
Tepat tengah malam, Kaisar Franz yang telah memberitau Bangsawan yang setia padanya apa yang harus mereka lakukan saat Duke Simons melakukan kudeta segera bergegas di posisi masing-masing.
Kesatria Elit yang telah mendapatkan perintah untuk membantu rakyat dibawah Pimpinan Kepala Bangsawan segera bergerak membantu Rakyat Kekaisaran Pearl mengungsi agar tak menjadi korban saat terjadi perang. Rakyat yang tidak memiliki ruang bawah tanah di rumahnya akan secara diam-diam menyelinap keluar menuju tempat persembunyian. Tempat Persembunyian itu sebelumnya telah berisikan ratusan bahkan ribuan makanan dan minuman untuk dikonsumsi rakyat selama bersembunyi.
Satu per-satu rumah Rakyat yang berdekatan dengan Istana diketuk dan dengan cepat melakukan tugasnya. Rakyat dibantu dan ditemani menuju tempat persembunyian tanpa bersuara. Pihak Kekaisaran telah berjanji akan melindungi dan mengganti semua harta benda mereka yang masih tertinggal di rumah jika mengalami kehilangan atau kerugian karenanya tak seorang pun Rakyat diperbolehkan keluar jika telah berada di dalam tempat persembunyian.
Marquess Laurence yang bertugas membuat Dinding Pelindung dengan Sihir Magmanya untuk melindungi tempat persembunyian rakyat dan Bangsawan termasuk Nyonya Maria dan pelayan di Kediamannya. Kesatria-Kesatria yang berada dibawah kepemimpinan Marquess Laurence melakukan penjagaan saat dirinya membuat Segel Sihir karena tak boleh ada seorang yang mengganggu karena membutuhkan konsentrasi yang besar.
Marquess Laurence mempertaruhkan nama baiknya sebagai Kepala Keluarga Laurence dan Salah Satu Tetua Menara Sihir untuk melindungi semua orang. Marquess Laurence tak akan membiarkan siapapun terluka selama orang itu berada dibawah perlindungannya. Marquess Laurence juga menempatkan beberapa Kesatria tambahan di Kediaman Carrole untuk melindungi Shiena dan Duchess Carrole. Kesatria itu tidak lain adalah ketiga sahabatnya yang menyamar. Marquess Laurence yang tak bisa meninggalkan Posnya terpaksa harus menyerahkan keselamatan orang yang dicintainya pada sahabatnya.
'Aku akan melindungi semuanya. Maafkan aku Shiena yang tak bisa melindungimu secara langsung tapi percayalah jika sesuatu terjadi aku akan segera teleportasi kesana. Aku janji akan melindungimu.' tekad Marquess Laurence.
Sementara itu Duke Carrole dan Duke Watson telah bersiap dengan pakaian perang mereka memimpin ratusan Kesatria dan telah bersiap di pos mereka masing-masing. Duke Carrole berada di sayap kanan dan Duke Watson berada di sayap kiri. Lalu, Tuan Muda Alphonso yang juga ingin membantu duduk dengan gagah di atas kudanya disamping Duke Watson.
Kediaman Duke Carrole telah bergerak semenjak Duke Carrole meninggalkan Mansion. Dengan arahan dari Kepala Pelayan Rumah Tangga dan perintah Duchess Carrole semua pelayan dengan cepat masuk ke ruang bawah tanah. Sementara Kesatria yang tersisa telah bergerak dengan persenjataan lengkap dan juga baju zirah mereka bersiap dengan serangan yang datang. Kesatria-kesatria itu telah menyerahkan semua milik mereka untuk melindungi Mansion Kediaman Keluarga Carrole.
Duchess Carrole dibantu Shiena bergegas membuat Segel Sihir Cahaya agar tak ada seorang pun yang bisa melihat atau pun merasakan hawa keberadaan manusia di ruang bawah tanah. Segel Cahaya ini akan berguna jika orang yang berada di dalamnya tidak keluar dari lingkaran Segel Sihir apapun yang terjadi sehingga Duchess Carrole memperingatkan kepada semua pelayannya untuk tetap berada di dalam Lingkaran Segel Sihir meskipun apapun yang terjadi jika tak ingin kehilangan nyawa. Semua pelayan yang tak ingin berakhir disini mengangguk patuh dan berkumpul sambil memeluk satu sama lain.
Shiena yang telah mendapat izin sebelumnya segera keluar dari Segel Sihir dan keluar dari Kediaman Carrole tapi sebelumnya Shiena menggunakan Segel Sihir penyembuh untuk melindungi Kesatria-kesatria Keluarga Carrole dari serangan musuh. Shiena tak ingin ada seorangpun yang mati di Kediamannya karena Shiena telah berjanji akan melindungi Keluarga dan pengikutnya sejak hidup kembali.
Shiena menggunakan Sihir Gelap dan Sihir Anginnya bergegas ke Istana melihat semuanya secara langsung. Shiena memilih untuk melihat di dekat Pos milik Duke Carrole yang berada di Sayap kanan karena jika hal buruk terjadi dirinya akan segera membantu.
Shiena juga melihat Tuan Muda Alphonso dan Marquess Laurence serta Kaisar Franz. Shiena ingin sekali menolong dan melindungi semuanya tapi saat ini Duke Carrole adalah prioritas utamanya. Shiena kemudian membuka Cincin Ruangnya dan masuk kedalamnya. Shiena mengubah waktu di dalam Cincin Ruang agar sama dengan waktu di dunia nyata dengan pengetahuan yang dibacanya.
Shiena mengganti pakaiannya menjadi Gadis Suci untuk berjaga-jaga jika diharuskan keluar untuk membantu karena dirinya memang harus menjaga identitasnya agar tak ketahuan. Shiena menunggu dalam kegelisahan dan kehawatiran sama seperti semua orang dan berharap semua ini dapat teratasi dengan baik.
Jenderal Istana yang telah bersiap bergegas mengerahkan pasukan Kesatria Kekaisaran untuk melindungi benteng Istana di tempat yang tak terlihat. Mereka bertugas untuk melakukan serangan dadakan saat semua Kesatria musuh telah berada di halaman Istana sepenuhnya.
Semua Kesatria yang telah memakai pakaian lengkap beserta pedang ditangan mereka segera bersembunyi di berbagai tempat. Begitu pula dengan Jenderal Istana yang berdiri tegak di samping Kaisar Franz untuk memberikan kode kepada Kesatria kapan waktunya untuk melakukan penyerangan.
Kaisar Franz yang telah menunggu hal ini berdiri di balkon Istana melihat keadaan dari atas sambil menunggu laporan dari Tuan Eit yang ditugaskan sebagai pemberi pesan. Dengan Kemampuan Tuan Eit maka semua pesan dapat dengan cepat tersampaikan.
Sedangkan di Kediaman Duke Simons, semua bergerak dengan cepat karena mereka berencana melakukan serangan mendadak sebelum matahari terbit sehingga ketika matahari terbit Kekaisaran telah ditaklukkan dan Duke Simons telah berganti posisi menjadi Kaisar yang baru.
Duke Simons menggunakan pakaian perangnya dengan baju zirah yang terbuat dari emas lalu pedang di pinggangnya menaiki kereta kuda dengan gagahnya memimpin hampir dua ratus Kesatria dan siap menyerang. Duke Simons memimpin semuanya maju ke medan perang ke arah Ibukota. Duke Simons berencana untuk segera menaklukan Istana dan menajdikan Istana sebagai miliknya
Lalu, Pengikut-pengikut Duke Simons yang terdiri dari belasan Bangsawan telah bergerak menuju tempat mereka berkumpul. Dengan membawa lebih dari seratus Kesatria baik itu Kesatria dari Kerajaan Zambrud ataupun Kesatria dari Kediaman mereka.
Setelah sampai di tempat pertemuan, Duke Simons memberikan instruksi kepada Pengikutnya untuk berpencar menjadi beberap kubu atau perorangan untuk menyerang Mansion Kediaman semua Bangsawan yang berpihak pada Kaisar. Duke Simons memerintahkan kepada semuanya untuk menyerang Kediaman itu dan tak menyisakan satu nyawa pun kecuali Nyonya dan Nona Bangsawan.
Duke Simons yang ingin melihat Shiena dan Keluarganya hancur memerintahkan Jenderalnya sendiri untuk menyerang kediaman Carrole dan menghancurkan semua yang ada tanpa tersisa sedikitpun dan tanpa belas kasihan.
Para Istri dan Nona dari Bangsawan itu bersuka cita merayakan kemenangan yang ada di depan mata. Mereka semua berdandan dengan canti seolah menantikan revolusi baru yang akan mengangkat derajat dan status mereka. Mereka dengan sombongnya menggunakan Gaun termahal dan Perhiasan yang sangat mewah untuk melihat kemenangan suami dan ayah mereka.
#Bersambung#
Jangan Lupa Like, Komen dan Vote nya ya..
🥰😍😘😚 Terima Kasih