
Shiena yang sedang marah, tak ingin lebih lama bersama Tuan Muda Alphonso sehingga Shiena membuat alasan bahwa diriny sedang sakit perut dan memberi kode kepada Duke Carrole bahwa Shiena ingin segera pulang ke Kediaman Duke Carrole.
Shiena duduk di taman bersama Tuan Muda Alphonso ditemani dua orang pelayan yang siap membantu jika diperlukan. Shiena memanfaatkan kedua pelayan itu untuk memberi tau kepada Duke Carrole bahwa dirinya sakit. Tuan Muda Alphonso tidak percaya jika Shiena sakit dan yakin bahwa Shiena hanya berpura-pura sakit.
"Aduh, perutku terasa sangat tidak nyaman." ucap Shiena dengan raut wajah yang pura-pura kesakitan.
'Aduh, Alphons tidak percaya jika aku sakit tapi aku tidak peduli. Aku hanya ingin segera kembali. Aku tak ingin lebih lama lagi disini.' fikir Shiena.
Shiena meminta salah satu pelayan memberi tau kepada Duke Carrole bahwa Shiena sakit perut dan harus segera diobati. Kaisar yang mendengar bahwa Shiena sakit ingin memanggil dokter untuk memeriksa keadaan Shiena tapi Duke Carrole yang tau bahwa Shiena berpura-pura sakit menghentikan Kaisar dan meminta izin untuk kembali ke Kediamannya segera.
Kaisar yang merasa kasihan kepada Shiena yang merasa sakit memberi izin dan memerintahkan kesatria segera mempersiapkan kereta kuda milik Keluarga Duke Carrole.
Duke Carrole dan Kaisar segera kembali ke tempat Shiena dan Tuan Muda Alphonso berada. Duke Carrole tau bahwa Shiena memiliki Sihir Cahaya sehingga dapat menyembuhkan dirinya sendiri jadi Duke Carrole tidak percaya jika Shiena sakit tapi Duke Carrole tau bahwa Shiena ingin segera kembali.
Duke Carrole membawa Shiena pulang dan meninggalkan Tuan Muda Alphonso. Di dalam kereta kuda, Duke Carrole menanyakan alasan Shiena berpura-pura sakit.
"Apa perutmu benar-benar sakit, Shiena?" tanya Duke Carrole.
"Ayolah ayah. Ayah tau sekali bahwa aku tidak lah sakit." ucap Shiena dengan manja.
"Hmmm, ayah sangat tau hal itu tapi kenapa kau berpura-pura sakit? Bagaimana jika nanti kau benar-benar sakit nantinya?" tanya Duke Carrole.
"Ayah jangan berkata seperti itu. Apa ayah mau Shiena beneran sakit? Shiena tak ingin berada lama di istana apalagi ditinggal bersama Tuan Muda Alphons, dia memberi tau semua ideku kepada Kaisar tanpa mengabariku sehingga aku bisa bersiap-siap." ucap Shiena.
"Hah, tentu saja ayah ingin kau selalu sehat putriku. Baiklah, itu semua terserah padamu. Ayah percaya padamu." ucap Duke Carrole.
'Dasar anak muda. Aku tak akan memaksa Shiena masalah cinta karena semua itu adalah pilihannya tapi sepertinya Alphonso menyukai Shiena. Hah' fikir Duke Carrole sambil menghela nafas.
'Bagaimana ayah tau jika Alphons menyukaiku? Apa dia juga memberi tau ayah? tapi aku tak mendapatkan petunjuk apapun saat membaca fikirannya.' fikir Shiena.
Shiena yang bingung lebih memilih untuk tidak mengatakan apapun dan begitu juga dengan Duke Carrole yang hanya diam selama perjalanan kembali ke Kediaman Duke Carrole.
Tak lama kemudian, Shiena dan Duke Carrole sampai di Kediaman dan kereta kuda langsung masuk lalu menuju ke Mansion Utaman. Di Mansion Utama, Duchess Carrole sudah ada di ruang tamu menunggu kedatangan Shiena dan Duchess Carrole. Duchess Carrole menunggu untuk mengetahui apa yang terjadi selama di istana dan Duchess Carrole khawatir akan keadaan Shiena karena Duchess Carrole mendapat kabar bahwa Shiena sakit.
"Putriku, apa kau baik-baik saja? Ibu mendengar bahwa kau sakit." tanya Duchess Carrole cemas.
"Apa kau tidak mengkhawatirka dan menanyakan suamimu dulu dan kau hanya langsung berlari menuju putri kita." ucap Duke Carrole yang protes.
"Aku mengkhawatirkanmu juga suamiku tapi aku tak mendengar terjadi hal buruk apapun padamu. Ayolah, aku ini seorang ibu. Tentu saja aku mengkhawatirkan putriku." ucap Duchess Carrole yang menjelaskan dengan nada kesal.
"Ya baiklah. Tanyakanlah putri kesayang kita ini. Sakit apa dia sebenarnya? Sehingga membuat ibu tersayangnya ini sangat khawatir dan melupakan suaminya." ucap Duke Carrole menyindir.
"Ayolah ayah ibu hentikan. Apa kalian akan bertengkar karena ku?" tanya Shiena cemberut.
"Aku baik-baik saja bu. Aku tidak sakit. Aku hanya berpura-pura sakit. Aku ingin kembali segera ke rumah tapi tak tau caranya makanya aku berpura-pura sakit. Maafkan aku bu." ucap Shiena sedih dengan senyum manja terukir di bibirnya.
"Dasar anak nakal. Jangan pernah lakukan itu lagi. Ibu tak ingin kau benar-benar sakit nantinya." ucap Duchess Carrole sambil mencubit hidung Shiena.
"Hehehe maafkan Shiena ya bu." ucap Shiena sambil memeluk manja Duchess Carrole.
"Apa kau tau istriku apa alasan putri kita ini berpura-pura sakit?" ucap Duke Carrole.
"Huuhhh, ayah!" teriak Shiena kesal.
Duke Carrole yang melihat reaksi Shiena menjadi tertawa terbahak-bahak sementara Duchess Carrole yang penasaran pun mendesak Duke Carrole menjelaskan alasannya. Namun, Duke Carrole tak mengatakan apapun dan hanya berjalan menjauh kembali ke ruang kerjanya sambil tertawa. Duchess Carrole yang penasaran pun memaksa Shiena untuk memberi tau tapi Shiena juga sudah keburu pergi kembali ke kamarnya bersama Marry. Duchess Carrole pun memerintahkan pelayan pribadinya mencari tau alasannya.
Shiena yang telah pergi lebih dulu karena tak ingin mendengar berbagai pertanyaan dari Duchess Carrole meminta Marry membawa banyak makanan ke dalam kamar.
Shiena yang masih kesal memutuskan untuk berlatih lebih giat karena mengingat waktu Acara Perburuan Naimar akan segera dilaksanakan.
Sebelum ada panggilan dari Istana Shiena yang telah berlatih tujuh jam setiap harinya selama tiga hari berturut-turut akhirnya dapat menguasai Sihir Air tapi masih belum bisa menguasai Sihir Gelap secara sempurna bahkan setengahnya pun tak bisa dikuasai.
Sihir Gelap identik dengan sihir jahat karena salah satu tekhniknya adalah memberi kutukan kepada orang lain sehingga orang yang memiliki sihir gelap selalu dikucilkan oleh banyak orang. Shiena yang tak ingin mendapatkan fikiran dan pandangan buruk dari orang lain selalu menyembunyikan Sihir Gelapnya sehingga tak pernah punya kesempatan untuk melatuhnya namun sekarang shiena harus bisa menguasai Sihir Gelap karena janjinya kepada Duchess Carrole. Shiena ingin sekali langsung menggunakan Sihir Penggabungan yang lain tapi Duchess Carrole melarangnya karena jika Shiena tak menguasai Sihir Gelap sepenuhnya maka akan terjadi ketidakseimbangan sihir di dalam tubuh Shiena yang akan menyebabkam Shiena menderita nantinya.
Ketika membantu penyerangan di Kediaman Marquess Laurence, Shiena menggunakan Sihir Gelapnya ketika di dalam hutan agar tak ada seorang pun yang tau dan melihatnya dengan memberi kutukan kepada Tuan Muda Alex. Shiena menjadi sangat lemah bukan hanya karena kehabisan tenaga dan mendapatkan kutukan balik dari Tuan Muda Alex tapi karena pada saat itu Shiena teringat akan semua kegelapan dalam hidupnya di masa lalu setelah memberikan kutukan. Penggunaan Sihir Gelap tidak hanya memerlukan fikiran yang kuat tapi juga pengalaman dan ingatan buruk yang dimiliki orang tersebut. Jika seseorang tidak bisa mengendalikan dirinya sendiri ketika menggunakan Sihir Gelap maka orang itu akan termakan kegelapan dari dalam dirinya sendiri dan itu lah yang menyebabkan orang yang memiliki Sihir Gelap menjadi jahat.
Shiena tak ingin dikuasai oleh kegelapan dalam hatinya sehingga menggunakan sekuat tenaganya untuk bisa lepas dari pengaruh gelap dalam hatinya dan menggunakan sihir cahaya untuk melepaskan kutukan Tuan Muda Alex.
Shiena tak ingin merasakan kegelapan dalam hatinya lagi sehingga sulit bagi Shiena untuk menguasai Sihir Gelap.
'Menguasai Sihir Gelap tanpa termakan kegelapan itu sendiri ternyata sangat sulit dibandingkan dengan menguasai Sihir yang lain. Aku harus bagaimana? Waktuku untuk berlatih adalah empat hari lagi karena setelah itu aku harus melihat Ujian Sihir Kak Roan yang membuatku pasti tak akan fokus berlatih.' fikir Shiena bingung.
Shiena mencoba menyimpan kenangan indahnya bersama orang yang disayangi di dalam ingatan terdalam dan mencoba menggunakan Sihir Gelapnya dan ternyata itu berhasil namun hal itu tidak lah efisien dan Shiena tak bisa menggunakan Sihir Gelap secara sempurna.
Sihir Gelap tak hanya tentang penggunaan Tekhnik Kutukan tapi juga Tekhnik menyusup, mengintai, dan menyamar. Shiena bisa saja mempelajari Tekhnik lain dari Sihir Gelap yang lebih mudah tapi Penggunaan Sihir Kutukan yang sangat sulit menjadi target penguasaan Shiena dalam Sihir Gelap untuk berjaga-jaga dalam keadaan terdesak meskipun sulit itu semua sebanding dengan kemampuan hebat yang akan dimiliki Shiena nantinya.
Shiena yang telah berlatih selama satu minggu masih tidak bisa menguasai Sihir Gelap. Shiena telah membaca semua buku tentang Sihir Gelap di dalam perpustakaan cincin ruang tapi tak ada hasilnya.
'Hah, sampai satu minggu aku berlatih tapi tetap tak bisa menguasai Sihir Gelap ini. Sebaiknya aku istirahat dan berlatih lagi lain kali. Besok adalah hari dimana Kak Roan akan Ujian. Aku penasaran sekuat apa Kak Roan sekarang. Semoga dia bisa menang dan menjadi pendukung Kediaman Carrole di masa sulit nanti.
#Bersambung#
Jangan Lupa Tekan Like, Komen, Vote dan Favorite nya ya.. 😁
Terima kasih.. 🥰😍❤😘