
Keesokan harinya Shiena pun mempersiapkan Surat Perjanjian Sihir yang akan ditandatangi dirinya dan Kaisar. Shiena tak bisa percaya pada Kaisar begitu saja jika menggunakan Perjanjian biasa karenanya Shiena memilih menggunakan Perjanjian Sihir.
Shiena tak ingin siapapun tau jika Gadis Suci memiliki Lencana Penyelidikan dan Hukuman karena Shiena sendiri yang ingin menggunakannya. Shiena yang tau jika umur Kaisar tak akan lama lagi karen penyakit yang dideritanya menjadi sangat senang karena jika Kaisar meninggal maka takΒ akan ada yang tau jika Shiena adalah Gadis Suci.
Shiena sangat tau jika Kaisar memiliki penyakit Mag Akut dan sebenarnya Shiena tau cara mengobati penyakit itu karena Shiena pernah bereinkarnasi ke masa depan tapi Shiena tak memiliki niat untuk membantu ataupun mengobati Kaisar.
Saat ini baik Sihir Cahaya ataupun Ilmu Kedokteran tak ada yang bisa mendeteksi penyakit itu sehingga pasti tak akan ada yang tau obatnya. Shiena sangat yakin jika Kaisar sembuh maka Kaisar pasti akan menyulitkannya dan keluarganya di masa depan.
'Kaisar ini bahkan dengan tega memenggal kepala Istri dan Putra Kandungnya sendiri sudah pasti untuk menjatuhkan hukuman kepada Keluarganya itu akan dilakukan dengan sangat mudah.' ucap Shiena dalam hati.
Sementara itu di Istana, Putra Mahkota Franz membuat nama-nama Bangsawan yang akan mengisi beberapa posisi di Kekaisaran yang kosong. Putra Mahkota pun berkonsultasi dengan Kaisar dan Penasehat Kekaisaran.
Putra Mahkota Franz mendapatkan beberapa nama rekomendasi dari Fraksi Kekaisaran dan Fraksi Oposisi dan beberapa nama yang direkomendasikan olehnya sendiri.
"Ayah, Bagaimana dengan nama-nama yang direkomendasikan oleh Fraksi Kekaisaran untuk mengisi beberapa kursi yang kosong?" tanya Putra Mahkota Franz.
"Tidak ada yang menjadi masalah. Ayah setuju lagipula mereka adalah orang-orang yang pastinya akan membantumu saat naik Takhta nanti." ucap Kaisar.
"Baiklah ayah. Ayah, aku sedikit ragu dengan nama yang direkomendasikan oleh Fraksi Oposisi." ucap Putra Mahkota Franz.
"Siapa yang direkomendasikan oleh mereka?" tanya Kaisar.
"Viscount Albarham." ucap Putra Mahkota Franz.
"Ayah tau dia. Dia adalah Pemimpin Wilayah Bagian Timur. Wilayah itu menyumbang banyak sekali koin emas karena pajaknya yang besar. Dia juga seorang pebisnis yang baru berkembang." ucap Kaisar.
"Saya juga pernah mendengar namanya. Kita bisa menerimanya dan menempatkannya di posisi Count Ashley dan mengambil Wilayahnya dan mungkin saja Wilayah itu dapat menjadi maju dan menghasilkan pajak yang besar untuk Kekaisaran, Yang Mulia." ucap Penasehat Kekaisaran.
"Baiklah aku setuju." ucap Kaisar.
"Terima kasih Yang Mulia." ucap Penasehat Kekaisaran.
Kaisar yang berfikir semua telah selesai meminta Penasehat Kekaisaran pergi karena ada yang ingin dibicarakan Kaisar dengan Putra Mahkota tapi ternyata Putra Mahkota Franz meminta izin untuk membuat ketiga dari Pemimpin Bisnis besar di Kekaisaran menjadi Bangsawan dan mendapatkan keuntungan dari itu.
"Maafkan kelancangan hamba Yang Mulia tapi saya ingin meminta izin membuat Tuan Grogolia dan Tuan Valkrim dari Toko Pelelangan dan Tambang Berlian menjadi Baron lalu menjadikan Baron Fromboo menjadi Viscount tapi tentunya dengan keuntungan 5% dari bisnis mereka selama 3 tahun tapi mereka tak akan mendapatkan wilayah kekuasaan apapun." ucap Putra Mahkota Franz.
"Apa kau telah mendiskusikan hal ini dengan mereka atau baru berencana saja?" tanya Kaisar.
"Saya sudah membicarakannya kemarin Yang Mulia. Maafkan hamba yang tak memberi tau terlebih dahulu." ucap Putra Mahkota Franz.
"Baiklah ayah setuju." ucap Kaisar.
"Terima kasih Yang Mulia." ucap Putra Mahkota Franz.
"Apa kau lupa putraku? Jangan panggil aku Yang Mulia. Panggil aku ayah." ucap Kaisar
"Ya ayah." ucap Putra Mahkota Franz.
Putra Mahkota Franz yang merasa banyak yang harus dikerjakannya pun meminta izin kepada Kaisar untuk kembali ke ruang kerjanya. Kaisar pun mengizinkan Putra Mahkota Franz pergi dan meninggalkan Kaisar sendiri di ruangan itu.
Kaisar yang tak bisa menahan dirinya lagi akhirnya tertunduk di kursinya sambil memegang perutnya. Kaisar yang telah sakit selama beberapa tahun terakhir tak bisa berbuat banyak.
Kaisar juga telah meminta bantuan kepada orang-orang dari Menara Sihir yang memiliki Sihir Cahaya yang kuat tapi tetap saja tak bisa menyembuhkan sakit yang diderita oleh Kaisar.
Kaisar pernah terfikir untuk meminta bantuan kepasa Gadis Suci untuk menyembuhkan penyakitnya karena Kaisar tau bahwa Gadis Suci adalah Gadis yang memiliki Sihir Cahaya yang sangat hebat yang bahkan bisa menyembuhkan dan mengembalikan Sihir orang-orang yang terluka pada Ujian Menara Sihir.
Tak hanya itu, Gadis Suci bahkan juga bisa menyembuhkan semua luka pada Duke Carrole, Duchess Carrole dan pengikutnya dalam waktu yang sangat singkat dan kaki Duke Carrole yang telah patah karena Mantan Putra Mahkota Brian juga bisa kembali seperti semula yang bahkan tak bisa dilakukan oleh orang-orang terhebat dan terkenal dari Menara Sihir.
Namun, Kaisar menahan keinginannya untuk meminta bantuan karena Kaisar tau jika Gadis Suci tak akan mau menolong karena sikapnya terakhir kali saat bertemu sangat tidak bersahabat. Akhirnya Kaisar hanya bisa menahan sakitnya sendiri.
Kaisar tak ingin memberi tau Putra Mahkota Franz karena tak ingin membuat Putra Mahkota Franz menjadi khawatir sehingga Kaisar hanya bisa melakukan apapun yang terbaik semampunya untuk membantu Putra Mahkota Franz hingga tutup usianya untuk meringankan beban Putra Mahkota Franz nanti saat naik Takhta nantinya.
Sementara itu, keesokan harinya di Kediaman Duke Carrole, Shiena yang telah selesai mengganti pakaiannya menjadi Gadis Suci pun tak lupa membuat suray untuk kedua pelayannya yaitu Marry dan Ana agar tak membuat heboh Kediaman Carrole dengan berita kehilangan dirinya.
Shiena yang telah selesai dengan urusannya pun pergi ke Istana Kekaisaran menggunakan Sihir Gelap dan Sihir Anginnya.
Tak butuh waktu lama, Shiena pun sampai di Taman Kekaisaran yang langsung disambut baik oleh Kesatria yang berjaga. Shiena yang melihatnya hanya tersenyum hambar.
Shiena pun mengikuti Kesatria tersebut menuju Ruangan dimana Kaisar berada. Shiena pun sampai di sebuah pintu yang sangat besar dengan ukiran-ukiran yang sangat indah.
Ketika pintu terbuka, Shiena melihat sebuah ruangan yang didominasi dengan warna emas yang sangat indah dan mewah. Shiena yang melihat Kaisar pun langsung memberi salam.
"Salam Yang Mulia Kaisar Kekaisaran Pearl." ucap Shiena.
"Duduklah Lady." ucap Kaisar.
"Terima kasih Yang Mulia.
Shiena yang tau jika Kaisar juga tak ingin berbasa-basi pun langsung mengeluarkan Kertas yang isinya adalah Surat Perjanjian Sihir yang berada di dalam Cincin Ruangnya.
Kaisar yang melihat hal itu menjadi terkejut karena tak biasa dengan yang dilakukan oleh Shiena tapi Kaisar dapat mengendalikan dirinya sehingga Kaisar langsung berdiri dan mengambil sebuah kotak yang telah disiapkannya di atas meja kerjanya.
Shiena pun menyerahkan Surat perjanjian itu kepada Kaisar untuk dibaca dan Kaisar juga menyerahkan kota tersebut untuk Shiena lihat.
Kaisar dan Shiena yang puas pun hanya tersenyum dan mengangguk setuju. Mereka pun mengambil satu Surat Perjanjian dan menandatanganinya dua rangkap lalu Shiena mengambil Satu Surat Perjanjian yang menjadi bagiannya dan mengambil kotak yang diberikan Kaisar dan menyimpannya di dalam Cincin Ruang.
Ternyata kotak itu berisi sebuat Lencana Penyelidikan dan Hukuman beserta sebuah surat yang telah di stempel dengan Stempel Kekaisaran yang menunjukkan jika Lencana itu asli dan dapat digunakan sebagaimana mestinya.
Kaisar juga tak mau kalah, Kaisar mengambil Surat Perjanjian miliknya dan mengambil Surat satu lagi yang berisi hak keuntungan dari ketiga bisnis milik Shiena.
Kaisar yang berencana meminta bantuan Shiena sebagai Gadis Suci untuk menyembuhkan penyakitnya tapi Shiena yang telah membaca isi fikiran Kaisar pun tak memberikan waktu kepada Kaisar mengatakan keinginnannya. Shiena langsung pergi dan meninggalkan Kaisar dengan perasaan kesal karena diabaikan.
'Aku tak akan menyembuhkan orang jahat sepertimu! Orang yang jahat tak harusnya dibantu jika tak memiliki niat yang baik.' ucap Shiena dalam hati.
#Bersambung#
Jangan Lupa Like, Komen dan Votenya ya..
π₯°πππ Terima Kasih