The Empress Of Mind Reader

The Empress Of Mind Reader
BAB 304. Sidang Boufanski II


Kaisar yang tidak suka melihat pemandangan itu pun segera memerintahkan Kesatria Istana untuk membawa ketiganya kembali ke dalam Penjara Kekaisaran. Ketika Kaisar Franz dan Permaisuri Shiena telah berdiri dari kursinya dan ingin kembali ke Istanya Lady Zoufay yang merasa harus melakukan sesuatu untuk menyelamatkan nyawanya dan Keluarganya.


"Tidak! Keluargaku tidak bersalah! Semua ini hanyalah jebakan yang dibuat oleh Yang Mulia Permaisuri kepada Keluargaku!" ucap Lady Zoufay.


Kesatria Istana yang merasa jika Lady Zoufay telah melewati batasnya berencana membuat Lady Zoufay berlutut dan meminta ampun tapi Permaisuri Shiena menghentikannya. Permaisuri Shiena memberi izin bahwa Lady Zoufay boleh mengatakan apa yang ingin dikatakannya terlebih dahulu.


"Hentikan dia!" teriak Kesatria Istana.


"Tidak! Lepaskan aku!" teriak Lady Zoufay.


"Lepaskan dia! Biar dia selesaikan lebih dulu apa yang ingin dikatakannya!" perintah Permaisuri Shiena.


Sementara itu Kaisar Franz yang berdiri di samping Permaisuri Shiena kembali duduk di Singgahsananya lalu mendengarkan dengan tenang apa yang dikatakan Lady Zoufay.


"Keluargaku hanyalah korban keegoisan Yang Mulia Permaisuri karena Yang Mulia Permaisuri tidak ingin dibilang mandul padahal itulah kenyataannya.!" ucap Lady Zoufay mengeluarkan seluruh beban di hatinya.


Semua Bangsawan yang ikut hadir di Persidangan itu ikut berbisik dan membicarakan masalah Permaisuri Shiena yang belum memberikan Kaisar Franz keturunan padahal mereka telah cukup lama menikah.


Sementara itu, Kaisar Franz hanya tertawa mendengar perkataan Lady Zoufay kemudian menarik Permaisuri Shiena untuk duduk di atas pangkuannya yang membuat semua Bangsawan terkejut dengan tindakan yang dilakukan oleh Kaisar Franz.


"Siapan dirimu? Kau hanyalah Putri seorang Marquess yang baru diangkat statusnya dan kau bahkan belum menikah. Itu bukanlah tugasmu untuk mengkritik Permaisuriku yang juga belum mengandung hingga saat ini. Kau dan keluargamu telah sengaja mengirimkan mata-mata ke Istana Kekaisaran dengan tujuan mencari titik kelemahan Permaisuri sehingga dapat kau gunakan untuk menekannya agar memilihmu untuk dapat masuk ke Istana Kekaisaran sebagai Ratu atau Selirku. Apa kau fikir rencana licikmu dan keluargamu tidak bisa diketahui olehku?" ucap Kaisar Franz.


Semua orang yang mendengarnya menjadi terkejut karena tidak menyangka jika Keluarga Boufanski telah melakukan hal yang sangat memalukan. Semua Bangsawan pun mengeluarkan kata-kata hina untuk seluruh anggota keluarga Lady Zoufay.


"Dasar wanita serakah!" ucap Bangsawan.


"Benar Keluarga ini pantas dihukum mati!" teriak Bangsawan lain.


Lady zoufay yang tidak terima keluarganya dihina terus membalas perkataan semua orang dan terus membela keluarganya tapi sia-sia saja karena dirinya hanya sendiri. Akhirnya Lady zoufay hanya bisa terduduk dan menutup telinganya rapat-rapat agar tidak ada suara yang terdengar lagi.


Jenderal Istana yang melihat ruangan itu tidak bisa dikendalikan lagi pun berteriak dengan sangat keras hingga membuat semuanya terkejut.


"Diam!" teriak Jenderal Istana.


Kaisar Franz yang telah sangat marah dengan tingkah laku Lady zoufay tidak henti-hentinya memojokkan Keluarga Boufanski hingga seluruh kejahatan yang dilakukan oleh Keluarga itu diketahui semuanya


Lady Zoufay pun terdiam membisu karena semua kejahatannya dan Keluarganya telah diketahui semua orang. Lady Zoufay yang awalnya sangat percaya diri tiba-tiba berkeringat dingin dan ketakutan.


Kaisar Franz yang tidak menyukai ada orang yang berani menghina Permaisuri Shiena pun memberika isyarat kepada Jenderal Istana yang berjaga untuk segera memenggal kepala Lady Zoufay saat itu juga.


Lady Zoufay yang tidak tau jika dalam hitungan menit sebuah pedang akan segera memisahkan kepalanya dari tubuhnya. Hingga semua orang yang ada disana menjerit histeris melihat kejadian itu di dapan mata mereka dan tak sedikit Nyonya dan Nona Bangsawan menjerit ketakutan.


Kaisar Franz kemudian memberi perintah kepada Kesatria Istana untuk membawa Marquess Boufanski dan Marchioness Boufanski kembali ke Penjara Kekaisaran dan membuang kepala dan tubuh Lady Zoufay ke Hutan Kesepian untuk dijadikan makanan Monster dan Hewan buas.


Setelah itu Kaisar Franz pun meminta Permaisuri Shiena berdiri lalu merangkulnya kembali ke dalam Istana meninggalkan semua Bangsawan yang masih terlihat sangat terkejut.


Semuanya pun akhirnya menyadari untuk tidak menyinggung Kaisar Franz dan juga Permaisuri Shiena jika tidak ingin kehilangan nyawanya.


Setelah sidang berakhir, berita-berita tentang hasil persidangan itu terbit di berbagai surat kabar. Rakya biasa yang tidak bisa melihat persidangan secara langsung hanya bisa mengetahuinya dari Surat Kabar, Hingga akhirnya semuanya mengetahui bahwa Keluarga Boufanski adalah dalang dari Perbudakan yang terjadi di Wilayan mereka. Rakyat yang berencana meminta keadilan kepada Kaisar dihentikan oleh Duke Laurece karena saat ini wilayah itu telah menjadi tanggungjawabnya


Duke Laurence yang tau jika hal ini terus dibahas maka akan berakibat buruk pada citra Shiena sebagai Permaisuri. Duke Laurence pun menjelaskan bahwa orang-orang itu telah mendapatkan hukumannya. Kepala Keluarga serta Nyonya Keluarga itu akan segera dihukum pancung dalam beberapa hari sementara putrinya telah dipenggal oleh Jenderal Istana saat itu juga.


Setelah mendengar penjelasan itu hampir semuanya mengerti dan membubarkan diri dan yang masih mecoba protes ditangkap diam-diam oleh Duke Laurence lalu dibawa ke Ruang Penyelidikan Keluarga Laurence.


Ketika akan diselidiki orang-orang itu ternyata telah mati bunuh diri dengan cara menggigit lidahnya sendiri sehingga membuat mereka meninggal dalam waktu singkat Duke Laurence yang merasa curiga segera mengirim mata-mata terbaiknya untuk menyelidiki masalah ini


Sementara itu di Istana, Permaisuri Shiena yang masih terkejut dengan perbuatan Kaisar Franz mencoba mengerti dan memahami bahwa semua yang dilakukan oleh Kaisar Franz karena cintanya hingga Permaisuri Shiena mencoba melupakan yang terjadi di Ruang Persidangan.


Kaisar Franz dan Permaisuri Shiena pun makan siang bersama lalu melanjutkan pekerjaan masing-masing. Setelahs selesai, ketika Kaisar Franz telah kembali ke Ruang Kerjanya Marry dan Ana datang menghadap dan melaporkan bahwa Baron Valkrim dan Baron Grogolia serta Viscount Fromboo datang menyampaikan kabar baik.


Permaisuri Shiena pun pergi menemui ketiganya lalu meminta pelayan menyiapkan makanan ringan serta minuman dingin karena cuaca diluar sangatlah panas.


"Kami mengahadap Yang Mulia Permaisuri." ucap Ketiganya bersamaan.


"Duduklah." perintah Permaisuri Shiena.


Baron Grogolia dan Baron Valkrim pun menjelaskan tugas mereka telah selesai dilaksanakan karena mereka telah menemukan tempat yang tepat dengan harga yang juga sangat cocok. Baron Grogolia menjelaskan bahawa lahan untuk membangun sekolah untuk rakyat itu sangat lah luas dan dapat dibangun berbagai macam fasilitas pendukung.


Viscount Fromboo yang juga ingin mendapatkan penilaian yang bagus dari Permaisuri Shien segera melaporkan bahwa dirinya telah berhasil mendapatkan guru-guru yang bagus dengan kualifikasi yang bagus untuk mengajar. Viscount Fromboo yang juga takut jika telah memilih guru yang salah menyerahkan daftar nama-nama guru itu kepada Permaisuri Shiena untuk dipilih secara langsung.


Permaisuri Shiena yang berencana membangun sekolah untuk Rakyat agar dapat bekerja untuk merubah masa depannya memilih membentuk beberapa kelas yaitu kelas Kesatria, Pejabat, Pengusaha, Koki dan Designer. Setiap anak hanya boleh memilih satu kelas sehingga mereka dapat fokus belajar dan berlatih.


Setelah beberapa jam berlalu, Permaisuri Shiena sangat senang karena semuanya dapat berjalan dengan sesuai rencana bahkan pembangun sekolah itu dibantu dengan sihir sehingga dapat dibangun dengan cepat hanya dalam beberapa minggu saja.


#Bersambung#


Jangan Lupa Like, Komen dan Vote ya..


🥰😊😍😘


Terima kasih