
Shiena yang baru tiba merasa ada sesuatu yang aneh terjadi, suasananya menjadi sangat canggung.
Tuan Muda Alex yang pertama kali menyadari kedatangan Shiena langsung pergi menghampiri dan memberika senyum hangatnya.
"Shiena! Bagaimana keadaanmu?" tanya alphonso.
"Aku sudah lebih baik guru sekarang." ucap Shiena.
"Apa kau lupa? Jangan panggil aku guru jika di luar jam belajar." ucap Alphonso sambil menggoda Shiena.
"Hahaha (Tawa Shiena) Tentu saja Alphons." jawan Shiena sambil tersemyum.
Putra Mahkota yang tidak senang melihat Shiena tersenyum untuk pria lain pun pergi menemui Shiena.
"Shiena! Maafkan aku baru bisa datang menjengukmu sekarang." ucap Ian menyesal.
"Hamba mengerti Yang Mulia Putra Mahkota." ucap Shiena sopan.
Putra Mahkota tidak terima jika Shiena berperilaku sopan seperti itu karna Putri Mahkota merasa sudah menjauhinya.
"Jangan bicara terlalu sopan padaku. Panggil saja aku dengan namaku." ucap Ian.
Shiena yang mendengar hal itu menjadi kesal, Shiena masih belum menerima perkataan maaf dari Putra Mahkota yang tidak bisa melindunginya dan tidak bisa mendidik anak buahnya.
"Maafkan hamba Yang Mulia. Hamba tidak bisa karna itulah aturannya." ucap Shiena sopan.
Putra Mahkota yang mendengar hal itu menjadi semakin kesal tapi pada saat Putra Mahkota ingin protes Tuan Muda Roan datang menghampiri.
"Shiena! Apa tidurmu nyenyak?" ucap Roan.
"Ah, kakak. Tentu saja kak. Terima kasih." ucap shiena.
"Aku baru mendengar dari Zee bahwa kau diculik dan akhirnya terluka. Kakak yang mendengar hal itu datang kemari dan juga bibi sangat mencemaakanmu." ucap Roan dengan nada sindirannya.
Tuan Muda Roan yang melihat sikap Putra Mahkota yang seperti memiliki hak atas Shiena seutuhnya membuat Tuan Muda Roan tidak menerimanya.
Di saat yang sama Tuan Muda Alphonso juga merasakan hal yang sama yaitu ketidaksukaan pada Putra Mahkota jadi dia pun membantu Tuan Muda Roan untuk menyindir Putra Mahkota.
"Ah, kau benar sekali Tuan Muda Laurence. Aku pun langsung mengirimkan surat untuk datang kemari untuk mengetahui bagaimana keadaan Shiena. Bagaimana mungkin Shiena terluka padahal dia adalah Putri Tunggal seorang Duke." ucap Alphonso menimpali.
Putra Mahkota yang mendengar perkataan Tuan Muda Roan dan Tuan Muda Alphonso menjadi kacau dan sadar bahwa apa yang telah dia lakukan dan kelalain bawahannya telah membuat shiena dalam bahaya.
Shiena yang bingung apa yang telah terjadi pun hanya bisa mengamati situasi terlebih dahulu dan menggunakan kemampuannya membaca fikiran untuk tau apa yang mereka bertiga rencanakan.
*Kau hanyalah seorang Putra Raja dan tidak memiliki kemampuan apapun. Kau ingin memiliki Shiena seutuhnya jangan harap, aku tidak akan menyerahkannya kepada pria yang bahkan tidak bisa mengatur bawahannya, Bagaimana bisa mengatur kekaisaran ini dan melindungi Shiena.* fikir Roan kesal. [Penyakit Brother-Sister Complex menurut Shiena]
*Kau telah membuat Shiena terluka dan sakit, aku tidak akan diam saja karna hal ini. jangan karna kau Putra Mahkota, kau bisa seenaknya. Kekayaan dan kekuasaan keluargaku jauh lebih banyak darimu calon kaisar bodoh. Aku bisa mengambil tahtamu jika aku mau.* fikir Alphonso [Penyakit khawatir akut menurut Shiena]
Shiena yang telah mengetahui apa yang di fikirkan kakak dan gurunya menjadi sangat senang.
'Ternyata rencanaku berhasil. Jika suatu saat aku dalam bahaya kak Roan dan guruku Alphons akan menjadi orang pertama yang menjadi prisai ku dan keluargaku.' ucap Shiena dalam hati.
Shiena memang sudah tidak terlalu khawatir jika Putra Mahkota akan melakukan hal yang sama seperti yang dilakukannya di kehidupan sebelumnya karna Shiena sudah sadar bahwa Putra Mahkota telah tertarik padanya.
Hanya saja, saat ini Putra Mahkota belum bertemu permaisurinya di kehidupan terdahulu jadi dia masih harus memikirkan cara melindungi dirinya, keluarganya dan orangnya.
Disaat yang sama Shiena pun melihat raut wajah sedih sekaligus marah dari Putra Mahkota pun mencoba membaca fikirannya.
*Maafkan aku. Aku tau ini salahku yang tidak seharusnya meninggalkanmu tapi ini semua karna pengawal dan kesatria itu yang tidak mengerjakan tugasnya dengan baik.* fikir Ian.
Shiena yang mendengar fikiran Putra Mahkota menjadi semakin kesal padanya.
'Dasar Putra mahkota sombong. Dia masih belum bisa menerima kenyataan bahwa ini adalah salahnya dan malah menyalahkan orang lain. Awalnya aku simpati karna memang ini tidak sepenuhnya salahnya tapi setelah mendengarmu memikirkan itu. Hmmmm, ternyata ayahku benar.' ucap shiena dalam hati kecewa.
#Bersambung#
Jangan Lupa Tekan Like, Komen, Vote dan Favorite nya ya.. 😁
Terima kasih.. 🥰😍❤😘