The Empress Of Mind Reader

The Empress Of Mind Reader
BAB 221. Persidangan I


Shiena yang telah bangun sangat pagi segera bersiap untuk hari besarnya untul menjatuhkan Anastasya dan Keluarganya yang dulunya adalah orang yang menjadi dalang dari Tuduhan Pemborotakan yang dialamatkan pada keluarganya.


Shiena pun menggunakan gaun yang manis dan juga anggun berwarna merah muda yang senada dengan sepatu hak tingginya. Tak lupa Shiena memakai gelang pemberian Putra Mahkota Franz.


Ketika waktu persidangan tinggal satu jam lagi, Marry datang menemui Shiena dan menyampaikan kabar bahwa Putra Mahkota Franz telah datang dan saat ini berada di bawah menunggu Shiena.


Shiena yang mengerti jika Putra Mahkota Franz ingin mengantarnya dan ingin berada di sampingnya di saat sulit seperti ini tak bisa menolak niat baiknya. Shiena pun berpesan kepada Marry untuk menyiapkan teh serta kue kering untuk Putra Mahkota Franz yang sedang menunggunya.


Marry pun bergegas turun menjalankan perintah Shiena sementara Ana bergegas mendandani Shiena dan merapikan rambut Shiena.


Kereta kuda yang mewah dengan Lambang Keluarga Kekaisaran terparkir rapi di halaman Keluarga Carrole menarik perhatian banyak Rakyat dan juga Bangsawan. Tak hanya itu, pelayan dan kesatria di Kediaman Carrole pun ikut tertarik dan ikut bergosip tentang hubungan Nona mereka dan Putra Mahkota. Semua orang bahkan berspekulasi jika Shiena Ve Carrole adalah Calon Permaisuri masa depan.


Shiena yang telah selesai berdandan pun turun ke lantai bawah menemui Putra Mahkota Franz. Putra Mahkora Franz yang melihat Shiena menjadi terkesima dan tak berkedip untuk beberapa saat hingga Kepala Pelayan Rumah Tangga Keluarga Carrole berdehem kencang.


"Hamba menghadap Yang Mulia Putra Mahkota. Semoga Yang Mulia selalu diberkati." ucap Shiena sopan dan anggun.


Putra Mahkota Franz yang mendengar perkataan Shiena sedikit terganggu tapi setelah melihat ke sekitar Putra Mahkota Franz pun mengerti dan memaklumi sikap Shiena.


Putra Mahkota Franz pun mengulurkan tangannya dan segera disambut oleh Shiena. Mereka pun berjalan menuju keluar ke arah kereta kuda. Semua orang yang melihat sangat iri dan takjub dan berharap Shiena dan Putra Mahkota Franz berjodoh.


"Aku harap Nona dan Yang Mulia akan berjodoh!" ucap Marry.


"Kau benar! Aku ingin sekali melihat Nona bahagia dan bersanding dengan Putra Mahkota Franz. Mereka itu sangat lah serasi." ucap Ana.


"Kau benar. Yang satu cantik dan yang satunya lagi ganteng. Sungguh kombinasi yang sangat pas!" ucap Pelayan lain.


Shiena yang pergi ke persidangan menggunakan kereta kuda Kekaisaran yang sangat mewah menarik perhatian semua orang dan semakin menegaskan bahwa Shiena adalah wanita Putra Mahkota.


Shiena yang telah sampai di Ruang Persidangan masuk dengan sangat anggun dan duduk di tengah berhadapan dengan Hakim dan Jaksa. Dibelakang Shiena duduk Putra Mahkota Franz, Marquess Laurence, dan Nyonya Maria. Sementara di sebelah kanannya ada Anastasya, Duke Simons, dan Countess Carrole.


Setelah kedatangan Shiena ruangan sidang menjadi ricuh dan riuh dengan ucapan dan perkataan dari Bangsawan yang sengaja datang menonton termasuk Tuan Muda Alphonso dan Keluarga Duke Watson.


Ketika persidangan dimulai, Anastasya dan Countess Larsca segera memainkan drama mereka yang seolah meminta keadilan. Anastasya bersikap seolah-olah orang yang sangat tersakiti. Anastasya tak henti-hentinya menangis dan bersandar di dada Duke Simons.


Countess Larsca yang tak ingin ketinggalan drama itu ikut bertindak sebagai seorang ibu yang anaknya telah disakiti. Countess Larsca menuduh Shiena yang telah menjebak Anastasya hingga tak sadarkan diri makanya pada saat itu Anastasya dilecehkan. Countess Larsca juga menuntut Shiena yang telah mendorong Anastasya hingga terjatuh yang menyebabkan Anastasya harus kehilangan bayinya.


Tak hanya Countess Larsca juga mengatakan bahwa dirinya adalah saksi dari perlakuan Shiena yang telah mendorong Shiena. Countess Larsca juga mengatakan bahwa Amy yang merupakan pelayan pribadi Anastasya juga melihat kejadian itu.


Semua orang yang mendengar pernyataan Countess Larsca dan air mata Anastasya perlahan mulai luluh dan menyalahkan Shiena kecuali orang-orang terdekat Shiena. Mereka tetap setia mendukung dan menyemangati Shiena.


Setelah mengatakan apa yang ingin dikatakannya, Countess Larsca pun menangis dan meratapi nasibnya yang harus kehilangan cucunya. Anastasya yang tak diam saja pun mulai beraksi memainkan dramanya.


"Kenapa? Kenapa kau lakukan ini? Apa salahku? Apa salah anakku?" teriak Anastasya sambil menangis.


"Apa yang aku lakukan? Aku tak melakukan apapun." ucap Shiena anggun.


"Bohong! Kau itu pembunuh! Kau telah membunuh anakku!" teriak Anastasya.


Setelah mengatakan itu, ruang sidang menjadi sangat berisik hingga Hakim memukulkan palunya dan meminta semua orang untuk diam. Hakim pun meminta Pihak Pemohon menunjukkan buktinya.


Countess Larsca pun mengeluarkan gelang mutiara milik Shiena yang ditariknya saat ingin menghentikan Shiena agar tidak kabur.


"Ini! Ini adalah buktinya! Ini adalah gelangmu. Aku manariknya saat kau mencoba kabur!" ucap Countess Larsca.


Saat Countess Larsca menunjukkan gelang itu, beberapa Nona Bangsawan yang datang di Acara Pertunangan Anastasya dan Duke Simons mengenali gelang milik Shiena karena pada saat mereka sedang mengobrol Shiena memakai gelang itu dan ada salah satu Nona Bangsawan yang bertanya dan melihat gelang itu.


"Benar! Gelang itu milik Lady Shiena!" teriak seorang Nona Bangsawan.


"Ya, saya melihatnya beberapa hari yang lalu dipakai oleh Lady Shiena ketika datang di Acara Pertunangan Lady Anastasya dan Duke Simons." ucap Nona Bangsawan yang lain.


Suasana di dalam ruangan sidang kembali ricuh karena sebuah gelang. Banyak Nona Bangsawan yang saling saut melihat gelang itu dipakai oleh Shiena.


Countess Larsca dan Anastasya yang melihat reaksi semua orang menjadi sangat senang dan tersenyum penuh kemenangan tapi Shiena tak tinggal diam.


"Apakah gelang itu hanya ada satu di Kekaisaran Pearl ini? Aku memang memiliki gelang seperti itu tapi gelang itu bukan milikku." ucap Shiena.


"Jangan berbohong! Gelang ini milikmu, aku sendiri yang menariknya langsung dari tanganmu!" teriak Countess Larsca kesal.


"Benarkah? Lalu ini apa? Aku masih memakai gelangnya. Itu bukanlah milikku. Kau yang memalsukan gelangku dan menuduhku melakukan kejahatan ini!" ucap Shiena tenang.


"Kau yang bohong! Gelang itu palsu! Ini lah gelang yang asli!" teriak Countess Larsca.


Mendengar perkataan Countess Larsca, Putra Mahkora Franz yang diam saja sedari tadi pun akhirnya angkat bicara dan langsung berdiri membela Shiena.


"Apa maksudmu gelang yang aku berikan pada Lady Shiena adalah palsu?" teriak Putra Mahkota Franz marah.


"Ti-tidak Yang Mulia. Saya tidak bermaksud mengatakan itu. Maksud saya gelang yang ada di tangan saya ini lah yang asli dan gelang itu palsu." ucap Countess Larsca gugup.


"Apa kau fikir saya tidak tau mana gelang yang asli dan palsu? Saya yang telah memberikan gelang itu pada Lady Shiena dan saya sangat tau jika gelang ini (Menunjuk tangan Shiena) adalah asli." ucap Putra Mahkota Franz.


Setelah mendengar pernyataan Putra Mahkota Franz, Hakim pun memutuskan bahwa bukti yang ada di tangan Countess Larsca palsu. Shiena yang mendengarnya menjadi sangat senang.


Namun, Countess Larsca tak menyerah, dia mengajukan bahwa ada saksi yang melihat Shiena yang mendorong Anastasya dan saksi itu adalah dirinya sendiri beserta Amy dan Kesatria Larsca.


Hakim yang mendengar pernyataan Countess Larsca pun menanyakan saksi-saksi tentang kebenarannya. Seseorang yang menjadi saksi tak boleh berkata bohong karena saksi adalah kunci dari semua kasus karena jika saksi berbohong bisa saja akan ada orang lain yang tak bersalah malah dihukum.


Karenanya, seorang saksi yang berbohong akan diberi hukuman cambuk dan penggal karena kejahatannya sama dengan seorang penghianat.


#Bersambung#


Jangan Lupa Like, Komen dan Vote nya ya..


🥰😍😘😚 Terima Kasih