
Setelah dua bulan berlalu, Acara pernikahan Marry dan Ana pun dilaksanakan. Marry yang menikah lebih dulu hanya berselang satu hari dari Ana terlihat sangat bahagia. Marry yang menyukai warna biru muda membuat konsep pernikahannya dengan nuansa warna biru muda sedangkan Ana yang menyukai warna merah membuat semuanya menjadi merah dengan bunga mawar berwarna merah yang menjadi dominasi tempat pernikahannya.
Shiena yang telah berjanji untuk datang ke Acara Pernikahan Marry dan Ana pun menepati janjinya. Shiena yang datang bersama Kaisar Franz dan juga Duke Carrole serta Duchess Carrole membuat semua orang memandang pernikahan ini berbeda.
Marry dan Ana yang mengetahui hal ini menjadi sangat senang dan bahagia. Marry dan Ana yang dulunya adalah pelayan biasa sekarang telah berubah menjadi Nyonya Bangsawan dengan gelar Viscountess Fromboo dan Baroness Grogolia. Tak hanya itu, mereka bahkan mendapatkan pekerjaan yang sangat diinginkan setiap Bangsawan yaitu menjadi Dayang Utama Permaisuri.
Marry dan Ana sangat bersyukur dapat lepas dari status lama dan memulai hidup baru bersama orang yang mereka kasihi pun mengucapkan sumpah setia seumur hidup untuk keturunan mereka yang ditujukkan pada Keluarga Carrole. Shiena yang merupakan Putri Tunggal Duke Carrole dengan senang hati menerima Sumpah setia itu
Sementara itu, Duke Watson yang masih bertunangan dengan Lady Francise ternyata masih tak bisa melupakan Shiena meski telah berbulan-bulan berlalu bahkan saat Duke Watson mengetahui bahwa saat ini Shiena telah menjadi Permaisuri Kekaisaran Pearl tapi meskipun begitu Lady Francise yang tidak pernah menyerah akan cintanya pada Duke Watson tetap setia berusaha mendapatkan hatinya.
Lady Francise yakin suatu saat nanti cepat atau lambat Duke Watson akan mencintainya sama seperti dirinya yang mencintai Duke Watson tanpa syarat. Akhirnya Duke Watson dan Lady Francise memutuskan untuk menikah 6 bulan kemudian.
Setelah enam bulan berlalu, Pernikahan antara Duke Watson dan Lady Francise pun dilangsungkan di Kediaman Watson dengan sangat mewah dan megah. Duke Watson yang tak memiliki cinta untuk Lady Francise hanya bisa memberikan Pernikahan yang diinginkan Lady Francise serta status dan kekuasaan sebagai Duchess Watson yang sah.
Namun, perlahan tapi pasti Duke Watson yang selalu bersama dengan Duchess Watson mengetahui bahwa Duchess Watson adalah wanita yang baik hati dan penyabar. Duke Watson pun perlahan membuka hatinya dan belajar mencintai Duchess Watson.
Pernikahan yang awalnya tak didasari dengan cinta berubah menjadi pernikahan yang penuh dengan cinta dan kasih. Duke Watson mulai menyadari perasaannya pada Duchess Watson ditambah lagi dengan adanya bayi yang ada di dalam kandungan Duchess Watson membuat Duke Watson mengharapkan sebuah Keluarga yang harmonis dan bahagia seperti Keluarga lain pada umumnya.
Sedangkan Duke Laurence yang masih tak bisa melupakan cintanya pada Shiena tetap memilih sendiri dan tak berminat memiliki hubungan dengan wanita manapun. Meskipun telah banyak Nyonya dan Nona Bangsawan yang mengajukan Pernikahan tapi Duke Laurence menolak mereka semua. Bahkan para Sesepuh Keluarga Laurence tetap tak bisa membujuk Duke Laurence. Duke Laurence memilih untuk tetap mendukung Shiena dari belakang dan menyibukkan dirinya dengan Pekerjaan sebagai Kepala Keluarga Duke Laurence dan salah satu Tetua Menara Sihir.
Selain kebahagiaan, kesedihan juga terjadi pada semua orang yang melakukan pemberontakan. Hukuman cambuk yang diberikan oleh Kaisar Franz membuat Para Pemberontak masih merasakan sakit dan trauma ditambah dengan Shiena yang memberikan Sihir Debu kepada semua Pemberontak membuat mereka semakin tersiksa karena sakit yang membuat mereka tak bisa bernafas akan selalu datang dan itu terjadi secara tiba-tiba.
Para pemberontak yang menderita sakit juga menderita karena tak memiliki uang setelah semua aset harta kekayaannya disita oleh Kekaisaran sehingga Para Pemberontak harus bekerja keras untuk menyambung hidup dan mencoba mendapatkan obat untuk sakit yang mereka derita tapi meski mereka telah berobat kebanyak tempat atau meminun banyak obat yang katanya bisa menyembuhkan berbagai penyakit tapi tak ada yang bisa menyembuhkannya.
Sehingga hampir semua pemberontak yang tak tahan dengan kondisi yang terjadi pada mereka banyak yang memilih mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri. Tak hanya itu untuk kelangsungan hidup banyak yang berubah dari seorang Pria Bangsawan yang berwibawa malah menjadi seorang pencopet, pembunuh dan perampok. Sedangkan Nyonya dan Nona Bangsawan yang terbiasa hidup nyaman dan mewah tak tahan akan kondisinya memilih menjadi wanita simpanan orang kaya atau bangsawan rendahan. Bahkan ada yang berani menjual dirinya hanya agar dapat bertahan hidup.
Shiena yang baru saja menikah dengan Kaisar Franz langsung mendapatkan status baru sebagai Permaisuri Kekaisaran Pearl. Shiena yang awalnya mendapatkan pendidikan sebagai Anggota Keluarga Kekaisaran saat bertunangan dengan Mantan Putra Mahkota Brian ternyata menggunakan ilmu untuk memimpin Rakyat Kekaisaran Pearl sebagai Istri Sah dari Kaisar Franz.
Kehidupan pernikahan yang hangat, lembut dan penuh kasih sayang yang sangat diimpikan Permaisuri Shiena sejak dua kehidupan lalunya ternyata dapat benar-benar terjadi saat dirinta bersama dengan Kaisar Franz. Permaisuri Shiena yang tak menyangka akan mendapatkan segalanya seperti pernikahan yang penuh cinta dari suami, keluarga yang bahagia dan cinta dari semua orang merasa jika ini adalah kebahagiaan sejati.
Hari demi hari Permaisuri Shiena lalui dengan senyum, tawa dan kebahagiaan. Meskipun harus menanggung beban berat sebagai Wanita Nomor satu di Kekaisaran Pearl. Permaisuri Shiena tidak pernah merasa itu adalah beban karena Kaisar Franz selalu berada di sisinya justru itu adalah tanggungjawab yang harus dijalani dengan senang hati karena itu adalah pilihannya sendiri.
Marry dan Ana yang telah melayani Shiena sejak menjadi Nona Keluarga Carrole sekarang telah menjadi Dayang Pribadi Permaisuri. Semua orang yang pernah menganggap mereka sebagai seorang pelayan rendahan sekarang menjadi sangat iri dan berharap di posisi yang sama dengan Marry dan Ana.
Terlebih lagi Marry dan Ana adalah orang yang sangat beruntung karena dapat menikah dengan seorang Bangsawan yang kaya. Meskipun status Bangsawan suami Marry dan Ana tidak lah tinggi tapi tak ada satu pun Bangsawan Atas yang berani mengganggu atau menyinggungnya karena kekayaan yang mereka miliki.
Shiena yang juga saat ini merupakan seorang Permaisuri membuat Keluarga Duke Carrole sebagai Keluarga yang sangat disegani dan dihormati. Shiena yang mengetahuinya menjadi senang.
Kaisar Franz yang selalu saja sibuk dengan pekerjaannya sebagai Kaisar tidak pernah melupakan Permaisuri Shiena. Kaisar Franz sangat menyayangi Permaisuri shiena sehingga Kaisar Franz akan langsung berhenti bekerja jika Permaisuri Shiena meminta dan memanggilnya.
Kaisar Franz jug selalu menyempatkan diri untuk sarapan dan makan malam bersama Permaisuri Shiena meskipun harus terkadang absen untuk makan siang bersama.
Kaisar Franz yang tak bisa jauh dari Permaisuri Shiena memutuskan membuat Ruang Kerja Kaisar Franz lebih besar empat kali lipat lalu membuat Ruang Kerjanya menyatu dengan Ruang Kerja Permaisuri dan itu semua terjadi karena Kaisar Franz tak bisa jauh dari Permaisuri Shiena.
Sejak puluhan bahkan ratusan tahun yang lalu, Kaisar dan Permaisuri di Kekaisaran Pearl selalu tinggal di Istana yang berbeda tapi semenjak Kaisar Franz menjadi Kaisar banyak peraturan dan aturan yang telah ada sejak ratusan tahun lalu diubah. Kaisar Franz memberi perintah bahwa Kaisar dan Permaisuri akan tinggal di Istana yang sama bahkan Kaisar Franz memberi perintah agar dirinya dan Permaisuri berbagi kamar yang sama pula.
Banyak Bangsawan yang menolak perintah dan keinginan Kaisar Franz tapi karena Kaisar Franz tak ingin dibantah oleh siapapun maka keputusan itu tetap dilaksanakan.
Setelah beberapa bulan berlalu, Shiena yang selalu bersama Kaisar Franz bahkan selalu tidur bersama Kaisar Franz ternyata belum hamil juga sehingga banyak Pelayan Istana mulai berfikir yang aneh.
Pelayan-pelayan Istana yang telah disusupkan mata-mata oleh Bangsawan yang haus akan kekuasaan mengetahui hal ini mulai menyebarkan gosip buruk tentang Permaisuri Shiena yang mandul dan tak bisa mengandung dengan tujuan agar dapat memaksa dan mendesak Kaisar Franz mencari istri lagi.
Bangsawan itu berharap agar Putri-putri mereka dapat menjadi Selir kesayangan Kaisar atau bahkan bisa menjadi Ratu sehingga dapat meningkatkan status Bangsawan dan Kekuasaan mereka.
Permaisuri Shiena yang telah memutuskan tak akan membiarkan siapapun menindasnya telah mengetahui dari mana gosip itu berasal sehingga dengan cepat memerintahkan Marry dan Ana mengurus masalah ini. Marry dan Ana yang sangat senang memberi hukuman yang berat pada pelayan itu.
Setiap pelayan yang berkata tidak baik tentang Permaisuri Shiena akan langsung dipukul di bagian kaki sebanyak dua puluh kali hingga akhirnya tak ada lagi Pelayan Istana yang berani mengatakan hal buruk tentang Permaisuri Shiena.
Kaisar Franz yang telah memberi perintah khusus kepada Tuan Eit untuk selalu melaporkan yang terjadi pada Permaisuri Shiena ternyata telah mengetahui masalah yang dihadapi Permaisuri Shiena. Tuan Eit pun melaporkan hal ini kepada Kaisar Franz.
Kaisar Franz yang marah diam-diam mencari tau kebenarannya dan memenggal kepala semua pelayan yang menjadi mata-mata Bangsawan lalu mengirim kepala Pelayan itu ke setiap Kediaman Bangsawan yang berniat jahat dalam bentuk kotak hadiah yang sangat mewah.
'Tak boleh ada seorang pun yang boleh mengganggu wanitaku.' ucap Kaisar Franz.
#Bersambung#
Jangan Lupa Like, Komen dan Vote ya..
🥰😊😍😘
Terima kasih