The Empress Of Mind Reader

The Empress Of Mind Reader
BAB 244. Kena Kau!


Setelah dua hari berlalu, akhirnya Duke Simons sampai di Kediamannya. Duke Simona datang disambut oleh Kepala Pelayan Rumah Tangga dan seluruh pelayannya. Semua pelayan yang melihat Duke Simoms kembali sendirian mulai bergosip tapi segera ditegur oleh Kepala Pelayan Rumah Tangga.


Duke Simons yang baru kembali tak langsung kembali ke kamarnya untuk istirahat. Duke Simons segera menuju ke Ruang Kerja dan menyelesaikan beberapa pekerjaan yang mendesak. Duke Simons langsung menulis surat kepada seluruh pengikutnya dan Bangsawan yang setuju untuk melakukan kudeta untuk bertemu besok siang.


Setelah menulis surat, Duke Simons memerintahkan Kepala Pelayan menyiapkan air hangat untuknya berendam untuk mereksasikan dirinya yang tegang beberapa hari ini karena menahan amarah.


Di dalam kamar mandi, Duke Simons yang sedang dipijat oleh beberapa pelayan wanita yang cantik mendengarkan laporan detail dari Kepala Pelayan Rumah Tangga. Tak hanya itu, Duke Simons juga memberikan perintah untuk melakukan pertemuan pribadi dengan Tuan Valkrim pemimpin dari Toko Lelang terkait kerjasama yang akan mereka lakukan. Duke Simons yang ingin melakukan kudeta memerluka jumlah uang yang banyak dan juga cepat karena Duke Simons telah mengawasi keuntungan dari Toko Lelang selama beberapa bulan terakhir, Duek Simons yakin akan mendapatkan banyak keuntungan jika berinvestasi dalam jumlah yang besar.


Setelah berendam, Duke Simons yang merasa lelah tak bisa menahan kantuknya hingga tertidur sampai malam hari. Ketika bangun, Duke Simons menjadi segar kembali dan memanggil Kepala Pelayan yang ternyata telah membawa surat balasan dari semua pengikut yang setuju untuk melaksanakan pertemuan keesokan harinya di jam dam tempat yang sama dengan rapat sebelumnya.


Keesokan harinya, Pelayan Rumah Tangga yang telah menyiapkan kereta kuda segera mengantar Duke Simons ke sebuah restoran yang merupakan tempat pribadi yang menjadi markas milik Duke Simons dan pengikutnya untuk berkumpul.


Duke Simons yang baru datang memecah suara keributan antar pengikut dan menyebabkan suasana menjadi sesak karena tegang. Duke Simons yang merasa suasana telah terkendali segera membuka rapatnya langsung keinti pembicaraan.


"Aku rasa kalian tau jika kita telah dibodohi dan ditipu oleh Putra Mahkota Franz yang sekarang telah menjadi Kaisar tapi kita masih punya kesempatan meskipun dirinya telah menjadi Kaisar yang baru. Masa transisi ini adalah masa yang sangat sulit untuk diatasi karena kurangnya kepercayaan rakyat. Kita bisa memanfaatkan hal ini." ucap Duke Simons tenang.


"Apa rencana Tuan Duke?" tanya Viscount Crostaria.


"Kita akan menyerang Istana satu hari setelah Hari Kedewasaan Kaisar Franz. Aku yakin Kesatria-kesatria itu pasti tak akan siap jika terjadi serangan mendadak sebelum matahari terbit." ucap Duke Simons.


"Tapi Tuan, kita tak memiliki Kesatria yang cukup untuk menyerang Istana. Sementara Istana dijaga oleh ribuan bahkan puluhan Kesatria." ucap Count Harmine.


"Jangan khawatir tentang jumlah Kesatria yang menyerang. Aku ke Kerajaan Zambrud tentu saja memiliki tujuan dan tujuanku itu telah berhasil." ucap Duke Simons.


"Maksud Tuan?" ucap Tuan Hanz bingung.


"Tuan Hanz apa anda masih belum mengerti ucapanku. Bukankah kau akan segera diangkat menjadi Baron di Hari Kedewasaan Kaisar baru." sindir Duke Simons.


"Saya sungguh tak mengerti Tuan." ucap Tuan Hanz yang tak tersinggung.


"Raja Michael, Raja Kerajaan Zambrud yang juga adalah Pamanku telah bersedia membantu dan beliau telah memberikan kita 10.000 Kesatria terbaik dengan persenjataan lengkap untuk menyerang Istana." ucap Duke Simons.


Semua yang mendengar perkataan Duke Simons menjadi senang karena berfikir kemenangan pasti dipihak mereka tapi ada juga yang tak bisa percaya begitu saja tapi setelah Duke Simons menunjukkan 1000 Kesatria yang diberikan Raja Zambrud yang saat ini bersembunyi di Hutan Kesepian yang ditunjukkan dengan Sihir jarak jauh.


Semua yang ragu perlahan percaya dan mulai yakin akan kemenangan mereka. Duke Simons juga menjelaskan bahwa 1000 Kesatria itu akan dikirim ke 10 Kepala Keluarga Bangsawan yang disusupkan sebagai Pekerja kasar dan saat hari H tiba semua Kesatria itu akan berkumpul dan menghancurkan Istana dan memberikan mereka kemenangan.


Semua pengikut yang mendengar penjelasan senang karena hasil akhirnya bisa terlihat sangat cerah tapi mereka juga mengkhawatirkan biaya hidup dari ke-100 Kesatria Kerajaan zambrud itu. Duke Simons yang mengerti kecemasan pengikutnya meminta kepada Semua pengikut untuk menuliskan semua pengeluaran mereka dan ketika mereka menang nanti maka mereka akan mendapatkan uang mereka kembali beserta harta dari Bangsawan setia yang akan mereka dapatkan.


Semua pengikut setuju akan ide itu karena mereka tau bahwa dua dari Bangsawan yang bersumpah setia pada Keluarga Kekaisaran adalah Keluarga Carrole dan Keluarga Watson yang diyakini memiliki Kekayaan yang berlimpah dan membayangkan jumlah koin emas yang akan didapat membuat semua Pengikut menghayal.


Setelah pembicaraan mereka selesai, semuanya bubar dan kembali satu persatu dengan jarak beberapa jam agar tak membuat orang lain curiga. Sementara Duke Simons kembali ke Kediamannya dan mengganti pakaiannya untuk menemui Tuan Valkrim.


Duke Simons mengira jika dirinya akan membahas kerjasama bisnis berdua dengan Tuan Valkrim saja tapi ternyata juga bersama dengan Shiena yang telah menyamar menjadi Gadis Suci. Duke Simons yang telah melihat Gadis Suci beberapa kali baru kali ini dapat bertemu secara langsung dan pribadi. Duke Simons sangat terkesima dengan kecantikan Shiena yang tertutup cadar putih.


"Selamat datang Tuan Duke." ucap Shiena.


"Terima kasih Lady." ucap Duke Simons.


Duke Simons telah membungkukkan tubuhnya dan berharap Shiena mau mengulurkan tangannya dan membiarkan dirinya mencium punggung tangannya tapi Shiena yang tau isi fikiran Duke Simons merasa jijik jika tubuhnya disentuh oleh pria yang pernah berhubungan dengan Wanita Ular, Anastasya.


Shiena pun meminta Duke Simons dan Tuan valkrim duduk. Duke Simons yang kecewa hanya bisa menurut tapi Duke Simons tak ingin membuat ini menjadi masalah besar karena tujuan utamanya adalah mendapatkan keuntungan yang besar dan cepat untuk biaya kudetanya nanti.


"Apa bisa kita mulai pembicaraan Kerjasama Bisnis kita?" tanya Shiena.


"Tentu saja Lady." ucap Duke Simons semangat.


"Tuan Valkrim, anda bisa menjelaskan isi perjanjian yang telah kita buat dan bisa kau serahkan pada Tuan Duke untuk dibaca." perintah Shiena.


"Baik, Nona." ucap Tuan Valkrim.


Tuan Valkrim pun mengambil dua buah kertas Surat perjanjian yang mana telah disiapkan oleh Tuan Valkrim sebelumnya. Duke Simons tak menyangka jika kedatangannya akan segera melakukan perjanjian bisnis karena Duke Simons fikir mereka hanya akan membicarakan keuntungan dan kerugian dalam Kerjasama Bisnis ini.


"Tuan Duke sudah pasti tau bahwa Toko Pelelangan tak hanya membeli barang-barang berharga atau menyewakan orang-orang terbaik untuk membantu Bangsawan dan Rakyat biasa tapi juga menjual Barang-barang yang Langka dan juga Berharga dengan cara dilelang dengan harga yang sangat tinggi. Ketika Acara Lelang dimulai maka keuntungan yang didapat sangat lah banyak, setiap pemilik barang yang akan dilelang akan mendapatkan 80% dari jumlah Uang dan Toko Pelelangan akan mendapatkan 20% secara percuma setelah menjual barang. Tuan Duke bisa menghitung sendiri berapa jumlah pendapatan perbulan dari Toko Lelang ini." ucap Tuan Valkrim sambil menyerahkan Laporan Keuangan yang asli.


"I-ini! Apakah ini asli?" tanya Duke Simons tak percaya.


"Tuan bisa melihatnya sendiri, asli atau palsu?" ucap Tuan Valkrim percaya diri.


Duke Simons yang tau jika Buku yang ada di tangannya adalah asli melihat dari tinta, kertas dan sampul buku tak bisa menghentikan imajinasinya tentang kekayaan melimpah berputar-putar di isi kepalanya.


'Jika aku menginvestasikan uangku dalam jumlah yang besar itu artinya aku akan mendapatkan keuntungan yang jauh lebih besar lagi. Terlebih lagi dalam satu bulan, Toko Lelang setidaknya akan melakukan dua kali pelelangan. Jika begini terus maka aku akan menjadi yang terkaya bahkan bisa mengalahkan kekayaan Keluarga Watson dan Keluarga Carrole.' fikir Duke Simons.


'Dasar rakus dan tamak! Kena kau sekarang!' ucap Shiena dalam hati dengan senyum penuh kemenangan dari balik cadar putihnya.


#Bersambung#


Jangan Lupa Like, Komen dan Vote nya ya..


🥰😍😘😚 Terima Kasih