The Empress Of Mind Reader

The Empress Of Mind Reader
Bab 279. Lamaran


Anastasya, Nyonya Bangsawan, Nona Bangsawan dan Pelayan di Kediaman Bangsawan yang telah dibawa keluar dari Penjara Kekaisaran segera dibawa ke Jalanan Ibukota oleh Kesatria Istana dan Kesatria Elit. Lalu, Jenderal Istana mengumumkan perintah Kaisar Franz bahwa semuanya akan dihukum membersihkan Jalanan Ibukota dan selokan yang penuh dengan kotoran dan sampah.


Anastasya dan Bangsawan lain yang tak pernah melakukan hal yang memalukan selama ini menolak dengan keras tapi ketika mereka menolak tiba-tiba tubuh mereka terasa sangat sakit lalu Jenderal Istana segera memberitaukan bahwa bagi siapa saja yang menolak akan dihukum dengan Sihir.


Akhirnya, tanpa ada pilihan lain, Anastasya dan yang lain melakukan pekerjaan itu dengan berat hati. Rakyata yang melihat tontonan gratis pun ikut mengejek dan menghina Para Pemberontak dengan kata-kata yang kasar.


Sehingga banyak Nona Bangsawan Muda yang menangis karena tak tahan dengan siksaan fisik dan batin yang mereka alami dan begitu pula dengan Anastasya yang merasa geram dengan perkataan rakyat itu tentang dirinya.


Kaisar Franz juga memerintahkan Duke Simons, Pengikutnya dan Kesatria yang masih hidup untuk membersihkan Aula yang digunakan selama Acara Pengangkatan Status Bangsawan dan Acara Kedewasaan Kaisar. Tak hanya itu, mereka juga diperintahkan untuk mencuci piring dan pakaian yang kotor setelah Acara.


Kaisar Franz yang tak ingin ada seorang pun Penghianat dapat kabur atau melarikan diri. Kaisar Franz ternyata telah membuat Segel Sihir Gelap Level Surgawi bersama seluruh Kesatria Elit. Kaisar Franz membuat Segel kutukan kepada siapa saja yang melangar akan langsung mati di tempat.


Kaisar Franz juga memerintahkan Kesatria Istana dan Pelayan Istana untuk mengawasi hasil pekerjaan Para Pemberontak karena Kaisar Franz memberikan Hukuman Pembersihan ini selama dua hari sebelum Hukuman yang sebenarnya dilaksanakan.


Kaisar Franz sengaja membuat hukuman ini karena Kaisar Franz tau bahwa dirinya tidak bisa memberikan hukuman sesuai keinginannya karena Shiena sendiri yang ingin memutuskannya.


Shiena yang tertidur karena kelelahan tak lupa memberikan izin kepada Marry dan Ana untuk libur bekerja. Marry dan Ana yang awalnya ragu pun akhirnya memilih untuk menuruti perkataan Shiena. Marry dan Ana pun pergi menemui pasangan masing-masing dan tak disangka ternyata Marry dan Ana dilamar oleh pasangannya di hari yang sama. Marry dan Ana sangat senang dan tak menyangka akan secepat ini.


Marry dan Ana dengan senang hati menerima lamaran dari Viscount Fromboo dan Baron Grogolia tapi Marry dan Ana yang merupakan Pelayan Pribadi Shiena tak bisa memutuskannya denganย  mudah. Viscount Fromboo dan Baron Grogolia pun setuju dan berjanji untuk bersedia menunggu.


Setelah pergi bersama pasangan masing-masing, Marry dan Ana memutuskan untuk bertemu di suatu tempat agar dapat kembali ke Kediaman Carrole bersama. Namun tak disangka Marry dan Ana melihat banyak orang berkumpul di pinggir jalan karena sangat penasaran Marry dan Ana pun mencari tau.


Marry dan Ana yang mengenali salah seorang yang sedang membersihkan selokan pun tertawa terbahak-bahak hingga mengundang banyak orang yang melihat ke sumber suara. Ana yang sangat senang melihat Anastasya melakukan pekerjaan rendahan seperti itu tak menyia-nyiakan kesempatan itu. Ana dengan tenangnya ikut menghina dan mengejek Anastasya hingga Anastasya menjadi marah.


Anastasya pun melepaskan pekerjaannya dan mencoba mencoba mendekati Marry dan Ana dan berusaha untuk memberi mereka pelajaran tapi dihalangi oleh Kesatria Istana dan Kesatria Elit. Marry dan Ana yang melihat Anastasya tak bisa melakukan apapun pada mereka semakin bersemangat untuk menjahili Anastasya. Anastasya yang tidak bisa menahan diri akhirnya menyerang Ana.


Ketika jarak mereka hanya tinggal beberapa cm lagi, Anastasya tiba-tiba terjatuh ke tanah. Anastasya merasakan seluruh tubuhnya sakit dan tak bisa digerakkan. Anastasya pun sadar jika saat ini dirinya sedang dihukum oleh Murid Menara Sihir karena melanggar aturan akhirnya Anastasya pun meminta ampun dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi. Setelah mengatakan itu, Anastasya tak merasakan sakit lagi. Anastasya kemudian kembali ke tempatnya dan mengerjakan apa yang diperintahkan dengan perasaan kesal dan marah karena tak bisa membalas dua pelayan Shiena.


Setelah puas mengerjai Anastasya, Marry dan Ana kembali ke Kediaman Carrole. Marry dan Ana yang ingin segera memberi tau Shiena tapi karena Shiena tak bangun hingga malam tiba akhirnya Marry dan Ana memutuskan untuk memberi tau Shiena keesokan paginya.


Keesokan paginya, Shiena yang telah tidur lama merasa sangat segar. Shiena kemudian memerintahkan Marry dan Ana membantunya bersiap-siap karena pagi ini dirinya akan sarapan bersama Duke Carrole dan Duchess Carrole Setelah selesai bersiap-siap, Shiena pun pergi ke ruang makan.


Di ruang makan, Shiena makan dengan lahapnya karena merasa sangat lapar setelah tidak makan semalaman. Shiena yang tak tau apapun akhirnya mengetahui bahwa Nyonya Maria sedang sakit dan bahkan tak bisa bangun dari tempat tidurnya dari Duchess Carrole. Duchess Carrole yang berencana ingin pergi menemui Nyonya Maria pun mengajak Shiena.


Shiena yang penasaran akan kondisi Nyonya Maria pun setuju untuk ikut. Shiena yang telah selesai sarapan pun kembali ke kamarnya. Shiena yang melihat tumpukan kado yang ada di sudut kamarnya akhirnya memutuskan untuk membuka kado itu terlebih dahulu sebelum pergi ke Kediaman Laurence.


Shiena meminta Marry dan Ana membuka dan mencatat isi kado yang diberikan Bangsawan padanya. Marry dan Ana yang membuka kado itu tak dapat mengentikan keterkejutannya karena semua kado yang diberikan kepada barang-barang yang memiliki kualitas tinggi bahkan memiliki harga yang sangat mahal sehingga membuat Marry dan Ana berhati-hati dalam membuka setiap kado yang ada.


Setelah selesai, Marry dan Ana menyerahkan catatan itu kepada Shiena dan menyimpan semua barang-barang itu ke tempat yang aman. Lalu, Marry dan Ana menyiapkan teh dan kue manis di balkon kamar karena Shiena ingin duduk bersantai sambil menunggu waktu dirinya pergi bersama Duchess Carrole ke Kediaman Duke Laurence.


Marry dan Ana yang melihat Shiena sedang santai mencoba mendekati Shiena dan memberitaukan kabar gembira tentang lamaran Baron Grogolia dan Viscount Fromboo kepadanya.


"Ada apa Marry?" tanya Shiena sambil menyeruput tehnya.


"Ada yang ingin kami katakan, Nona." ucap Ana.


"Katakan saja." ucap Shiena lembut.


Marry dan Ana yang tak tau bagaimana cara memuali obrolan akhirnya saling bertukar pandang. Setelah cukup lama, Marry dan Ana memutuskan untuk memberitaukan masalah itu bersama.


"Saya dan Marry dilamar kemarin, Nona." ucap Ana.


"Benarkah itu?" tanya Shiena terkejut.


"Ya, Nona. Saya telah dilamar oleh Baron Grogolia." ucap Ana malu-malu.


"Dan saya dilamar oleh Viscount Fromboo." ucap Marry memerah.


"Syukurlah. Aku ikut senang mendengarnya." ucap Shiena.


"Terima kasih, Nona." ucap Marry dan Ana bersamaan.


"Jangan khawatir Keluarga Carrole akan datang nanti." ucap Shiena.


"Benarkah itu, Nona? Terima kasih. Terima kasih Nona." ucap Marry dan Ana bersemangat.


Shiena yang ingin memberikan hadiah atas lamaran Marry dan Ana akhirnya memerintahkan Marry untuk mengambil kotak perhiasan yang berada di lemarinya dan kemudian membuka kotak perhiasan.


Shiena memberika sepasang anting dengan bantulan batu permata berwarna biru tua dengan design yang mewah dan cantik. Lalu, Shiena juga memberikan kalung dengan bantulan batu ruby yang berwarna merah hati yang sangat cantik.


Marry dan Ana sangat senang mendapatkan hadiah dari Shiena. Mereka tak menyangka jika Shiena akan memberikan mereka sesuatu karena keinginan Shiena yang akan datang di Pesta Pernikahan mereka nanti adalah sesuatu yang sangat menggembirakan.


#Bersambung#


Jangan Lupa Like, Komen dan Vote ya..


๐Ÿฅฐ๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜๐Ÿ˜˜


Terima kasih