The Empress Of Mind Reader

The Empress Of Mind Reader
BAB 77. Masalah


Duke Carrole yang mendengar ancaman Putra Mahkota langsung marah dan tidak lagi sungkan atau pun memberi hormat lagi kepada Putra Mahkota.


"Jika itu yang anda inginkan maka lakukan saja. Lakukan seperti yang anda mau Yang Mulia. Silahkan anda katakan dan lakukan peradilan Kekaisaran bahwa saya Duke Carrole dan keluarganya telah menentang perintah Yang Mulia Putra Mahkota sehingga bersalah dan harus di hukum penggal." ucap Duke Carrole marah.


Putra Mahkota yang mendengar hal itu hanya bisa terdiam dan tidak menyangka semua yang telah dikatakan Duke Carrole.


Duke Carrole yang sangat marah sudah tak ingin lagi melihat wajah Putra Mahkota sehingga membalikkan badannya lalu berkata.


"Sesungguhnya saya dan istri saya telah mati saat melihat putri kesayangan kami dalam keadaan yang sangat memprihatinkan. Saya rasa ini akan lebih baik, jika anda ingin memenggal kepala kami, Keluarga Duke Carrole mungkin akan menghilangkan penderitaannya lebih cepat. Jadi lakukanlah Yang Mulia. Bukalah Peradilah Kekaisaran dan penggal kepala kami!" teriak Duke Carrole berbalik.


Putra Mahkota yang mendengar hal itu sontak mundur satu langkah dan sangat terkejut dengan keputusan Duke Carrole.


Putra Mahkota menjadi semakin bersalah dan perasaannya semakik tidak karuan. Putra Mahkota tidak menyangka bahwa ini lah yang akan terjadi.


Duke Carrole yang melihat ekspresi Putra Mahkota, membalikkan badannya kembali.


"Silahkan anda pergi dari sini. Kediaman Duke Carrole tidak menerima kedatangan anda!" ucap Duke Carrole.


Putra Mahkota pun akhirnya pasrah dan menyerah dan dia pun kembali ke Istana menaiki kereta kudanya.


Duke Carrole yang sangat kesal kembali ke ruang kerjanya. Saat Duke Carrole sedang marah dan memikirkan bagaimana nasib keluarganya nanti.


Duke Carrole mendapat kabar dari Duchess Carrole bahwa dia akan kembali besok pagi bersama ayahnya, Raja Terdahulu Kai merasa sangat senang.


Tak lama dari kabar itu, Duke Carrole mendapatkan berita dari mata-matanya bahwa Kerajaan Emerald telah membawa pasukan ke perbatasan antara Kerajaan Emerald dan Kekaisaran Pearl dan siap berperang kapan saja.


Mendengar berita itu menimbulkan banyak sekali pernyataan di benak Duke Carrole.


*Apa ayah telah mengetahui alasan Shiena bisa terluka sehingga berencana membalas dendam jika tidak mendapatkan imbalan yang setimpal? Jika hal itu benar maka ini dapat membantu untuk menyingkar Putra Mahkota yang sombong itu.* fikir Duke Carrole.


Duke Carrole yang merasa senang pun akhirnya bisa istarahat dengan tenang dan damai namun tidak begitu di istana kekaisaran.


Di Istana Kekaisaran, Kaisar yang sedang beristirahat bersama selir kesayangannya harus di ganggu dengan masalah yang di sebabkan oleh putranya yaitu Putra Mahkota.


"Maafkan kelancangan hamba Yang Mulia tapi hamba ingin menyampaikan berita mendesak." ucap Kepala Kesatria Kekaisaran.


"Mohon maafkan hamba Yang Mulia. Hamba tidak bermaksud mengganggu anda Yang Mulia. Hamba ingin menyampaikan berita penting yang sangat mendesak." ucap kepala Kesatria Kekaisaran.


"Baiklah. Kita bicarakan ini di ruang pribadiku." ucap Kaisar.


Kaisar yang marah masih dapat menahan amarahnya karna di tenangkan oleh selir kesayangannya dan akhirnya pergi menuju ruang pribadinya.


"Katakan padaku, ada masalah penting apa yang membuatku tidak bisa beristirahat lagi?" tanya Kaisar yang sedang marah dan kesal.


"Hamba meminta ampun Yang Mulia. Tolong kasihani nyawa hamba Yang Mulia. Hamba ingin menyampaikan berita bahwa kabar tentang penculikan dan ketidaksadaran Nona Shiena Ve Carrole telah terdengar oleh Raja Kerajaan Emerald selaku paman dari Nona Shiena. Menurut berita saat ini, Raja Terdahulu yaitu Raja Terdahulu Kai akan datang ke Kakaisaran Pearl untuk menyembuhkan cucunya dan meminta pertanggung jawaban Putra Mahkota." ucap Kepala Kesatria Kekaisaran.


"Apa maksudmu itu?" tanya Kaisar serius.


"Saat ini di perbatan telah ada ratusan ribu prajurit kesatria tingkat elit sihir tengah bersiap perbatasan menunggu perintah." ucap Kepala Kesatria Kekaisaran.


"Apa Kerajaan Emerald ingin mendeklarasikan perang? Ini tidak bis di biarkan!" teriak Kaisar.


"Hamba tidak tau Yang Mulia. Hamba telah mengirim orang untuk mengawasi tapi untuk mengirim kesatria yang berkompeten kesana itu tidak akan cukup waktu Yang Mulia." ucap Kepala Kesatria Kekaisaran.


*Bagaimana ini? Ini semua karna anak tidak tau diri itu. Bagaiman bisa dia tidak bisa melindungi tunangannya sendiri dan bahkan melukainya?* fikir Kaisar.


"Panggil Putra Mahkota sekarang!" teriak Kaisar


#Bersambung#


**Hai readers.. 😁


Ayo main tebak-tebakan dengan author. Kira-kira apa yang akan terjadi pada Putra Mahkota ya?


Yang tau jawabannya komen di bawah ya.. 🥰👇


Jangan Lupa Tekan Like, Komen, Vote dan Favorite nya ya.. 😁


Terima kasih.. 🥰😍❤😘**