan Marquesa dan juga Tuan Muda Keluarga Duke Watson. Lalu, Nona juga mendapatkan perhatian dari Yang Mulia Putra Mahkota Franz. Hmmm...." ucap Ana terputus.
"Lalu apa yang ingin kau katakan Ana?" tanya Shiena tak mengerti.
"Begini Nona. Diluar telah tersebar gosip dari kalangan pelayan dan orang-orang jika Nona itu Pemain Wanita." ucap Ana gugup.
"...." Shiena diam.
'What? Pemain Wanita! Saya? Playgirl?' ucap Shiena dalam hati.
"Hmmm, banyak orang yang mengatakan Nona itu memiliki banyak hubungan dengan pria terutama. Ma-maafkan saya Nona. Saya sungguh minta maaf. Saya tak bermaksud apapun Nona." ucap Ana takut.
"Tenanglah saya tidak menyalahkanmu. Justru aku ingin memberimu tugas." ucap Shiena.
"Tugas?" tanya Ana bingung.
"Benar. Aku ingin kau mencari tau darimana asal gosip itu dan jika kau berhasil mendapatkannya kau akan mendapatkan sebuah hadiah." ucap Shiena.
"Baik, Nona." ucap Ana bersemangat.
Setelah selesai memberikan tugas kepada Ana, Shiena meminta Marry dan Ana meninggalkannya sendiri. Shiena yang tak menyangka jika ada orang yang sengaja menyebarkan gosip tentang dirinya dan sengaja ingin menjatuhkan nama baiknya.
'Siapapun yang berani melakukan ini padaku aku pasti akan membalasnya. Lihat saja nanti!' ucap Shiena dalam hati.
Shiena yang sangat lelah hari itu akhirnya tertidur lebih cepat dan terbangun ditengah malam. Shiena fikir Marry Ana mungkin telah istirahat tapi ternyata Marry dan Ana menunggunya diluar kamar sambil terduduk dengan memejamkan kedua matanya.
"Marry! Ana! Kenapa kalian ada disini?" tanya Shiena bingung.
"Ah Nona!" teriak Ana terkejut.
"Kami menunggu Nona. Kami khawatir Nona memerlukan bantuan kami atau Nona merasa lapar karena melewatkan jam makan malam." ucap Marry sopan.
"Benar, Nona. Jika Nona membutuhkan sesuatu kami ada disini dan akan dapat dengan cepat membantu, Nona." ucap Ana menambahkan.
'Jadi mereka mengkhawatirkanku dan menungguku sampai larut malam!' fikir Shiena.
"Apa Nona merasa lapar? Kami akan segera membawakan makan malam Nona ke kamar sekarang." tanya Marry.
"Ah, ya aku lapar." ucap Shiena bingung.
"Kalau begitu kami mohon permisi, Nona." ucap Ana.
Marry dan Ana pun kembali kedapur menyiapkan makan malam untuk Shiena. Shiena pun kembali masuk ke kamarnya.
Tak butuh waktu lama, Marry dan Ana sampai di kamae Shiena membawakan menu makan malam untuk Shiena yang sangat banyak sampai Shiena yang melihatnya berfikir bagaimana cara menghabiskannya sendiri.
Shiena pun memakan makanannya lalu meminta Marry dan Ana duduk bersamanya dan makan bersamanya.
"Kalian berdua belum makan kan? Jadi duduklah, kita makan bersama." ucap Shiena.
"Ti-tidak Nona. Kami tidak lapar." ucap Ana.
"Benar Nona. Nona makan saja." ucap Marry.
"Hah, apa kalian berdua tidak lihat? Makanan ini sangatlah banyak. Saya tidak akan bisa menghabiskannya jadi kalian berduduklah dan ikut makan bersamaku. Ini perintah!" ucap Shiena sedikit mengancam.
Ana dan Marry yang bingung saling berhadapan seolah sedang berbicara dengan telepati. Akhirnya setelah diam beberapa menit, Marry dan Ana pun duduk lalu makan bersama Shiena.
Setelah selesai makan, Shiena duduk di sofanya membaca laporan keuangannya yang ternyata sumber pendapatannya berkurang karena permintaan Kaisar. Lalu, Shiena membuka proposal pengajuan kerjasama dengan lambang Keluarga Carrole yang membuat Shiena.
"Ayah, memintaku melakukan kerjasama bisnis Perhiasan?" tanya Shiena bicara sendiri.
Shiena yang bingung maksudnya tetap membaca isi proposal itu yang isinya sangat profesional dan orang yang melihat tidak akan percaya jika ini adalah kerjasama yang dilakukan antara ayah dan anak.
Shiena yang telah mulai mengantuk kembali akhirnya tertidur di sofa dengan lembaran-lembaran kertas di sekitarnya.
Keesokan paginya, Marry dan Ana masuk ke kamar Shiena dan terkejut karena melihat Shiena yang ternyata tidak tidur di ranjangnya. Marry dan Ana pun membangunkan Shiena dengan hati-hati karena Duke Carrole dan Duchess Carrole meminta sarapan bersama pagi ini.
Shiena yang merasa ada yang mengganggunya akhirnya pun bangun. Shiena pun mulai bersiap-siap dibantu oleh Ana dan Marry membereskan lembaran kertaa laporan Shiena yang berserakan.
Shiena yang telah selesai bersiap-siap pun turun ke bawah menuju ruang makan untuk sarapan bersama. Shiena datang lalu memberikan sapaan selamat pagi dengan anggun dan cantik.
Kemudian, Shiena, Duke Carrole dan Duchess Carrole sarapan pagi bersama tanpa mengucapkan kata apapun. Setelah selesai, Duke Carrole menyampaikan jika rencana kepergiannya dipercepat menjadi pagi ini.
Shiena yang terkenut menjadi bingung. Lalu, Duke Carrole pun menjelaskan bahwa jika dirinya tak akan pergi lama karena akan pulang sebelum Acara Penobatan Kaisar yang baru. Mendengar perkataan Duke Carrole, Shiena menjadi lega.
Duke Carrole memberikan sebuah Cincin Sihir komunikasi yang memerlukan tetesan darah Shiena untuk mengidentifikasi pemilik serta hubungannya. Cincin Sihir itu dapat digunakan untuk berkomunikasi antara Duke Carrole dan Duchess Carrole yang memiliki hubungan darah dengan berbicara secara langsung atau berbicara dengan telepati.
Duke Carrole juga menyerahkan segel Keluarga Carrole kepada Shiena. Duchess Carrole juga memberikan kunci-kunci pribadi dan penting mengenai aset dan isi di Kediaman Carrole kepada Shiena.
Sheina yang mendapatkan itu semua menjadi bingung dan tiba-tiba merasakan firasat buruk. Shiena pun meminta Duke Carrole dan Duchess Carrole untuk menunda kepergiannya sehari saja tapi karena semu telah siap maka Duke Carrole dan Duchsss Carrole terpaksa menolak permintaan Shiena.
Setelah selesai sarapan dan menyimpan benda yang telah dititipkan Duke Carrole dan Duchess Carrole ke dalam Cincin Ruangnya tanpa terlihat siapapun.
Shiena pun mengantar kepergian Duke Carrole dan Duchess Carrole. Shiena yang merasa tak tenang mencoba menenangkan fikirannya lalh fokus ke hal lain.
#Bersambung#
Jangan Lupa Like, Komen dan Vote nya ya..
🥰😍😘😚 Terima Kasih