The Empress Of Mind Reader

The Empress Of Mind Reader
BAB 53. Persetujuan Nyonya Maria


Tuan Muda Roan awalnya menerima dan membiarkan Putra Mahkota bersama Shiena karna dia yakin Putra Mahkota bisa menjaga dan membuat Shiena selalu bahagia.


Tapi setelah mengetahui kenyataan ini, Tuan Muda Roan bertekad untuk mengambil Shiena dari tangan Putra Mahkota meski Kaisar lah halangan terbesarnya.


Tuan Muda Roan yang marah pun memutuskan menemui Nyonya Maria.


"Bibi, apa kita bisa bicara?" tanya Roan.


"Tentu keponakanku." ucap Nyonya Maria.


Nyonya Maria mempersilahkan Tuan Muda Roan di depannya dan pelayan pribadi Nyonya Maria menyeduhkan teh untuk Tuan Muda Roan.


"Tinggalkan kami." perintah Nyonya Maria.


Semua pelayan pribadi Nyonya Maria yang ada di sana pun pergi dan menyisakan Nyonya Maria dan Tuan Muda Roan.


"Katakanlah Roan, apa yang ingin kau sampaikan?" tanya Nyonya Maria.


"Ternyata bibi tidak suka berbasa basi ya.?" tanya Tuan Muda Roan dengan tawa jahilnya.


"Hahaha (tawa) bibi tau kau datang kemari pasti ingin membicarakan sesuatu yang penting jadi lebih baik jika kita langsung bicarakan." ucap Nyonya Maria.


"Bibi benar sekali. Bibi sudah tau kan apa yang terjadi pada Shiena keesokan hari setelah kita bertemu dengannya terakhir kali?" tanya Tuan Muda Roan.


"Ya. Bibi menyayangkan hal itu." jawab Nyonya Maria sedih.


Setelah melihat ekspresi dari Nyonya Maria, Tuan Muda Roan meyakinkan dirinya untuk meminta izin.


"Bibi, aku ingin mengambil Shiena dari Putra Mahkota. Aku ingin Shiena menjadi istriku. Aku tidak akan bisa terima jika Shiena di sakiti oleh Putra Mahkota." ucap Tuan Muda Roan


"Bibi juga setuju akan hal itu Roan tapi Putra Mahkota adalah calon Kaisar di masa depan. Kau tidak akan bisa melakukan hal itu." ucap Nyonya Maria.


"Aku tau akan hal itu bibi. Bibi, aku akan mengikuti ujian Menara Sihir. Aku akan menjadi salah seorang Tetua termuda dan aku akan menerima perintah bibi untuk menjadi Marquess. Aku yakin bisa bersaing dengan Putra Mahkota bibi." ucap Tuan Muda Roan.


"Bibi akan selalu mengizinkanmu Roan. Bibi harap kau bisa membahagiakan Shiena. Bibi sudah sangat menyayangi Shiena." ucap Nyonya Maria.


"Baik, bibi." ucap Tuan Muda Roan.


Tuan Muda Roan memanggil Kepala Pengurus Rumah Tangga untuk mengirimkan surat ke Kediaman Duke Carrole bahwa dia ingin datang berkunjung.


"Kirimkan surat ke Kediaman Duke Carrole. Katakan bahwa aku ingin berkunjung." ucap Tuan Muda Roan.


"Baik Tuan Muda." ucap Kepala Pengurus Rumah Tangga.


"Jangan lupa siapkan kereta kuda. Aku akan pergi keluar sekarang." ucap Tuan Muda Roan.


"Baik, Tuan Muda." ucap Kepala Pengurus Rumah Tangga.


*Aku akan keluar sekarang dan mencari hadiah untuk Shiena. Aku harap dia menyukai hadiahnya.* fikir Tuan Muda Roan.


Di lain tempat, Shiena yang pergi terlebih dulu dari Kediaman Laurence akhirnya telah sampai di Kediaman Duke Carrole langsung membaringkan tubuhnya di ranjang.


"Aarrggghhh. Capek sekali." ucap shiena mengeluh.


Saat Shiena sedang enak berbaring, Marry datang dan membangunkan nonanya.


"Nona, ayo bangun. Nona harus mandi terlebih dahulu lalu sarapan. Setelahnya nona bebas melakukan apapu." ucap Marry.


"Aku lelah sekali. Bisakah itu dilakukan setelah aku bangun Marry." ucap shiena.


"Tidak bisa nona. Nona harus segera bangun." ucap Marry tegas


"Hah, baiklah." ucap Shiena menyerah.


Akhirnya Shiena pun mandi dan makan lalu melanjutkan kegiatannya yang tertunda. Shiena pun tertidur sangat lelap sampai sore tiba.


#Bersambung#


Jangan Lupa Tekan Like, Komen, Vote dan Favorite nya ya.. 😁


Terima kasih.. 🥰😍❤😘