
Shiena dan Tuan Muda Alphonso masuk ke dalam Balai Penelitian Kekaisaran. Shiena merasa sangat terkejut setelah masuk karena jika dilihat dari luar Gedung Balai Penelitian Kekaisaran terlihat biasa saja namun ketika masuk semua pandangan itu beubah.
Balai Penelitian Kekaisaran menjadi berkembang dengan sangat pesat setelah penelitian yang dilakukan oleh Pemimpin dan staf-staf dari Balai Peneltian Kekaisaran di depan semua Menteri dan Bangsawan yang mengikuti Sidang Kekaisaran tentang pohon dan demonstrasi perubahan air kotor menjadi air jernih yang tidak bisa dilakukan dengan sihir. Banyak Bangsawan yang tertarik tentang pengetahuan alam. Rakyat yang mengetahui banyak manfaat yang dapat di gunakan oleh mereka mulai tertarik dan mengajukan diri untuk menjadi peneliti dan akibatnya banyak sekali anggota-anggota baru di Balai Penelitian Kekaisaran.
Bangsawan-bangsawan yang mengetahui bahwa di masa depan Balai Penelitian Kekaisaran akan menjadi besar nantinya mulai memberikan dana investasi yang dikemudian hari diharapkan dapat menjadi sumber pendapatan lain yang berlimpah.
Banyak sekali ruangan-ruangan penelitian baru yang dibangun untuk menunjang keberhasilan penelitian seperti Ruang Penelitian Tumbuhan, Ruang Penelitian Hewan, Ruang Penelitian Laut, dll. Setiap ruangan fokus pada bidangnya masing-masing.
Shiena yang baru datang di sambut oleh Pemimpin dan staf dari Balai Penelitian Kekaisaran. Shiena pun di ajak berkeliling dan sepanjang perjalanan Shiena menjadi pusat perhatian orang-orang karena sangat jarang melihat ada nona bangsawan muda yang datang. Sebagian orang yang mengetahui siapa Shiena sebenarnya mencoba untuk menyapa dan mengajaknya bicara namun Tuan Muda Alphonso menjadi sangat lengket terhadap Shiena.
Tuan Muda Alphonso tidak membiarkan Shiena sendiri dan selalu berada di dekat Shiena. Setiap ada laki-laki yang mencoba mendekat dan mengajak Shiena mengobrol, Tuan Muda Alphonso selalu memasang tatapan tajam yang menusuk seperti seekor serigala yang siap memangsa kelinci sehingga semua orang menjadi takut dan tidak berani.
Shiena menyadari tindakan Tuan Muda Alphonso yang sangat protektif terhadapnya sehingga menyebabkan banyak laki-laki tak berani mendekat. Shiena membiarkan saja hal itu karena Shiena sendiri malas untuk meladeni pertanyaan dan gombalan pria-pria yang mencoba mendekatinya.
Shiena yang memiliki kemampuan membaca fikiran orang lain dengan hanya menatap wajah orang tersebut memudahkan Shiena untuk mengetahui siapa orang yang benar-benar tulus ingin berteman dan siapa orang yang memiliki niat jahat. Shiena tak akan mudah untuk ditipu oleh orang dengan kemampuan spesialnya.
Tiba-tiba ada seseorang datang dan berkata bahwa Tuan Muda Alphonso di panggil oleh Pemimpin Balai Penelitian Kekaisaran di ruangannya. Tuan Muda Alphonso yang sebenarnya tak ingin meninggalkan Shiena terpaksa harus melakukannya. Tuan Muda Alphonso pun memanggil teman satu timnya yang perempuan untuk menemani Shiena berkeliling.
"Salam nona. Nama saya Abigail Arsha Storm. Saya Putri kedua dari Marquess Storm. Anda bisa memanggil saya Abigail." ucap Nona Abigail.
"Nama saya Shiena Ve Carrole, panggil saja saya Shiena, nona Abigail." ucap Shiena.
"Tentu. Mari aku akan menemanimu berkeliling. Apa ada tempat yang ingin kamu kunjungi?" tanya Nona Abigail.
"Hmmm, sepertinya aku lapar. Apa ada ruangan yang bisa menyediakan makanan." ucap Shiena malu.
Ha ha ha
(tawa Abigail dan Shiena)
"Tentu saja ada. Ayo ikuti aku." ucap Nona Abigail.
"Silahkan pimpin jalannya." ucap Shiena.
Shiena dan Nona Abigail berbicara berdua tentang pohon dan manfaatnya. Mereka pun membicarakan hal lain seperti tentang pria. Meskipun Abigail dan Shiena baru berkenalan tapi mereka sangat cocok.
Shiena menyukai Abigail dan senang berteman dengannya karena dikehidupan sebelumnya Shiena tak pernah benar-benar memiliki seorang teman. Semua orang yang berteman dengan Shiena karena statusnya yang merupakan Putri Mahkota yang dikemudian hari menjadi Permaisuri.
Namun sekarang Shiena tau bahwa Abigail adalah gadis yang baik. Abigail tak memiliki niat yang buruk atau maksud tertentu untuk berteman dengan Shiena. Nona Abigail adalah gadis yang periang dan mudah bergaul. Nona Abigail juga orang yang suka berterus terang.
Shiena yang telah membaca fikiran Abigail senyum-senyum sendiri karena telah dipuji. Shiena pun senang karena bisa memiliki teman seperti Abigail.
'Abigail gadis yang baik. Tak ada salahnya jika aku berteman dengannya.' fikir Shiena.
Shiena yang merasa lapar memesan makanan dan juga dessert yang menurutnya menarik dan begitu juga dengan Abigail. Mereka makan bersama dan tertawa bersama. Namun tak disangka datang beberapa pria menghampiri Shiena dan Abigail. Pria yang datang adalah Putra tertua Marquess Ramson, Ghorya Ya Ramson dan juga teman-temannya Tuan Muda Chris, Tuan Muda Wyne dan Tuan Muda Thimoty.
Shiena yang tau ada orang yang datang tidak langsung menerima tapi membaca fikiran mereka terlebih dahulu. Shiena ingin tau apa yang sebenarnya mereka inginkan dan apa niat mereka sebenarnya.
'Wah, ini kah Shiena Ve Carrole. Putri Tungga Duke Carrole. Sungguh gadis yang sangat cantik dan tubuhnya sangat indah. Jika aku bisa memilikinya pasti laki-laki lain akan iri padaku.' ucap Tuan Muda Thimoty.
'Aku harus mendapatkan gadis ini. Masa depanku pasti akan cerah. Aku tak perlu lagi khawatir jika kakak yang menjadi ahli waris keluarga. Asalkan aku bisa mendapatkan Shiena, aku pasti akan menjadi Duke Carrole selanjutnya. Ha ha ha' fikir Tuan Muda Wyne.
'Ternyata inilah gadis yang pernah menjadi Tunangan Putra Mahkota, Shiena Ve Carrole. Gadis ini telah dicampakkan oleh Putra Mahkota itu artinya gadis ini pasti akan mudah aku taklukan. Meskipun dia bekas Putra Mahkota, itu tak jadi masalah dengan status, kecantikan dan kecerdasannya, semua yang pernah terjadi bisa dilupakan.' fikir Tuan Muda Ghorya.
Ada empat pria yang datang menemui Shiena dan ketiganya tidak memiliki niat yang baik kecuali Tuan Muda Chris yang tak ada niat buruk sedikit pun. Tuan Muda Chris hanya ingin berteman dan berbagi pengetahuan tentang tumbuhan karena Tuan Muda Chris dari kecil sangat suka pada tumbuhan.
Tuan Muda Ghorya, Wyne dan Thimoty terus mengajak Shiena berbicara dan terus mencoba mengambil simpati Shiena tapi Shiena hanya membalasnya dengan sopan dan tanpa antusias. Hal itu, membuat merek bertiga marah dan tidak terima karena merasa terhina. Mereka bertiga pun berdiri sambil memukul meja lalu pergi. Tuan Muda Chris yang melihat hal itu hanya bisa minta maaf dan berkata agar Shiena tidak marah dan tersinggung.
Nona Abigail yang duduk di depan Shiena sangat marah dan ingin sekali memberi pelajaran tapi Nona Abigail tidak berani melakukannya karena Keluarga Ramsons adalah Keluarga Bangsawan Atas dan jika membantu Shiena, Nona Abigail takut akan berpengaruh kepada keluargnya.
Namun di sisi lain, Tuan Muda Alphonso telah selesai dengan pekerjaannya dan mencari Shiena. Tuan Muda Alphonso berany kepada teman-temannya dan menemukan bahwa Shiena sendang ada di kantin. Tuan Muda Alphonso pun bergegas menyusul Shiena. Namun ketika sampai Tuan Muda Alphonso melihat Shiena sedang di dekati oleh tiga orang pria meskipun disana ada empat orang pria namun pria yang satunya tak mencoba mendekati atau pun menggoda Shiena dan tak lama kemudian ketiga pria itu menggrebak meja dengan keras lalu pergi.
#Bersambung#
**Ayo main tebak-tebakan.. 😁😍
Kira-kira apa yang akan dilakukan oleh Tuan Muda Alphonso kepada ketiga pria bangsawan tersebut?
Berdasarkan sifat Nona Abigail, Nona Abigail cocoknya jadi teman atau sahabat Shiena?
Jawaban terbanyak akan mempengaruhi jalan cerita selanjutnya.. 🥰😍🤩
Yang tau jawabannya komen di bawah ya.. 👇😁
Jangan Lupa Tekan Like, Komen, Vote dan Favorite nya ya.. 😁
Terima kasih.. 🥰😍❤😘**