The Empress Of Mind Reader

The Empress Of Mind Reader
BAB. 54. Hukuman Pengawal dan Kesatria


Putra Mahkota yang tengah menikmati sarapannya mendapatkan kabar mengejutkan dari Robert.


"Hamba menghadap, Yang Mulia Putra Mahkota Kekaisaran Pearl sang Mutiara Rembulan kekaisaran Pearl." ucap Robert.


"Ada apa kau menemuiku pagi-pagi begini?" ucap Ian kesal.


"Maaf kelancangan hamba yang mulia tapi saat ini hamba mendapat kabar bahwa Kediaman keluarga Laurence telah di serang semalam." ucap Robert.


"Apa? Bagaimana bisa? Siapa pelakunya?" tanya Ian penasaran.


"Tuan Muda Alexander Van Laurence yang telah merencanakan kudeta sehingga meminta bantuan kelompok Wolf Wild tapi sayang kudeta itu tidak berhasil karna Keluarga Laurence mendapatkan bantuan dari Keluarga Duke Carrole." ucap Robert.


Setelah mendengar nama Kelompok Wolf Wild ekspresi Putra Mahkota menjadi berubah merah.


"Lalu bagaimana hasilnya?" tanya Ian.


"Kelompok Wolf Wild kalah semu anggotanya telah lenyap begitu juga dengan Ketua Wolf Wild dan Tuan Muda Alex. Mereka ditemukan sudah tidak bernyawa lagi kecuali Tuan Muda Alex yang telah berubah menjadi abu karna tekhnik dari Tuan Muda Roan." ucap Robert.


"Apa ada lagi yang perlu kau sampaikan?" tanya Putra Mahkota.


"Tidak ada Yang Mulia." jawab Robert.


"Kalau begitu apa kau sudah membawa semua bangsawan, prajurit dan pengawal yang terlibat dengan Kelompok Wolf Wild?" tanya Ian.


"Sudah Yang Mulia." jawab Robert.


"Kalau begitu kita temui mereka. Aku harus memberikan sebuah hadiah." ucap Ian dengan senyum menyeramkan.


Putra Mahkota yang sudah sangat marah tidak bisa lagi meredakan amarahnya. Putra Mahkota pun pergi ke tempat pengadilan untuk memberi hukuman kepada semua yang telah melakukan kejahatan.


Semua orang yang terlibat dengan Kelompok wolf Wild ditangkap dan di bawah ke penjara tidak terkecuali seorang bangsawan, Tuan Count Ashley, Count Kayhamn Pure Ashley.


Putra Mahkota menghukum semua orang tanpa terkecuali dan tanpa belas kasihan.


Untuk semua pengawal dan kesatria yang mengabaikan tugasnya dan mencari keuntungan dari penderitaan rakyat di hukum penggal dan semua keluarganya dikirim ke daerah perbatasan untuk menjadi contoh semua orang.


"Mohon ampuni kami Yang Mulia. Mohon ampuni kami Yang Mulia. Mohon ampuni kami Yang Mulia." ucap semua pengawal dan kesatria secara bersamaan sambil bersujud.


"Tidak akan! Semua yang telah kalian tidak dapat di maafkan. Kalian menyelewengkan kekuasaan dan menyiksa rakyat kecil dan tidak menjalankan tugas dengan baik dan karna kecerobohan kalian nyawaku dan juga Nona Shiena Ve Carrole juga dalam bahaya!" teriak kesal dan amarah Putra Mahkota.


"Kami berjanji tidak akan mengulanginya lagi Yang Mulia. Mohon ampuni nyawa kami Yang Mulia." ucap mereka putus asa.


"Tidak akan! Pengawal bawa mereka dan laksanakan eksekusinya tiga hari lagi dan siap asingkan keluarga mereka." perintah Putra Mahkota.


"Hamba mohon Yang Mulia ampuni lah kami." ucap mereka tidak menyerah.


"Bawa mereka!" teriak Putra Mahkota.


Putra Mahkota yang sangat marah pun memberikan hukuman yang sangat tegas dan membuat semua orang berfikir ulang melakukan kesalahan.


Semua pengawal dan kesatria dibawa dengan paksa ke luar Ruang Pengadilan sambil menangis dan memanggil-manggil nama Putra Mahkota.


Sementara itu, Count dan Countess Ashley memohon ampunan dan putri-putrinya hanya bisa menangis.


Count dan Countess Ashley telah melakukan kejahatan yang serius karna telah bekerja sama dengan Kelompok Penjahat yaitu Kelompok Wolf Wild.


Count dan Countess Ashley juga membebani rakyat dengan menetapkan pajak rakyat yang sangat tinggi sehingga membuat semua rakyat menjadi kesusahan dan menggunakan uang itu untuk diri mereka sendiri.


Selain itu, Count dan Countess Ashley juga melakukan korupsi dengan menggelapkan dana bantuan di Wilayah Amore yang merupakan salah satu wilayah pengaturan mereka.


Sedangkan putri-putrinya sering sekali memukul dan melakukan tindakan kriminal kepada pelayan, dayang dan juga rakyat yang ada di wilayah mereka jika sedang tidak senang.


Putra Mahkota yang telah mengetahui dan mendapatkan semua bukti menjadi sangat tidak bisa tinggal diam dam memutuskan hukuman yang sangat berat.


#Bersambung#


Jangan Lupa Tekan Like, Komen, Vote dan Favorite nya ya.. 😁


Terima kasih.. 🥰😍❤😘