The Empress Of Mind Reader

The Empress Of Mind Reader
BAB 308. Bulan Madu II


Permaisuri Shiena yang telah selesai dengan urusannya bersama Kepala Pelayan Istana, Jenderal Istana dan Tuan Eit segera menyusul Kaisar Franz yang telah berada di dalam kereta kuda. Kaisar Franz yang melihat kedatangan Permaisuri Shiena menjadi sangat senang karena rencananya sebentar lagi akan terlaksana.


Kaisar Franz sengaja membiarkan Permaisuri Shiena memberi Jenderal Istana dan Kepala Pelayan Istana pelajaran karena Kaisar Franz yakin dengan kekuatan dan kemampuan Permaisuri Shiena tidak akan ada yang bisa bertahan dibawah tekanannya.


Kaisar Franz ingin kedua bawahannya itu dapat membuat kepergian mereka dirahasiakan dan tak ada seorangpun yang mengetahuinya baik itu Bangsawan maupun Rakyat biasa karena jika hal itu diketahui banyak orang maka nyawa Kaisar Franz dan Permaisuri Shiena akan menjadi dalam bahaya. Semua orang yang berniat buruk akan Kekuasaan Kaisar Franz akan menggunakan kesempatan ini untuk membunuh Kaisar Franz dan Permaisuri Shiena dan merebut Takhta Kekasiaran.


Kaisar Franz dan Permaisuri Shiena yang tidak ingin menarik perhatian dan membuatΒ  Rakyat dan Bangsawan tau kepergian mereka akhirnya memutuskan untuk pergi menggunakan kereta kuda biasa tanpa ada lambang Keluarga Kekaisaran. Tak hanya itu, selama mereka pergi, Permaisuri Shiena memutuskan untuk pergi tanpa membawa kedua pelayan pribadinya dan Kaisar Franz memilih untuk pergi tanpa pengawalan dari Kesatria Istana maupun Kesatria Elit karena Kaisar Franz dan Permaisuri Shiena ingin menghabiskan waktu berdua saja.


Kaisar Franz dan Permasuri Shiena pergi membawa dua kereta kuda yang satu untuk membawa barang pribadi mereka dan yang satunya untuk membawa mereka pergi menuju tempat tujuan. Kereta kuda yang mereka pakai sangat lah istimewa karena terpasang alat sihir dimana kereta kuda itu dapat berlari sangat cepat dengan kecepatan dua kali lipat daripada kereta kuda yang lain.


Ketika Kaisar Franz dan Permaisuri Shiena telah melewati Perbatasan Ibukota, Kaisar Franz menghentikan kereta kudanya sehingga membuat kereta kuda satunya yang berada di belakangnya menjadi terkejut tapi dapat mengendalikan kudanya dengan baik. Permaisuri Shiena pun turun dari dalam kereta kuda bersama Kaisar Franz.


Kaisar Franz memerintahkan kusir yang membawa kereta barang untuk turun dan pindah duduk di depan. Kusir yang merasa kebingungan perlahan turun dari kereta kuda sementara itu Permaisuri Shiena yang telah berada di depan kereta kuda dengan sekali kata membuat kereta kuda itu menghilang dan masuk ke dalam Cincin Ruang.


Kusir yang melihat kejadian itu menjadi sangat terkejut dan terjatuh dari tempatnya berdiri dengan ekspresi yang sangat aneh. Permaisuri Shiena yang melihat itu pun bertanya.


"Apa kau baik-baik saja Pak Kusir?" tanya Permaisuri Shien.


"I-Iya Yang Mulia. Saya akan segera pindah sekarang." ucap Kusir yang ketakutan.


'Baik Yang Mulia Kaisar maupun Yang Mulia Permaisuri sangat lah hebat. Mereka benar-benar pasangan yang serasi. Aku tidak boleh melakukan kesalahan jika aku tidak ingin juga hilang seperti kereta kuda itu.' ucap Kusir dalam hati.


Permaisuri Shiena yang membaca fikiran kusir itu menjadi sangat senang lalu mengajak Kaisar Franz untuk kembali masuk ke dalam kereta kuda.


Permaisuri Shiena dan Kaisar Franz memutuskan untuk menyembunyikan kereta kuda itu karena tidak ingin menarik perhatian perampok ataupun bandit yang ada di dalam Hutan karena mereka akan melewati jalan itu jika ingin pergi ke tempat tujuannya.


Baik Kaisar Franz maupun Permaisuri Shiena sudah pasti dapat membunuh semua Perampok dan Bandit itu dengan mudah tapi mereka memilih untuk menghindarinya karena hanya akan membuang-buang waktu saja.


Namun rencana itu tidak sesuai dengan keinginan mereka. Ketika di perjalanan Permaisuri Shiena mendengar ada seorang wanita yang berteriak meminta tolong. Kaisar Franz yang berada di sampingnya juga mendengar hal itu. Permaisuri Shiena yang tidak bisa mendengar ataupun melihat sesama kaumnya ada dalam kesulitan memutuskan untuk menolong tapi dilarang oleh Kaisar Franz.


Permaisuri Shiena yang dihentikan keinginannya oleh Kaisar Franz menjadi marah tapi Kaisar Franz yang mengetahui itu segera menjelaskan alasannya. Kaisar Franz meminta agar Permaisuri Shiena tetap berada di dalam kereta kuda dan melanjutkan perjalanan duluan sementara dirinya akan segera menyusul dengan menggunakan Sihir Gelap. Permaisuri Shiena yang tidak setuju pun protes tapi dihentikan oleh Kaisar Franz.


"Jika Permaisuriku yang cantik ini terus saja menolak dan protes maka gadis yang dalam bahaya itu tidak akan bisa tertolong lagi bahkan akan sangat terlambat untuk menolongnya." ucap Kaisar Franz.


Permaisuri Shiena yang mendengar perkataan Kaisar Franz pun terdiam dan terpaksa setuju tapi dengan syarat Kaisar Franz harus segera menyyusul. Kaisar Franz pun segera pergi menolong gadis itu sementara itu Permaisuri Shiena memberi perintah kepada Kusir untuk memperlambat kereta kudanya karena Permaisuri Shiena tidak ingin Kaisar Franz menyusulnya terlalu jauh karena akan menghabiskan banyak tenaga sihir.


Kaisar Franz yang dalam waktu singkat telah berada di tempat kejadian melihat ada sekelompok Bandit yang berjumlah belasan datang mengepung sebuah kereta kuda. Di dalam kereta kuda itu terdapat sebuah keluarga beserta pengawal dan juga barang bawaannya. Kaisar Franz menduga mereka adalah keluarga pedagang yang datang ke Ibukota untuk menjual barang dagangannya. Namun sepertinya mereka tidak menyangka akan mendapatkan masalah hingga semua pengawal mereka telah terbunuh hingga menyisakan keluarganya saja.


Kaisar Franz yang memiliki kemampuan menghentikan waktu mempermudahnya mengalahkan musuh-musuhnya dalam setiap pertarungan. Dalam waktu singkat semua Bandit itu telah tergeletak tak bernyawa di tanah. Gadis itu berserta kedua orang tuanya menjadi sangat senang dan berterima kasih.


"Terima kasih Tuan telah membantu dan tolong terimalah ini. Ini sebagai tanda terima kasihku." ucap Kepala Pedagang.


Kepala Pedagang itu mengeluarkan sesuatu dari kantong bajunya lalu memberikan sekantor koin emas kepada Kaisar Franz tapi Kaisar Franz segera menolaknya dan berniat untuk pergi dan meninggalkan tempat itu. Gadis muda yang melihat penolongnya pergi segera menghentikannya, Kaisar Franz yang mengerti maksud sang gadis segera menepisnya dan meninggalkan semuanya dan menyusul Permaisuri Shiena.


"Apakah tidak cukup dengan ucapan terima kasih. Kenapa harus sampai menahan orang? Sungguh menyebalkan!" ucap Kaisar Franz.


Kaisar Franz yang telah melihat kereta kuda miliknya dan Permaisuri Shiena bergegas turun dan menghentikan waktu. Kaisar Franz menghentikan waktu yang terjadi di dalam Hutan selama satu jam lalu pergi ke tempat tujuan mereka duluan.


Setelah sampai Kaisar Franz memerintahkan satu orang yang bertugas menjaga tempat itu untuk segera menyiapkan Kolam Suci serta makanan enak. Sementara itu dirinya segera mendekorasi kamar dan setiap sudutnya dengan sangat indah.


Kaisar Franz yang tau jika Permaisuri Shiena menyukai bunga mawar merah pun mendekorasi kamar itu dengan kelopak mawar merah di lantainya menuju ranjang. Tak hanya itu, Kaisar Franz juga membuat sebuah lambang hati dari kelopak bunga itu. Kaisar Franz juga mengubah selimut menjadi sepasang angsa yang sedang berciuman dan terlihat berbentuk hati.


Kaisar Franz juga mendekorasi setiap sudutnya dengan bunga yang banyak sehingga menimbulkan wangi bunga yang sangat menenangkan dan menyenangkan.


Setelah selesai dengan urusannya, Kaisar Franz meminta penjaga untuk mendekorasi sisanya dengan sangat baik dan juga romantis. Lalu, memerintahkan penjaga itu untuk pergi setelah urusannya selesai dan jangan kembali hingga siang hari dengan membawa makan siang. Penjaga itu pun mengerti dan segera mengangguk.


Kaisar Franz kemudian pergi menyusul Permaisuir Shiena dan memutar kembali waktu seperti semula. Kaisar Franz kemudian menyelinap masuk ke dalam kereta kuda dan berbaring di paha Permaisuri Shiena dan memejamkan matanya.


Permasuri Shiena yang melihat kedatangan dan tingkah laku Kaisar Franz hanya bisa diam dan membiiarkannya karena berfikir Kaisar Franz pasti sangat lelah setelah melawan bandit dan juga mengejar kereta kudanya yang telah cukup jauh.


Waktu pun berlalu, Permaisuri Shiena dan Kaisar Franz telah sampai di tempat tujuannya. Permaisuri Shiena pun membangunkan Kaisar Franz lalu keluar kereta kuda dan mengeluarkan kereta kuda yang telah disimpannya di dalam Cincin Ruang. Meskipun telah melihat ini untuk yang kedua kalinya, kedua kusir itu tetap saja terkejut.


Kaisar Franz kemudian keluar dari kereta kuda dan menyusul Permaisuri Shiena. Sementara kedua kusir itu memindahkan barang-barang masuk ke dalam kamar tapi dilarang oleh Kaisar Franz. Akhirnya kedua kusir itu hanya mengangkut semua barang itu turun. Lalu, Kaisar Franz memerintahkan mereka untuk pergi dan kembali lagi kemari tiga hari kemudian. Kedua kusir itu mengangguk dan segera pergi.


Kaisar Franz lalu meminta Permaisuri Shiena memasukkan semuanya ke dalam Cincin Ruang. Permaisuri Shiena yang bingung hanya menurut karena saat ini dirinya sudah sulit membaca fikiran Kaisar Franz karena Kaisar Franz telah sangat pintar menyembunyikan apa yang ingin dilakukannya.


#**Bersambung#


Jangan Lupa Like, Komen dan Vote ya..


πŸ₯°πŸ˜ŠπŸ˜πŸ˜˜


Terima kasih**