
Putra Mahkota Franz yang telah berencana melihat keadaan rakyatnya secara langsung pun memakai jubah hitam yang dapat menutupi pakaiannya dan terlihat seperti Kesatria Kekaisaran atau Bangsawan yang baru datang ke Ibukota.
Putra Mahkota Franz pergi hanya bersama Eit karena tak ingin menarik perhatian orang-orang.
Ketika Putra Mahkota Franz sedang berkeliling, Putra Mahkota Franz melihat ada seorang pembeli yang sedang bertengkar dengan pedagang karena harga yang dibeli terlalu mahal dan barangnya juga sedikit
Putra Mahkota Franz yang melihatnya mulai curiga karena barang yang dijual memang terlalu mahal. Putra Mahkota Franz pun mulai curiga dan memerintahkan Eit untuk menyelidiki hal ini dan menghukum pedagang itu jika benar melakukan tindakan curang.
Lalu, Putra Mahkota Franz pun berjalan-jalan lagi melihat situasi namun ketika Putra Mahkota Franz menoleh ke sebuah Toko Kue. Putra Mahkota Franz melihat Shiena yang sedang tersenyum menikmati kue-kue yang ada di depannya.
Putra Mahkota Franz yang melihatnya hanya bisa tersenyum lalu Putra Mahkota Franz melihat Toko Bunga yang ada di sekitarnya dan memasuki Toko itu. Putra Mahkota Franz pun membeli satu buket bunga mawar merah yang sangat indah dan harum.
Putra Mahkota Franz memberi Shiena bunga mawar merah karena Gelar Shiena sebagai Rose Pearl Carrole dan bagi Putra Mahkota Franz sangat lah indah dan cantik seperti bunga mawar tapi jika kita tidak berhati-hati dalam bersikap padanya maka kau akan terluka dan sakit karena cintamu di tolak sama seperti duri yang ada pada bunga mawar yang akan terasa sakit jika menyentuhnya dengan tidak hati-hati.
Putra Mahkota Franz tau jika dirinya pasti akan diabaikan, dicueki dan tak dianggap tapi Putra Mahkota Franz tetap maju.
'Sebanyak apapun kau menolakku, sebanyak itu juga aku akan mengejad hatimu!' janji Putra Mahkota Franz dalam hati.
Putra Mahkota Franz pun pergi menemui Shiena dan meletakkan satu buket bunga mawar merah dk sebelah Shiena.
Shiena yang bingung ada bung di sampingnya pun menoleh ke arah orang yang memberikannya. Shiena pun sangat terkejut.
"Kau!" teriak Shiena.
"Apa kabar my lady?" tanya Putra Mahkota Franz.
"Ada perlu apa Yang Mulia kemari?" tanya Shiena ketus.
"Untuk menemuimu." ucap Putra Mahkota Franz sambil tersenyum.
Shien yang tidak suka digoda pun memutuskan keluar dari ruangan itu dan meninggalkan Putra Mahkota Franz sendiri. Putra Mahkota Franz yang melihat sikap dan tindakan Shiena tidak diam saja tapi mengikuti Shiena dari belakang.
Shiena sudah bisa merasakan ada yang mengikutinya dan Shiena yakin orang itu pasti Putra Mahkota Franz. Shiena pun pergi tanpa menoleh sedikit pun dan mengabaikan Putra Mahkota Franz.
Shiena yang telah berencana akan berbelanja sendiri pun melihat ada Kesatria Carrole yang datang. Kesatria itu ternyata telah menunggu Shiena. Shiena yang tau pun tak mempersulitnya, Shiena membiarkan Kesatria itu mengawalnya dan menemaninya belanja karena lagipula Shiena membutuhkan orang untuk membawakannya belanjaan.
Namun, sesuatu terjadi saat Shiena sedang berjalan. terjadi sebuah letusan petasan yang besar dimana-mana karena pedagang yang menjual petasan ternyata telah tidak sengaja mennjatuhkan korek api.
Shiena yang merasa akan terkena letusan itu telah bersiap membuat sihir Tanah untuk melindungi dirinya sendiri tapi ternyata Putra Mahkota Franz datang dan langsung memeluk Shiena.
Ternyata Putra Mahkota Franz yang sedari tadi mengikuti Shiena lebih cepat bergerak untuk melindungi Shiena. Putra Mahkota Franz menggenggam tangan Shiena dan memeluknya lalu menghentikan waktu.
Shiena yang merasa ada yang salah karena dirinya saat ini berada di pelukan Putra Mahkota Franz pun mencoba melepaskan diri.
Putra Mahkota Franz yang melihat dan merasakannya pun melepaskan Shiena dari pelukannya.
"Apa ada yang terluka?" tanya Putra Mahkota Franz cemas.
"Aku baik-baik saja. Terima kasih Yang Mulia." ucap Shiena.
Putra Mahkota Franz senang karena Shiena selamat tapi Putra Mahkota Franz juga sedih karena Shiena telah membatasi diri terhadapnya padahal Putra Mahkota Franz ingin sekali Shiena bisa membuka diri untuknya.
Putra Mahkota Franz sadar tak akan mudah bagi Shiena memaafkannya apalagi menerima cintanya. Putra Mahkota Franz tau jika dirinya harus banyak bersabar dan mengalah karena Putra Mahkota Franz mengerti cinta tidak bisa dipaksa.
Shiena yang menyadari ada yang aneh karena suara berisik yang didengarnya karena lutusan petasan menjadi hening dan bisu seperti tak ada suara bahkan tak terdengar suara apapun dari kereta kuda yang lewat atau tawa dan suara rakyat-rakyat di pasar.
Hanya ada Shiena dan Putra Mahkota Franz yang bisa bergerak sementara yang lain hanya bisa diam mematung. Shiena yang merasa aneh pun melihat Putra Mahkota Franz dan menatapnya curiga.
Shiena sudah menduga bahwa Putra Mahkota Franz memiliki kemampuan spesial seperti dirinya setelah bertemu Dewa Kematian tapi Shiena tak tau kemampuan apa tapi setelah mengalaminya langsung. Shiena tau bahwa Putra Mahkota Franz dapat mengehentikan waktu.
"Aku harap kau tak menganggapku aneh. Aku telah menghentikan waktu untuk menyelamatkanmu." ucap Putra Mahkota Franz.
"Apa? Menghentikan waktu?" ucap Shiena.
"Aku tau kau pasti bingung tapi aku harap kau percaya dan aku tak punya niat buruk sama sekali padamu." ucap Putra Mahkota Franz.
"....." Shiena diam.
'Kau tak perlu mengatakan punya niat buruk atau tidak Yang Mulia karena aku sendiri bisa membaca fikiranmu. Aku bisa mengetahui siapa yang baik dan siapa yang buruk sendiri.' fikir Shiena.
"Apa kau punya banyak pertanyaan padaku?"
"....." Shiena mengangguk.
'Bagus. Aku akan menggunakan kesempatan ini untuk meminta maaf juga. Aku harap Shiena mau memaafkanku.' fikir Putra Mahkota Franz.
'Memaafkan? Hmmm, boleh saja. Tergantung seberapa menguntungnya dirimu!' ucap Shiena dalam hati.
"Bisa kita bicara di restoran itu?" tanya Putra Mahkota Franz lembut sambil menunjuk ke salah satu restoran tak jauh dari mereka.
"Baiklah." jawab Shiena singkat.
Lalu Putra Mahkota Franz pun mengembalikan waktu seperti semula dan dalam hitungan menit ledakan petasan itu berhenti karena Kesatria Kekaisaran dengan cepat bergerak menghentikan.
Kesatria Carrole yang tau salah satu petasan menuju Shiena bergerak cepat menuju Shiena.
"No-nona maafkan saya. Maafkan ketidakcakapan saya. Saya pantas dihukum, Nona." ucap Kesatria.
"Tenang. Aku baik-baik saja. Aku mengerti." ucap Shiena.
"Terima kasih, Nona." teriak Kesatria.
Shiena tau jika Kesatria itu sangat setia bahkan bergerak maju melindunginya padahal tau dirinya pasti akan terluka tapi Kesatria itu kalah cepat dari Putra Mahkota Franz makanya Shiena langsung memaafkan.
Shiena pun memerintahkan Kesatria Carrole membawa barang belanjaannya ke kereta kuda sementara Shiena akan berbicara di restoran yang ada di dekat mereka.
Kesatria Carrole mengenali Putra Mahkota Franz dan hanya diam saja karena mendapat kode tangan dari Shiena yang memang dipelajari langsung oleh kesatria dari Kepala Pelayan Keluarga Carrole ketika masuk menjadi Anggota Kesatria.
Kesatria Carrole tidak menyukai Putra Mahkota Franz dan juga Anggota Keluarga Kaisar yang lain karena mereka sadar bahwa kemarin mereka telah dijadikan tumbal untuk rencana penguasa mereka yang tak punya hati.
Kesatria Carrole pun bergegas pergi ke kereta kuda bersama belanjaan Shiena kemudian menyusul Shiena menuju restoran yang dituju Shiena. Shiena telah memberi tau pelayan retoran untuk menerima masuk Kesatria Carrole jika datang untuk mengawalnya dan pelayan itu pun mengangguk tanda setuju.
Shiena pun duduk di balkon bersama Putra Mahkota Franz.
"Pesanlah apapun yang anda mau, My Lady." ucap Putra Mahkota Franz tersenyum.
"Terima kasih." ucap Shiena santai.
'Jangan kau harap akan mudah Yang Mulia. Aku Shiena Ve Carrole tak akan mudah kau taklukan!' ucap Shiena dalam hati.
#Bersmabung#
Jangan Lupa Tekan Like, Komen, Vote dan Favorite nya ya.. 😁
Baca Juga Novel Terbaru Author "Terpaksa Menikah Karena Wasiat" Terima Kasih 🥰😍❤😘