The Empress Of Mind Reader

The Empress Of Mind Reader
BAB 175. Pembalasan Dendam III


Kaisar yang marah memerintahkan Kesatria Elitnya untuk menangkap Putra Mahkota dan orang-orangnya. Semua orang yang akaj ditangkap memberontak tapi mereka tak bisa melakukan apapun karena kekuatan milik Kesatria Elit Kaisar lebih kuat.


Kaisar menangkap Putra Mahkota dan membuatnya berlutut di hadapannya. Kaisar yang marah memerintahkan Kesatria Elit membawa Putra Mahkota masuk ke dalam penjara tapi Putra Mahkota menolaknya.


"A-ayah, kau selamat. Syukurlah, aku senang sekali. Ayah semua ini hanya salah paham. Aku telah dihasut ayah." ucap Putra Mahkota membela diri.


"Dihasut? Jangan bercanda putraku. Kau bahkan tak pantas aku panggil putraku. Kau anak yang tidak tau diri yang bahkan berencana membunuh ayahnya sendiri karena kekuasaan." ucap Kaisar marah.


Putra Mahkota yang mendengar Kaisar tak mengakuinya dan bahkan menghinanya tertawa lantang yang membuat semua orang menjadi heran dan berfikir Putra Mahkota sudah gila.


"Akhirnya kau mengakuinya juga Tua Bangka! Sejak aku lahir, kau tidak pernah menganggapku Putramu! Kau hanya menganggap Putra dari Permaisurimu lah anak kandungmu. Bahkan setelah kematian Putra Mahkota terdahulu dan Permaisuri kau masih saja tidak menganggapku padahal aku satu-satunya Putramu. Sekarang aku ingin lihat, apa kau akan benar-benar menghukumku sementara aku lah keturunanmu satu-satunya." tanya Putra Mahkota sambil tertawa lantang.


Ucapan Putra Mahkota membuat semua rakyat bergaduh mengingat tragedi yang terjadi belasan tahun silam sementara Kaisar yang mendengar perkataan Putra Mahkota Brian hanya menggelengkan kepalanya.


"Kau bukanlah satu-satunya Putraku!" ucap Kaisar.


"...." Putra Mahkota Brian diam.


"Kemarilah!" panggil Kaisar kepada Laki-laki muda yang selalu berdiri dibelakangnya dari tadi.


Semua orang melihat laki-laki muda yang telah dipanggil Kaisar. Semua orang menebak-nebak identitas sebenarnya dari laki-laki itu.


"Dia lah Putraku. Putra Mahkota Franz yang dikira semua orang telah meninggal. Dia lah anak laki-laki yang coba dibunuh oleh ibumu!" ucap Kaisar.


Semua orang terkejut termasuk Petinggi-petinggi dari Kerajaan lain dan juga Bangsawan-bangsawan kecuali Penasehat Kekaisaran dan Shiena karena mereka sudah mengetahuinya duluan. Putra Mahkota bahkan langsung berdiri karena terkejut dengan kenyataan yang baru saja didengarnya.


"Bagaimana bisa? Bukankah kau sudah meninggal?" tanya Putra Mahkota Brian bingung.


"Apa kau benar-benar berharap aku meninggal adikku?" tanya Putra Mahkota Franz.


"A-aku..." ucap Putra Mahkota Brian terbata-bata.


"Aku masih hidup untuk membalas semua perbuatan ibumu dan juga dirimu. Aku kira dirimu tak seburuk ibumu tapi ternyata sama saja. Kau bahkan lebih hina daripada dirinya." ucap Putra Mahkota Franz menghina Putra Mahkota Brian.


"Diam kau!" teriak Putra Mahkota Brian.


Putra Mahkota Brian memang tidak bisa membenarkan perbuatan ibunya tapi juga tak bisa menghakiminya karena wanita itu adalah ibu kandungnya, wanita yang telah berjuang nyawa untuk melahirkannya. Sehingga Putra Mahkota Brian tak pernah rela jika ada orang yang menghina ibunya, Ratu Monica.


"Kenapa kau memintaku untuk diam? Bukankah itu kenyataan. Kau bahkan rela merencanakan pembunuhan ayah kandungmu demi sebuah Kekuasaan." ucap Putra Mahkota Franz.


"....." Putra Mahkota Brian diam.


"Apa kau tidak penasaran kenapa rencanamu gagal adikku?" tanya Putra Mahkota Franz sambil tersenyum jahat.


"....." Putra Mahkota Brian diam.


Putra Mahkota Brian pun terdiam mendengar pertanyaan Putra Mahkota Franz karena menurutnya semua hal telah berjalan sesuai rencana dan tak akan ada celah untuk mengagalkan rencananya.


"Apa kau ingat Tuan X?" tanya Putra Mahkota Franz sambil tersenyum.


"Apakah dia itu...?" tanya Putra Putra Mahkota Brian.


"Benar sekali adikku yang bodoh. Tuan X adalah aku. Pembunuh Bayaran yang kau sewa adalah Kakak tirimu yang telah ibumu coba bunuh." ucap Putra Mahkota Franz yang penuh penekanan.


Putra Mahkota Franz yang senang melihat wajah terkejut dari wajah Putra Mahkota Brian berjalan mendekatinya menyentuh dagu Putra Mahkota Brian.


"Apa kau tau kenapa semua ini bisa terjadi? Tentu saja ini hanyalah jebakan untuk menunjukkan kepada semua rakyat dan seluruh Bangsawan siapa dirimu sebenarnya. Kau dan ibumu sama hinanya!" ucap Putra Mahkota Franz yang marah.


Putra Mahkota Franz pun melepaskan tangannya daru dagu Putra Mahkota Brian dengan kasar. Putra Mahkota Brian yang marah ingin sekali memukul Putra Mahkota Franz tapi dicegah oleh Kesatria Elit. Kesatria Elit pun menjatuhkan tubuh Putra Mahkota kelantai dan mematahkan tangannya hingga Putra Mahkota Brian berteriak kesakitan.


Sementara itu, semua rakyat mengeluarkan semua cacian dan makian yang kasar kepada Putra Mahkota Brian dan bahkan melempar Putra Mahkota Brian dengan telur busuk dan tomat busuk yang tak tau darimana asalnya. [Telur busuk & Tomat busuknya disediakan Author di pojokan "GRATIS" 🤣].


Kaisar yang mendengar semuanya dari tadi hanya diam saja sekarang mulai berbicara.


"Saya, Kaisar Kekaisaran Pearl menurunkan status Putra Mahkota Brian Shura De Pearl menjadi Rakyat biasa dan menghilangkan Gelarnya sebagai Putra Mahkota Kekaisaran Pearl." ucap Kaisar.


Putra Mahkota Brian yang mendengar perkataan Kaisar seperti tersambar petir. Putra Mahkota Brian tak bisa membayangkan hidupnya menjadi Rakyat Jelata dan harus hidup di dalam penjara dan menerima hukuman seperti Ibunya, Ratu Monica.


"Lalu, Aku akan memulihkan status Putra Mahkota Franz Yanza Le Pearl sebagai Putra Mahkota di Kekaisaran Pearl dan sebagai Penerusku selanjutnya." ucap Kaisar.


Semua orang yang mendengar perkataan Kaisar menjadi sangat senang dan terus saja menyanjungkan nama "Hidup Putra Mahkota Franz" dan "Hidup Kaisar".


Shiena yang dari tadi hanya diam bersama Duke Carrole dan Duchess Carrole melihat semua kejadian dengan tenang.


Shiena yang telah berencana menunjukkan identitasnya yang sebenarnya menunda semua itu karena Shiena berfikir sekarang bukan lah waktu yang tepat dan Shiena yang melihat tatapan wajah orang-orang yang mengetahui identitasnya memberikan kode untuk tetap diam. Mereka semua pun menurut tanpa ada perlawanan.


Lalu, ketika Kaisar telah selesai dengan urusan keluarganya. Kaisar memanggil Duke Carrole keatas panggung dan mengucapkan terima kasih untuk semua kesetiaannya.


"Aku, Kaisar Kekaisaran Pearl menyatakan Pemulihan Status dan Nama Baik Keluarga Carrole karena mereka tidak lah bersalah." ucap Kaisar.


Kaisar pun mengembalikan semua harta, aset da wilayah yang dimiliki Keluarga Duke Carrole. Kaisar juga memberikan tambahan Wilayah di bawah kekuasaan Duke Carrole karena kesetiaannya.


Kaisar yang melihat wajah ketidakpuasan diwajah Shiena dan orang-orangnya membuat Kaisar berfikir akan mengabulkan satu permintaan Keluarga Carrole.


Shiena yang mendengar hal itu ingat dengan rencananya yang menginginkan Lencana Pembebasan sehingga Shiena melakukan telepati dengan Duke Carrole dengan meminta apa yang direncanakan Shiena.


Duke Carrole yang mengerti keinginan Shiena mengajukan permohonan bahwa permintaan itu akan disampaikan oleh Putrinya, Shiena Ve Carrole dan Kaisar pun menyetujuinya.


"Katakan Shiena, apa yang kau minta? Aku sebagai Kaisar akan memberikannya." ucap Kaisar penuh percaya diri.


"Terima kasih Yang Mulia untuk perhatiannya tapi jika boleh hamba hanya meminta Lencana Pembebas Emas untuk Keluarga hamba. Hamba hanya ingin Keluarga hamba tidak akan mengalami hal ini lagi." ucap Shiena.


"Tanpa kau minta pun, aku pasti akan menjamin Kesejahteraam Keluargamu." ucap Kaisar.


"Hamba tidak berani meragukan anda Yang Mulia. Hamba hanya berjaga-jaga untuk masa depan. Hanya ingin Keluarga hamba dan Orang-orang hamba bisa terbebas dari tuduhan apapun dan hukuman apapun termasuk hukuman MATI!" ucap Shiena dengan menekankan kata "Mati".


Shiena yang tidak bisa percaya pada siapapun karena kejadian masa lalunya. Tak ingin menghilangkan kesempatan untuk melindungi semua yang tak bisa dilindunginya dulu.


Semua Pelayan dan Kesatria yang mendengar permintaan Shiena merasa terharu karena Nona yang selama ini mereka fikir tidak peduli ternyata sangat mengkhawatirkan mereka. Hingga akhirnya semua pelayan dan kesatria berjanji pada diri mereka sendiri bahwa mereka akan selalu setia kepada Duke Carrole, Duchess Carrole dan Nona Shiena.


#Bersambung#


Jangan Lupa Tekan Like, Komen, Vote dan Favorite nya ya.. 😁


Baca Juga Novel Terbaru Author "Terpaksa Menikah Karena Wasiat" Terima Kasih 🥰😍❤😘