
Duke Simons yang sedang bekerja karena mendapatkan masalah dari Bisnis baru yang sedang berkembang pesat karena ternyata bisnis milik baru milik Shiena yang bergerak di bidang Perhiasan membuat omset Toko Perhiasan milik Duke Simons menurun.
Bangsawan Atas, Menengah, Bawah hingga rakyat jelata sangat menyukai desain perhiasan yang diproduksi oleh Toko Perhiasan milik Shiena dan perlahan tak menginginkan desain Perhiasan di Toko milik Duke Simons.
Duke Simons telah sering kali mengirim surat dan menemui Baron Fromboo bahkan berperilaku baik kepada Baron Fromboo hanya untuk bisa bertemu dengan Gadis Penyelamat yaitu Shiena tapi tak pernah berhasil.
Baron Fromboo yang meskipun ditekan oleh Duke Simons tak berani melanggar perintah Anastasya sehingga Baron Fromboo selalu menolak mempertemukannya dan lagi di dalam surat terakhir Shiena menyatakan untuk menolak kerjasama dengan Duke Simons.
Shiena sengaja melakukan itu semua untuk menghancurkan salah satu sumber keuangan dari Duke Simons dan bahkan Shiena berencana mengincar semua Bisnis milik Duke Simons dan membuatnya Bangkrut.
Shiena tak ingin Duke Simons bebas dan tak mendapatkan balasan apapun atas perbuatannya yang telah mencoba menjebak Duke Carrole dalam Bisnis Investasi palsu bahkan di kehidupan yang lalu karena rencana Duke Simons, Keluarga Duke Carrole menjadi jatuh miskin dan sangat mudah dihancurkan oleh Anastasya.
Sekarang Anastasya yang memiliki banyak harta dan dukungan mencoba membalas perbuatan orang-orang yang telah mengincar Keluarganya di Kehidupan yang lalu satu per satu dengan cara yang berkali-kali lipat lebih kejam.
Duke Simons yang kesal pun membanting gelas yang sedang di pegangnya dan tak hanya itu ketika sedang emosi Kepala Pelayan di Rumah Anastasya datang memberikan informasi yang membuat Duke Simons menjadi menghitam.
"Maafkan saya Tuan mengganggu anda. Tapi saya harus melaporkan ini sesuai perintah anda." ucap Kepala Pelayan Rumah
"Katakanlah!" perintah Duke Simons.
"Nona Anastasya, Tuan." ucap Kepala Pelayan Rumah.
"Ada dengannya? Apa dia jatuh sakit lagi?" tanya Duke Simons cemas.
"Tidak Tuan. Nona Anastasya pergi ke Penjara Kekaisaran bersama Amy, Pelayan pribadinya." ucap Kepala Pelayan Rumah.
"Apa?" teriak Duke Simons.
Plakkk
(Suara meja digrebak)
Duke Simons yang marah pun menggrebak meja kerjanya dengan keras hingga terdengar menyeramkan.
"Kapan dia pergi?" tanya Duke Simons.
"Pagi ini, Tuan." ucap Kepala Pelayan Rumah.
"Apa dia telah kembali sekarang?" tanya Duke Simons.
"Ya, Tuan." ucap Kepala Pelayan.
Duke Simons yang marah tak bisa mengontrol emosinya dan meminta Kepala Pelayan Rumah kembali ke tugasnya. Duke Simons pun memanggil Kepala Pelayan Rumah Tangga Keluarga Duke Simons.
"Saya menghadap, Tuan." ucap Kepala Pelayan Rumah Tangga.
"Siapkan kereta kuda! Aku ingin menemui, tasya." ucap Duek simons.
"Baik, Tuan." ucap Kepala Pelayan Rumah Tangga.
Duke Simons pun pergi ke Rumah Anastasya dengan menggunakan kereta kuda mewah dengan lambang Duke Simons. Semua yang melihat menjadi sangat penasaran dan mulai bergosip.
Anastasya yang telah bersiap-siap dan sedang bersantai mendapatkan kabar dari Amy bahwa Duke Simons telah datang bergegas menemui Duke Simons dengan senyum cantiknya.
Duke Simons yang ingin marah ketika melihat Anastada tiba-tiba teringat pesan dokter untuk tidak marah atau pun mengubah emosi Anastasya secara mendadak karen dapat membuat bayinya menjadi bermasalah.
"Val, kau databg. Aku tak menyangka kau akan kemari. Ayo ikut denganku." ucap Anastasya lembut.
Anastasya yang sedang dalam mood yang bagus karena telah berhasil mengatasi Mantan Putra Mahkota Brian menyambut Duke Simons dengan senyum terbaiknya.
Anastasya mengajak Duke Simons di taman belakang kesukaannya sambil menikmati bunga yang indah.
Duke Simons yang ingin bertanya pun mencari-cari kesempatan dengan baik.
"Bagaimana keadaanmu, tasya?" tanya Duke Simons.
"Aku? Aku sangat baik sekarang. Anak kita juga sangat sehat sekali." ucap Anastasya bersemangat.
"Syukurlah. Aku ingin bertanya padamu." ucap Duke Simons.
"Katakan saja." ucap Anastasya.
"Apa kau pergi ke Penjara Kekaisaran?" tanya Duke Simons.
'Bagaimana dia tau jika aku pergi ke penjara? Apa di antara pelayan ada yang melaporkannya?' fikir Anastasya.
"Iya, aku datang menemuinya." ucap Anastasya.
Anastasya pun meminta Amy dan pelayan yang lain meninggalkan Anastasya dan Duke Simons berdua.
Anastasya pun menceritakan kepada Duke Simons bahwa diriny mendapatkan surat dari Mantan Putra Mahkota Brian yang mengancam akan menyeretnya masuk ke dalam penjara.
Duke Simons yang mendengar perkataan itu menjdi kesal. Duke Simons jadi ingin sekali menghancurkan Mantan Putra Mahkota Brian.
Anastasya yang mengetahui niat Duke Simons pun ingin mencegahnya karena tak ingin sesuatu yang telah berjalan lancar menjadi kusut lagi.
"Val, jangan khawatir. Mantan Putra Mahkota Brian tak akan melakukan hal itu padaku karena aku telah membungkam mulutnya." ucap Anastasya santai.
"Bagaimana bisa?" tanya Duke Simons bingung.
"Apa kau ingat jika aku pernah berbohong kepada Mantan Putra Mahkota Brian bahwa bayi yang sedang aku kandung adalah anaknya? Tentu saja aku menggunakan anak ini sebagai kelemahannya padahal kenyataannya anak ini bukan miliknya." ucap Anastasya.
'Ah, aku mengerti sekarang!' fikir Duke Simons.
"Baiklah." ucap Duke Simons menyerah.
'Syukurlah Val telah menyerah dan tak akan melakukan apapun jika iya maka akan sangat gawat nantinya.' ucap Anastasya dalam hati.
Anastasya pun duduk bersantai di kursi panjang sambil bersandar di dada Duke Simons sambil melihat pemandangan indah.
'Semua pria itu sama saja. Dasar pria bodoh! Mudah sekali aku bohongi.' ucap Anastasya dalam hati.
Tak lama kemudian setelah bercerita dan menghayal masa depan. Duke Simons kembali ke Kediamannya karena banyak sekali masalah yang harus diatasinya segera.
Anastasya yang telah mengantar kepergian Duke Simons pun kembali ke kamarnya dan berbaring lalu istirahat.
'Hmmm, Duke Simons adalah pria yang tampan, dia juga sangat mencintaiku tapi apa gunanya cinta jika bukan seorang Putra Mahkota atau Kaisar. Aku harus menjadi Permaisuri, Wanita nomor satu di kekaisaran Pearl.' ucap Anastasya dalam hati.
Anastasya yang tak bisa memejamkan matanya pun bangun dari ranjang dan keluar ke balkon dan duduk disana sambil melihat keluar.
'Aku sudah bisa menaklukan Mantan Putra Mahkota Brian dan juga Duke Simons. Aku juga pasti bisa menaklukan Putra Mahkota Franz. Ya itu benar! Aku pasti bisa membuat Putra Mahkota Franz berada dibawah kendaliku.' ucap Anastasya.
'Tak akan ada seorang pun yang bisa menolak kecantikan wajah, keseksian dan keindahan tubuhku. Aku yakin Putra Mahkota Franz akan jadi milikku dan Shiena, kau harus hancur!' ucap Anastasya dalam hati.
#Bersambung#
Jangan Lupa Tekan Like, Komen, Vote dan Favorite nya ya.. 😁
Baca Juga Novel Terbaru Author "Terpaksa Menikah Karena Wasiat" Terima Kasih 🥰😍❤😘