
Shiena yang penasaran akan apa yang telah terjadi buru-buru mengikuti ke arah perginya Dokter yang ternyata menuju ke kamar Duke Carrole dan Duchess Carrole. Shiena melihat banyak sekali pelayan yang berkumpul mencari informasi. Shiena yang merasakan firasat buruk bergegaa masuk ke dalam kamar.
Di dalam kamar, Shiena melihat Duke Carrole dan Duchess Carrole yang sedang terbaring di ranjangnya. Shiena juga melihat Dokter yang sedang duduk memeriksa di sisi kanan dan dibelakangnya ada Kepala Pelayan Rumah Tangga Keluarga Carrole yang sedang menunggu.
"Ayah! Ibu!" teriak Shiena
Shiena yang langsung sadar dari teriakannya tak ingin membuat masalah semakin membesar. Akhirnya Shiena memanggil Kepala Pelayan Rumah Tangga dan memerintahkannya menutup pintu kamar dan mengurusi pelayan serta kesatria yang tidak punya etika. Shiena juga memerintahkan Kepala Pelayan Ruman Tangga untuk membuat semua pelayan dan kesatria menutup mulutnya dan tidak membiarkan siapapun tau masalah yang terjadi di dalam Kediaman Carrole. Jika ada yang tau maka segera lakukan hukuman sesuai prosedur Keluarga Carrole.
Setelah kepergian Kepala Pelayan Rumah Tangga, Dokter pun menghadap Shiena dan menjelaskan apa yang terjadi pada Duke Carrole dan Duchess Carrole secara singkat dan jelas.
"Bagaimana keadaan kedua orang tua saya, Dokter?" tanya Shiena.
"Tuan Duke tak mengalami luka serius dan hanya merasa kelelahan tetapi Nyonya Duchess saat ini sedang dalam bahaya karena dirinya terkena racun." ucap Dokter.
"Racun? Racun apa?" tanya Shiena.
"Maafkan saya Nona. Saya tidak mengetahui racun ini dan saya juga tidak tau penawar racunnya." ucap Dokter.
"Baiklah kalau begitu. Terima kasih Dokter. Kedua pelayan saya yang akan mengantar anda." ucap Shiena sopan.
Lalu Dokter itu pun keluar bersama Marry dan Ana. Shiena yang berencana ingin memeriksa secara langsung keadaan Duke Carrole dan Duchess Carrole pun kemudian memerintahkan semua orang yang ada di kamar itu untuk keluar.
Shiena yang telah khawatir dengan keadaan Duchess Carrole pun segera memeriksanya dan ternyata Duchess Carrole benar sedang dalam keadaan kurang baik karena terkena racun. Shiena pun menggunakan Sihir Cahaya untuk menyembuhkan Duchess Carrole tapi tidak berhasil. Meskipun begitu setelah memeriksanya sendiri, Shiena yakin jika saat ini nyawa Duchess Carrole tidak sedang terancam.
Kemudian Shiena lanjut memeriksa Duke Carrole kemudian menyembuhkannya. Hanya dalam waktu beberapa menit Duke Carrole pun sadar. Duke Carrole yang baru sadar segera memanggil nama Duchess Carrole dan Shiena pun segera memeluk Duke Carrole kemudian menenangkannya.
Setelah Duke Carrole tenang kembali Shiena pun menanyakan apa yang telah terjadi. Duke Carrole yang tau semua tak bisa ditutup-tutupi akhirnya menjelaskan semuanya.
"Ayah, sebenarnya apa yang telah terjadi?" tanya Shiena bingung.
"Ayah yang mendengar jika kau menghilang setelah dituduh melakukan rencana pembunuhan terhadap kandungan Lady Anastasya di hari pertunangannya." ucap Duke Carrole.
"Aku tidak melakukannya ayah. Aku dijebak saat itu." ucap Sheina.
"Ayah percaya padamu, Shiena. Lalu, setelah tau menghilang. Ayah dan Ibu bergegas kembali ke Kediaman tapi di dalam perajalanan ada segerombolan perampok yang datang." ucap Duke Simons.
"Lalu, apa yang terjadi ayah?" tanya Shiena.
"Perampok itu maju menyerang tapi bukan ayah yang menjadi target pertama mereka." ucap Duke Simons.
"Ibu!" ucap Shiena.
"Benar! Ibumulah target pertama mereka. Mereka menyerang ibumu dengan panah beracun. Ayah yang saat itu sedang berarung kehilangan konsentrasi hingga terluka tapi tidak serius. Ayah berlari ke arah ibumu yang sedang terluka sementara kesatria yang lain melindungi. Lalu, Ibumu meminta ayah untuk fokus karena dirinya akan mencoba mengobati lukanya. Ayah setuju dan ayah menghabisi mereka semua lalu menyisakan satu untuk diinterogasi." ucap Duke Carrole.
"Lalu kenapa Ibu masih sakit ayah?" tanya Shiena.
"Katakanlah ayah. Aku akan pergi mencari penawarnya." ucap Shiena.
Duke Simons tidak menginginkan Shiena pergi sendiri jadi Duke Carrole menolak menjelaskan obat penawar racun tapi karena Shiena bersikeras ingin menolong akhirnya Duke Carrole setuju dengan membawa Pasukan Keluarga Carrole. Shiena yang ingin pergi sendiri menolak dengan keras usulan dari Duke Carrole. Shiena berjanji akan pulang dengan selamat dan tak akan terjadi sesuatu yang buruk padanya karena dirinya memiliki Kesatria Bayangan yang akan selalu melindunginya. Duke Carrole yang mengingat akan hal itu pun akhirnya setuju.
"Kau harus mencari Bunga Strofor yang tumbuh di Hutan Kesepian bagian dalam. Bunga itu biasanya tumbuh menginang di sebuah Pohon Akasia yang berdahan tebal." ucap Duke Carrole
"Baiklah Ayah. Aku akan segera mendapatkan penawarnya. Ayah, siapa yang menjadi dalang dari penyerangan itu?" ucap Shiena meyakinkan.
"Berdasarkan hasil introgasi, mereka adalah orang suruhan dari Duke Simons." ucap Duke Carrole.
"Sudah aku duga itu. Sial!" teriak Shiena kesal.
Shiena berencana pergi menemui Duke Simons lalu memberinya pelajaran langsung tapi Duke Carrole melarangnya dan Duke Carrole berjanji jika Duke Simons akan mendapatkan balasannya. Shiena yang percaya karena telah membaca fikiran Duke Carrole yang sangat ingin membalas perbuatan Duke Simons.
Shiena yang telah mengetahui apa yang telah terjadi segera pergi ke Kamarnya kemudian memanggil Marry masuk ke kamarnya.
"Marry!" panggil Shiena.
"Ya, Nona." ucap Marry.
"Aku akan pergi mencari penawar untuk Ibuku dan aku akan pergi ke Hutan Kesepian. Jadi selama aku pergi jangan biarkan siapapun masuk ke dalam kamar ini dan jika ada yang ingin bertemu katakan jika aku sedang sakit." ucap Shiena.
"Baiklah, Nona." ucap Marry.
Shiena pun membuka Cincin Ruangnya lalu menggunakan Pakaian Gadis Suci kemudian segera pergi ke Hutan Kesepian.
Di dalam Hutan Kesepian Shiena bertemu banyak sekali monster dan hewan buas dalam perjalanannya menuju ke tengah Hutan. Ketika Shiena telah berhasil mengalahkan lima ekor Moster tiba-tiba Shiena mendengar ada suara orang yang berteriak minta tolong. Shiena yang penasaran pun melihat.
Ketika sampai di sumber suara, Shiena melihat seorang pria yang masih muda yang memiliki perban ditubuhnya sedang dikejar oleh Seekor **** Hutan Bertaring Ganda. Pemuda itu tak bisa berlari lagi karena tersandung hingga berjalan mengesot mundur ke belakang.
Shiena yang tak tega pun membantu orang itu. Shiena menggunakan Sihir Penggabungan, Sihir Petir untuk melumpuhkan **** Hutan Bertaring Ganda. Dalam serangan kedua, **** Hutan langsung pingsan dan mengeluarkan asap seolah telah terpanggang.
Shiena tak berniat membunuh **** Hutan iti tapi ketika Shiena menyambarnya satu kali **** Hutan itu tidak jatuh bahkan berteriak sangat keras sehingga Shiena terpaksa menggunakan Sihir Petirnya dengan Volume Petir yang lebih besar.
Pria Muda yang ditolong Shiena masih terkejut dan masih belum sadarkan diri dari apa yang menimpanya tapi Shiena merasa pria itu bukanlah berasal dari Kekaisaran Pearl karena memiliki ciri-ciri berbeda dari penduduk Kekaisara dan pakaiannya terlihat berbeda.
Shiena yang penasaran pun menampakkan dirinya dengan cara melayang dari atas turun kebawah bagaikan seorang malaikat. Pria tersebut terkesima melihat kedatangan Shiena. Pria itu dapat melihat kecantikan dan keanggunan milik Shiena meskipun dirinya telah menutupi wajahnya dengan cadar putih.
#Bersambung#
Jangan Lupa Like, Komen dan Vote nya ya..
🥰😍😘😚 Terima Kasih