The Empress Of Mind Reader

The Empress Of Mind Reader
BAB 271. Jujurnya Tuan Muda Alphonso


Duke Watson yang telah pulih dari sakit yang dideritanya karena Pertarungan dengan Pemberontak akhirnya dapat pulih dengan lebih cepat berkat bantuan dari Dokter Kekaisaran dan Murid Menara Sihir sehingga Duke Watson memutuskan untuk kembali ke Kediaman Watson.


Tuan Muda Alphonso yang masih belum sembuh sepenuhnya masih membutuhkan perawatan lebih lanjut tapi Tuan Muda Alphonso telah bisa berjalan-jalan meskipun tidak lama sehingga Tuan Muda Alphonso juga memilih untuk melakukan perawatan lanjutan di Kediaman Watson.


Duchess Watson ikut senang dengan keputusan itu. Duchess Watson sangat bersemangat membawa seorang perawat yang telah direkomendasikan oleh Dokter Kekaisaran untuk menjadi Perawat Pribadi Tuan Muda Alphonso selama pengobatan di rumah.


Ketika sampai di Kediaman Watson, Lady Francise yang merupakan calon tunangan Tuan Muda Alphonso datang karena diminta oleh Duchess Watson. Tuan Muda Alphonso yang melihat Lady Francise hanya menatapnya sekilas seolah tak tertarik sama sekali. Lady Francise merasa tidak nyaman dengan perlakukan itu tapi dirinya mencoba bertahan.


Lady Francise membantu Tuan Muda Alphonso untuk beristirahat di kamarnya tapi Tuan Muda Alphonso menolaknya. Tuan Muda Alphonso meminta izin kepada Duchess Watson untuk berbicara berdua dengan Lady Francise. Duchess mengangguk setuju karena merasa sebagai orang asing yang akan bertunangan mereka memang harus memiliki waktu berdua. Tuan Muda Alphonso pun mengajak Lady Francise pergi ke suatu temlat yang merupakan ruangan pribadi miliknya.


Di dalam ruangan itu, Tuan Muda Alphonso tidak berbasa-basi tapi langsung ke inti pembicaraan. Tuan Muda Alphonso meminta Lady Francise duduk di sebuah kursi di hadapannya. Ruangan itu berada di lantai dua dan mereka duduk di dekat jendela sehingga Lady Francise dapat melihat Taman yang indah di Kediaman Watson sesekali.


Tuan Muda Alphonso yang merasa wanita yang akan dinikahinya harus mengetahui semua tentang isi hatinya yang sebenarnya maka memilih untuk berkata jujur meskipun itu menyakitkan karena Tuan Muda Alphonso tidak mau jika wanita itu nantinya akan merasa dibohongi setelah menikah.


"Apa kau setuju dengan Pertunangan Politik ini?" tanya Tuan Muda Alphonso.


"Tentu saja." jawab Lady Francise langsung.


"Kau sepertinya dengan sukarela melakukan Pertunangan ini bahkan sepertinya kau akan sangat menantikan Pernikahan ini nantinya." ucap Tuan Muda Alphonso.


"Ma-maksud anda apa, Tuan?" tanya Lady Francise bingung.


"Aku akan jujur padamu meskipun itu pahit. Sebenarnya aku terpaksa melakukan semua ini baik itu Pertunangan ataupun Pernikahan nantinya." ucap Tuan Muda Alphonso jujur.


"A-aku tau." jawab Lady Francise murung.


"Baguslah! Jadi aku tidak perlu bicara panjang lebar denganmu. Aku ingin kau mengetahui semuanya sebelum memutuskan untuk benar-benar bertunangan apalagi sampai menikah." ucap Tuan Muda Alphonso.


"...." Lady Francise diam.


Lady Francise sangat bingung dengan inti pembicaraan mereka. Lady Francise tau jika Pertunangan mereka adalah Pertunangan Politik dan tidak ada unsur cinta di dalamnya.  Lady Francise dapat mengerti jika itu yang dimaksud oleh Tuan Muda Alphonso tapi Lady Francise merasa ada sesuatu yang lain yang tersembunyi di balik kata-kata Tuan Muda Alphonso.


"Aku akan memberikanmu gelar dan otoritas sebagai Nyonya Rumah ini nantinya setelah aku mendapatkan gelar dan setelah kita menikah nantinya. Aku juga akan memberikan banyak harta dan kemewahan yang kau inginkan. Kau bisa melakukan apapun dengan semua uang yang aku berikan termasuk membeli apapun yang kau inginkan tapi ada satu hal yang akan sulit aku berikan padamu.


"Apa?" tanya Lady Francise deg degan.


"Cinta! Aku tak bisa memberikan cinta padamu. Sebagai seorang istri, kau tak akan bisa merasakan cinta dari suamimu nantinya." ucap Tuan Muda Alphonso terus terang.


"Kenapa? Bukankah kita bisa memulai semuanya. Tuan dan saya bisa memulai untuk saling mencintai sebagai sepasang suami istri nantinya setelah menikah dan mungkin kita bisa belajar mencintai dari sekarang?" tanya Lady Francise kecewa.


"Cintaku telah dimiliki orang lain!" jawab Tuan Muda Alphonso.


"Hatiku telah ditempati orang lain." ucap Tuan Muda Alphonso.


"Siapa?" tanya Lady Francise memberanikan diri.


"Shiena Ve Carrole, Putri Tunggal Duke Carrole." jawab Tuan Muda Alphonso.


"A-apa?" ucap Lady Francise terkejut.


Semenjak kedua orangtuanya telah bangkit kembali dari keterpurukan, Lady Francise tidak pernah lagi pergi ke Pesta atau Pergaulan Bangsawan bersama Nona-Nona Bangsawan lain karena baginya itu tidak lah penting. Lady Francise yang telah merasakan pahitnya kehidupan saat dirinya terjatuh dan tak ada seorang pun yang peduli ataupun membantu bahkan menghina. Lady Francise pun memilih menutup dirinya dari Perkumpulan Nona Bangsawan dan fokus mengembangkan usaha dan minatnya pada kue kering seperti Shiena Ve Carrole yang menjadi idolanya.


Lady Francise sangat terkejut saat mengetahui bahwa wanita yang telah mendapatkan hati dari Calon Tunangannya sekaligus Calon Suaminya adalah wanita yang sangat dikaguminya. Lady Francise tak bisa menyalahkan Shiena ataupun marah padanya karena sebenarnya perasaan tidak bisa dipaksa.


Lady Francise sadar jika Shiena adalah wanita yang hebat bahkan melebihi dirinya jadi wajar saja jika banyak laki-laki yang jatuh cinta padanya. Shiena tak hanya cantik tapi juga baik dan pintar. Shiena tidak suka bergosip ataupun mengganggu orang lain seperti Nona Bangsawan lain kebanyakan. Shiena juga selalu menolong orang lain yang sedang dalam kesulitan dan itu cukup membuat Lady Francise sadar jika saingan cintanya sangat berat meskipun begitu Lady Francise akan terus berjuang dan berusaha.


"Aku telah mengatakan semuanya padamu. Jadi sekarang keputusan ada di tanganmu. Jika kau tak ingin bertunangan denganku aku akan bicara pada ibuku dan membatalkannya atau jika kau ingin membatalkannya sendiri aku tidak keberatan. Lagipula sepertiny sampai saat ini belum banyak orang yang mengetahui tentang rencana Pertunangan kita jadi aku yakin nama baikmu tak akan tercoreng karena masalah ini." ucap Tuan Muda Alphonso santai.


'Bagaimana anda yakin jika tak banyak orang yang tau? Apa anda Peramal? Bukan! Tentu saja bukan! Anda tidak tau bagaiman gosip beredar di kalangan Nona Bangsawan. Aku yakin berita tentangku yang akan menjadi Calon Tunangan anda telah tersebar luas dan jika mereka mengetahui bahwa Pertunangan ini batal. Aku yakin mereka pasti akan membicarakanku dibelakang seperti dulu.' ucap Lady Francise dalam hati.


"Anda benar, semua pilihan ada ditanganku dan aku memilih untuk tetap akan menerima Pertunangan ini!" ucap Lady Francise penuh keyakinan.


"Apa kau serius?" tanya Tuan Muda Alphonso.


"Tentu saja. Jika saat ini anda belum mencintai saya, maka saya yang akan membuat anda mencintai saya nantinya." ucap Lady Francise percayra diri.


Tuan Muda Alphonso yang mendengar perkataan Lady Francise hanya tersenyum. Tuan Muda Alphonso tak menyangka akan ada wanita seperti itu. Tuan Muda Alphonso secara tidak sadar sangat menantikan apa yang akan dilakukan Lady Francise untuk mendapatkan hatinya.


'Kau akan menjadi milikku cepat atau lambat. Tak hanya ragamu tapi juga hatimu. Aku telah menyukaimu sejak dulu dan sekarang aku telah mendapatkan kesempatan memilikimu maka tak akan pernah aku biarkan kau pergi.' ucap Lady Francise dalam hati.


Setelah selesai mengobrol, Tuan Muda Alphonso yang masih lemah membutuhkan istirahat yang cukup sehingga Lady Francise mengantar Tuan Muda Alphonso ke kamarnya. Tuan Muda Alphonso memanggil Kepala Pelayan Rumah Tangga Kediaman Watson untuk menyiapkan kereta kuda untuk Lady Francise dan mengantarnya kembali ke Kediaman Strolana.


Lady Francise menolak untuk diantar karena dirinya datang memakai kereta kuda milik Keluarganya dan saat ini kereta kuda itu pun masih menunggu. Tuan Muda Alphonso pun mengerti dan mengangguk setuju. Lady Francise pun kembali tapi sebelumnya Lady Francise pergi menemui Duke Watson dan Duchess Watson untuk berpamitan.


#Bersambung#


Jangan Lupa Like, Komen dan Vote ya..


🥰😊😍😘


Terima kasih