
"Val!" panggil Anastasya.
"..." Duke Simons diam dan menatap Anastasya
Anastasya yang bingung segera melihat kearah Raja Michael. Anastasya penasaran apa yang sebenarnya telah terjadi sehingga keadaan Duke Simons dan Pengikutnya menjadi sangat memprihatinkan.
"Yang Mulia apa yang sebenarnya telah terjadi?" tanya Anastasya bingung.
"Apa aku masih harus menjelaskannya? Kau bisa melihatnya secara langsung dengan kedua matamu." ucap Raja Michael yang sudah muak.
'Apakah Val juga gagal mendapatkan Takhta Kekaisaran sama seperti Ian? Tidak! Aku tidak boleh hancur sekarang. Aku tak ingin terjerat kedalam permasalahan Duke Simons. Aku tak mau masuk penjara lalu dihukum. Aku harus bisa mengambil hati Raja Michael sehingga aku bisa terbebas dari situasi ini.' ucap Anastasya dalam hati.
Ketika Anastasya ingin mulai mengeluarkan air mata buaya dan berusaha mengambil simpati Raja Michael. Shiena yang telah kembali dari ruang perawatan Istana berjalan dengan anggun ke lapangan Istana tanpa diketahui siapapun karena langkahnya yang sangat ringan.
"Yang Mulia! Aku sungguh tak tau apa yang terjadi. Kenapa Tuan Duke bisa seperti ini." ucap Anastasya menangis.
"Dia telah melakukan sebuah penghianatan dengan cara menyerang negaranya sendiri demi Kekuasaan." ucap Raja Michael.
'Jadi semua dugaanku itu benar, Val telah gagal dalam usahanya menjadi Kaisar. Aku harus bisa melepaskan diri dari masalah ini. Aku harus bisa memanfaatkan rasa simpati Raja Michael. Sehingga dia mau' ucap Anastasya dalam hati.
"A-aku tak menyangka jika Tuan Duke benar-benar melakukan ini Yang Mulia." ucap Anastasya menangis.
Raja Michael pun turun dari kudanya. Raja Michael sebenarnya tak memiliki rasa simpati apapun pada Anastasya tapi dirinya ingin memberi tau kepada Duke Simons wajah sebenarnya dari Anastasya. Raja Micahel ingin Duke Simons merasakan kekecewaan dan penyesalan yang mendalam karena merasa di khianati oleh orang yang sangat dia percaya dan cintai.
"Benarkah? Bukankah kalian sepasang kekasih? Bagaimana bisa kau tak tau jika dia melakukan itu?" tanya Raja Michael.
"Tidak Yang Mulia. Aku... Aku sungguh tak tau apapun.
"....." Raja Michael diam.
"Aku dipaksa oleh Tuan Duke untuk tetap diam karena aku diancam akan dibunuh jika aku bicara." jawab Anastasya menangis.
Duke Simons yang mendengar perkataan Anastasya menjadi marah dan tak terima. Duke Simons akhirnya beradu argumen dengan Anastasya. Anastasya yang tak ingin terlibat memutar balikkan semua fakta dengan sangat cerdik.
"Ini semua salahmu. Kau yang ingin menjadi Permaisuri dan karena itu lah aku melakukan semua ini." ucap Duke Simons membela.
"Tidak Yang Mulia. Itu tidak benar. Aku tak meminta Tuan Duke melakukan semua ini. Ini semua karena obsesi Tuan Duke yang berlebihan yang ingin menjadi Kaisar dan memiliki segalanya." ucap Anastasya.
"Bohong! Ini semua adalah rencananya Paman." bela Duke Simons.
Duke Simons yang marah dan kesal kepada Anastasya berdiri dari duduknya dan langsung maju untuk menyerang Anastasya tapi langsung dihentikan oleh Jenderal Besar dari Raja Michael. Anastasya yang merasa mendapatkan kesempatan tak ingin melepaskannya.
"Agghhh..." teriak Anastasya ketakutan berlari menuju ke dada Raja Michael dan berlindung disana seolah takut karena ada seseorang yang mencoba menyerangnya.
"Yang Mulia! Aku takut sekali. Aku takut Tuan Duke akan melukai dan menyakitiku. Yang Mulia bisa lihat sendirikan bagaimana sikap Tuan Duke sebenarnya padaku. Aku sungguh diancam olehnya Yang Mulia." ucap Anastasya menangis
"Aku tak menyangka jika dirimu selama ini hanya memakai topeng dan berpura-pura polos. Kau lah yang memintaku menyerang Kekaisaran dan melakukan kudeta karena kau ingin menjadi Permaisuri." ucap Duke Simons.
"Tidak Yang Mulia. Itu semua fitnah. Aku tak pernah melakukan itu." teriak Anastasya sambil menangis lalu terduduk di tanah.
"Ini bukanlah fitnah Yang Mulia Kaisar, Paman. Aku bisa bersaksi bahwa dalang dari semua Pemberontakan ini adalah dia. Dia adalah wanita iblis. Wajah dan hatinya benar-benar berbeda jauh." teriak Duke Simons menunjuk ke arah Anastasya.
"Korban! Jangan bercanda! Aku lah yang korban sebenarnya. Kau merayuku melakukan kejahatan lalu setelah semua rencanamu gagal, kau mencoba membuangku." ucap Duke Simons.
'Sial! Ekspresi Kaisar Franz dan Raja Michael sekarang benar-benar berubah. Sepertinya aku tak bisa lagi mencoba mengambil rasa simpati dari Raja Michael. Aku harus melakukan sesuatu untuk bisa lolos dari masalah ini.' fikir Anastasya cemas.
Anastasya kemudian berpura-pura untuk pingsan agar bisa terbebas dari situasi yang tak menguntungkannya tapi Shiena yang tau isi fikiran Anastasya mulai beraksi.
Shiena tak bisa menahan diri untuk tidak merasa kagum akan akting dari Anastasya. Shiena yakin jika Anastasya berada di zaman modern pasti saat ini dirinya bisa menjadi artis terkenal karena akting dan sensasi yang dibuatnya.
Prokkk... Prokkk... Prokkk..
(Tepuk tangan Shiena)
Semua orang yang tak menyadari kehadiran Shiena menjadi sangat terkejut. Kaisar Franz dan Tuan Eit yang memiliki indra pendengaran yang sangat tajam pun tak bisa menyadari kehadiran Shiena. Sementara itu, Raja Michael yang merasa sangat asing dengan wajah Shiena pun bertanya-tanya tentang siapa Shiena sebenarnya.
Shiena yang menyadari isi fikiran Raja Michael berkat kemampuannya membaca fikiran segera memperkenalkan diri dengan sopan dan perilaku yang benar. Sementara Anastasya yang melihat kehadiran Shiena menjadi kesal. Anastasya khawatir jika semua rencananya untuk pura-pura pingsan agar lepas dari situasi yang tak menguntungkan ini akan di gagalkan oleh Shiena.
'Jangan khawatir atau cemas Tasya karena apa yang kau tak inginkan pasti akan aku kabulkan. Aku tak akan melepaskanmu dengan mudah. Kau harus dihukum kali ini.' ucap Shiena dalam hati.
"Salam Yang Mulia. Saya Shiena Ve Carrole, Putri Tunggal Duke Carrole. Semoga Yang Mulia selalu sehat dan sejahtera." salam Shiena.
Setelah selesai memberi salam. Shiena kemudian melihat ke arah Anastasya. Anastasya yang dilihat oleh Shiena mulai waspasa takut hal buruk terjadi. Shiena berjalan mendekati Anastasya dengan langkah pelan dan anggun.
Ketika jaraknya kurang dari satu meter dari Anastasya, Shiena kemudian memutar tubuhnta dan melihat ke arah Kaisar Franz. Kemudian, Shiena memulai rencananya untuk menyulut emosi Anastasya dan membuatnya masuk ke dalam jebakan.
"Maafkan kelancangan hamba Yang Mulia. Apakah saya boleh berbicara." ucap Shiena kepada Kaisar Franz.
"Silahkan Lady!" ucap Kaisar Franz tersenyum.
"Saya hanya bingung akan satu hal Yang Mulia. Jika Lady Shiena benar-benar tak tau jika Tuan Duke akan melakukan kudeta. Kenapa Lady memakai pakaian yang sangat mewah sekarang? Lalu, kenapa Lady kemari? Seolah Lady telah mengetahui bahwa rencana kudeta ini akan berhasil." tanya Shiena pura-pura polos.
Duke Simons yang diam terduduk kemudian berdiri kembali dan tak membiarkan Anastasya membela dirinya. Duke Simons mengambil kesempatan ini untuk menunjukkan kepada semua orang bahwa Anastasya adalah wanita yang serakah dan haus akan kekuasaan.
"Tentu saja itu karena dia telah mengetahui semuanya dari awal. Dia lah yang merayuku melakukan kudeta dan saat dia tau jika hari ini aku akan melakukan kudeta, dia telah menyiapkan gaun, sepatu dan perhiasan yang terbaru khusus untuk hari ini. Lihatlah pakaiannya! Aku tak tau tentang gaun wanita tapi menurutku itu adalah model terbaru." ucap Duke Simons.
"Apakah semua yang dikatakan oleh Duke Simons itu benar Lady?" tanya Kaisar Franz.
"Tidak Yang Mulia. Itu tidak benar. Itu fitnah." ucap Anastasya membela diri kemudian menangis.
Anastasya yang melihat Kaisar Franz mulai tak percaya padanya dan semua itu karena ucapa Duke Simons. Anastasya mulai kehilangan kendali akan dirinya. Anastasya tak memikirkan apapun lagi. Hanya ada satu hal yang ada dibenaknya yaitu menutup mulut Duke Simons selamanya.
Anastasya kemudian mengambil pedang dari pinggang Kesatria Kerajaan Zambrud lalu berlari maju ke arah Duke Simons. Anastasya tanpa ragu mengangkat pedang itu lalu mengarahkannya ke dada Duke Simons.
'Kau harus mati kali ini!' ucap Anastasya dalam hati.
#Bersambung#
Jangan Lupa Like, Komen dan Vote nya ya..
🥰😍😘😚 Terima Kasih