The Empress Of Mind Reader

The Empress Of Mind Reader
BAB 103. Taman Kota


Tuan Muda Alphonso adalah wakil pemimpin dari Balai Penelitian Kekaisaran saat ini. Tuan Muda Alphonso bisa mendapatkan posisi itu karena kerja kerasnya selama ini untuk memajukan Balai Penelitian Kekaisaran serta pengetahuannya yang mendalam tentang Pengetahuan Alam.


Tuan Muda Alphonso tidak terima dengan sikap Tuan Muda Ghorya dan teman-temannya terhadap Shiena dan Tuan Muda Alphonso juga tak ingin ada orang lain lagi yang mendekati Shiena. Sehingga Tuan Muda Alphonso memberi pelajaran kepada mereka. Tuan Muda Alphonso memerintahkan stafnya untuk menghukum Tuan Muda Ghorya beserta temannya dengan melakukan penelitian terhadap lima puluh tumbuhan berbeda dan menemukan minimal dua puluh manfaat dari tumbuhan itu untuk manusia.


Hukuman itu membuat Tuan Muda Ghorya dan teman-temannya kesal dan tidak terima tapi mereka juga harus terima dengan keputusan itu karena hukuman itu sesuai dengan kesalahan yang mereka lakukan karena melalaikan tanggungjawab dan menyebabkan tumbuhan untuk menjadi bahan penelitian menjadi layu. Padahal kenyataannya, tumbuhan itu layu di sebabkan oleh tindakan Tuan Muda Alphonso yang sengaja mencari kesalahan Tuan Muda Ghorya dan temannya agar bisa menghukum mereka tanpa diketahui ada maksud lainnya.


Tuan Muda Alphonso pun datang menemui Shiena dan Nona Abigail yang telah selesai makan. Tuan Muda Alphonso meminta Nona Abigail melanjutkan tugasnya dan Nona Abigail pun menurut dan kembali melaksanakan tugasnya kembali. Shiena dan Tuan Muda Alphonsk pun pergi berkeliling Balai Penelitian Kekaisaran berdua saja.


Tuan Muda Alphonso mengajak Shiena pergi ke Ruang Penelitian Burung. Shiena melihat banyak sekali burung yang hidup di dalam ruangan itu. Ruangan itu sudah seperti Taman Burung yang ada di kehidupan modern dimana terdapat pohon-pohon yang menjadi tempat bermain burung-burung tersebut. Shiena merasa senang karena dapat melihat banyak spesies burung yang ada di kehidupannya yang dulu dan jika di masa modern burung tersebut sudah punah.


Tak terasa waktu sudah siang, Tuang Muda Alphonso mengajak Shiena makan di restoran yang telah di reservasi olehnya terlebih dahulu. Restoran tersebut sangat terkenal dengan bebeknya serta dessertnya yang sangat enak terbuat dari keju. Shiena sangat menyukai bebek dan dessert tentu saja hal membuatnya sangat senang.


Shiena menghabiskan makan siangnya bersama Tuan Muda Alphonso. Tuan Muda Alphonso sangat memanjakan Shiena. Tuan Muda Alphonso memberikan semua yang menjadi makanan kesukaan Shiena.


"Bagaimana kau tau kalau aku sangat suka bebek dan dessert?" tanya Shiena sambil makan.


"Aku bertanya pada Marry. Maaf karena aku sudah lancang, seharusnya aku bertanya langsung padamu tapi aku hanya ingin kau senang jadi aku bertindak kelewatan." ucap Tuan Muda Alphonso ragu.


"Ah, begitu rupanya. Terima kasih. Aku sangat suka." ucap Shiena sambil tersenyum.


Ketika Shiena sedang memakan dessertnya, ada sedikit potongan cream kue yang menyangkut di bawah bibir Shiena, Tuan Muda Alphonso yang mengetahui itu memberi tau Shiena tapi karena Shiena tak bisa menjangkaunya maka Tuan Muda Alphonso membersihkannya dengan jempolnya lalu memakan sisa kue itu.


"Kuenya manis. Seperti orang yang memakannya." ucap Tuan Muda Alphonso.


Shiena yang mendapatkan perlakuan seperti itu menjadi malu dan setelah digoda oleh Tuan Muda Alphonso wajah Shiena menjadi memerah. Sedangkan, Tuan Muda Alphonso yang tidak terbiasa merayu wanita menjadi salah tingkah dan jatungnya berdebar sangat kencang sedari tadi makan bersama hanya saja Tuan Muda Alphonso berusah bersikap tenang dan tidak mau terlihat gelisah dan gugup.


"Apa kau ingin pergi ke Taman Kota bersamaku?" ucap Tuan Muda Alphonso.


"Ah, hmmm, a-aku..." ucap Shiena gugup.


"Disana sangat indah, tempat itu baru saja dibuka kembali setelah renovasi dan kabarnya terdapat danau angsa di dalam Taman Kota. Jika kau mau, kita bisa pergi kesana setelah selesai makan." ucap Tuan Muda Alphonso.


Tuan Muda Alphonso terus membujuk Shiena pergi bersamanya karena sejujurnya Tuan Muda Alphonso tak ingin hari ini cepat berakhir. Tuan Muda Alphonso ingin selalu terus bersama dengan Shiena, melihat senyum dan tawa Shiena membuat Tuan Muda Alphonso menjadi meleleh dan berubah dari yang dulu adalah pria yang cuek, dingin dengan tatapan yang tajam. Namun, sekarang berubah menjadi pria yang hangat, penyayang dan murah senyum meskipun hal itu hanya ditujukkan kepada Shiena namun hal itu cukup membuat semua orang yang dekat dengan Tuan Muda Alphonso menjadi bingung dan tak percaya dengan perubahannya.


Shiena yang ingin berjalan-jalan pun setuju untuk pergi ke Taman Kota. Mereka pun pergi menaiki kereta kuda setelah selesai makan siang. Jarak antara Restoran dan Taman Kota tidak terlalu jauh karena hanya menghabiskan waktu selama lima belas menit.


Taman Kota adalah taman yang berada di tengah Ibukota Kekaisaran Pearl. Taman Kota telah ada sejak Kaisar Pertama ada dan karena itu sudah sangat tua hingga perlu perbaikan yang besar sehingga harus direnovasi sampai bertahun-tahun namun sekarang renovasi itu telah selesai dan telah di buka kembali.


Taman Kota sangat lah besar, di dalamnya terdapat banyak pohon yang besar dan rindang serta terdapat tempat duduk di bawahnya. Selain itu juga terdapat banyak bunga-bunga yang indah dan cantik dalam berbagai warna bermekaran yang di hinggapi banyak sekali kupu-kupu sehingga terlihat sangat hidup. Serta terdapat danau yang luas yang di dalamnya terdapat bermacam-macam jenis ikan yang cantik serta ada banyak angsa yang sedang berenang dan di danau itu juga terdapat bunga teratai yang menghiasi yang terlihat seperti satu kesatuan yang sangat indah.


Taman Kota di lindungi oleh formasi sihir yang kuat sehingga meskipun diluar matahari sangat panas, hal itu tak akan mengganggu orang-orang yang datang sehingga setiap orang yang datang akan merasa sangat nyaman berlama-lama di Taman Kota. Taman Kota menjadi salah satu tempat yang sangat digemari untuk didatangi baik oleh kalangan rakyat biasa maupun bangsawan. Namun, Taman Kota memiliki area luar dan area dalam. Area luar dapat diakses semua orang tapi area dalam hanya dapat diakses oleh kaum Bangsawan saja.


Shiena dan Tuan Muda Alphonso pun memasuki area dalam dari Taman Kota dan menikmati pemandangan di taman bunga, tiba-tiba ada keributan di area danau. Ada suara dua orang gadis yang sedang bertengkar dan mengganggu kenyamanan bangsawan lain. Shiena tidak peduli dengan siapa yang bertengkar itu namun Shiena mendengar suara yang sangat familiar dikehidupan sebelumnya.


Shiena yang awalnya tak tertarik memutuskan untuk melihat apa yang telah terjadi. Tuan Muda Alphonso yang juga tak tertarik hanya mengikuti kemauan Shiena yang ingin melihat. Shiena yang ingin melihat tak bisa menggapai karena jarak yang cukup jauh sehingga Shiena bertanya kepada gadis lain yang ada disana dan mencari tau kebenarannya.


"Bukankah taman ini seharusnya dapat dinikmati dengan tenang?" ucap Shiena.


"Benar sekali nona. Ini sangat mengganggu. Ah, Nona Shiena. Perkenalkan saya Salsa Verem, putri Count Verem." ucap Nona Slsa.


"Hmmm, kau mengenalku. Namaku Shiena Ve Carrole. Panggil saja Shiena. Aku ingin tau sebenarnya ada apa ini?" tanya Shiena bingung.


"Ada putri bangsawan dari desa yang datang berkunjung tapi sikapnya terlalu sombong sehingga di tegur oleh Nona Elsha Fram Centria tapi dia tidak terima dan marah-marah dan tidak memiliki etika. Sehingga Nona Elsha memanggil penjaga dan mengusirnya tapi gadis itu memberontak dan tidak terima.


#Bersambung#


**Ayo main tebak-tebakan.. 😁😍


Siapa ya kira-kira gadis bangsawan desa itu?


Lalu apa yang akan dilakukan Shiena ya? πŸ™„πŸ€”


Yang tau jawabannya, komen dibawah ya.. πŸ‘‡πŸ˜


β– Curthor (Curhat Author)β– 


Author mau curhat ya.. Sebenarnya masalah banyak sekali author yg stack atau berhenti menulis beberapa minggu ini padahal cerita bagus-bagus itu disebabkan oleh beberapa hal.. πŸ˜”πŸ˜­


Pertama, Sistem fee yang terbaru bagi Author tak kontrak yang membuat para Author budiman down karena yang awalnya bisa mendapatkan fee meskipun sedikit menjadi tak ada sama sekali.😱😠


Kedua, Author buntu ide, alias ngak tau ceritanya selanjutnya mau dibuat seperti apa.πŸ€”πŸ™„


Ketiga, hal ini disebut klise untuk para Author tapi sangat membantu Author tetep nulis meski kecewa karena sistem fee terbaru yaitu melihat LIKE, KOMEN &VOTE yang sedikit.😭


Kalau bagi Author menulis novel itu untuk menuangkan ide dan wadah hobby aja jadi sistem fee yang baru atau lama ngak ada pengaruhnya tapi jika Author lihat LIKE & KOMEN per BAB nya sedikit dan tiap hari liat VOTE nya sedikit dan jauh banget sampe 150.an atau bahkan sampe 300.an. Jujur itu buat Author sedih dan down, lalu muncul fikiran untuk males UPDATE. Namun, tiap kali baca komen ada yang kasih semangat dan balas KUIS dadakan Author, jujur Author seneng banget dan langsung deh muncul bingkaian kata-kata untuk UPDATE selanjutnya.❀❀❀


So, bagi Para READERS (The Empress Of Main Reader) yang setia jangan lupa LIKE & KOMEN disetiap BAB yang Update. Lalu, kalau Author kasih KUIS dadakan ayo ikutan jawab karen Author sering loh pakai IDE kalian untuk isi BAB Selanjutnya. Terakhir, jangan lupa VOTE ya tiap hari minimal 10 poin aja Author sudah senang. 😁😍πŸ₯°


Jangan Lupa Tekan Like, Komen, Vote dan Favorite nya ya.. 😁


Terima kasih.. πŸ₯°πŸ˜β€πŸ˜˜**