The Empress Of Mind Reader

The Empress Of Mind Reader
BAB 30. Penculikan


Shiena menerima gelang kaki yang diberikan dan meminta dipasangkan langsung oleh Putra Mahkota.


"Aku membawakan sesuatu untukmu." ucap Putra Mahkota malu.


'Wah, apa ini? Dia membelikanku suatu barang lalu kenapa dengan wajahnya tu malu-malu. Wajahnya malu dan memerah seperti orang yang sedang menyatakan perasaannya.' ucap Shiena dalam hati.


"Aku tidak mau menerimanya." jawab Shiena.


"Kenapa nona bukankah itu sangat cantik?" tanya Marry.


"Apa kau tidak suka dengan motif atau warnanya?" tanya Ian.


"Agh, tidak tidak tidak. Aku suka dengan gelang ini, tapi...." kata Shiena berbelit-belit.


"Tapi kenapa?" tanya Ian tidak sabaran.


"Tapi aku mau kau yang memasangkannya langsung baru aku mau menerimanya. Jika hanya diberikan seperti ini aku tidak mau menerimanya." kata Shiena menerangkan.


Terlihat senyum simpul di bibir Putra Mahkota yang menandakan bahwa dia sangat senang sekarang.


"Baiklah aku akan memasangkannya. Duduklah disini!" ucap Putra Mahkota sambil meminta shiena duduk di tempat yanh telah ia persiapkan.


"Agh, baiklah." ucap Shiena senang.


Akhirnya Putra Mahkota berjongkok lalu meraih kaki kanan Shiena dan memasangkan gelang kaki itu dengan sangat perlahan dan hati-hati.


'Hmmm, lihat lah sikap Putra Mahkota ini. Entah kenapa seperti kerbau yang di cucuk hidungnya!' ucap Shiena dalam hati sambil tertawa pelan.


Setelah Putra Mahkota memasangkannya, Shiena pun berdiri dan sedikit berjingkrak dan menunjukkan gelang kaki itu di kaki indahnya


"Bagaimana menurutmu Marry?" tanya Shiena.


"Cantik, nona." ucap Marry senang.


"Benarkah. Terima kasih ian" ucap Shiena senyum lembut dan hangat


Degg.. Deg.. Deggg.... (Detak jantung Ian)


"Terima kasih kembali." ucap Ian.


Karna hal itu, perasaan Putra Mahkota yang tadinya kacau sekarang menjadi lebih baik.


"Apa kau ingin berjalan-jalan lagi? " tanya Ian.


"Ah, tentu saja. Aku ingin tau siapa yang akan menang." katak Shiena.


Akhirnya kami naik kereta kuda menuju istana untuk melihat pengumuman siapa yang menang selama Acara Festival Bunga.


Setelah sampai kami berbaur dengan rakyat biasa, kami berjalan-jalan melihat lihat rumah warga yang di hias dengan banyak bunga. Bunga-bunga itu di tata sedemikian indah di sekeliling rumah dan tidak hanya itu dinding rumah juga di hias dengan bunga-bunga yang indah.


Setelah puas melihat rumah bunga, mereka melihat bermacam-macam jenis bunga yang di jual di sepanjang jalan bedekatan dengan penjual makanan dan souvenir yang menyebarkan wangi alami.


Dan tidak lupa mereka melihat taman bunga yang sangat besar. Taman bunga itu di taman berbagai macam bunga tapi dengan berbagai bentuk seperti kupu-kupu, kucing bahkan ada kumpulan bunga yang di rangkai membentuk terowongan yang indah


Tanpa mereka sadari ada sekelompok pria yang selalu mengikuti kemanapun mereka pergi.


Setelah lelah berkeliling Shiena dan Putra Mahkota duduk di bawah pohon yang cukup rindang dan tenang.


"Shiena, apa kau haus?" tanya Ian.


"Ah, iya sedikit. Apa kau haus, Ian?" ucap Shiena.


"Aku tidak terlalu haus tapi baiklah, tunggu disini. Aku akan membelikan air dan beberapa cemilan untukmu." ucap Ian.


"Wah, baiklah. Terima Kasih." ucap Shiena.


Ketika Putra Mahkota membelikanku minum dan cemilan, sekelompok pria berbadan kekar yang selalu mengikuti dari tadi datang mengganggu Shiena.


"Hai, cantik!" ucap salah seorang pria.


'Siapa mereka? Apa yang mereka inginkan?' ucap Shiena dalam hati.


*Hmmm, wanita ini sangat cantik. Sudah dari tadi kami mengamatinya. Akhirnya laki-laki itu pergi juga.* fikir salah seorang pria itu.


*Wah, coba lihat kulitnya. Kulitnya sangat putih dan bersih. Aku jadi sangat ingin mencicipinya.* fikir salah seorang dari mereka.


*Sepertinya wanita ini adalah putri dari orang yang cukup kaya buktinya penampilannya meski sangat sederhana tapi terlihat sangat cantik. Aku bisa mendapatkan banyak uang* fikir mereka semua.


'Apa-apaan isi fikiran mereka? Tidak ada satu pun yang berfikiran positif dan semuanya berfikiran kotor dan jorok' ucap Shiena dalam hati.


'Putra Mahkota dimana kau? kenapa lama sekali? Lalu kemana semua pengawal? Apa tidak ada yang mengawasi? Seseorang tolong aku!' teriak Shiena dalam hati.


#Bersambung#


Jangan Lupa Tekan Like, Komen, Vote dan Favorite.


Terima Kasih.


❤🥰😘