
Setelah makan siang, Kaisar Franz menyatakan keinginannya untuk menjalin hubungan yang serius dengan Shiena. Duke Carrole dan Duchess sudah mengetahuinya tapi tak menyangka jika Kaisar Franz akan mengatakannya secara langsung sehingga membuat Duke Carrole dan Duchess Carrole sedikit terkejut. Mereka pun saling berpandangan dan Duke Carrole pun mengambil keputusan sebagai seorang ayah, suami dan Kepala Keluarga Carrole.
"Saya mengizinkannya Yang Mulia tapi saya harap Yang Mulia tidak mengecewakan kami sebagai orang tua. Kami mohon jaga dan sayangilah putri kami." ucap Duke Carrole.
"Pasti, Tuan Duke. Saya berjanji saya akan selalu menyayangi Shiena dan akan selalu membuatnya bahagia. Saya pasti akan menepati janji saya." ucap Kaisar Franz mantap.
Mereka pun bercanda, tersenyum dan tertawa bersama. Kaisar Franz yang tak pernah merasakan perasaan ini sebelumnya merasa sangat nyaman dan senang. Kaisar Franz berharap waktu dapat berjalan perlahan tapi itu tidak bisa karena dirinya hanya bisa menghentikan dan memulaikan kembali waktu bukan memperlambat waktu.
Setelah selesai, Shiena mengajak Kaisar Franz berkeliling Kediaman Carrole. Kaisar Franz yang telah menunggu-nunggu hal ini dari tadi tak bisa menutupi perasaan bahagianya.
Ketika sampai di sebuah taman dengan danau buatan, Shiena mengajak Kaisar Franz duduk di kursi panjang dibawah pohon. Kaisar Franz yang tak ingin diganggu memerintahkan Tuan Eit secara diam-diam agar tak ada pelayan yang mengikuti ataupun mengintip. Shiena telah tau apa yang diinginkan Kaisar Franz jadi Shiena berpura-pura tak tau..
Kaisar Franz yang tau jika tak ada seorang pun kecuali dirinya dan Shiena merebahkan tubuhnya dan tidur di pangkuan Shiena. Shiena sangat terkejut dengan tingkah Kaisar Franz karena takut akan dilihat oleh Duke Carrole dan Duchess Carrole tapi Kaisar Franz tidak peduli.
"Aku mohon! Izinkan aku sebentar saja seperti ini." ucap Kaisar Franz.
'Franz sepertinya memiliki banyak masalah di Istana, sebaiknya aku biarkan saja sementara waktu.' ucap Shiena dalam hati.
"Baiklah." ucap Shiena.
Kaisar Franz yang tertidur di pangkuan Shiena merasa sangat damai dan nyaman seolah tak memiliki beban apapun dalam hidupnya. Shiena yang melihat Kaisar Franz tertidur tak menyangka jika Kaisar Franz sangat lah tampan. Shiena pun menyentuh rambut Kaisar Franz dan tak sengaja membangunkannya. Shiena yang salah tingkah hanya berpura-pura melihat kearah sebaliknya.
"Apakah kau telah puas melihat wajahku yang tampan ini?" tanya Kaisar Franz.
"Hah, tampan! Aku tidak pernah mengatakan hal itu." ucap Shiena.
'Sebenarnya memang sangatlah tampan jika dilihat baik-baik pantas saja banyak sekali wanita yang mencoba mendekatinya.'ucap Shiena dalam hati.
"Benarkah? Jika begitu kenapa kau membelai rambutku?" tanya Kaisar Franz menggoda.
"Apa? Tidak! Aku hanya membenarkan rambutmu yang berantakan selama kau tertidur." jawab Shiena mengelak.
"Benarkah? Aku tidak percaya." ucap Kaisar Franz menggoda.
"Tentu saja benar." ucap Shiena.
Shiena yang takut akan ketahuan berbohong jika tetap duduk di tempatnya semula pun bangun lalu berjalan ke tempat lain meninggalkan Kaisar Franz sendiri. Kaisar Franz yang khawatir jika Shiena marah dan tak ingin bicara lagi dengannya karena telah menggodanya pun mengikuti Shiena dan memohon maaf. Shiena yang tau jika Kaisar Franz telah salah paham akan alasan dirinya berdiri dari tempat duduknya pun memanfaatkan kesempatan ini untuk menjahili Kaisar Franz.
"Baiklah aku akan memaafkanmu tapi dengan satu syarat." ucap Shiena berbalik tubuh.
"Syarat?" tanya Kaisar Franz bingung.
"Tentu saja. Aku ingin kau berjalan ke kanan dan ke kiri dengan kedua tangan dilengkungkan menyerupai sayap. Lalu membungkuknya tubuh seperti bebek dan jangan lupa tirukan suara bebek. (Kwek kwek kwek)." ucap Shiena tersenyum puas.
"Aku tidak masalah jika kau tak mau tapi jangan harap bertemu denganku selama satu bulan!" ucap Shiena.
"Apa? Satu bulan! Tak melihatmu satu hari saja sudah termasuk penyiksaan dan sekarang satu bulan. Apa kau benar-benar marah padaku?" tanya Kaisar Franz sedih.
"Tentu saja. Aku sangat marah padamu." ucap Shiena berjalan berbalik.
"Ba-baiklah. Aku akan melakukan seperti yang kau inginkan." ucap Kaisar Franz menyerah.
Kaisar Franz pun memperagakan gerakan seperti yang diinginkan. Shiena yang tak bisa menahan tawanya pun akhirnya tertawa lepas sementara Kaisar Franz yang senang melihat Shiena dapat tersenyum kembali menambahkan beberapa gerakan lucu lainnya yang membuat Shiena tak hentinya tertawa.
Di lain tempat, Duke Carrole dan Duchess Carrole yang mengawasi Shiena dan Kaisar Franz tak menyangka jika Kaisar Franz akan bertingkah lucu dan meninggalkan wibawa dan sikapnya yang tegas hanya untuk membuat Shiena dapat tertawa lepas.
"Apakah itu Yang Mulia Kaisar? Apa yang sedang dia lakukan?" tanya Duchess Carrole.
"Tentu saja itu benar hanya saja aku tak menyangka dia akan melakukan itu untuk putri kita." ucap Duke carrole.
"Syukurlah. Keputusan yang tepat menerima Kaisar Franz sebagai menantu kita." sindir Duchess Carrole.
"Kau benar istriku. Semoga dia benar-benar bisa membuat putri kita bahagia."ucap Duke Carrole.
Kaisar Franz yang melihat Shiena tertawa bahagia menjadi tersenyum senang. Kaisar Franz tak bisa berhenti melihat Shiena karena menurut Kaisar Franz, Shiena terlihat sangat cantik dan alami ketika tersenyum.
Setelah selesai makan siang bersama Kaisar dan Tuan Eit kembali ke Istana. Semua rakyat yang melihat Kaisar Franz datang ke Kediaman Carrole seolah menunjukkan kedatangannya telah menjadi gosip terbaru tentang hubungan Kaisar Franz dan Shiena. Rakyat dan Bangsawan berspekulasi bahwa Shiena adalah Permaisuri di masa depan dan tak ada seorang Bangsawan yang berani protes atau menolak keinginan Kaisar Franz karena kekuatan yang dimilikinya saat ini.
Shiena pun kembali ke kamarnya, Marry dan Ana pun mengikutinya. Marry dan Ana terlihat sangat senang dan tak percaya jika Nona yang telah mereka layani adalah calon Permaisuri masa depan itu artinya mereka akan menjadi Pelayan Permaisuri dan berarti memiliki status yang lebih tinggi daripada pelayan lainnya.
Sementara itu di Kerajaan Zambrud, Anastasya yang masih belum mengetahui apa yang telah terjadi di Kekaisaran Pearl masih berusaha untuk mendekati Raja Michael dan berharap bisa mendapatkan hatinya lalu mendapatkan posisi sebagai Ratu di Kerajaan Zambrud.
Anastasya yang merasa jika Raja Michael selalu menghindarinya tak pantang menyerah. Anastasya berfikir jika Raja Michael menghindarinya karena tak ingin bertengkar dengan Duke Simons yang merupakan keponakannya sendiri tapi Anastasya tak perduli. Anastasya datang menemui Raja Michael tiga kali dalam satu hari yang membuat Raja Michael tak mengerti dan tak memiliki alasan lagi untuk menolak.
Akhirnya Raja Michael mengirim Penasehat Kerajaann menemui Anastasya dan mengatakan bahwa Anastasya diiundang untuk makan malam bersama dengan Raja Michael. Anastasya yang sangat senang bergegas memerintahkan pelayannya untuk membantunya melakukan perawatan dan mendandaninya hingga terlihat sangat cantik saat bertemu Raja Michael.
Bersambung
Jangan Lupa Like, Komen dan Vote nya ya..
🥰😍😘😚 Terima Kasih