The Empress Of Mind Reader

The Empress Of Mind Reader
BAB 108. Cerita Kelahiran


Keesokan paginya, Duchess Carrole telah menyiapkan banyak sekali makanan yang telah dibawa ke kamarnya. Duchess lalu meminta dayangnya untuk memanggil Shiena untuk menemuinya. Dayang pun pergi dan tak lama Shiena pun datang.


"Ibu memanggilku?" tanya Shien sambil berjalan mendekati Duchess Carrole.


"Iya, kemarilah putriku. Lalu, untuk kalian tinggalkan kami." ucap Duchess Carrole.


Semua pelayan dan dayang yang berada di dalam kamar Duchess Carrole pun pergi dan meninggalkan Shiena dan Duchess Carrole berdua saja disana.


"Putriku, ibu tau bahwa Perburuan Naimar akan dilaksanakan dalam sepuluh hari. Di acara perburuan itu hanya Tuan Muda dan Nona bangsawan saja yang bisa datang dan menghadirinya. Ibu tak mencemaskan debutmu. Ibu yakin kau pasti bisa tapi..." ucap Duchess bingung.


"Tapi kenapa bu?" tanya Shiena.


"Tapi ibu khawatir keselamatanmu. Ibu tak akan menutupi apapun, karena kau juga telah dewasa dan seharusnya telah mengetahui semuanya." ucap Duchess Carrole.


Shiena hanya terdiam setelah mendengar perkataan Duchess Carrole karena sebenarnya Shiena sudah tau arah tujuan pembicaraan ini kemana.


"Aku tau ibu." ucap Shiena.


"Syukurlah. Putriku, saat pertunanganmu dibatalkan kita telah mengambil resiko dengan membuat Kaisar marah dan menjadi musuh secara tak langsung dari fraksi bangsawan pendukung Kaisar. Meskipun mereka tak akan menyakitimu secara langsung tapi ibu khawatir keselamatanmu jika mereka bergerak secara diam-diam. Jadi, ibu minta padamu berlatihlah. Kuasai semua elemen Sihir yang kau miliki." ucap Duchess Carrole.


"Aku janji bu. Aku pasti akan menguasai semuanya." janji Shiena.


"Ibu tau kau pasti bisa melakukannya. Apa kau tau putriku? Satu hari sebelum ibu lahir, ibu seperti berada di sebuah tempat yang aneh lalu tiba-tiba muncul enam bola cahaya dan keenam bola cahaya itu mendatangi ibu. Ibu yang takut pun berlari tapi ibu tersandunung dan terjatu. Keenam bola cahaya itu masuk ke dalam perut ibu, lalu ada seorang kakek tua datang dan berkata pada ibu bahwa anakmu adalah pembawa takdir. Dia dapat mengubah takdir dirinya dan orang lain. Lindungi dia, sayangi dia, dan jagalah dia. Itu lah yang dikatakan kakek tua itu." ucap Duchess Carrole.


"Apa maksudnya itu ibu?" tanya Shiena.


"Ibu awalnya tak mengerti lalu ibu terbangun dan merasa sangat sakit seperti ingin melahirkan. Akhirnya ibu melahirkanmu dan ibu menceritakan semuanya pada ayahmu." ucap Duchess Carrole.


"Lalu, apa yang dikatakan ayah bu?" tanya Shiena.


"Ayahmu pun tak tau apapun." ucap Duchess Carrole.


Duchess Carrole menceritakan semua yang terjadi setelah kelahiran Shiena. Duke Carrole yang tak tau maksud dari mimpi itu tak hanya berdiam diri. Duke Carrole membaca semua buku dan menemukan bahwa ada enam energi sihir dengan warna yang berbeda dan warna itu sama persis dengan yang ada di dalam mimpi Duchess Carrole.


"Jadi ayah sebenarnya sudah tau kalau aku memiliki enam elemen sihir ya bu?" tanya Shiena.


"Tidak. Ayahmu hanya tau kecocokannya dan tak tau tengang itu." jawab Duchess Carrole.


Duchess Carrole bercerita bahwa dirinya tak memiliki alat untuk mengetahui jumlah elemen sihir seseorang dari bayi. Namum, ketika Shiena kecil, Shiena pernah dibawa ke Kerajaam Emerald untuk mengikuti tes sihir.


Shiena yang masih bayi dites dengan sebuah benda untuk mencari tau apakah Shiena memiliki Sihir Cahaya sebagai Lambang Keluarga Kerajaan Emerald dan ternyata Shiena memilikinya yang menandakan bahwa Shiena merupakan Keturunan Asli Kerajaan Emerald meskipun saat ini tak bisa tinggal di Kerajaan Emerald.


Setelah pengetesan itu, Shiena mengukuti perjanjian berdarah untuke mendapatkan Kesatria Bayangannya sendiri yang merupakan Kesatria Pelindung Keluarga Kerajaan Emerald.


"Jadi, ayah dan ibu hanya tau aku memiliku Sihir Cahaya?" tanya Shiena.


"Benar tapi kami juga meyakini bahwa bisa memiliki elemen sihir lain karena kau memiliki darah ayahmu yang seerong pengguna dua elemen." ucap Duchess Carrole.


"Ternyata begitu." jawab Shiena mengerti.


Duchess Carrole berkata bahwa Duke Carrole baru yakin jika Shiena memiliki enam Elemen Sihir setelah kejadian penculikan saat Shiena mencoba menolong Duke Carrole dan Putra Mahkota. Shiena menggunakan lebih dari satu elemen sihir dan ketika Shiena mengakuinya langsung terhadap Duke Carrole.


Shiena yang tau semua alasannya bertambah kuat keinginannya untuk bisa menguasai semua Elemen Sihir dan menguasai semua Sihir Penggabungan.


Shiena pun menyimpan semua bahan makanan yang telah disiapkan Duchess Carrole ke dalam cincin ruang dan setelah semua tersusun rapi. Shiena berpamitan untuk berlatih.


Shiena selalu berlatih selama dua minggu di dalam cincin ruang dan artinya pergi selama empat belas jam dan kembali hanya saat makan malam untuk menceritakan semua hasil latihannya pada Duke Carrole dan Duchess Carrole.


Shiena tak hanya pergi berdua bersama Duke Carrole tapi juga bersama Tuan Muda Alphonso. Tuan Muda Alphonso memberi tau alasan kenapa Shiena di panggila Kaisar mengenai Pengetahuannya tentang mengatasi bencana Kekeringan dan Kebanjiran yang telah terjadi dalam kurun waktu yang lama dan selalu terjadi tiap tahunnya.


Tuan Muda Alphonso juga mengatakan bahwa Yang Mulia Kaisar juga mengetahui bahwa Shiena lah yang telah berjasa membantu Putra Mahkota mengatasi masalah Air bersih dan Kekeringan di Wilayah Amore sehingga Kaisar ingin memberikan hadiah kepada Shiena.


Shiena yang tau alasannya menjadi sangat senang dan Duke Carrole yang berada di samping Shiena menjadi sangat bangga terhadap Putrinya. Duke Carrole, Shiena dan Tuan Muda Alphonso pun pergi ke Istana menggunakan kereta kuda.


"Ayah, tak sempat mengatakannya kemarin. Ayah sangat senang melihatmu telah berubah begitu jauh Shiena. Apalagi setelah mengetahui bahwa kau yang telan membantu Putra Mahkota mengatasi masalah Wilayah Amore dan sekarang ayah sangat bangga padamu karena kau telah menjadi putri ayah yang dewasa." ucap Duke Carrole.


"Terima kasih ayah." ucap Shiena.


Tak butuh lama, Kereta kuda Shiena dan Duke Carrole serta Kereta kuda Tuan Muda Roan telah sampai di Istana. Mereka pun pergi menuju ke taman dimana Kaisar berada. Kaisar sedang duduk di taman di dekat danau angsa.


"Kami menghadap Yang Mulia Kaisar Sang Cahaya Rembulan Semoga Kekaisaran Pearl Semoga Yang Mulia panjang umur dan selalu sehat." ucap Duke Carrole, Tuan Muda Alphonso dan Shiena sambil membungkuk.


"Tegakkan kepala kalian dan duduklah." ucap Kaisar.


"Terima Kasih Yang Mulia." ucap Duke Carrole.


"Saya senang melihatmu lagi Shiena. Bagaimana kabarmu sekarang?" ucap Kaisar.


"Hamba sudah semakin membaik Yang Mulia dan ini semua berkat kemurahan hati Yang Mulia."ucap Shiena.


"Kau terlalu merendah. Aku sangat ingin kau menjadi menantuku tapi ternyata semua tak sesuai harapan. Namun aku tak bisa menyalahkanmu karena ini semua adalah kesalah putraku sendiri. Aku harap kau bisa memaafkannya." ucap Kaisar.


"Maafkan hamba Yang Mulia." ucap Shiena.


"Sudahlah. Yang lalu biarlah berlalu tapi jika kau berubah fikiran. Aku pasti akan sangat senang dan menerimanya. Hmmmm... Baiklah karena tak ada orang lain disini selain kita. Keponakanku bilang Shiena kau adalah gadis yang sangat pintar dan berbakat dalam bidang ilmu pengetahuan alam." ucap Kaisar.


"Yang Mulia terlalu memuji. Saya hanya gadis biasa Yang Mulia." ucap Shiena.


"Haha..haha Kau terlalu merendah. Aku tau bahwa solusi Wilayah Amore itu adalah berkat saranmu. Aku sudah lama ingin memanggilmu ke Istana dan memberimu hadiah karena saat ini kau telah berada disini maka terima lah hadiah ini.... Pelayan bawakan hadiahnya." ucap Kaisar.


Pelayan yang diperintahkan Kaisar membawa sebuah hadiah untuk Shiena segera pergi dan membawanya. Namun tak lama, pelayan tersebut datang membawa sebuah kalung dengan Mutiara kecil berwarna putih di sekelingnya dan ada satu buah kalung besar di tengahnya berwarna putih susu yang sangat mengkilap. Kalung tersebut sangatlah indah karena terkena pantulan sinar cahaya matahari.


"Ambillah hadiah ini." ucap Kaisar.


'Apa harus aku terima atau tidak hadiah ini? Kalung ini tak hanya indah tapi juga sangatlah mahal.' fikir Shiena.


Shiena sebenarnya tak ingin menerima hadiah tersebut karena Shiena yang memiliki kemampuan membaca fikiran orang sehingga Shiena dapat mengetahui maksud sebenarnya seseorang.


#Bersambung#


**Main tebak-tebakan yuk..


Apa ya niat sebenarnya Kaisar? Shiena ambil ngak ya hadiah itu? 🤔🙄


Yang tau jawabannya silahkan komen di bawah..


👇😁


Jawaban yang menarik akan menentukan isi bab selanjutnya.. 😁❤🥰😍


Jangan Lupa Tekan Like, Komen, Vote dan Favorite nya ya.. 😁


Terima kasih.. 🥰😍❤😘**