The Empress Of Mind Reader

The Empress Of Mind Reader
BAB 298. Rencana Pembangunan Sekolah II


Pria tua yang telah mengetahui jika Nona Bangsawan yang datang ke Pemukimannya adalah Permaisuri Kekaisaran menjadi panik dan takut tapi setelah Permaisuri Shiena memberitau bahwa niat kedatangannya untuk memberikan bantuan. Wajah Pria tua itu langsung berubah menjadi cerah danΒ  bersemangat tapi Pria tua itu khawatir jika Permaisuri Shiena telah tersinggung dengan perkataan dari salah seorang di tempatnya sehingga membuat Pria tua itu mengambil alih percakapan itu untuk merubah atmosfir yang awalnya tegang menjadi lebih baik.


"Apakah Nona ini benar telah menolong anak-anak di tempat ini dari masalah?" tanya Pria tua.


"Benar Ketua." ucap Permaisuri Shiena sopan.


"Jangan percaya padanya Ketua. Bisa saja Nona Bangsawan ini berbohong!" ucap Pria dewasa yang tidak percaya.


"Diam! Jika kau bicara lagi maka kau akan mendapatkan hukuman yang berat. Apa kau fikir aku tidak bisa membedakan siapa orang yang baik dan siapa orang yang jahat? Satu hal lagi jangan menghasut pria dewasa lain yang ada di Pemukiman ini untuk membenci Bangsawan karena tak semua Bangsawan itu adalah orang jahat." ucap Pria tua.


Pria dewasa itu pun terdiam mendengar perkataan Pria tua yang ternyata adalah Pemimpin di Pemukiman Rakyat itu. Pria dewasa itu bernama Dabros. Dia sangat membenci Bangsawan karena seorang Bangsawan telah dengan paksa mengambil putri satu-satunya yang sangat dicintainya untuk dijadikan budak. Sejak saat itu Dabros sangat membenci Bangsawan karena berfikir jika mereka itu sama saja.


Teriakan yang disebabkan oleh Pria tua itu yang merupakan Ketua dari tempat itu telah mengundang lebih banyak orang yang datang untuk melihat.


"Aku tidak tau apa yang telah terjadi padamu tapi aku mungkin bisa membantumu jika kau menceritakan kepadaku masalahmu. Kedatanganku kemari juga bukan untuk mengganggu atapun membuat masalah. Aku kemari dengan niat baik untuk membantu anak-anak memiliki masa depan yang lebih baik." ucap Permaisuri Shiena.


"Apa maksudmu Nona muda?" tanya Pria tua.


"Benar apa maksudmu? Jangan membohongi kami!" ucap Dabros.


"Aku akan membuat sebuah sekolah untuk anak-anak ini sehingga mereka bisa mengubah kehidupan mereka di masa depan. Sekolah itu tentunya gratis dan anak-anak ini tak perlu mengeluarkan uang sepeserpun bahkan mereka akan mendapatkan uang saku jika mereka memiliki bakat dan keterampilan." ucap Permaisuri Shiena.


"Nona! Kami hanyalah rakyat biasa yang miskin dan tak punya apapun. Kami mengerti jika Nona Bangsawan memiliki niat yang baik tapi meskipun Nona memiliki status yang tinggi, Bangsawan lain tak akan membiarkan niat Nona terlaksana dengan mudah." ucap Ibu-ibu di Pemukiman.


Setelah mendengar perkataan Ibu-ibu itu, banyak orang yang meragukan niat baik Permaisuri Shiena. Mereka tidak yakin jika Sekolah itu dapat dibangun apalagi yang mengatakan itu hanyalah seorang Nona muda dari Keluarga Bangsawan.


Permaisuri Shiena yang mengetaui isi fikiran semua orang hanya bisa menghela nafas dan berfikir hanya ada tiga hal yang dapat membuat semuanya percaya yaitu Permaisuri Shiena harus menunjukkan identitasnya sebagai Permaisuri Kekaisaran, atau menunjukkan identitasnya sebagai Gadis Suci dan yang terakhir mungkin Permaisuri Shiena tetap diam dan tak perlu berusaha meyakinkan siapapun tapi langsung menunjukkannya secara langsung saat sekolah itu telah benar-benar berdiri dengan kokoh.


Ketika Permaisuri Shiena sedang memikirkan solusi untuk semua ini. Andrian dan teman-temannya dengan berani dan penuh percaya diri berdiri dengan tegak meyakini semua yang dikatakan oleh Permaisuri Shiena sehingga Permaisuri Shiena pun memutuskan untuk tidak mengatakan apapun tapi langsung bergerak membangun sekolah.


"Kami percaya pada Nona cantik. Kami yakin Nona cantik tidak akan berbohong!" ucap Anak-anak itu bersaut-sautan.


Semua orang yang mendengarnya hanya bisa terdiam dan berharap agar anak-anak itu tidak kecewa nantinya. Permaisuri Shiena yang mengetahui isi fikiran semua orang menjawab dengan penuh percaya diri.


"Jangan khawatir! Aku akan pastikan jika semua yang kalian khawatirkan tidak akan pernah terjadi." ucap Permaisuri Shiena sambil tersenyum hangat.


Kesatria Elit yang telah melihat pemandangan itu dari jauh menjadi terharu dan semakin yakin jika Kekaisaran Pearl telah dipimpin oleh Permaisuri yang tepat.


Sementara itu di Istana Kekaisaran, Tuan Eit yang telah selesai menyelesaikan pekerjaannya segera melapor kepada Kaisar Franz bahwa memang benar semua yang dikatakan oleh Permaisuri Shiena. Kaisar Franz yang mendengar itu menjadi sangat marah.


"Hamba menghadap Yang Mulia Kaisar." ucap Tuan Eit.


"Katakanlah. Bagaimana hasil penyelidikanmu?" tanya Kaisar Franz.


"Ternyata Keluarga Marquess Boufanski telah melakukan tindakan illegal dengan melakukan praktek perdagangan manusia atau yang sering disebut jual beli budak. Tak hanya itu, Marquess Boufanski juga ternyata telah melakukan korupsi dengan cara menggelapkan pajak Kekaisaran untuk memperkaya dirinya," ucap Tuan Eit.


"Ternyata begitu. Sepertinya waktu telah berlalu sangat cepat. Hukuman penggal untuk orang-orang yang melakukan kesalahan pada Kekaisaran ini sepertinya telah mereka lupakan." ucap Kaisar Franz sambil tersenyum sinis.


"...." Tuan Eit diam.


"Tangkap Marquess Boufanski beserta seluruh keluarganya dan kurung mereka di penjara Kekaisaran. Lalu segera lakukan penyitaan seluruh aset Keluarga Marquess Boufanski. Jangan biarkan mereka dapat melarikan diri. Laksanakan segera perintahku." ucap Kaisar Franz.


Setelah beberapa menit berlalu, Tuan Eit dan Jenderal Istana sampai di pintu gerbang Kediaman Keluarga Boufanski. Marquess Boufanski yang sedang duduk bersantai di ruang kerjanya bersama tumpukan koin emas dikejutkan dengan kedatangan Kepala Pelayannya yang masuk tanpa permisi.


"Apa yang kau lakukan? Apa kau tidak lihat aku sedang sibuk menghitung koin-koin emasku?" teriak Marquess Boufanski marah.


"Ma-maafkan saya Tuan. Ada berita buruk Tuan." ucap Kepala Pelayan.


"Berita buruk? Cepat katakan!" teriak Marquess Boufanski takut.


"Diluar telah ada Ajudan dari Yang Mulia Kaisar dan Jenderal Istana beserta Pasukan Kesatria Istana." ucap Kepala Pelayan.


"Apa!" teriak Marquess Boufanski terkejut.


Tak lama kemudian, Marchioness Boufanski dan putrinya masuk ke ruang kerja Marquess Boufanski dengan wajah takut.


"Suamiku, apa yang terjadi? Kenapa Kesatria Istana ada di depan Kediaman kita?" tanya Marchioness Boufanski khawatir.


"Benar ayah. Apa ayah mengirim mata-mata lagi ke Istana Permaisuri?" tanya Lady Zoufay.


"Tentu saja tidak. Apa kalian berdua fikir aku bodoh sehingga mau melakukan hal itu lagi?" teriak Marquess Boufanski kepada istri dan anaknya.


"Lalu kenapa ayah?" tanya Lady Zoufay cemas.


"Ayah tidak tau." ucap Marquess Boufanski.


Ketika semua orang yang ada di Kediaman Boufanski mulai khawatir dan cemas. Tuan Eit menggunakan alat sihir untuk mengeraskan suaranya membacakan Titah Kaisar Franz dari depan gerbang Kediaman Marquess Boufanksi karena tak ada seorang pun yang berani membuka pintu gerbang itu.


"Titah Yang Mulia Kaisar Franz Yanza Le Pearl, Marquess Boufanski, Kepala Keluarga Boufanski diduga telah melakukan kejahatan Perbudakan dan Penggelapan Pajak Kekaisaran guna memperkaya dirinya sendiri sehingga Yang Mulia Kaisar Franz memerintahkan bahwa Seluruh Keluarga Marquess Boufanski harus ditahan di Penjara Kekaisaran serta seluruh aset milik Keluarga Boufanski akan disita sementara hingga Persidangan selesai." ucap Tuan Eit.


"Dobrak gerbangnya dan segera tangkap penjahat-penjahat itu!" perintah Jenderal Istana.


Dengan cepat Kesatria Istana mendobrak gerbang Kediaman Boufanski, Kesatria penjaga yang berusaha melawan dan melindungi Tuannya dengan cepat ditebas oleh Kesatria Istana.


Dalam hitungan menit, bagian depan Kediaman Boufanksi telah dikuasai oleh Kesatria Istana. Jenderal Istana yang memimpin pasukan pun mengarahkan Kesatria Istana untuk menyebar mencari dan menemukan keberadaan Marquess Boufanski, Marchioness Boufanski dan Lady Zoufay.


Setelah mendengar perkataan Tuan Eit, Marquess Boufanski yang tak ingin kehilangan semua koin emas yang telah dikumpulkannya selama beberapa bulan ini dengan cepat menyimpan dan membawa pergi koin emas itu.


Marchioness Boufanski dan Lady Zoufay yang tak ingin tertangkap dan dipenjara oleh Kaisar Franz tidak perduli dengan koin emas itu sehingga memilih untuk segera pergi dan melarikan diri dari jalan rahasia.


Marquess Boufanksi yang merasa telah membawa semua koin emasnya berencana segera pergi dan menyusul anak dan istrinya tapi ketika Marquess Boufanski sedang pergi menuju ke jalan rahasia, Jenderal Istana melihat keberadaannya.


Marquess Boufanski yang cemas pun berlari sekuat tenaga namun tiba-tiba kantong koin emas yang dibawa oleh Marquess Boufanski berlubang sehingga satu demi satu koin emaa itu berjatuhan. Marquess Boufanski yang tak rela kehilangan koin emasnya dengan cepat memungut koin emas itu dan tanpa disadarinya Jenderal Istana dan Kesatria Istana telah berada dibelakangnya.


#**Bersambung#


Jangan Lupa Like, Komen dan Vote ya..


πŸ₯°πŸ˜ŠπŸ˜πŸ˜˜


Terima kasih**