The Empress Of Mind Reader

The Empress Of Mind Reader
BAB 280. Kematian Nyonya Maria


Duke Watson dan Duchess Watson terdahulu memilih untuk tinggal di pedesaan selama sisa umur mereka karena ingin mendapatkan ketenangan. Sehingga Tuan Muda Alphonso yang telah diangkat oleh Kaisar Franz menjadi Duke Watson yang baru yang harus mengurus semuanya bersama adiknya yang telah menjadi Jenderal Besar Kediaman Watson.


Duke Watson yang tak bisa memberikan cintanya sepenuhnya kepada Lady Francise hanya bisa memperlakukan Lady Francise dengan baik dengan saran dari ajudannya. Lady Francise yang mengetahui niat baik Duke Watson pun tersenyum.


Lady Francise yang telah tinggal di Kediaman Watson untuk mendapatkan pendidikan sebagai Duchess Watson masa depan terus berusaha mendapatkan cinta dari Duke Watson seperti selalu makan bersama dan berjalan-jalan di taman jika memiliki waktu luang.


Meskipun Lady Francise tau jika Duke Watson belum mencintainya tapi Lady Francise telah merasa sangat bahagia karena Duke Watsom telah menerimanya sepenuhnya.


Sementara itu, Shiena yang mendapatkan kabar dari Pelayan bahwa Duchess Carrole memintanya bersiap-siap dengan cepat Shiena meminta Marry dan Ana membantunya. Setelah satu jam berlalu, Shiena pun turun menemui Duchess Carrole. mereka berdua pun pergi bersama.


Di Kediaman Laurence, Duke Laurence yang merasa sangat khawatir akan kesehatan Nyonya Maria melakukan semua yang terbaik untuk menyembuhkannya tapi tak ada yang berhasil karena Nyonya Maria selalu menolak Dokter dan Murid Menara Sihir yang memiliki Sihir Cahaya untuk mengobatinya.


Duke Laurence yang berada dalam dilema tiba-tiba mendengar kabar bahwa Duchess Carrole dan Shiena datang berkunjung. Duke Laurence pun bergegas meninggalkan pekerjaannya dan pergi menemui Duchess Carrole dan Shiena.


Duchess Carrole yang sangat penasaran akan kondisi Nyonya Maria meminta izin kepada Duke Laurence agar dapat segera melihat keadaan Nyonya Maria. Duke Laurence pun segera mengizinkan mereka dan mengantar mereka pergi menemui Nyonya Maria.


Duchess Carrole yang melihat sahabatnya terbaring lemah di atas ranjang tanpa pikir panjang menggunakan Sihir Cahaya untuk menyembuhkan Nyonya Maria tapi tak ada perubahan. Shiena yang melihatnya menggunakan Sihir Cahaya miliknya untuk menyembuhkan Nyonya Maria tapi tetap tidak bisa.


Duke Laurence yang menyaksikannya langsung tak kuasa menahan sedih. Shiena yang melihat hal itu ikut sedih. Shiena yang tak ingin Duke Laurence merasakan kesepian pun mengajak Duke Laurence pergi berjalan-jalan di taman bersama.


Namun, sebelum mereka beranjak pergi, Nyonya Maria mengeluarkan respon tak terduga. Seluruh tubuh Nyonya Maria bergetar hebat. Duke Laurence pun segera berteriak memanggil Dokter dan Perawat.


Hanya dalam hitungan detik, Dokter dan Perawat langsung masuk dan memeriksa ternyata jantung Nyonya Maria telah bocor sehingga darah yang mengalir mengganggu sistem kerja organ tubuh yang lain.


Duke Laurence yang mendengarnya menjadi semakin takut dan khawatir jika hari ini adalah hari terakhir dirinya dapat bersama Nyonya Maria. Nyonya Maria yang telah dianggap sebagai orang tua oleh Duke Laurence sejak kematian kedua orang tuanya tak bisa menahan rasa sedihnya.


"Roan!" panggil Nyonya Maria.


"Bibi! Aku mohon bertahanlah. Kau pasti akan segera sembuh." ucap Duke Laurence.


"Maafkan semua kesalahan bibi. Bibi sudah tidak sanggup lagi. Bibi harus segera pergi. Jaga dirimu baik-baik. Jadilah pria yang baik dan bertanggung jawab." pesan Nyonya Maria.


"Ya, bibi." ucap Duke Laurence.


Nyonya Maria yang melihat sahabatnya dan Shiena berada di sampingnya segera memanggil mereka berdua dan memberikan pesan terakhirnya.


"Vio, terima kasih telah menjadi sahabatku selama ini." ucap Nyonya Maria.


"...." Duchess Carrole menangis.


"Jangan menangis, aku akan baik-baik saja. Tersenyumlah." ucap Nyonya Maria.


"Shiena!" panggil Nyonya Maria.


"Aku disini bibi." jawab Shiena.


"Tetaplah disisi Roan. Kalian telah mengenal sejak lama meskipun dikehidupan ini kalian tidak berjodoh sebagai kekasih tapi hubungan yang terjalin selama ini jangan sampai putus." pesan Nyonya Maria.


"Tentu saja, bibi." ucap Shiena menangis.


"Jangan menangis. Bibi doakan semoga pernikahanmu nanti akan berjalan mulus dan kau akan selalu bahagia." ucap Nyonya Maria.


Setelah mengatakan yang ingin dikatakannya, Nyonya Maria pun menghembuskan nafas terakhirnya. Duchess Carrole dan Shiena pun menangis sejadi-jadinya sementara Duke Laurence hanya diam bersandar di dinding.


Kepala Pelayan Rumah Tangga Keluarga Laurence dengan cepat mengambil alih tugas untuk membuat Acara Pemakaman untuk Nyonya Maria karena melihat Duke Laurence yang sedang terpukul.


Shiena yang melihatny menjadi tidak tega dan mencoba menghiburnya meskipun Duke Laurence sangat sedih dirinya sadar jika ini adalah yang terbaik daripada Nyonya Maria harus menderita karena sakit yang dideritanya.


Keesokan harinya, Acara Pemakaman Nyonya Maria dilakukan secara tertutup. Hanya ada kerabat dan orang terdekat yang datang. Duke Laurence yang tak ingin dikasihani tidak akan mengampuni siapapun yang melakukan utu padanya.


Shiena yang datang bersama Kaisar Franz dan Keluarga Carrole mencoba menyemangati Duke Laurence. Shiena yang bisa membaca isi fikiran Kaisar Franz yang tak suka dirinya dekat dengan Duke Laurence mencoba mengerti.


'Aku minta maaf Franz. Aku janji aku akan menjadi istri yang baik untukmu nanti tapi aku telah berjanji pada Bibi Maria jika aku tak akan mengabaikan Kak Roan. Maafkan aku jika aku akan menemuinya nanti tanpa sepengetahuanmu.' ucap Shiena dalam hati.


Sementara itu Para Pemberontak yang telah melakukan kerja bakti selama dua hari merasakan tubuh mereka sangat sakit karena dipaksa melakukan banyak pekerjaan yang selama ini tidak pernah mereka lakukan.


Anastasya yang merasa sangat ingin keluar dari Penjara Kekaisaran tak memiliki cara apapun lagi terlebih saat ini Anastasya tak ingin membuat kedua Penjaga Tahanan marah. Anastasya khawatir jika dirinya nanti akan menjadi korban pelecehan lagi nantinya.


Anastasya ingin protes karena Ruang Tahanannya sangat lah buruk. Disana tak memiliki apapun selain tikar dan juga bantal tipis serta satu buah selimut tipis untuk menemaninya tidur. Anastasya juga sering bertemu dengan tikus dan kecoa yang membuatnya merasa semakin jijik.


Keesokan harinya, Raja Michael yang telah tinggal cukup lama di Kekaisaran Pearl merasa telah waktunya bagi dirinya kembali. Raja Michael pun menyampaikan keinginannya pada Kaisar Franz dan Kaisar Franz pun setuju.


sebelum pulang, Raja Michael datang ke Kediaman Carrole untuk bertemu dengan Shiena. Raja Michael bertanya tentang janji Shiena yang akan membuat Duke Simons tidak dihukum mati. Shiena yang mendengarnya hanya menaikkan alisnya.


"Kau meminta sesuatu dariku, lalu apa yang akan kau berikan padaku?" tanya Shiena.


"Apa yang kau inginkan, Lady?" tanya Raja Michael.


"Anda bisa tenang Yang Mulia. Aku tidak akan meminta Takhtamu." ucap Shiena.


"Baiklah. Katakan apa yang kau inginkan." ucap Raja Michael.


"Aku ingin kau memberiku Lencana Perlindungan Hukum pada Keluarga Carrole seumur hidup di Kerajaan Laurence." ucap Shiena.


"Aku tak memiliki itu tapi aku punya ini." ucap Raja Michael sambil menunjukkan sesuatu.


Raja Michael mengeluarkan sebuah patung berbentuk burung phoenix. Shiena yang tak mengerti maksudnya menjadi bingung. Raja Michael pun menjelaskannya.


"Patung Phoenix ini adalah Lambang Kerajaan Zambrud. Raja Pertama yang sangat mencintai selirnya sengaja membuat dan memberikannya pada Selir kesayangannya pertama kali. Dikatakan bahwa siapapun pemilik Patung Phoenix ini akan mendapatkan perlindungan dari apapun." ucap Raja Michael.


"Baiklah, aku akan menerimanya. Jangan khawatir, aku akan pastikan jika Duke Simons tak akan dihukum mati." ucap Shiena penuh keyakinan.


" Terima kasih." ucap Raja Michael.


#Bersambung#


Jangan Lupa Like, Komen dan Vote ya..


🥰😊😍😘


Terima kasih