
Anastasya berusaha sekuat tenaga memanggil Raja Michael agar mau bicara dengannya. Raja Michael penasaran dengan apa yang ingin dikatakan dan dilakukan Anastasya. Raja Michael pun setuju untuk bicara dengan tatapan dingin dan mengintimidasi.
Anastasya yang merasa mendapatkan kesempatan dengan semangat menemui Raja Michael. Anastasya memberikan salam dengan sangat sopan dan anggun meskipun dalam kondisi tubuh yang kotor karena tak mandi beberapa hari. Anastasya yang masuk ke Ruang Interogasi langsung merasa atmosfirnya sangat berbeda dan merasa sesak di dadanya karena tak pernah mengalami hal ini sebelumnya tapi Anastasya mencoba menahan tatapan dingin Raja Michael dan menguatkan dirinya agar tetap sadar sehingga dapat berfikir dengan jernih.
Raja Michael yang tak ingin Anastasya duduk di dekatnya memerintahkan Jenderal Besar untuk membuat jarak antara dirinya dan Anastasya. Kaisar Franz juga tak memerintahkan Jenderal Besar keluar sama seperti saat dirinya sedang berbicara dengan Duke Simons.
Anastasya yang merasa situasinya sedang sangat sulit memulai rencananya untuk keluar dari Penjara dan berharap Raja Michael akan menjaminnya untuk bebas.
"Yang Mulia, saya tau jika anda tidak percaya pada saya tapi sungguh Yang Mulia itu bukan salah hamba. Hamba difitnah Yang Mulia." ucap Anastasya membela diri.
"....." Raja Michael diam dan menatap tajam.
"Yang Mulia mungkin tak percaya tapi saya hanyalah korban disini Yang Mulia. Ketika saya dan Tuan Duke datang ke Kerajaan Zambrud. Bukankah Yang Mulia dan Tuan Duke yang membicarakan tentang Kudeta itu? Saya tak mengatakan apapun Yang Mulia dan itu artinya saya tidak terlibat." ucap Anastasya menangis tapi membela dirinya.
"...." Raja Michael tetap diam tak merespon.
Anastasya yang kesal karena tak mendapatkan respon apapun dari Raja Michael hanya bisa menggigit bibirnya. Anastasya kemudian meneruskan aktingnya sebagai korban dan tak bersalah agar Raja Michael merasa kasihan dan membantunya bebas.
"Saya memang mengetahui rencana Tuan Duke untuk melakukan Kudeta tapi bukankah Yang Mulia juga mengetahuinya? Saya bahkan menjadi saksi ketika Yang Mulia dan Tuan Duke melakukan Perjanjian Kerjasama." ucap Anastasya.
"Apa sekarang kau sedang berencana untuk mengancamku?" tanya Raja Michael.
"Ti-tidak! Aku tidak akan berani melakukan itu Yang Mulia. Aku hanya ingin jika Yang Mulia bersedia membantuku." ucap Anastasya.
'Wanita ini benar-benar seperti ular, sangat berbisa dan suka membelit. Jika dia telah menemukan mangsa, dia tak akan berhenti membelitnya hingga mangsanya itu mati.' ucap Raja Michael dalam hati.
'Aku tau kau adalah seorang Raja tapi jika aku menceritakan yang sebenarnya pada Penyidik, aku yakin meskipun Raja dari suatu Kerajaan pun akan terlibat.' fikir Anastasya.
Raja Michael yang sudah mengerti maksud keinginan Anastasya yang berpura-pura meminta bantuan tapi ternyata mencoba mengancam membuat Raja Michael tak bisa menahan tawanya.
'Dasar wanita bodoh! Kau itu wanita rendahan dan sekarang mencoba mengancamku yang seorang Raja.' fikir Raja Michael.
Ha...ha...ha...
(Tawa Raja Michael)
Anastasya yang tak mengerti alasan Raja Michael tertawa hanya bisa diam dengan tatapan bingung dan begitu pula dengan Jenderal Besar yang dari awal ada di dalam Ruang Investigasi itu.
Raja Michael tak ingin meneruskan omong kosong ini lagi sehingga Raja Michael pun berdiri dari tempat duduknya dan berjalan keluar pintu. Sementara Anastasya yang terkejut dengan tindakan Raja Michael tidak bisa membiarkan Raja Michael pergi begitu saja. Dengan cepat, Anastasya meraih pergelangan tangan Raja Michael tapi Jenderal Besar segera menangkap Anastasya dan menjatuhkannya ke lantai.
Buukkkk...
(Suara jatuh)
"Aaaarrrggghhhh" teriak Anastasya.
Penjaga Tahanan yang berada di luar Ruangan bergegas masuk tanpa mementingkan sopan santu. Penjaga Tahanan itu takut telah terjadi sesuatu yang buruk pada Raja Michael yang nantinya akan memicu perang dan jika hal itu terjadi tentu saja semua keluarga dari Penjaga Tahanan itu akan dibinasakan terlebih dahulu.
Namun, Penjaga Tahanan itu melihat Anastasya yang sedang terguling ke tanah dengan posisi tengkurap dengan salah satu tangannya ditahan ke belakang. Penjaga Tahanan yang tidak mengerti dengan situasi itu hanya bisa diam mematung.
Raja Michael yang awalnya berjalan dengan santai mendengar suara aneh dan teriakan Anastasya segera berbalik dan melihat. Raja Michael yang menyadari apa yang sebenarnya ingin dilakukan Anastasya hanya bisa memberikan tatapan dingin dan mengabulkan permintaannya.
"Aku sebenarnya tak ingin ikut campur dengan masalah Kekaisaran Pearl dengan Pemberontak sepertimu tapi setelah melihat keinginan kerasmu yang ingin sekali segera mati menyusul mantan pacarmu. Aku janji, aku akan mengabulkannya." ucap Raja Michael dengan ekspresi dingin.
"Tidak Yang Mulia! Tolong jangan lakukan itu Yang Mulia! Saya masih ingin hidup Yang Mulia. Saya mohon Yang Mulia maafkan kelancangan hamba." ucap Anastasya menangis manahan sakit.
Raja Michael yang merasa ini adalah sebuah lelucon yang sangat lucu berjalan mendekat kearah Anastasya lalu berjongkok dan menarik rambut Anastasya dengan tangan kanannya dengan kuat hingga membuat Anastasya berteriak kesakitan.
"Apa kau fikir dirimu sangat lah hebat sehingga berani mengancamku yang merupakan seorang Raja? Kau hanyalah seorang Pendosa, Penghianat dan juga wanita murahan. Apakah kau fikir akan ada orang yang akan percaya dengan semua yang kau katakan? Apa kau punya buktinya? Tidak!" ucap Raja Michael.
Raja Michael yang telah muak dengan wajah Anastasya seger melepaskan tangannya begitu saja sehingga menyebabkan kening Anastasya menabrak lantai Ruang Interogasi hingga mengeluarkan darah segar.
Lalu, Raja Michael pun memberika kode kepada Jenderal Besar untuk melepaskan Anastasya kemudian pergi dari Ruangan itu tapi tiba-tiba Raja Michael memutar sedikit kepalanya dan berbicara dengan pelan tapi cukup untuk bisa didengar oleh Anastasya.
"Apa kau ingin tau sebuah kebenaran? Sebenarnya ini semua adalah jebakan dari Kaisar Franz, aku dan Gadis Suci!" ucap Raja Michael.
"Apa? Ti-tidak!" teriK Anastasya.
Setelah mengetahui kebenarannya, Anastasya kehilangan akal sehatnya. Anastasya berteriak dengan sangat kencang. Penjaga Tahanan yang melihat dari tadi segera menangkap Anastasya dan memegangnya dengan sangat kuat.
Raja Michael pun pergi dari Ruangan itu menuju ke Istana menemui Kaisar Franz. Setelah menunggu beberapa jam akhirnya Raja Michael mendapatkan kabar dari bawahannya jika saat ini Kaisar Franz telah kembali.
Kaisar Franz yang sedang pada mood terbaiknya dengan senang hati menerima kedatangan Raja Michael di jam kerjanya. Kaisar Franz yang tau jika saat ini Kaisar Franz sedang senang mencoba mengajukan permohonan.
"Tentu saja Kaisar Franz. Duduklah." ucap Kaisar Franz.
Raja Michael pun duduk di sofa tempat Kaisar Franz juga telah duduk kemudian Kaisar Franz memerintahkan Pelayan Istana menyediakan teh untuk mereka. Dalam waktu singkat teh dan cemilan kering telah berada di atas meja.
"Sekarang katakan lah Raja Michael apa yang ingin anda katakan?" tanya Kaisar Franz langsung.
"Saya telah pergi ke Penjara Kekaisaran dan menemui Duke Simons dan juga Anastasya." ucap Raja Michael.
"Lalu, apakah anda berencana untuk memohon pengampunan untuk nyawa mereka berdua?" tanya Kaisar Franz dengan tatapan tajam.
"Tidak! Saya hanya ingin keringanan hukuman pada Duke Simons dan untuk Anastasya Kaisar Franz boleh menjatuhkan hukuman apapun." ucap Raja Michael.
"Apakah kau melakukan ini karena dia satu-satunya keluarga anda yang tersisa?" tanya Kaisar Franz sinis.
"Benar tapi lebih dari itu, aku telah mengetahui bahwa dirinya telah sangat menyesali perbuatannya." ucap Raja Michael.
Kaisar Franz yang merasa permintaan Raja Michael lebih ke permintaan pribadi tapi permintaan itu sangat sulit dikabulkan meskipun dirinya tau bagaimana rasanya.
"Apakah anda juga mengampuni semua orang yang telah terlibat dalam insiden Pemberontakan di Kerajaan Zambrud? Apakah anda mengampuni nyawa mereka setelah perbuatan mereka yang telah membuat anda kehilangan Takhta dan Kehormatan anda?" tanya Kaisar Franz dan langsung berdiri melihat keluar Jendela dari Ruang Kerjanya.
#Bersambung#
**β Noteβ
Main tebak-tebakan yang menentukan jalan cerita..
Duke Simons mau dihukum apa ?
A. Mati
B. Pengasingan seumur hidup
Anastasya mau dihukum apa?
A. Mati
B. Pelayan Istana seumur hidup
Pengikut Duke Simons maunya di apain?
A. Mati
B. Jadi Rakyat biasa
Jawaban terbanyak menentukan isi cerita.. ππ₯°π
Komen dibawah ya.. π€π€π
Jangan Lupa Like, Komen dan Vote ya..
π₯°πππ
Terima kasih**