The Empress Of Mind Reader

The Empress Of Mind Reader
BAB 218. Melarikan Diri I


Shiena yang bingung dengan situasi yang ada di depan matanya mencoba untuk melarikan diri tapi tak bisa karena Countess Larsca terus menarik tangannya dan menahannya agar tetap berada di dalam kamar itu.


Tiba-tiba waktu pun berhenti, Putra Mahkota Franz yang sebenarnya telah mengetahui tentang Shiena yang menjadi bahan gosip dari Bangsawan lain juga telah mengetahui bahwa orang yang mencoba memfitnah Shiena adalah Anastasya.


Sehingga Putra Mahkota Franz sengaja datang ke Kediaman Duke Simons dengan alasan menghadiri undangannya mencoba menjebak Anastasya dan membersihkan nama baik Shiena sekaligus menyelidiki langsung tentang rencana Duke Simons yang dikatakan Duke Watson sedang berencana melakukan kudeta.


Putra Mahkota Franz yang pergi ke lorong Kediaman Duke Simons berharap Anastasya segera menyusulnya tapi setelah setengah jam berlalu Anastasya tak muncul juga akhirnya Putra Mahkota Franz pergi menggunakan Sihir Gelapnya menyelinap ke ruang kerja Duke Simons.


Di dalam ruang kerja, Putra Mahkota Franz mencari bukti surat atau percakapan apapun yang bisa menjadi petunjuk dan bukti tentang rencana kudeta Duke Simons sehingga Putra Mahkota Franz dapat segera menghentikannya lalu menghukumnya.


Namun tiba-tiba Putra Mahkota Franz merasa ada yang salah dengan Shiena. Putra Mahkota Franz merasakan jika Shiena sedang dalam keadaan bahaya sehingga memutuskan berhenti menyelidiki Kediaman Duke Simons dan bergegas menemui Shiena dan menolongnya.


Ketika sampai di sebuah kamar, Putra Mahkota Franz melihat hal yang sangat gawat terjadi. Putra Mahkota Franz segera menggunakan kekuatannya dan menghentikan waktu untuk sementara.


Putra Mahkota Franz pun menyentuh Shiena dan otomatis Shiena tak terpengaruh oleh kekuatan Putra Mahkota Franz tapi karena tangan Shiena digenggam dan dicengkram oleh Countess Larsca menyebabkan Countess Larsca juga tak terpengaruh oleh kekuatan Putra Mahkota Franz.


Putra Mahkota Franz yang sadar jika ada orang lain yang tak terpengaruh kekuatannya bergegas mengembalikan waktu dalam satu detik dan menghentikan waktu kembali agar tak ada yang bisa mengejarnya ketika melarikan diri.


Putra Mahkota Franz kemudian menarik Shiena dan memeluknya kemudian menggunakan Sihir Gelapnya dan menyusup keluar Kediaman Duke Simons. Putra Mahkota Franz membawa Shiena pergi menjauh dari Ibukota dan pergi menuju ke tempat dimana Shiena dan Putra Mahkota Franz pergi terakhir kali.


Putra Mahkota Franz tak lupa mengirimkan pesan kepada Tuan Eit untuk membawa kereta kuda Kekaisaran segera keluar dari Kediaman Duke Simons dan segera pergi ke tempat dirinya berada.


Sebelum sampai di tempat yang dituju, Putra Mahkota Franz dan Shiena berhenti sejenak di sebuah Restoran favorit Shiena dan makan disana lalu untuk membayar makanan, Putra Mahkota Franz meminta pihak restoran mencatat pembayarannya dan mengirim tagihannya ke istana kemudian sebagai jaminannya Putra Mahkota Franz mengeluarkan Cincinnya dengan Lambang Kekaisaran.


Shiena yang bingung apa yang dilakukan Putra Mahkota Franz hanya diam dan mencoba membaca situasi dari membaca isi fikiran Putra Mahkota Franz hingga akhirnya Shiena tau bahwa ini semua dilakukan untuk membuat jejak dan bukti jika mereka tak sedang berada di Kediaman Duke Simons.


Ketika selesai melakukan trasaksi Tuan Eit datang dengan membawa kereta kuda. Putra Mahkota Franz dan Shiena pun menaiki kereta kuda sementara Tuan Eit duduk di depan di samping kusir.


Shiena yang penasaran kenapa Putra Mahkota Franz bisa datang tepat waktu akhirnya menanyakannya dan Putra Mahkota Franz menjelaskan jika dirinya akan tau jika Shiena dalam bahaya ketika gelang yang dipakai Shiena rusak atau putus.


Shiena yang mengingat kejadian di kamar Anastasya sadar jika gelangnya memang telah putus dan Shiena khawatir jika Countess Larsca dan Anastasya akan menjadikan gelang itu alasan untuk menjeratnya namun tak disangka Putra Mahkota Franz memiliki gelang cadangan dan memakaikannya pada Shiena.


Shiena pun menjadi malu tapi tiba-tiba Shiena teringat dengan Marquess Laurence. Shiena pun segera memberikan pesan bahwa dirinya baik-baik saja dan sedang berada bersama Putra Mahkota Franz.


Setelah Putra Mahkota Franz, Shiena dan Tuan Eit berada di luar ibukota Putra Mahkota Franz menjentikkan tangannya dan membuat waktu berjalan seperti semula. Countess Larsca yang merasa melihat Putra Mahkota Franz dan Shiena tapi tiba-tiba tak ada menjadi bingung dan akhirnya jatuh pingsan.


Amy dan Kesatria Carrole yang datang terlebih dahulu bergegas meminta bantuan dan memanggil dokter untuk memeriksa keadaan Countess Lasrca dan Anastasya.


Duke Simons dan Count Larsca yang mendengar berita tersebut buru-buru pergi menuju kamar Shiena. Dokter yang telah berada di dalam ruangan tersebut sedang memeriksa keadaan Anastasya dan Countess Larsca.


Ketika Duke Simons bertanya bagaimana keadaan Anastasya, dokter pun bingung cara menjelaskannya tapi memberanikan diri untuk mengatakan yang sebenarnya meskipun hal itu pahit. Begitu pula dengan Count Larsca yang sangat cemas dengan keadaan istri dan anaknya menjadi semakin tegang dan cemas.


"Saat ini, Lady Anastasya membutuhkan waktu istirahat yang panjang karena mengeluarkan terlalu banyak darah." ucap Dokter.


"Lalu, bagaimana dengan keadaan bayinya dokter?" tanya Duke Simons khawatir.


"Maafkan saya Tuan Duke. saya tidak bisa menyelamatkan bayinya karena ketika saya sampai Lady Anastasya telah kehilangan bayinya akibat terjatuh yang menyebabkannya mengeluarkan banyak darah. Namun untunglah Kesatria segera memberi tau saya sehingga nyawa Lady Anastasya masih bisa diselamatkan." ucap Dokter menyesal.


"Tidak! Peneruaku!" teriak Duke Simons.


"Siapa? Siapa yang telah berani melakukan ini di Kediamanku? Aku akan pastikan orang itu akan mati dengan mengenaskan menemani anakku!" ucap Duke Simons penuh amarah.


"Lalu, bagaimana keadaan istri saya, Dokter?" tanya Count Larsca khawatir.


"Nyonya Countess tidak apa-apa. Dia hanya merasa shock sehingga pingsan. Sebentar lagi dirinya pasti akan terbangun." ucap Dokter.


Setelah mengatakan itu, Dokter pun pergi dari ruangan itu meninggalkan Duke Simons, Count Larsca, Amy dan Kesatria Larsca.


Lalu, tiba-tiba Countess Larsca terbangun dan langsung terduduk dan berteriak memanggil nama "Shiena!". Duke Simons yang mendengarnya menjadi bingung dan menuntut penjelasan hingga akhirnya Countess Larsca menjelaskan apa yang ingin diketahui oleh semuanya.


Duke Simons yang mendengar penjelasan dari Countess Larsca menjadi murka dan marah sehingga Duke Simons segera memerintahkan Kepala Pelayan Rumah Tangga Keluarga Simons pergi dan melaporkan masalah ini ke Kantor Keamanan untuk meminta keadilan.


Duke Simons sangat marah setelah mendengar penjelasan dari Countess Larsca bahwa orang yang telah menjebak Anastasya hingga tak sadarkan diri dan membuatnya dilecehkan oleh Baron Mishall adalah Shiena.


Countess Larsca juga menceritakan bahwa ketika Anastasya sedang istirahat, Shiena datang dan menghina Anastasya hingga Anastasya menjatuhkan gelas yang membuat dirinya dan Amy serta Kesatria Larsca segera ke kamar Anastasya.


Countess Larsca bersaksi bahwa dirinya melihat Shiena mendorong Anastasya ke arah tembok hingga terjatuh lalu mengeluarkan darah karena panik dan takut Shiena kabur Countess Larsca pun memegang tangan Shiena tapi karena kekuatan Shiena yang lebih kuat hingga Countess Larsca terjatuh dan hanya bisa mengambil gelas tangan milik Shiena.


Countess Larsca juga berkata jika Amy dan kesatria Larsca juga berada disana dan melihat Shiena yang mendorong Anastasya. Amy dan Kesatria Larsca yang hanya seorang pelayan hanya mengangguk tanda setuju.


Countess Larsca sangat marah dan berjanji akan mengadili Shiena. Tak hanya Shiena, semua Keluarga Carrole akan dimusnahkan olehnya untuk membalaskan nyawa penerusnya yang telah meninggal.


Countess Larsca pun sangat senang mendengar perkataan Duke Simons dan mengalihkan perhatiannya pada Anastasya. Countess Larsca yang tau jika Anastasya benar-benar keguguran berpura-pura sedih.


#Bersambung#


Jangan Lupa Like, Komen dan Vote nya ya..


🥰😍😘😚 Terima Kasih