
Setelah Acara Lamaran yang sangat menggemparkan Kekaisaran bahkan sampai ke wilayah pedesaan terpencil. Semua orang akhirnya mengetahui bahwa Shiena Ve Carrole akan segera menikah dan menjadi Permaisuri Kekaisaran Pearl.
Nyonya dan Nona Bangsawan yang memiliki niat ingin menjalin hubungan baik dengan Shiena yang merupakan Calon Permaisuri sering mengundang shiena ke acara-acara yang mereka buat bahkan banyak sekali hadiah yang dikirimkan ke Shiena agar dapat menarik perhatian Shiena.
Shiena yang telah sangat berpengalaman dan dapat membaca fikiran orang lain memilih untuk mengabaikan orang-orang itu. Shiena yang tak ingin masuk ke dalam jebakan atau pun ikut dalam arus politik dengan sengaja memilih untuk mengembalikan hadiah-hadiah yang menurut shiena terlalu mahal.
Satu bulan pun berlalu dari Acara Lamaran, Kaisar Franz yang sangat sibuk dengan pekerjaannya yang ingin menstabilkan Kekaisaran pasca Pemberontakan tak ingin kehilangan momen bahagianya. Kaisar Franz membuat persiapan pernikahannya menajdi yang terbaik, termewah dan tak terlupakan bagi Shiena, dirinya dan orang di sekitar.
Kepala Pelayan Istana yang datang menemui Shiena untuk memberikan buku tentang tata cara pernikahan Kekaisaran yang telah direvisi oleh Kaisar Franz pun disambut dengan sangat baik. Marry dan Ana datang mengambil buku itu dan menyerahkannya kepada Shiena.
Shiena yang mengambil buku itu pun langsung membacanya. Shiena merasa sangat senang karena Prosesi Acara Penikahannya akan dipersingkat sehingga dirinya tidak perlu terlalu lama melaksanakan proses penikahan yang sangat merepotkan itu meskipun demikian sangat ditunggu dan dinanti.
Satu minggu sebelum pernikahan dilaksanakan, Marry dan Ana menjadi orang yang sangat sibuk. Mereka memaksa Shiena melakukan perawatan tubuh, wajah rambut dan kulitnya setiap saat ketika Shiena memiliki waktu luang.
Shiena yang telah memanggil desaigner yang terbaik di Kekaisaran Pearl dengan cepat memilih Gaun Pernikahan dibantu Duchess Carrole, Marry dan Ana. Shiena yang merasa pernikahan itu adalah sesuatu yang sakral, suci, dan abadi sehingga memilih gaun pengantin dengan warna putih yang sangat indah dan menawan.
Shiena juga memerintahkan Marry dan Ana untuk memilih masing-masing satu buah gaun pernikahan untuk mereka nanti saat Acara Pernikahan mereka dilaksanakan. Designer dari Toko terkenal itu merasa keberatan dan tidak suka jika ada seorang Rakyat biasa memakai Pakaian yang dirancang langsung olehnya tapi karena Shiena yang merupakan Permaisuri masa depan yang memerintahkannya mama designed itu tidak memiliki pilihan lain lagipula tak ada seorang pun yang berani mengatakan tidak pada Shiena jika tidak ingin masa depannya hancur.
Marry dan Ana yang sangat senang berkesempatan mendapatkan Gaun Pernikahan dari designer terkenal di Kekaisaran tak menyia-nyiakan waktunya untuk memilih satu gaun meskipun Marry dan Ana tidak diperlakukan dengan baik mereka tetap senang melihat dan memilih gaun.
Shiena yang melihat sikap pelayan toko itu memperlakukan Marry dan Ana semaunya membuat Shiena marah.
"Jika toko ini tidak bisa melayani Pelanggannya dengan baik sebaiknya kalian semua keluar dan jangan harap bisa bekerja lagi di industri ini." ucap Shiena marah.
"Maafkan kami Nona. Maafkan ketidaksopanan kami." ucap Designer
"Kalau begitu cepat layani dengan baik." perintah Shiena.
"Baik, Nona." ucap Designer.
Kemudian, Designer itu dengan cepat memerintahkan Pelayan Tokonya untuk melayani Marry dan Ana dengan baik. Pelayan itu bahkan menawarkan gaun-gaun yang cocok untuk di pakai oleh Marry dan Ana.
Shiena yang hari itu juga memiliki banyak janji dengan Toko sepatu, perhiasan dan mahkota melakukan semuanya dalam waktu beberapa hari.
Setelah memilih Gaun yang cocok untuk hari pernikahannya. Shiena yang sedang duduk bersantai karena lelah memilih gaun tiba-tiba mendengar dari pelayan yang datang bahwa Pelayan dan Pengrajin sepatu terkenal di Ibukota telah datang berkunjung. Shiena pun memerintahkan Marry dan Ana untuk membawa Pengrajin sepatu itu ke kamarnya.
Tak lama kemudian, Pengrajin sepatu itu datang bersama dua pelayan tokonya. Banyak selali kotak sepatu yang dibawa dengan model, jenis dan warna yang beraneka ragam. Tak lupa Pengrajin sepatu itu juga membawa banyak sekali sepatu dengan berbagai ukuran.
Shiena yang sedang duduk di atas sofa kemudian memilih sepatu yang cocok agar dapat dipadukan dengan Gaun Putihnya. Setelah memilih cukup lama akhirnya Shiena menjatuhkan pilihan pada sebuah Sepatu Kaca yang sangat cantik yang terbuat dari kaca yang tebal dan tidak mudah pecah. Sepatu itu dipahat dengan sangat hati-hati dan memiliki pita di ujung sepatunya yang juga terbuat dari kaca.
Setelah selesai memilih sepatu yang cocok, pengrajin sepatu itu puj kembali ke tokonya untuk membuat sepatu dengan ukuran kaki yang sama dan sesuai dengan keinginan Shiena.
Lalu, tak lama kemudian Viscount Fromboo datang ke Kediaman Carrole. Viscount Fromboo datang bersama tiga karyawannya. Viscount Fromboo membawa perhiasan dan design perhiasan terbaru di Toko Perhiasan. Shiena yang merupakan pemilik sebenarnya memang sengaja memilih Toko Perhiasan miliknya karena mengingat antusias Rakyat dan Bangsawan pada apa yang akan dkpakai olehnya nanti saat Acara Pernikahan.
Sementara itu, Kaisar Franz yang telah mengetahui selera Shiena dengan tepat memanggil Designer yang cocok untuk membuat pakaian yang memiliki warna yanh sama dan cocok jika dipadukan dengan Gaun yang dipilih Shiena. Kaisar Franz juga memilih sepatu yang pas dan cocok.
Tak hanya pakaian, Kaisar Franz juga ternyata telah memikirkan dekorasi untuk pernikahannya. Kaisar Franz yang mengetahui Shiena menginginkan pernikahan yang bernuansa putih sehingga membuat empat Acara pernikahan itu menjadi berwarna putih dengan dekorasi bunga mawar putih sebagai bunga utamanya.
Pernikahan Kaisar Franz yang merupakan pemimpin dari Kekaisaran Pearl telah menyita banyak perhatian sehingga Kaisar Franz pun mengundang banyak tamu pada Acara itu. Tak hanya Bangsawan dari Kekaisarannya tapi juga Bangsawan dari Kerajaan tetangga yang juga diundang. Kaisar Franz juga mengundang Tetua Agung Menara Sihir serta Tetua lainnya. Tak hanya itu, Raja Michael pun diundang ke Acara Pernikahan Kaisar Franz dan Shiena.
Sehari sebelum pernikahan, Shiena melakukan perawatan tubuh untuk membuatnya terlihat sangat cantik di hari pernikahannya. Tak hanya itu, semua tamu undangan pun berdatang satu per satu ke Kekaisaran dan mereka datang membawakan banyak sekali hadiah yang sangat mewah dan berharga.
Ketika Hari yang ditunggu-tunggu telah tiba, Shiena yang telah berdandan sejak matahari belum terbit ternyata tak mengalami kekecewaan karena hasilnya terlihat sangat berbeda. Shiena terlihat sangat cantik dengan Gaun Pernikahan, sepatu dan perhiasan yang dipakai.
Ketika Shiena akan pergi ke Istana untuk Upacara Pernikahan tiba-tiba mendapakan kabar dari Pelayan bahwa Kaisar Franz telah berada di ruang tamu Keluarga Carrole. Semua orang yang berada di dekat shiena sangatbterkejut karena tidak menyangka dengan apa yang dilakukan Kaisar Franz. Kaisar Frans yang tidak menuruti semua aturan itu dengan sengaja datang menemui Shiena dan menjemputnya secara langsung menuju tempat pernikahan.
Shiena yang tak mengerti alasannya pun segera menanyakan hal ini pada Kaisar Franz yang ternyata dijawab dengan santai.
"Yang Mulia! Bukankah seharusnya anda menunggu saya di Istana?" tanya Shiena.
"Aku tidak bisa membiarkan orang lain melihat kecantikanmu untuk pertama kali dan membuatku menjadi yang terakhir. Aku ingin menjadi orang pertama yang melihat kecantikan calon istriku ini." ucap kaisar Franz.
"...." Shiena diam.
Shiena yang mendengar jawaban Kaisar Franz pun tak bisa mengatakan apapun lagi. Perasaan senang, bahagia, terharu dan semuanya bersatu menjadi satu dalam satu hari. Shiena yang tak menyangka dapat memiliki kebahagiaannya sendiri setelah semua yang terjadi di masa lalu merasa sangat bahagia.
Shiena dan Kaisar Franz pun menaiki kereta kuda dengan Lambang Kekaisaran Pearl menuju tempat Acara berlangsung. Mereka menggunakan kereta kuda dengan bagian atasnya terbuka agar semua rakyat dapat melihat Kaisar dan calon Permaisurinya.
Tak butuh waktu lama akhirnya Shiena dan Kaisar Franz pun sampai di tempat pernikahan. Semy Bangsawan dan Tamu undangan sangat terjejut emlihat Kaisar franz berada satu tempat dengan Shiena karena itu adalah sesuatu yang melanggar tradisi tapi meskipun begitu tak ada yang berani protes sehingga hal ini diabaikan begitu saja. Pendeta yang akan melakukan upacara Pernikahan pun ternyata telah bersiap. Kaisar Franz dan Shiena pun memasuki Ruang tempat Pernikahannya berlangsung. Tamu undangan yang duduk pun berdiri.
Shiena dan Kaisar Franz pun berjalan dengan sangat serasi menuju ke tempat Pendeta. Lalu, mereka mengucapkan sumpah sehidup semati sebagai pasangan yang tak akan terpisahkan meski apapun yang terjadi.
Setelah sumpah di ucapkan, Kaisar Franz pun melingkarkan cincin ke jari manis Shiena dan begitu pula dengan Shiena memakaikan cincin ke jari manis Kaisar Franz. Kemudian Kaisar Franz pun membuka tudung kepala Shiena lalu menciumnya dalam hingga semua yang hadir bersorak sorai gembira.
"Hidup Yang Mulia Permaisuri."
"Hidup Yang Mulia Kaisar"
Kata-kata dan ucapan selamat pun bergema ke seluruh tempat hingga membuat suasana menjadi sangat bahagia.
Shiena dan Kaisar Franz yang telah menyelesaiakn Upacara Pernikahannya. Mereka pun keluar dari Gedung itu dengan perasaan bahagia. Kelopak bunga mawar putih pun bertaburan kemana-mana untuk menyambut pasangan suami istri yang baru saja menikah.
#Bersambung#