The Empress Of Mind Reader

The Empress Of Mind Reader
BAB 128. Akhir dan Awal


Kaisar yang marah menghukum Kesatria yang bertugas dengan menurunkan jabatannya dan memotong gaji mereka selama tiga bulan. Lalu, Nona Muda Bangsawan yang tak menampilkan bakat apapun tetap dihukum oleh Kaisar meski dengan hukuman ringan. Nona Muda Bangsawan sebenarnya ingin protes dan tidak terima dengan keputusan Kaisar tapi mereka semua masih ketakutan sehingga tak bisa mengatakan apapun. Semua Menteri yang hadir untuk melihat pertunjukan bakat mencoba membujuk Kaisar untuk menahan amarahnya dan mempertimbangkan lagi hukuman untuk Para Nona Muda Bangsawan tapi Kaisar sudah membulatkan keputusannya jadi tak ada yang bisa mengubah keputusannya.


Anastasya yang melihat banyak sekali Nona Muda Bangsawan yang menghinanya sebelumnya mendapatkan hukuman dari Kaisar menjadi sangat senang.


Setelah pemberian hukuman, Kaisar pun mengumumkan pemenang dari Pertunjukan Kompetisi Bakat. Anastasya sangat yakin bahwa dirinya pasti akan menang karena semua orang sangat menyukai penampilannya termasuk Kaisar sehingga Anastasya yang salah paham tentang nama pemenang pun berdiri dan bertingkah seolah dirinya lah pemenangnya tapi ternyata pemenang dari Kompetisi Bakat adalah Shiena.


Anastasya yang telah terlanjur berdiri dari tempat duduknya menjadi malu dan buru-buru duduk kembali berharap tak ada yang melihatnya tapi ternyata telah ada beberapa Nona Muda yang memperhatikannya dan menghinanya secara tak langsung. Anastasya yang marah mencoba menahan emosinya karena sedang berada di depan Kaisar sehingga Anastasya hanya bisa mengepalkan tangannya.


Kaisar memberikan Shiena hadiah satu buah gaun yang sangat cantik dan juga indah. Gaun itu terbuat dari kain berkualitas sangat tinggi yang hanya dipakai oleh Keluarga Kekaisaran. Tak hanya itu, Kaisar memberikan sepasang sepatu indah dengan warna yang sama dengan gaunnya dan sepasang depatu itu dihiasi dengan mutiara di sekilingnya dan Kaisar juga memberikan hiasan kepala serta kalung terbuat dari berlian yang sangat mahal.


Kaisar tak hanya mengumumkan satu orang pemenang tapi dua orang pemenang. Pemenang kedua adalah Anastasya karena telah mempertunjukkan penampilan yang indah. Anastasya yang awalnya sangat marah menjadi senang kembali dan langsung berdiri menghadap Kaisar dan bersiap menerima hadiahnya.


Kaisar memberikan Anastasya sebuah kalung yang indah dengan liontin berwarna merah. Anastasya pun menerima hadiah itu dan mengucapkan terima kasih lalu kembali ke tempat duduknya.


Anastasya yang telah berfikir bahwa dia akan mendapatkan hadiah yang sama dengan Shiena menjadi kecewa dan kesal. Anastasya tak terima jika Shiena memiliki hadiah itu sehingga Anastasya memerintahkan Amy melakukan sesuatu pada hadiah Shiena.


Shiena yang duduk bersebrangan dengan Anastasya tak henti-hentinya mengawasi gerak-gerik Anastasya. Shiena diam-diam mencoba membaca fikiran Anastasya.


'Kau lihat saja. Akan aku hancurkan hadiahmu itu. Tak boleh ada wanita yang lebih baik dariku.' fikir Anastasya.


'Apa maksudnya? Apa dia berencana menghancurkan hadiah yang diberikan Kaisar padaku. Aku yakin hancurnya alat musik dan gaun Nona-nona muda ada hubungannya dengannya.


Shiena yang khawatir akan tindakan Anastasya pun keluar sebentar bersama Marry. Shiena pergi ke tempat yang cukup sepi lalu meminta Marry membawakan hadiah Kaisar. Beberapa menit kemudian, Marry pun datang membawa hadiah itu dan Shiena memerintahkannya untuk meninggalkannya sendiri. Marry pun menuruti.


Shiena pergi ke dimensi lain di dalam cincin ruang lalu mengganti isi hadiah Kaisar dengan pakaian yang telah hancur karena berlatih sihir selama di dalam cincin ruang. Setelah selesai Shiena pun kembali tempat asalnya dan memanggil Marry kemudian memerintahkannya menyimpan kembali hadiah tersebut.


Shiena pun kembali ke dalam tenda namun tiba-tiba banyak sekali Nona Muda Bangasawan yang datang padanya dan mengucapkan selamat serta memuji bakat Shiena yang luar biasa tak hanya cantik dan pintar tapi juga sangat pandai menari.


Semua Bangsawan memuji Shiena dan mencoba memgambil hatinya tapi Shiena yang memiliki kemampuan membaca fikiran orang lain mengetahui maksud tertentu dari mereka sehingga membalas pujian mereka semua dengan senyum ramah dan ucapan terima kasih.


Anastasya yang melihat itu menjadi sangat kesal dan iri karena Nona Muda Bangsawan itu juga membandingkan tarian miliknya dan juga Shiena dan mengatakan bahwa tarian Shiena lebih bagus daripada miliknya.


Sehingga setelah acara selesai Anastasya langsung kembali ke tenda yang telah disiapkan untuknya. Anastasya fikir kembali ke tenda dapat membuatnya menjadi lebih baik ternyata hal itu kebalikannya. Shiena yang berharap memiliki tenda yang besar serta mewah dan megah ternyata hanya memiliki tenda yang biasa saja dengan satu orang pelayan tambahan.


Anastasya yang kesal memerintahkan semuanya keluar dari tenda dan Anastasya melampiaskan kekesalannya dengan memukul bantal dan meredakan sedikit suaranya karena tak ingin ada orang lain yang tau akan tindakannya.


Tak lama kemudian Amy datang dengan tergesa-gesa. Anastasya yang masih marah mengusir Amy keluar tapi Amy menolak dan membuat Anastasya semakin marah namun tiba-tiba ada seorang laki-laki muda yang datang dan masuk kedalam tenda tanpa izin.


"Maafkan kelancanganku Lady! Tapi aku sangat ingin bertemu dengan wanita yang sangat cantik yang telah menampilkan tarian yang begitu indah." puji Laki-laki itu.


Anastasya yang tak tau siapa yang datang mencoba meredakan amarahnya karena melihat pakaian serta tindakannya yang berkelas.


Amy yang memahami situasinya menjelaskan kepada Anastasya bahwa Tuan Duke Simons ingin bertemu. Duke Simons, Valls Quain Simons adalah Putra Tunggal Duke Simons terdahulu yang meninggal karena kecelakaan bersama selingkuhannya. Sementara ibunya Duchess Simons meninggal tak lama kemudian karena sakit.


Valls Quain Simons yang merupakan pewaris tunggal menggantikan posisi sang ayah sebagai Duke Simons di usia muda. Duke simons berasal dari partai oposisi tapi tetap menjadi salah satu pilar Kekaisaran. Duke Simons menyukai Anastasya saat pertama kali melihatnya menari.


"Tuan Duke!" ucap Anastasya memberi hormat.


"Maafkan aku yang datang dengan tidak sopan." ucap Duke Simons.


Duke Simons pun masuk ke dalam tenda dan duduk di kursi tamu yang telah tersedia.


"Amy, siapkan teh!" perintah Anastasya.


"Baik nona." ucap Amy sopan.


Lalu Amy pun keluar untuk menyiapkan teh sehingga tinggal Anastasya dan Duke Simons di dalam tenda. Duke Watson mengeluarkan sebuah kotak dari dalam mantel tebalnya yang mahal dan memberikannya kepada Anastasya.


"Tolong terimalah hadiah kecil dariku!" ucap Duke Simons.


"A-apa ini Tuan?" tanya Anastasya bingung.


"Aku sangat menyukai tarianmu. Aku ingin kau menerimanya." ucap Duke Simons.


Anastasya bingung antara mau mengambil atau menolak hadiah itu tapi setelah Duke Simons membukanya Anastasya langsung memutuskan semuanya.


"I-ini!" jawab Anastasya terkejut.


"Aku tak tau bagaimana seleremu Lady Anastasya tapi aku harap anda mau menerimanya." ucap Duke Simons dengan senyum cerah.


"Te-terima kasih Tuan Duke." ucap Anastasya.


Tak lama kemudian Amy datang dan menyeduhkan tehnya. Amy melihat hadiah yang diberikan Duke Simons dan tersenyum senang lalu keluar kembali.


"Tolong Lady Anastasya jangan panggil saya Duke Simons. Panggil saja saya Val." ucap Duke Simons.


"Baiklah. Namun saya harap Val juga tolong panggil saya dengan Tasya saja." ucap Anastasya.


"Tentu saja." ucap Duke Simons.


Anastasya dan Duke Simons berbincang lama hingga lupa waktu dan akhirnya Duke Simons kembali ke tendanya. Amy pun masuk kembali ke dalam tenda.


"Nona Nona! Apakah Tuan Duke memberikan anda hadiah itu?" tanya Amy penasaran.


"Iya. Bagaimana pendapatmu?" tanya Anastasya bersemangat.


"I-ini sangat indah Nona tapi jika Nona menerima hadiah dari Duke Simons bagaimana dengan Yang Mulia Putra Mahkota, Nona?" tanya Amy takut.


"Jangan khawatir. Jika Putra Mahkota mampu memperlakukanku dengan baik besok di Acara Perburuan Naimar, aku akan bersamanya tapi jika dia masih mengabaikanku lebih baik aku bersama Duke Simons. Tak masalah jika harus menjadi Duchess di masa depan jika tak bisa menjadi Permaisuri atau Ratu." ucap Anastasya.


"Anda benar Nona." ucap Amy.


#Bersambung#


Jangan Lupa Tekan Like, Komen, Vote dan Favorite nya ya.. 😁


Terima kasih.. 🥰😍❤😘