
Permaisuri Shiena yang berada sendiri di dalam kamarnya tidak bisa tidur ataupun beristirahat meskipun tubuhnya merasa sangat lelah. Permaisuri Shiena masih memikirkan percakapan antara dirinya dan Permaisuri Yerome. Permaisuri Shiena juga tau bahwa semua yang dikatakan oleh Permaisuri Yerome karena Raja Philiph memang memiliki niat yang buruk padanya.
Permaisuri Shiena yang membutuhkan bantuan untuk dapat beristirahat pun memanggil Marry dan Ana masuk. Permaisuri Shiena meminta Ana untuk menyiapkan teh camomile untuknya dan meminta Marry memijat kepalanya agar menjadi rileks.
Setelah meminum teh itu dan dipijat kepala dan tangannya, Permaisuri Shiena akhirnya dapat tertidur dengan pulas. Marry dan Ana pun meninggalkan Permaisuri Shiena sendiri di kamar agar dapat beristirahat dengan tenang.
Keesokan harinya, di dalam kamar Raja Philiph benar-benar selalu membayangkan wajah cantik Permaisuri Shiena ada disampingnya. Raja Philiph yang tidak bisa menahan dirinya lagi pun memanggil ajudannya untuk mengirimkan undangan kepada Permaisuri Shiena untuk dapat bertemu berdua saja.
Ajudan yang hanya bisa menolak pun melakukan tugasnya meskipun tidak tau kenapa jika hal ini semakin di teruskan maka Raja Philiph akan segera mendapatkan karmanya tapi Ajudan itu tidak berani mengatakan apapun karena masih sayang akan nyawanya dan keluarganya.
Ajudan yang telah menyampaikan pesan itu pada Permaisuri Shiena pun ditolak secara langsung tanpa ada penjelasan apapun yang membuat Raja Philiph menjadi marah setelah mendengar jawaban dari ajudannya. Raja Philiph pun menulis surat yang isinya adalah ancaman kepada Permaisuri Shiena dan tak hanya itu Raja Philiph juga memberitaukan bahwa dirinya memiliki pasukan yang sangat kuat untuk menghancurkan Kekaisaran Pearl.
Permaisuri Shiena yang membaca surat itu pun hanya tertawa terbahak-bahak. Permaisuri Shiena pun pergi ke ruang kerja dimana Kaisar Franz berada. Permaisuri Shiena pun menceritakan semuanya dan bahkan menjelaskan isi dari surat yang dikirim oleh Raja Philiph.
Kaisar Franz yang merasa telah ada orang asing yang mencoba mengambil miliknya secara paksa menjadi sangat marah dan berniat menyerang Kerajaan Shafir dan menunjukka kekuatan yang dimiliki oleh Kekaisaran Pearl yang tidak kalah hebat dari Kerajaan Shafir atau Kerajaan lainnya.
Permaisuri Shiena yang mendengarnya menjadi khawatir dan mencoba membujuk Kaisar Franz agar tidak terpancing emosi. Permaisuri Shiena mengatakan jika tujuannya menceritakan semua ini adalah untuk membuat Kaisar Franz percaya bahwa dirinya tidak akan berpaling pada pria manapun da juga Permaisuri Shiena yakin jika Kekaisaran Pearl pasti akan bisa menang dengan mudah.
Kaisar Franz yang mendengar bujukan Permaisuri Shiena tetap memutuskan untuk memulai perang dengan Kerajaan Shafir tapi setelah Permaisuri Shiena mengatakan tentang tanggungjawabnya terhadap Rakyat Kekaisaran Pearl, Kaisar Franz pun terdiam dan menjadi tenang.
Permaisuri Shiena pun meminta izin kepada Kaisar Franz untuk bertemu dengan Raja Philiph untuk mencari tau apa tujuannya sebenarnya. Kaisar Franz yang menolak tetap tidak bisa menghentikan Permaisuri Shiena jika telah memutuskan sesuatu hingga Kaisar Franz pun memutuskan untuk memberi izin asal Permaisuri Shiena bersedia dilindungi setengah dari Kesatria Elit secara sembunyi-sembunyi.
Permaisuri Shiena pun mengangguk setuju dan pergi dari ruang kerja Kaisar Franz dan kembali ke Istana. Permaisuri Shiena meminta Marry dan Ana mengganti pakaiannya karena dirinya akan bertemu dengan Raja Philiph.
Raja Philiph yang tau jika akirnya Permaisuri Shiena bersedia bertemu dengannya pun menyiapkan satu buket bunga yang sangat indah dan berwarna-warni. Raja Philiph juga segera perintahkan ajudannya untuk mendapatkan hadiah yang mewah dan mahal untuk diberika Permaisuri Shiena.
Setelah semuanya telah berada di tangan, Raja Philipj pin segera menemui Permaisuri Shiena. Raja Philiph yang memang telah jatuh cinta pada Permaisuri Shiena menjadi sangat terkejut ketika meilihat Permaisuri Shiena lebih lama dan langsung.
"Cantik sekali!" guma Rja Shafir.
'Dasar mesum!' fikir Permaisuri Shiena.
Raja Philiph pun mulai merayu Permaisuri Shiena dengan memberikannya satu buket bunga yang sangat cantik, indah dan harum. Lalu, Raja Philiph juga mengeluarkan satu kotak perhiasan yang sangar berkilau dan mahal untuk diberikan kepada Permaisuri Shiena.
Permaisuri Shiena yang melihat hadiah-hadiah itu bukannya senang malah menjadi jijik. Permaisuri Shiena pun menolak semua hadiah itu dengan tegas sehingga membuat Raja Philiph menjadi marah dan merah padam di wajahnya.
Raja Philiph pun melempar hadiah-hadiah itu ke arah Permaisuri Shiena. Permaisuri Shiena yang telah tau apa yang akan dilakukan Raja Philiph selanjutnya telah memberi isyarat kepada semua Kesatria Elit untuk tidak perlu ikut membantunya jika tidak diminta.
Raja Philiph mengancam Permaisuri Shiena jika dirinya akan membunuh Kaisar Franz dan seluruh Keluarga Permaisuri Shiena dan tidak akan membiarkan satu pun hidup. Tak hanya itu, Raja Philiph juga mengancam akan menghancurkan Kekaisaran Pearl menjadi rata dengan tanah.
Mendengar ancaman itu, Permaisuri Shiena menjadi sangat marah lalu menampar Raja Philiph dengan tangannya sendiri.
"Kau hanyalah tamu di Kekaisaran ini tapi sikapmu sungguh tidak sopan dan arogan! Apa kau fikir Kekaisaranku ini sangat lemah hingga bisa kau ratakan dengan mudah? Jangan terlalu sombong! Bisa saja Kerajaanmu lah yang akan rata dan hancur di tangan Kekaisaranku." ucap Permaisuri Shiena.
"Kau! Wanita sepertimu berani menamparku!" teriak Raja Philiph.
"Ya benar! Wanita sepertiku bahkan telah mengotori tangannya dengan menyentuh wajah Pria sombong dan arogan sepertimu! Kau fikir bisa membunuh Kaisar dan seluruh Keluargaku. Jangan bermimpi! Bisa saja nyawamu lah yang akan hilang nanti! Pergi! Pergi dari Kekaisaranku! Baik dirimu ataupun orang-orangmu ditolak berada di sini." ucap Permaisuri Shiena marah.
Permaisuri Shiena yang sangat marah karena telah ada orang yang berani mengancamnya secara terang-terangan bahkan mengancam akan membunuh keluarganya.
"Kau akan bernasib sama seperti orang-orang yang tab berani mengganggu keluargaku!" gumam Permaisuri.
Permaisuri Shiena pun berbalik dan pergi dari tempat itu tapi sebelumnya Permaisuri Shiena menginjak bunga yang diberikan oleh Raja Philiph menjadi tidak berbentuk lagi. Permaisuri Shiena juga menendang kotak perhiasan yang diberikan oleh Raja Philiph ke kakinya.
"Bawa kembali hadiahmu! Aku tidak sudi menerimanya!" ucap Permaisuri Shiena yang juga mengeluarkan Kotak Perhiasan yang diberikan oleh Raja Philiph di Acara Perayaan Ulang Tahunnya dari dalam Cincin Ruang.
Permaisuri Shiena pun berbalik arah dan pergi meninggalkan Raja Philiph sendirian yang masih sangat terkejut dengan sikap Permaisuri Shiena yang berani marah dan mengancamnya balik.
Raja Philiph tidak merasa takut dengan ancaman itu ataupun merasa khawatir. Justru tindakan Permaisuri Shiena ini membuat Raja Philiph semakin menyukai Permaisuri Shiena dan semakin ingin menaklukan Permaisuri Shiena.
"Ha..ha..haa.. (Tawa Raja Philiph) Wanita seperti ini lah yang sangat aku suka daripada wanita lain yang lemah itu. Lihat saja! Aku pasti bisa membawamu terbaring lemas di bawah ranjangku." ucap Raja Philiph dengan ekspresi wajah yang sangat aneh dan menakutkan.
Lalu Raja Philiph pun kembali ke kamarnya dan memerintahkan Jenderal dan Ajudannya bersiap kembali ke Kerajaan Shafir dan begitu pula dengan Permaisuri Yerome yang telah mendapatkan informasi itu segera bersiap-siap dan membereskan semua barangnya dan bersiap untuk kembali ke Istana Shafir.
Kesatria Elit yang bertugas melindungi Permaisuri Shiena tidak berada lama di tempat itu dan segera menyusul Permaisuri Shiena. Kesatria Elit sangat senang karena Permaisurinya sangatlah hebat dan tidak lemah. Kesatria Elit itu pun bersumpah akan ikut berperang dan melindungi Kekaisaran Pearl ini dengan segenap kekuatannya.
#**Bersambung#
Jangan Lupa Like, Komen dan Vote ya..
🥰😊😍😘
Terima kasih**