
Setelah semua kejadian buruk yang terjadi, Putra Mahkota Brian yang telah tersiksa duluan dibawa ke Penjara oleh Kesatria Elit.
Putra Mahkota Brian di gantung di dinding tahanan dengan tangan dan kakinya diborgol dengan kuat dan anti Sihir sementara Robert mendapatkan perlakuan yang sama tapi tak mengalami patah apapun.
Putra Mahkota Franz yang telah selesai dengan Acara Pemulihan Statusnya langsung pergi ke penjara bersama Eit menemui Mantan Putra Mahkota Brian [Disini Kaisar sudah lepasin status Putra Mahkotanya jadi di oanggi Mantan Putra Mahkota Brian].
Putra Mahkota Franz yang sangat marah karena sikap Brian yang semena-mena terutama sikap Mantan Putra Mahkota yang tak punya belas kasihan yang tega menyiksa Duke Carrole dan pengikutnya hingga terluka parah.
Putra Mahkota Franz tak bisa mengubah waktu untuk membuat Shiena tidak bersedih melihat kondisi kedua orang tuanya dan pengikutnya yang terluka parah tapi Putra Mahkota Franz masih bisa mengubah masa depan agar kejadian yang sama tak terulang lagi.
Putra Mahkota Franz sadar karena pilihannya ini telah membuat Shiena tidak menyukainya dan bahkan membencinya tapi Putra Mahkota Franz bertekad tak akan menyerah untul membuktikan kepada Shiena jika dirinya tulus padanya.
Putra Mahkota Franz yang sangat marah memerintahkan penjaga untuk keluar dari ruang tahanan itu dan meminta Eit berjaga diluar.
"Ternyata Putra kesayangan ayah kemari, Apa kau ingin mengejekku lagi?" tanya Mantan Putra Mahkota Brian.
Putra Mahkota Franz mengeluarkan cambuk yang telah disembunyikannya dari tadi. Putra Mahkota Franz pun memukulkan cambuk itu berkali-kali hingga tubuh Brian berdarah dengan luka cambuk dimana-mana.
Suara teriakan kesakitan dari Mantan Putra Mahkota Brian terdengar sampai kemana-mana sampai membuat merinding orang yang mendengarnya. Penjaga yang berjaga di luar pun dibuat pucat karena suara itu.
Sementara pengikut Mantan Putra Mahkota Brian yang ada di ruang tahanan lain menjadi ketakutan setelah mendengar suara teriakan kesakitan itu.
Robert yang berada di sebelah ruangan berteriak, memohon dan menangis meminta penghentian penyiksaan itu tapi Putra Mahkota Franz tak menghentikannya sampai Brian jatuh pingsan.
Lalu, Putra Mahkota Franz memanggil penjaga untuk masuk. Penjaga tahanan itu sangat terkejut melihat dengan mata kepalanya sendiri apa yang telah dilakukan oleh Putra Mahkota Kekaisaran Pearl ini.
"Siram wajahnya dengan air dingin! Aku tak ingin dia mati dengan mudah karena dia harus mengalami penyiksaan terus menerus!" perintah Putra Mahkota Franz.
"Baik, Yang Mulia." ucap Penjaga Tahanan.
"Satu hal lagi, rahasiakan yang telah telah kamu lihat dan dengar atau nyawamu dan keluargamu selama tiga generasi akan musnah dalam semalam!" ancam Putra Mahkota Franz.
"Ba-baik Yang Mulia." ucap penjaga terbata-bata karena takut.
Putra Mahkota Franz pun menyembunyikan kembali cambuk itu dan merapikan dirinya lalu keluar menemui Eit dan kembali ke Istana.
Putra Mahkota Franz pun mengubah setiap sudut dan inci kamarnya yang selama ini diambil alih oleh Mantan Putra Mahkota Brian. Putra Mahkota Franz membuang barang-barang itu lalu membakarnya sehingga pada malam itu terjadilah pembakaran massal.
Putra Mahkota Franz yang telah lelah dengan semua yang terjadi beristirahat di kamar lain tapi sebelumnya Putra Mahkota Franz meminta Eit untuk menjadi tangan kanannya serta ajudannya karena hanya Eit yang dapat Putra Mahkota Franz percaya selama ini dan yakini akan selalu setia padanya.
Sementara itu, Shiena dan Keluarganya beserta semua pelayan dan kesatrianya kembali ke Kediaman Carrole. Shiena memerintahkan semua pelayan dan kesatria untuk beristirahat dan tak perlu bekerja selama satu hari.
Semuanya merasa sangat senang karena dapat beristirahat setelah mengalami kejadian buruk selama ini.
Sementara, Shiena pergi menemui Duke Carrole dan Duchess Carrole yang berada di dalam kamar mereka.
Mereka berpelukan sangat lama hingga merasa sudah cukup melepas rindu. Shiena pun menceritakan semua yang telah dilakukannya selama Duke Carrole dan Duchess Carrole berada di dalam penjara.
Duke Carrole sangat terkejut mendengar cerita itu karena Duke Carrole tak menyangka Shiena dapat memiliki kekuatan yang sangat besar dibelakangnya yang bahkan kekuatan itu lebih kuat dari Kekaisaran.
Duke Carrole akhirnya mengetahui bahwa saat ini Shiena telah menjadi pemilik dari dua Kerajaan Bisnis terbesar di Kekaisaran Pearl dan juga pemilik dari sebuah Toko Perhiasan terlaris di ibukota.
Tak hanya itu, Duke Carrole juga baru menyadari bahwa Shiena telah menjadi bagian dari Menara Sihir dan Balai Penelitian Kekaisaran secara tidak langsung meskipun menggunakan identitas sebagai Gadis Penyelamat.
Shiena juga menceritakan siapa saja orang yang telah mengetahui identitas sebenarnya dari Gadis Penyelamat. Duke Carrole awalnya tidak senang karena telah banyak orang yang tau rahasia Shiena tapi setelah dijelaskan akhirnya Duke Carrole mengerti.
Tuan Valkrim, Tuan Grogolia dan Baron Fromboo telah melakukan kontrak sihir dengan Shiena sehingga tak akan mungkin menceritakan kebenarannya sementara Tuan Muda Alphonso yang tau identitas Shiena membuat Duke Carrole khawatir tapi setelah mendapatkan persetujuan dari Duchess Carrole maka Duke Carrole berusaha percaya dan untuk Marquess Laurence baik Duchess Carrole maupun Duke Carrole langusng percaya karena melihat kedekatan antar keluarga mereka.
Duke Carrole pun memperingatkan Shiena untuk tidak pernah memberitau siapapun lagi tentang identitas aslinya dan Duke Carrole juga meminta Shiena untuk berhati-hati agar tidak ketahuan. Shiena yang mengerti pun menganggukkan kepalanya.
Shiena pun kembali ke kamarnya dan beristirahat karena merasa sangat lelah karena tak hanya harus menggunakan banyak Energi Sihir, semua yang telah terjadi membuat mental Shiena menjadi menurun.
Pada malam hari di tengah malam, Shiena tak bisa diam saja melihat Mantan Putra Mahkota Brian hanya terkurung di penjara tanpa mendapatkan balasan apapun dan bahkan Shiena tak bisa menunggu hingga Kaisar menghukum dan mengeksekusi Mantan Putra Mahkota Brian.
Shiena pun memutuskan untuk pergi ke Penjara menggunakan identitas Gadis Suci [Gadis Penyelamat ganti jadi Gadis Suci karena sudah dapet Gelar baru dari Menara Sihir]. Shiena ingin membuat Brian tersiksa dan menderita. Shiena ingin Mantan Putra Mahkota Brian merasakan belasan, puluhan bahkan ratusan kali lipat rasa sakit yang dirasakan oleh keluarga dan pengikutnya
Shiena pun pergi ke Penjara menggunakan Sihir Angin agar lebih cepat sampai dan menggunakan Sihir Gelap untuk menyusup masuk ke dalam penjara tanpa diketahui orang sekaligus mencari keberadaan ruang tahanan Mantan Putra Mahkota Brian.
Shiena yang berfikir Mantan Putra Mahkota Brian tak akan terluka apapun dan hanya di penjara saja menjadi sangat terkejut melihat semua luka-luka terbuka yang terlihat serta bau anyir darah di lantai yang diduga adalah darah Brian yang mengalir setelah disiksa.
Semua orang berfikir akan merasa iba dan kasihan dengan apa yang menimpa Mantan Putra Mahkota Brian tapi Shiena tak memiliki perasaan apapun kecuali kebencian yang sangat mendalam.
Shiena pun menggunakan Sihir Penggabungannya yaitu Sihir Angin dan Sihir Tanah untuk menjadi Sihir Debu. Shiena pun mengendalikan debu itu untuk masuk ke tubuh Mantan Putra Mahkota Brian melalui hidung menuju tenggorokan dan menyebar ke seluruh tubuh Mantan Putra Mahkota Brian dan menyumbat seluruh organ-organ dalam milik Mantan Putra Mahkota Brian yang akan menyiksanya hingga kapanpun. Shiena yang tak ingin Mantan Putra Mahkota Brian selamat atau pun sembuh akhirnya membuat Sihir Debu Tekhnik Surgawi yang tak akan bisa membuat siapapun mengeluarkan debu itu kecuali Shiena sendiri, orang yang menjadi penyebabnya.
Shiena tak hanya memberikan Sihir Debu kepada Mantan Putra Mahkota Brian tapi juga Robert dan pengikut Mantan Putra Mahkota Brian. Shiena ingin membuat semuanya menderita karena mereka semua ikut terlibat saat penyiksaan Duke Carrole, Duchess Carrole, pelayan dan kesatria di Kediaman Carrole.
Shiena tak bisa memaafkan dengan mudah siapa saja yang berani mengganggu keluarganya.
Setelah memberikan Sihir Debu, Shiena pun kembali ke Kediamannya dan kembali ke kamarnya mengganti pakaian lalu tidur kembali.
Sementara Mantan Putra Mahkota Brian, Robert dan pengikut lainnya menderita karena susah bernafas dan seperti tercekik. Mereka semua merintih meminta air tapi tak seorang pun penjaga yang datang karena Shina telah sengaja menebar bubuk tidur kepada para penjaga agar mereka tak menolong atau pun membantu penjahat itu karena Shiena ingin menyiksa mereka semua perlahan-lahan.
#Bersambung#
Jangan Lupa Tekan Like, Komen, Vote dan Favorite nya ya.. 😁
Baca Juga Novel Terbaru Author "Terpaksa Menikah Karena Wasiat" Terima Kasih 🥰😍❤😘